Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

7 hasil
Subjek: Udang Windu.
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Aktivitas Antioksidan Senyawa Astaxanthin Yang Diisolasi Dari Kulit Udang Windu ( Penaeus monodon) Menggunakan Pelarut Hexana: isopropanol

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Kulit udang windu (Penaeus monodon) merupakan limbah hasil perikanan yang melimpah dan berpotensi sebagai sumber astaxanthin, sebuah senyawa karotenoid dengan aktivitas antioksidan yang sangat kuat. Penelitian ini bertujuan mengekstraksi astaxanthin dari kulit udang windu yang ada di Kota Tarakan menggunakan pelarut hexana: isopropanol (3:2) serta menguji potensi antioksidannya. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dengan pelarut hexana: isopropanol (3:2 v/v) selama 3 hari, pada suhu ruang ekstrak dikarakterisasi kadar astaxanthinnya menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 476 nm, aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode ABTS (2,2'-azino-bis (3ethylbenzothiazoline-6-sulfonic acid)) pada panjang gelombang 741 nm dengan Trolox sebagai standar pembanding. Hasil penelitian menunjukkan kadar astaxanthin yang diperoleh dengan nilai rata rata 104,77 µg/g ± 11,93 µg/g. Pengujian aktivitas antioksidan dengan metode ABTS menunjukkan bahwa ekstrak astaxanthin dari kulit udang windu memiliki nilai % inhibisi sebesar 11,63% dengan nilai TEAC (Trolox Equivalent Antioxidant Capacity) sebesar 0,0721 µmol TE/g sampel kering. Kombinasi pelarut hexana dan isopropanol terbukti efektif mengisolasi astaxanthin dari limbah kulit udang. Penelitian ini memberikan informasi penting mengenai potensi pemanfaatan limbah kulit udang windu sebagai sumber antioksidan alami bernilai ekonomi tinggi, sekaligus solusi pengelolaan limbah perikanan yang lebih berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

POTENSI KITOSAN CANGKANG KERANG KAPAH (Meretrix sp) TERHADAP PERBAIKAN KUALITAS KIMIA TANAH TAMBAK TRADISIONAL UDANG WINDU

2026•

Kualitas tanah memegang peranan penting dalam sistem tambak tradisional udang windu. Kualitas tanah dapat menurun akibat kegiatan pasca panen dari sisa metabolisme udang windu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi kitosan cangkang kerang kapah (Meretrix sp) dalam perbaikan kualitas kima tanah tambak tradisional udang windu. Penelitian ini dimulai dengan mensintesis kitosan dari kitin cangkang kerang kapah (Meretrix sp). Kitosan di karakterisasi ukurannya menggunakan Particle Size Analyzer (PSA). Rancangan penelitian terdiri dari perlakuan kapur dan kitosan diaplikasikan pada tanah tambak dengan rasio 1:50, dibawah lampu visibel selama 8 jam penyinaran. Parameter kualitas tanah yang diamati meliputi derajat keasaman (pH), potensial redoks (Eh), aluminium (Al), dan besi (Fe). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitosan berhasil disintesis dengan di tandai puncak bilangan gelombang 1082,76 cm⁻¹ nm. Nilai efektivitas kitosan memiliki nilai yang sama dengan kapur dolomit dalam meningkatkan pH tanah mencapai 16,67% (p > 0,05), yang menunjukkan bahwa peningkatan pH yang terjadi tidak berbeda nyata dibandingkan tanah alami, dan pada parameter potensial redoks (Eh) sebesar 81,52% (p 0,05), yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan penggunaan kapur dolomit (30,46%). Pada parameter Al, Semua perlakuan menunjukkan efektivitas sebesar 100%, sedangkan parameter besi (Fe) kitosan sebesar 97,23%. Berdasarkan hasil didapatkan kitosan efektif memperbaiki kualitas tanah parameter potensial redoks.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

OPTIMALISASI TANAH TAMBAK UDANG WINDU MENGGUNAKAN TEKNOLOGI FOTOKATALIS NANOPARTIKEL CaO DARI CANGKANG KERANG KAPAH (Meretrix meretrix)

2026•

Kualitas tanah memegang peranan penting dalam sistem tambak tradisional udang windu. Kualitas tanah dapat menurun akibat kegiatan pasca panen dari sisa metabolisme udang windu. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kualitas tanah tambak udang windu (Penaeus monodon) menggunakan teknologi fotokatalis nanopartikel CaO yang disintesis dari limbah cangkang kerang kapah (Meretrix meretrix). Penelitian ini dimulai dengan mensintesis nanopartikel CaO menggunakan ekstrak daun ketapang. Nanopartikel CaO di karakterisasi ukurannya menggunakan Particle Size Analyzer (PSA). Rancangan penelitian terdiri dari perlakuan kapur dan nanopartikel CaO diaplikasikan pada tanah tambak dengan rasio 1:50, dibawah lampu visibel selama 8 jam penyinaran. Parameter kualitas tanah yang diamati meliputi derajat keasaman (pH), potensial redoks (Eh), aluminium (Al), dan besi (Fe). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanopartikel berhasil disintesis dengan ukuran rata-rata 107,88 nm. Aplikasi nanopartikel CaO terhadap perbaikan kualitas tanah memberikan efektivitas terbaik dibandingkan perlakuan lainnya. Nilai efektivitas nanopartikel CaO dalam meningkatkan pH tanah mencapai 100% (p 0,05) dan pada parameter potensial redoks (Eh) sebesar 64,99% (p 0,05), yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan penggunaan kapur dolomit (30,46%). Pada parameter logam berat, nanopartikel CaO menunjukkan efektivitas penurunan aluminium (Al) yang konstan sebesar 100%, diikuti parameter besi (Fe) sebesar 62,6%. Pemanfaatan teknologi fotokatalis nanopartikel CaO berbasis limbah cangkang kerang kapah merupakan solusi inovatif dalam memperbaiki kualitas kimia tanah untuk mendukung keberlanjutan budidaya udang windu di wilayah Kalimantan Utara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis pendapatan usaha tambak tradisional di Kota Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Usaha tambak tradisional di Kota Tarakan memiliki peran penting dalam perekonomian masyarakat pesisir, namun masih menghadapi berbagai kendala seperti penurunan produktivitas dan tingginya biaya produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan usaha tambak tradisional dengan fokus pada komoditas udang windu, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan usaha tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik snowball sampling. Sebanyak 11 responden petambak diambil dari tiga pos pembelian utama di Kota Tarakan, yaitu Pos Harapan Jaya, Pos Masengereng, dan Pos Ajis. Data primer dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan kuesioner, sementara data sekunder diperoleh dari BPS dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Analisis data dilakukan dengan menghitung total biaya produksi biaya tetap dan biaya variabel, total penerimaan, serta pendapatan bersih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya produksi didominasi oleh biaya tetap seperti pembelian lahan rata-rata Rp393 juta per 15 ha dan pembuatan petak tambak Rp400 juta, serta biaya variabel seperti benih udang Rp4,5 juta per periode tebar dan tenaga kerja rata-rata Rp 1,5 juta per orang. Penyusutan aset tambak mencapai Rp80 juta per tahun. Pendapatan petambak beberapa mengalami kerugian, karena hasil panen udang windu yang belum bisa menutupi biaya produksi yang dikeluarkan. Selain itu, potensi pendapatan tambahan dari komoditas sampingan seperti kepiting dan ikan belum dimanfaatkan secara optimal. Kesimpulan penelitian ini mengidentifikasi perlunya peningkatan efisiensi produksi melalui pelatihan teknis bagi petambak, perbaikan manajemen biaya, serta dukungan pemerintah dalam penyediaan benih berkualitas dan akses pemasaran. Dengan langkah-langkah tersebut, usaha tambak tradisional di Kota Tarakan dapat ditingkatkan produktivitas dan keberlanjutannya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI PRODUKTIVITAS PADA TAMBAK TRADISIONAL UDANG WINDU (Penaeus monodon) YANG MENGGUNAKAN PROBIOTIK DAN TANPA PROBIOTIK DI PULAU TIBI

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu teknologi yang sudah teruji untuk meningkatkan tingkat produksi tambak, yaitu dengan pemberian probiotik dan fermentasi di tambak tradisional. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan produktivitas tambak yang menggunakan probiotik dan yang tidak menggunakan probiotik pada tambak tradisional di Pulau Tibi. Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan dengan metode survei dan wawancara secara langsung dengan petambak di Pulau Tibi. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan, dimulai dari bulan Februari sampai April 2024 di tambak Pulau Tibi. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan hasil produksi udang windu dan manajemen pengolahan tanah tambak di Pulau Tibi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pengolahan tambak tradisional secara umum sama yang membedakan hanya penggunaan probiotik dan tanpa probiotik sehingga berpengaruh terhadap produksi tambak. Produksi udang windu tertinggi ada di tambak yang menggunakan probiotik rata-rata sebesar 383 kg, sedangkan rata-rata produksi terendah ada di tambak yang tidak menggunakan probiotik sebesar 276 kg. Dimana hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan probiotik dalam tambak tradisional memberikan dampak positif terhadap hasil produksi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis struktur biaya dan pendapatan budidaya tambak udang windu di desa Tengku Dacing Kecamatan Tana Lia Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara (Studi Kasus Tambak Bapak Alamsyah)

2024•

Pengembangan budidaya Udang Windu (Penaeus Monodon) merupakan salah satu prioritas dalam pembangunan perikanan budidaya di Indonesia. Selain potensi sumberdaya lahan yang sangat besar, pengembangan usaha budidaya udang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan pembudidaya dan devisa negara, serta menciptakan lapangan kerja dan kesempatan usaha yang cukup luas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui struktur biaya usaha tambak udang windu dan mengetahui pendapatan usaha tambak udang windu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan studi kasus tunggal (single case study). Hasil dari penelitian ini adalah bahwa biaya variabel yang dikeluarkan dalam usaha tambak dalam 1 periode berjumlah Rp.6.535.000. Untuk biaya tetap yang dikeluarkan sebesar Rp.7.077.000 dan jika dijumlahkan secara keseluruhan biaya yang dikeluarkan dalam usaha Tambak udang windu yaitu sebesar Rp.13.612.000 dan hasil pendapatan udang windu untuk 1 periode terakhir sebesar 200 Kg dengan size 20 dan mendapatkan hasil penerimaan sebesar Rp.31.200.000. sehingga pendapatan Udang Windu dalam 1 periode terakhir ini berjumlah Rp.17.588.000.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI TAMBAK UDANG WINDU SISTEM TRADISIONAL DI KALIMANTAN UTARA

2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI TAMBAK UDANG WINDU SISTEM TRADISIONAL DI KALIMANTAN UTARA Muhammad Rivaldi Jafar Sidik Salim, S.E., M.Si Budidaya udang windu sistem tradisional di Kalimantan Utara ini sangat dibutuhkan untuk mendorong ekspor dari sektor bagian perikanan dan dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian sehingga dapat mempenggaruhi pembangunan di Daerah Kalimantan Utara. Hasil dari budidaya udang windu dalam sistem tradisional ini juga dapat menyediakan permintaan udang windu yang sangat tinggi yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat lokal sehingga produksi budidaya udang windu dalam sistem tradisional ini harus ditingkatkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jumlah bibit, luas lahan, jumlah tenaga kerja, pemupukan lahan, pemberian pestisida, dan pemeliharaan terhadap produksi budidaya udang windu sistem tradisional yang ada di Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Tana Tidung. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode analisis regresi linear berganda. Data diolah menggunakan Eviews9 dan responden sebanyak 52 responden sebagai sampel dengan menggunakan metode random sampling dari 110 populasi. Hasil dari penelitian ini bahwa secara parsial (uji t), bahwa jumlah bibit, luas lahan, pemberian pestisida, dan pemeliharaan berpengaruh nyata terhadap produksi, sedangkan jumlah tenaga kerja, dan pemupukan lahan tidak berpengaruh secara nyata. Secara serempak (uji f), bahwa jumlah bibit, luas lahan, jumlah tenaga kerja, pemupukan lahan, pemberian pestisida, dan pemeliharaan berpengaruh nyata terhadap produksi budidaya udang windu sistem tradisional ini. Persamaan regresi LnY = -7,629541 + 0,681558 (X1) + 0,729861 (X2) + 0,212685 (X3) + 0,055199 (X4) + 0,264375 (X5) + 0,390764 (X6) + e, dan R2 sebesar 0,755886 hal ini menunjukan bahwa sebesar 75% variabel terikat (produksi) dapat dijelaskan oleh variabel bebas (jumlah bibit, luas lahan, jumlah tenaga kerja, pemupukan lahan, pemberian pestisida, dan pemeliharaan). Sedangkan sisanya 25% dipengaruhi oleh variabel bebas lainnya yang belum dimasukan ke dalam model.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail