ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator yang menggambarkan derajat kesehatan suatu negara sehingga diperlukan pelayanan kesehatan maternal dan neonatal yang optimal. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi serta menurunkan AKI dan AKB adalah melalui penerapan asuhan kebidanan komprehensif dengan pendekatan Continuity of Care. Asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. A usia 25 tahun di Puskesmas Sebengkok Kota Tarakan dilaksanakan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana. Hasil asuhan menunjukkan bahwa selama kehamilan Ny. A memiliki faktor risiko obesitas dengan IMT 35,7 kg/m², namun tidak ditemukan komplikasi seperti hipertensi dalam kehamilan, diabetes melitus gestasional, maupun gangguan pertumbuhan janin. Selama kehamilan, tekanan darah, LILA, tinggi fundus uteri, denyut jantung janin, serta hasil pemeriksaan laboratorium berada dalam batas normal. Persalinan berlangsung normal dengan kondisi ibu dan bayi baik. Pada masa nifas, proses involusi uterus berlangsung fisiologis, tidak ditemukan tanda infeksi maupun perdarahan, serta produksi ASI berjalan lancar. Bayi baru lahir dalam kondisi sehat, mampu menyusu dengan baik, mengalami peningkatan berat badan, dan tidak ditemukan tanda bahaya selama masa neonatus. Inisiasi Menyusu Dini (IMD) telah dilakukan segera setelah bayi lahir, meskipun pelaksanaannya belum sepenuhnya sesuai standar karena dilakukan selama kurang lebih 30 menit. Ibu juga telah mendapatkan konseling keluarga berencana dan memilih metode kontrasepsi suntik 3 bulan sesuai kebutuhannya. Pembahasan menunjukkan bahwa penerapan asuhan kebidanan komprehensif sesuai standar pelayanan mampu mendukung deteksi dini faktor risiko, mencegah terjadinya komplikasi, serta mempertahankan kesehatan ibu dan bayi. Dengan demikian, pendekatan Continuity of Care memberikan manfaat dalam meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan dan mendukung upaya penurunan AKI dan AKB.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Sumur gali yang berada di Karungan RT. 08 Kelurahan Mamburungan Timur Kota Tarakan adalah air baku yang digunakan masyarakat untuk keperluan sehari-hari. Berdasarkan uji pendahuluan kandungan logam besi pada air sumur didapatkan hasil 1,2 mg/L artinya tidak memenuhi baku mutu yang ditetapkan. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan kandungan logam besi pada air sumur gali setelah dilakukan pengolahan menggunakan adsorben kitosan dan filter termodifikasi. Filter termodifikasi merupakan kombinasi ijuk, pasir silika, cangkang kapah, kerikil dan arang aktif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen skala laboratorium. Tahapan pengolahan air sumur yaitu sedimentasi, adsorpsi dan filtrasi. Parameter yang diuji yaitu logam Fe dan parameter kualitas air lainnya. Hasil pengujian kandungan Fe setelah sedimentasi adalah 0,21 mg/L dan setelah filtrasi menggunakan filter termodifikasi yaitu 0,09 mg/L. Hasil pengujian parameter fisika untuk TDS awal yaitu 297 mg/L, nilai TDS setelah sedimentasi 262 mg/L dan nilai TDS setelah filtrasi 248 mg/L. Hasil pengukuran untuk parameter fisika kekeruhan air sumur 12,64 NTU, setelah sedimentasi 12,20 NTU, setelah filtrasi 12,25 NTU. Hasil pengukuran parameter warna air awal setelah sedimentasi dan setelah filtrasi yaitu 5 TCU. Nilai pH air awal setelah sedimentasi dan setelah filtrasi yaitu 5,2-5,8. Parameter kimia nitrat air sumur awal 0,100 mg/L, nilai nitrat setelah sedimentasi 0,098 mg/L dan nilai nitrat setelah filtrasi 0,084 mg/L. Nilai nitrit air sumur dan setelah sedimentasi 0,012 mg/L, nilai nitrit setelah filtrasi 0,012 mg/L. Hasil penelitian menunjukkan air sumur setelah di filtrasi mengalami peningkatan kualitas air untuk parameter logam besi sehingga media tersebut efektif untuk pengolahan air baku. Namun secara keseluruhan parameter kualitas air sumur belum memenuhi baku mutu untuk keperluan higiene sanitasi berdasarkan Permenkes RI No. 02 Tahun 2023.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Bioinhibitor adalah suatu zat senyawa kimia yang bila ditambahkan ke dalam suatu lingkungan dapat berfungsi untuk menghambat atau menurunkan pertumbuhan laju korosi pada logam, pada prakteknya jumlah yang di tambahkan secara kontinu maupun periodik. Pemanfaatan ekstrak daun nipah (Nypa fruitcans) sebagai bio inhibitor korosi logam besi penelitian ini dilakukan untuk menguji efektivitas ekstrak daun nipah (Nypa fruticans) sebagai bioinhibitor logam besi dengan kondisi pH, konsentrasi, temperatur bio inhibitor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif Hasil yang didapatkan pada uji efektivitas ekstrak daun nipah (Nypa fruticans) sebagai bio inhibitor logam besi larutan HCl 3%, yang ditunjukkan memiliki nilai efisiensi bio inhibitor sebesar 68,52%. Pengujian konsentrasi yang efektif menghasilkan konsentrasi 