Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

7 hasil
Subjek: Stabilisasi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERILAKU TANAH LEMPUNG YANG DICAMPUR DENGAN PASIR SUNGAI UNTUK SUBGRADE (Studi Kasus: Gunung Selatan Kampung Satu Kota Tarakan)

•

PERILAKU TANAH LEMPUNG YANG DICAMPUR DENGAN PASIR SUNGAI UNTUK SUBGRADE (Studi Kasus: Gunung Selatan Kampung Satu Kota Tarakan) Nama Mahasiswa : Winda Lestari NPM : 14301010004 Dosen Pembimbing : Hasrullah, S.T.,M.T. ABSTRAK Tanah merupakan dasar dari suatu struktur atau konstruksi, baik itu konstruksi gedung maupun konstruksi jalan, sehingga diharapkan tanah mampu mendukung beban yang ada di atasnya. Tetapi pada implementasinya beberapa kendala terjadi disebabkan oleh tanah dengan sifat-sifat yang buruk dan kurang menguntungkan, antara lain plastisitas tinggi, kemampatan atau perubahan volume yang besar dan potensi kembang susut yang besar. Hal tersebut merupakan sifat yang dimiliki oleh tanah lempung. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut dilakukan perbaikan tanah dasar yaitu dengan cara stabilisasi dengan menggunakan pasir sungai yang ditujukan untuk memperbaiki gradasi tanah dengan cara mencampur tanah dengan bahan stabilisasi yang memiliki gradasi lebih besar. Pengujian dilakukan dengan cara mencampurkan beberapa variasi persentase pasir sungai terhadap berat tanah, dengan persentase penambahan pasir sungai 10%, 20%, 30%, 40%, 50%. Sampel tanah yang digunakan berasal dari Gunung Selatan Kampung Satu Kota Tarakan. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian sifat fisik dan mekanis tanah. Berdasarkan pemeriksaan sifat fisik tanah asli didapatkan nilai, specific gravity sebesar 2,59, Liquid Limit (LL) 53,2%, Indeks Plastis (IP) 16,50%, analisa ukuran butiran sebesar 57,8%. Berdasarkan klasifikasi USCS sampel tanah berbutir halus dan termasuk ke dalam kelompok OH. Pada pengujian sifat mekanis tanah, hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan pasir sungai 50% pada pengujian pemadatan berat isi kering mengalami peningkatan dari 1,400 gr/cm³ menjadi 1,557 gr/cm³. Pada pengujian CBR juga mengalami peningkatan, CBR unsoaked dari 6,63% menjadi 13,68% dan CBR soaked dari 3,04 menjadi 8,16% dengan melewati masa perendaman selama 4 hari dan swelling pengalami penurunan dari 19,2% menjadi 12,5%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Penambahan Pasir Gusung Kota Tarakan Terhadap Perilaku Tanah Ekspansif

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanah merupakan dasar pondasi bangunan yang sangat memengaruhi stabilitas struktur. Jenis tanah yang harus diperhatikan salah satunya tanah ekspansif. Tanah ekspansif merupakan jenis tanah lempung yang memiliki sifat kembang-susut tinggi. Akibat dari perubahan kadar air dapat menyebabkan kerusakan konstruksi. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk memperbaiki sifat tanah ekspansif adalah stabilisasi tanah menggunakan material granular. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan pasir gusung Kota Tarakan terhadap sifat fisik dan mekanis tanah ekspansif. Tanah yang digunakan berasal dari Jalan Kuburan Cina, Gunung Lingkas, Kota Tarakan. Penelitian dilakukan secara eksperimental di Laboratorium dengan variasi penambahan pasir gusung sebesar 20%, 40% dan 60% serta masa pemeraman selama 10, 20 dan 30 hari. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian sifat fisik tanah berupa Analisa saringan, kadar air, berat volume tanah, Spesific gravity dan Atterberg limit serta sifat mekanis tanah berupa pemadatan, California Bearing Ratio (CBR), dan Unconfined Compressive Strength (UCS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pasir gusung dan peningkatan masa pemeraman memberikan pengaruh terhadap perubahan sifat fisik dan mekanis tanah ekspansif. Penambahan pasir gusung menyebabkan plastisitas tanah menurun karena dominasi material granular sehingga beberapa campuran tidak lagi menunjukkan sifat plastis. Selain itu, nilai kuat tekan bebas (UCS) meningkat dari 0,0502 kg/cm2 menjadi 0,115 kg/cm2, nilai MDD juga meningkat dari 1,393 gr/cm3 menjadi 1,679 gr/cm3 dan daya dukung tanah (CBR) meningkat dari nilai 9,59% menjadi 25,47%. Variasi campuran yang paling efektif diperoleh pada penambahan pasir gusung sebesar 60% dengan masa pemeraman 30 hari, yang menunjukkan peningkatan sifat mekanis tanah paling optimal.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS STABILISASI TANAH LEMPUNG YANG DICAMPUR DENGAN BUBUK ARANG TEMPURUNG KELAPA TERHADAP PERUBAHAN SIFAT FISIS DAN NILAI CBR TANAH

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanah lempung mempunyai sifat plastisitas yang tinggi, permeabilitas rendah, daya dukung rendah serta perubahan volume kembang-susut yang cukup besar. Hal ini tidak menguntungkan bila tanah lempung digunakan sebagai tanah dasar untuk menopang suatu bangunan konstruksi, maka untuk mengatasi permasalahan ini dibutuhkan metode perbaikan pada tanah yang berpengaruh pada sifat fisis dan mekanik pada tanah. Stabilisasi tanah adalah salah satu metode yang bisa digunakan pada perbaikan tanah yang dilakukan dengan menambahkan bahan kimia atau bahan lainnya yang bertujuan untuk memperbaiki parameter sifat tanah sehingga menghasilkan material baru yang memiliki sifat teknis lebih baik. Pada penelitian ini menggunakan bubuk arang tempurung kelapa sebagai bahan stabilisasi pada tanah. Pencampuran bahan stabilisasi menggunakan beberapa variasi persentase, yaitu penambahan sebanyak 4%, 6% dan 8% dengan masa peram selama 7 hari, 14 hari dan 21 hari. Pengujian sifat fisis dan mekanis dilakukan pada tanah lempung asli dan tanah lempung yang telah distabilisasi dengan stabilizer. Dari hasil penelitian yang didapatkan bahwa penambahan stabilizer 8% dan masa peram selama 21 hari memberikan hasil yang maksimum pada penelitian ini, dengan beberapa parameter diantaranya adalah kadar air (w) dari 63,75% menjadi 39,15%, specific gravity (Gs) dari 2,68 menjadi 2,81, analisa saringan dari 59,16% menjadi 30,75%, batas cair (LL) dari 52,79% menjadi 45,57%, batas plastis (PL) dari 21,45% menjadi 25,53%, indeks plastis (IP) dari 31,34% menjadi 20,04% dan pada pengujian CBR mengalami peningkatan dari kondisi awal 0,72% menjadi 4,30%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS UJI SIFAT FISIK DAN NILAI CBR TANAH LEMPUNG YANG DISTABILISASI DENGAN LIMBAH BAN KARET

2025•

Tanah lempung mempunyai plastisitas yang tinggi, daya dukung yang rendah dan perubahan volume kembang-susut yang cukup besar. Hal tersebut menjadikan tanah tidak stabil sehingga tidak mampu mendukung konstruksi yang ada diatasnya, oleh karena itu perlu dilakukan upaya perbaikan tanah. Stabilisasi tanah adalah salah satu metode yang bisa digunakan pada perbaikan tanah, stabilisasi dilakukan dengan menambahkan bahan kimia atau bahan lainnya yang bertujuan untuk memperbaiki sifat-sifat tanah sehingga menghasilkan material baru yang memiliki sifat teknis lebih baik. pada penelitian ini menggunakan abu ban sebagai bahan stabilisasi tanah. pencampuran bahan stabilisasi menggunakan beberapa variasi persentase, yaitu penambahan sebanyak 4%, 6%, dan 8% serta telah melawati masa peram selama 7 hari, 14 hari dan 21 hari. Pengujian sifat fisik dan mekanis dilakukan pada tanah lempung asli dan tanah lempung yang telah distabilisasi dengan bahan stabilizer. Dari hasil penelitian yang didapatkan bahwa penambahan stabilizer 8% dan masa peram selama 21 hari memberikan hasil yang maksimum pada penelitian ini, dengan beberapa parameter diantaranya adalah: kadar air (w) dari 63,75% menjadi 39,68%, analisa saringan dari 59,16% menjadi 37,20%, spesific gravity (Gs) dari 2,685 menjadi 2,723, Indeks plastisitas (IP) dari 31,34% menjadi 26,09% dan pada pengujian CBR mengalami kenaikan dari kondisi awal 0,72% menjadi 4,01%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS UJI SIFAT FISIK DAN CBR TANAH LEMPUNG LUNAK YANG DISTABILISASI DENGAN LIMBAH BAN KARET DAN FLY ASH.

2024•

Tanah lempung lunak menjadi salah satu masalah besar dalam pengembangan infrastruktur di Kota Tarakan. Hal ini disebabkan sifat fisik dan karakteristik tanah lempung yang sangat lunak, Apabila kemampuan untuk mendukung beban lebih rendah dari pada berat konstruksi yang harus dipikulnya maka akan terjadi keruntuhan, sehingga dalam dunia konstruksi diperlukan metode perbaikan tanah untuk meningkatkan daya dukung tanah sesuai dengan yang diperlukan. Tujuan penelitian ini untuk menentukan bagaimana pengaruh penambahan limbah ban karet dan fly ash serta masa peram terhadap perubahan sifat fisik dan sifat mekanis CBR pada tanah lempung. Pengumpulan data melalui proses penelitian di Laboratorium Universitas Borneo Tarakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh penambahan stabilizer dan masa peram memiliki peningkatan yang cukup signifikan terhadap perubahan sifat fisis seperti pada kadar air mengalami kenaikan, pada pengujian indeks plastisitas mengalami penurunan dari nilai tanah asli. Pengujian mekanis CBR mengalami peningkatan pada stabilizer 20% dengan masa peram 28 hari sehingga nilai CBR tanah lempung lunak menjadi lebih baik dibandingkan dengan kondisi sebelumnya. Pada pengujian CBR dimana terjadi peningkatan paling maksimum terhadap sampel dengan kadar stabilizer 20% dengan masa peram 28 hari menggunakan campuran abu ban karet dan fly ash sebesar 10% : 15% pada variasi tersebut mengalami peningkatan sebesar 18,58 %. lama masa peram pada penelitian ini yakni 7 hari, 14 hari, 28 hari. Pada pengujian California Bearing Ratio masa peram ( curring time) yang paling baik untuk mendapatkan hasil maksimal pada tanah lempung lunak dengan stabilisasi menggunakan abu ban karet dan fly ash adalah 28 hari. Kata kunci : California Bearing Ratio, Stabilisasi, Masa peram

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENAMBAHAN KAPUR ALAM AKTIF (CaCO3) TERHADAP UJI FISIK DAN UJI PEMADATAN CBR PADA TANAH CLAY SHALE.

2024•

Secara umum lapisan Clay Shale merupakan jenis tanah yang bermasalah, pada dunia konstruksi banyak ditemui masalah pada tanah Clay Shale seperti pada beberapa wilayah di Indonesia banyak terjadi keruntuhan bangunan dan kelongsoran pada jalan. Hal ini disebabkan karena tanah Clay Shale yang sifatnya mudah melapuk apabila terkena paparan sinar matahari, air dan udara. Tujuan dilakukan penelitian ini guna mengetahui pengaruh penambahan kapur serta masa peram terhadap terhadap perubahan fisik dan mekanis pada tanah Clay Shale, Pada pengujian ini dilakukan dilaboratorium Universitas Borneo Tarakan. Hasil data penelitian yang diperoleh pada tanah asli Clay Shale akan dibandingkan dengan tanah yang telah distabilisasi. Pada penelitian ini menggunakan presentase 5%, 15% dan 20% dengan masa peram 7 hari, 14 hari dan 21 hari. Perolehan uji CBR tanah Asli sebesar 22,7% dan UCT tanah asli sebesar 1,31 kg/2. Hasil CBR tanah Clay shale yang telah distabilisasi mengalami peningkatan sebesar 48,54 dan UCT yang telah distabilisasi mengalami peningkatan sebesar 9,21. Penambahan stabilizer pada sampel tanah Clay Shale sangat berpengaruh terhadap sifat fisis dan sifat mekanis tanah Clay Shale, terutama terhadap nilai CBR dan UCT. Peningkatan paling maksimum pada pengujian CBR yaitu pada penambahan Stabilizer 5% dan peningkatan paling maksimum pada pengujian UCT yaitu pada masa peram selama 21 hari. Kata kunci : CBR, UCT, Stabilisasi dan Masa Peram

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STABILISASI TANAH LEMPUNG LUNAK DENGAN STABILIZER KAPUR, BUBUK DAMAR DAN OKSIDA BESI DI KOTA TARAKAN.

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

.Tanah adalah salah satu komponen penting dalam dunia konstruksi karena hampir semua bangunan konstruksi didirikan di atas tanah. Namun tidak semua tanah dapat langsung digunakan dikarenakan daya dukung tanah yang buruk. Penelitian ini membahas tentang stabilisasi tanah lempung lunak dengan menggunakan stabilizer (kapur, oksida besi dan bubuk damar). Tujuan penelitian (1) Menilai pengaruh penambahan stabilizer serta masa peram terhadap sifat fisis dan sifat teknis (2) Menetapkan persentase bahan stabilizer yang harus dicampurkan agar diperoleh hasil yang maksimum terhadap parameter sifat fisis dan sifat teknis (3) Menetapkan lama masa peram tanah lempung lunak yang distabilisasi menggunakan stabilizer agar diperoleh hasil yang maksimum terhadap parameter sifat fisis dan sifat teknis. Adapun metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental dan dilakukan dalam skala laboratorium. Sifat fisis dan teknis tanah dari Kelurahan Kampung Empat, Kota Tarakan Kalimantan Utara diperoleh w =88,74%, Gs =2,23,  =1,09gr/cm³, tanah lolos saringan No.200 =84,58%, LL =73,72%, PL =21,05%, IP =52,67%, wopt =26,15% dan dry =1,3 gr/cm³ serta nilai qu =0,21kg/cm². Adapun hasil penelitian tanah stabilisasi diperoleh bahwa pada stabilisasi tanah lempung lunak dengan stabilizer dapat mempengaruhi sifat fisis dan sifat teknis tanah, namun pada sifat teknis tanah untuk variasi stabilizer 25% dan 30% tidak dapat dilakukan pengujian UCT karena benda uji mengalami perubahan sifat fisis sehingga tidak dapat dicetak dan dilakukan pengujian. Pengaruh stabilisasi tanah dengan stabilizer menurunkan persentase tanah yang lolos saringan No.200, meningkatkan nilai Gs, , qu serta menurunkan w, LL dan IP.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail