PENGARUH PENAMBAHAN KAPUR TERHADAP UJI FISIK DAN UJI PEMADATAN CBR PADA TANAH CLAY SHALE.
-
Profil penulis
2 karya publik ditemukan.
-
Secara umum lapisan Clay Shale merupakan jenis tanah yang bermasalah, pada dunia konstruksi banyak ditemui masalah pada tanah Clay Shale seperti pada beberapa wilayah di Indonesia banyak terjadi keruntuhan bangunan dan kelongsoran pada jalan. Hal ini disebabkan karena tanah Clay Shale yang sifatnya mudah melapuk apabila terkena paparan sinar matahari, air dan udara. Tujuan dilakukan penelitian ini guna mengetahui pengaruh penambahan kapur serta masa peram terhadap terhadap perubahan fisik dan mekanis pada tanah Clay Shale, Pada pengujian ini dilakukan dilaboratorium Universitas Borneo Tarakan. Hasil data penelitian yang diperoleh pada tanah asli Clay Shale akan dibandingkan dengan tanah yang telah distabilisasi. Pada penelitian ini menggunakan presentase 5%, 15% dan 20% dengan masa peram 7 hari, 14 hari dan 21 hari. Perolehan uji CBR tanah Asli sebesar 22,7% dan UCT tanah asli sebesar 1,31 kg/2. Hasil CBR tanah Clay shale yang telah distabilisasi mengalami peningkatan sebesar 48,54 dan UCT yang telah distabilisasi mengalami peningkatan sebesar 9,21. Penambahan stabilizer pada sampel tanah Clay Shale sangat berpengaruh terhadap sifat fisis dan sifat mekanis tanah Clay Shale, terutama terhadap nilai CBR dan UCT. Peningkatan paling maksimum pada pengujian CBR yaitu pada penambahan Stabilizer 5% dan peningkatan paling maksimum pada pengujian UCT yaitu pada masa peram selama 21 hari. Kata kunci : CBR, UCT, Stabilisasi dan Masa Peram