0,4 gram dengan nilai efisiensi bio inhibitor 85,67%. Pengujian suhu dengan nilai efisiensi tertinggi dihasilkan pada suhu (9ºC) dengan nilai efisiensi bio inhibitor sebesar 94,81 %. Ekstrak (Nypa fruitcans) menunjukkan hasil efisiensi bio inhibitor yang tinggi sehingga memiliki potensi digunakan sebagai bio inhibitor logam besi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemanfaatan albumin ikan gabus (Channa striata) sebagai bioinhibitor korosi logam besi untuk pertama kalinya telah selesai dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas albumin ikan gabus sebagai bioinhibitor korosi logam besi pada larutan dengan kondisi asam, netral dan basa, serta mengetahui konsentrasi albumin yang paling efektif sebagai bioinhibitor korosi logam besi. Penelitian ini dibagi menjadi 2 tahap. Tahap pertama adalah ekstraksi albumin dari ikan gabus dan tahap kedua adalah pengujian albumin sebagai bioinhibitor korosi logam besi. Hasilnya adalah albumin berhasil diekstraksi dari ikan gabus dengan penampakan secara fisik berwarna oren. Uji efektifitas sebagai bioinhibitor korosi logam besi menunjukkan hasil hingga 87% pada larutan asam. Efektifitas albumin sebagai bioinhibitor korosi logam besi menunjukkan hasil yang tidak ada berbeda secara signifikan dengan penambahan albumin sebesar 0,01 gr dan 0,025 gr. Hasil ini mengkonfirmasi bahwa albumin ikan gabus secara efektif dapat dimanfaatkan sebagai bioinhibitor korosi logam besi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Tanah adalah salah satu komponen penting dalam dunia konstruksi karena hampir semua bangunan konstruksi didirikan di atas tanah. Namun tidak semua tanah dapat langsung digunakan dikarenakan daya dukung tanah yang buruk. Penelitian ini membahas tentang stabilisasi tanah lempung lunak dengan menggunakan stabilizer (kapur, oksida besi dan bubuk damar). Tujuan penelitian (1) Menilai pengaruh penambahan stabilizer serta masa peram terhadap sifat fisis dan sifat teknis (2) Menetapkan persentase bahan stabilizer yang harus dicampurkan agar diperoleh hasil yang maksimum terhadap parameter sifat fisis dan sifat teknis (3) Menetapkan lama masa peram tanah lempung lunak yang distabilisasi menggunakan stabilizer agar diperoleh hasil yang maksimum terhadap parameter sifat fisis dan sifat teknis. Adapun metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental dan dilakukan dalam skala laboratorium. Sifat fisis dan teknis tanah dari Kelurahan Kampung Empat, Kota Tarakan Kalimantan Utara diperoleh w =88,74%, Gs =2,23, =1,09gr/cm³, tanah lolos saringan No.200 =84,58%, LL =73,72%, PL =21,05%, IP =52,67%, wopt =26,15% dan dry =1,3 gr/cm³ serta nilai qu =0,21kg/cm². Adapun hasil penelitian tanah stabilisasi diperoleh bahwa pada stabilisasi tanah lempung lunak dengan stabilizer dapat mempengaruhi sifat fisis dan sifat teknis tanah, namun pada sifat teknis tanah untuk variasi stabilizer 25% dan 30% tidak dapat dilakukan pengujian UCT karena benda uji mengalami perubahan sifat fisis sehingga tidak dapat dicetak dan dilakukan pengujian. Pengaruh stabilisasi tanah dengan stabilizer menurunkan persentase tanah yang lolos saringan No.200, meningkatkan nilai Gs, , qu serta menurunkan w, LL dan IP.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Limbah kulit udang dan cangkang kerang kapah merupakan salah satu sumber daya alam di bidang perikanan yang sangat melimpah, namun limbah ini tidak dimanfaatkan dengan baik dan hanya dibuang. Limbah kulit udang dapat dijadikan sebagai kitosan selain itu terdapat limbah kerang kapah mengandung kalsium dalam bentuk oksida atau CaO. Kedua bahan alam ini dapat dijadikan sebagai adsorben untuk mengurangi logam berat khususnya besi (Fe). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh adsorbsi dengan material dari bahan alam kitosan dari kulit udang yang kemudian dimodifikasi dengan CaO dari Kerang kapah sebagai adsorben penyerapan logam berat (Fe). Penelitian diawali dengan pembuatan kitosan melalui 3 tahapan isolasi yaitu deproteinasi, demineralisasi dan deasetilasi. Rendemen dari kitosan sebesar 13,91% dari berat kulit udang. Dengan hasil FTIR mengkonfirmasi bahwa penelitian ini berhasil disintesis kitosan dan derajat deasitilasi yang didapatkan sebesar 76% untuk kitosan yang tersintesis. CaO kerang kapah dilakukan melalui proses kalsinasi. Difraktogram XRD menunjukan terbentuknya mineral CaO. Pembentukan komposit Kitosan-CaO dilakukan dengan pencampuran antara kitosan dan CaO. Hasil karakterisasi FTIR menyatakan bahwa komposit kitosan-CaO terdapat kandungan CaO dan kitosan. Adsorpsi dilakukan dengan sistem batch dan dianalisis dengan AAS. Penggunaan adsorben komposit kitosan-CaO memiliki kemampuan adsorpsi besi (Fe) sebesar sebesar 83,69% hingga 90,09% dengan kemampuan optimal penyerapan logam besi (Fe) terjadi pada massa adsorben 0.8 gr dengan presentase adsorpsi sebesar 90,09%