ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Usahatani jambu kristal membutuhkan biaya produksi yang relatif besar, sementara penerimaannya bergantung pada kemampuan produksi selama periode usaha, sehingga diperlukan analisis untuk mengetahui tingkat pendapatan dan kelayakan finansialnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan, dan kelayakan finansial usahatani jambu kristal milik Bapak Cecep. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Karang Harapan, Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. Lokasi ditentukan secara sengaja (purposive) karena usahatani telah berjalan sejak 2019, dikelola langsung oleh pemiliknya, dan telah menghasilkan produksi serta penerimaan yang dapat dianalisis. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan Bapak Cecep sebagai informan kunci (key informan). Data primer dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh melalui dokumentasi dan studi pustaka. Periode analisis mencakup tahun 2019-2030, terdiri atas data aktual tahun 2019-2025 dan data proyeksi tahun 2026-2030. Kelayakan finansial dianalisis menggunakan Net B/C Ratio, Break Even Point, Net Present Value, Internal Rate of Return, dan Payback Period dengan tingkat diskonto 6%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode 2019-2030 total biaya usahatani sebesar Rp793.077.620, total penerimaan sebesar Rp1.830.667.143, dan total pendapatan sebesar Rp1.037.589.523. Net B/C Ratio sebesar 6,9, NPV sebesar Rp631.995.412, IRR sebesar 19,98%, dan Payback Period selama 3 tahun 2 bulan. Nilai BEP produksi sebesar 23.941 kg lebih rendah daripada total produksi sebesar 61.022 kg, BEP harga sebesar Rp12.997/kg lebih rendah daripada harga jual sebesar Rp30.000/kg, dan BEP penerimaan sebesar Rp718.223.788 lebih rendah daripada total penerimaan. Dengan demikian, usahatani jambu kristal Bapak Cecep layak secara finansial untuk dijalankan selama periode analisis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Lean Accounting dalam proses penentuan harga jual pada UMKM Roti Se’Canai Tarakan. Selama ini, UMKM tersebut belum memiliki sistem pencatatan biaya yang terstruktur dan masih menggunakan metode perkiraan dalam menentukan harga jual produknya. Hal ini menyebabkan ketidaktepatan dalam perhitungan biaya produksi dan potensi ketidakefisienan dalam pengelolaan keuangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi secara langsung di lokasi usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Lean Accounting dapat membantu UMKM dalam mengidentifikasi dan mengukur biaya produksi secara lebih komprehensif. Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan, total biaya produksi per unit roti canai mencapai Rp13.458. Dengan margin laba sebesar 30%, harga jual ideal berdasarkan pendekatan Lean Accounting seharusnya sebesar Rp17.500 per unit. Sementara itu, harga jual aktual yang diterapkan oleh UMKM adalah Rp15.000 per unit. Perbedaan sebesar Rp2.500 per unit ini menunjukkan bahwa harga jual yang ditetapkan selama ini belum sepenuhnya menutupi total biaya produksi dan belum mencerminkan efisiensi usaha. Melalui penerapan Lean Accounting, UMKM Roti Se’Canai Tarakan dapat memperoleh informasi biaya yang lebih akurat, efisien, dan relevan untuk pengambilan keputusan harga jual. Pendekatan ini tidak hanya mendukung peningkatan akurasi dalam penentuan harga, tetapi juga membantu mengurangi pemborosan biaya serta meningkatkan profitabilitas dan keberlanjutan usaha.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses produksi, biaya produksi serta keuntungan produk selai rumput laut, kacang karamel rumput laut dan kerupuk ubi ungu rumput laut pada UMKM Beppa’ta di Kelurahan Nunukan Timur, Kecamatan Nunukan. Lokasi penelitian dilaksanakan di UMKM Beppa’ta Kelurahan Nunukan Timur Kabupaten Nunukan. Metode penentuan sampel menggunakan Informan kunci yaitu pemilik UMKM Beppa’ta ibu Nindawaty. Metode analisis data menggunakan Analisis Deskriptif, Kuantitatif dengan menghitung Biaya produksi, dan Analisis keuntungan. Proses produksi selai rumput laut meliputi persiapan bahan, perebusan, pengolahan nanas, pencampuran bahan, penambahan tepung, masak sampai mengental, dinginkan kemudian masukkan ke botol kemasan 450 gram. Proses produksi kacang karamel rumput laut meliputi persiapan kacang, pembuatan adonan balut, penggilingan adonan, pembungkusan kacang, penggorengan kacang, masak lapisan karamel, dinginkan kacang kemudian masukkan dalam kemasan standing pouch 250 gram. Proses produksi kerupuk ubi ungu rumput laut meliputi persiapan bahan, pembuatan adonan, giling adonan, penggorengan, dinginkan kerupuk kemudian masukkan dalam ke¬masan standing pouch 250 gram. Total biaya produksi yang dikeluarkan UMKM Beppa’ta untuk setiap produk berbeda. Biaya produksi selai rumput laut mencapai Rp 7.688.000. Biaya produksi kacang karamel rumput laut sebesar Rp 9.443.000 dan biaya produksi kerupuk ubi ungu rumput laut sebesar Rp 8.645.000. Keseluruhan total biaya sebesar 25.776.000. Keuntungan usaha Selai rumput laut sebesar Rp 13.312.000. Kacang karamel rumput laut sebesar Rp 2.557.000 dan kerupuk ubi ungu rumput laut Rp 3.355.000. Kese¬luruhan total keuntungan sebesar 19.224.000
Kata kunci: UMKM, rumput laut, biaya produksi, penerimaan, keuntungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Usaha tambak tradisional di Kota Tarakan memiliki peran penting dalam perekonomian masyarakat pesisir, namun masih menghadapi berbagai kendala seperti penurunan produktivitas dan tingginya biaya produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan usaha tambak tradisional dengan fokus pada komoditas udang windu, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan usaha tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik snowball sampling. Sebanyak 11 responden petambak diambil dari tiga pos pembelian utama di Kota Tarakan, yaitu Pos Harapan Jaya, Pos Masengereng, dan Pos Ajis. Data primer dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan kuesioner, sementara data sekunder diperoleh dari BPS dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Analisis data dilakukan dengan menghitung total biaya produksi biaya tetap dan biaya variabel, total penerimaan, serta pendapatan bersih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya produksi didominasi oleh biaya tetap seperti pembelian lahan rata-rata Rp393 juta per 15 ha dan pembuatan petak tambak Rp400 juta, serta biaya variabel seperti benih udang Rp4,5 juta per periode tebar dan tenaga kerja rata-rata Rp 1,5 juta per orang. Penyusutan aset tambak mencapai Rp80 juta per tahun. Pendapatan petambak beberapa mengalami kerugian, karena hasil panen udang windu yang belum bisa menutupi biaya produksi yang dikeluarkan. Selain itu, potensi pendapatan tambahan dari komoditas sampingan seperti kepiting dan ikan belum dimanfaatkan secara optimal. Kesimpulan penelitian ini mengidentifikasi perlunya peningkatan efisiensi produksi melalui pelatihan teknis bagi petambak, perbaikan manajemen biaya, serta dukungan pemerintah dalam penyediaan benih berkualitas dan akses pemasaran. Dengan langkah-langkah tersebut, usaha tambak tradisional di Kota Tarakan dapat ditingkatkan produktivitas dan keberlanjutannya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian biaya produksi untuk meningkatkan efisiensi biaya produksi pada Bius Coffee di Kota Tarakan dengan menggunakan metode biaya standar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada biaya bahan baku, terdapat selisih harga menguntungkan sebesar -Rp 22.382.278, menandakan efisiensi pembelian biaya bahan baku. Namun pada selisih kuantitas tidak menguntungkan sebesar Rp 353.709, akibat pemakaian aktual sebesar Rp 14.592.338 g/ml melebihi kuantitas standar sebesar Rp 14.572.421 g/ml. Pada komponen biaya tenaga kerja langsung, tarif upah aktual sebesar Rp 28.571 lebih rendah dari tarif standar sebesar Rp 29.662/jam, menghasilkan selisih menguntungkan sebesar -Rp2.931.312. Tidak terdapat selisih efisiensi waktu karena jam kerja aktual dan standar yaitu 2.688 jam. Untuk biaya overhead pabrik ditemukan selisih terkendali tidak menguntungkan sebesar Rp 41.854.730, karena biaya aktual sebesar Rp 340.981.408 melebihi AFKSt sebesar Rp 299.126.678. selain itu terdapat selisih volume tidak menguntungkan sebesar Rp105.130.177 menunjukkan rendahnya pemanfaatan kapasitas produksi aktual dibandingkan kapasitas standar sebanyak Rp 86.400 cup dengan tarif overhead per unit Rp 4.679.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This study aimed to identify and analyze the factors influencing cocoa farming income in Metun Sajau Village, Tanjung Palas Timur District, Bulungan Regency. Cocoa is a commodity with substantial economic potential in the region, although its development is constrained by several challenges such as limited capital, suboptimal use of production inputs, and the continued reliance on traditional management practices. A quantitative research approach was employed, using multiple linear regression analysis to examine the effects of land area (X1), production costs (X2), and production volume (X3) on cocoa farmers' income (Y). Data were collected from 30 active cocoa farmers selected using a purposive sampling technique. The analysis revealed that, simultaneously, the three independent variables significantly influenced the income of cocoa farmers, as indicated by an F-test significance value of 0.000 (0.05). Partially, each variable also had a statistically significant effect, with p-values below 0.05. The coefficient of determination (R2) was 0.507, indicating that 50.7% of the variation in income could be explained by the combined effect of land area, production costs, and production volume. On average, farmers earned a net income of IDR 66,530,867 per hectare per year from cocoa farming. These findings emphasized the importance of optimizing land use, managing production costs efficiently, and increasing production output to improve farmers' income. The results were expected to serve as a reference for farmers, local governments, and private stakeholders in formulating strategies to enhance cocoa productivity and support the sustainable economic welfare of cocoa farmers in Bulungan Regency, particularly in Metun Sajau Village. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pendapatan usahatani kakao di Desa Metun Sajau, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan. Variabel independen yang dikaji meliputi luas lahan, biaya produksi, dan jumlah produksi, sedangkan variabel dependennya adalah pendapatan petani kakao. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linier berganda. Sampel yang digunakan sebanyak 30 petani kakao yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani kakao. Secara parsial, luas lahan, biaya produksi, dan jumlah produksi masing-masing juga berpengaruh signifikan terhadap pendapatan. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,507 menunjukkan bahwa 50,7% variasi pendapatan dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut. Temuan ini menunjukkan pentingnya pengelolaan lahan, efisiensi biaya, dan peningkatan produksi dalam upaya meningkatkan pendapatan petani kakao. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi petani, pemerintah, dan pihak terkait dalam merumuskan strategi peningkatan kesejahteraan petani kakao secara berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh biaya produksi dan penjualan terhadap laba bersih pada perusahaan manufaktur sektor industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama Tahun 2018 – 2022. Dalam penelitian ini menggunakan non probability sampling dan teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan kriteria yang telah ditentukan, diperoleh sebanyak 30 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018 – 2022 sehingga memperoleh 150 data laporan keuangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian kausal. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dan pengujian hipotesis dilakukan dengan Uji T (Parsial) menggunakan aplikasi SPSS Versi 25. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa biaya produksi berpengaruh positif signifikan terhadap laba bersih pada perusahaan manufaktur sektor industri sementara penjualan tidak berpengaruh signifikan terhadap laba bersih pada perusahaan manufaktur sektor industri.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pendapata petani kelapa sawit dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya biaya produksi, harga jual, dan luas lahan. Mayoritas Masyarakat di Desa Sungai Limau Kecamatan Sebatik Tengah Kabupaten Nunukan merupakan petani kelapa sawit. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan biaya produksi, harga jual dan luas lahan terhadap pendapatan petani kelapa sawit di Desa Sungai Limau Kecamatan Sebatik Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan penentuan sampel menggunakan purposive sampling serta menggunakan Teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan dokumentasi. Adapun alat untuk menganalisa berupa uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, uji regresi linier berganda, uji hipotesis, dan uji koefisien determinasi dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian ini yaitu secara parsial biaya produksi, harga jual dan luas lahan berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani kelapa sawit di Desa Sungai Limau Kecamatan Sebatik Tengah sedangkan secara simultan biaya produksi, harga jual dan luas lahan berpengaruh positif signifikan terhadap pendapatan petani kelapa sawit di Desa Sungai Limau Kecamatan Sebatik Tengah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis seberapa besar pengaruh parsial dan simultan biaya produksi dan pengalaman bertani terhadap terhadap pendapatan petani kangkung di Kecamatan Tarakan Utara. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Tarakan Utara Kota Tarakan. Metode penelitian ini yaitu metode kualitatif. Adapun Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling menggunakan kuesioner, observasi dan dokumentasi yang digunakan untuk mengumpulkan data primer dan sekunder, dengan jumlah responden berjumlah 57 responden. Hasil penelitian berdasarkan uji t dan uji f menunjukkan secara parsial (individu) dan simultan (bersama-sama) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan pengalaman petani (X1) dan biaya produksi (X2) terhadap pendapatan petani (Y). Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat pengaruh yang positif dan signifikan pengalaman bertani (X1) dan biaya produksi (X2) secara parsial terhadap pendapatan petani (Y), artinya semakin banyak pengalaman bertani dan biaya produksi yang dikeluarkan, maka akan semakin tinggi juga pendapatan yang diperoleh petani dan terdapat pengaruh yang positif dan signifikan pengalaman bertani (X1) dan biaya produksi (X2) secara simultan atau secara bersama-sama terhadap pendapatan petani (Y).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan petani kelapa sawit di Desa Lubok Buat Kecamatan Sembakung Atulai Kabupaten Nunukan. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode sampel yaitu purposive sampling. Data dalam penelitian ini menggunakan data primer dari 30 sampel dengan analisis data menggunakan metode analisis keuntungan bersih dari penjualan hasil produksi setelah dikurangi dengan total biaya yang dikeluarkan. Dari hasil penelitian diperoleh rata-rata total penerimaan adalah sebesar Rp. 2.205.814.-/Ha/Bln atau sebesar Rp. 26.469.767,-/Ha/Th dengan rata-rata total biaya produksi yang dikeluarkan adalah sebesar Rp. 596.556,-/Ha/Bln atau sebesar Rp. 7.158.680,-/Ha/Th. Sehingga diperoleh rata-rata pendapatan bersih petani setelah dikurangi dengan total biaya produksi adalah sebesar Rp. 1.609.257,-/Ha/Bln atau sebesar Rp. 19.311.087,-Ha/Th.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakan Variabel Biaya produksi dan Harga jual berpengaruh terhadap Pendapatan, dan apakah secara Simul-tan Variabel Biaya produksi dan Harga jual berpengaruh terhadap Pendapatan. Penelitian ini mengunakan pendekatan Kuantitatif di mana data yang di olah ber-bentuk angka dengan mengunakan teknik penyebaran kuesioner guna mengumpulkan data. Adapun sampel yang di gunakan pada penelititian ini adalah sebanyak 40 re-ponden. Untuk pengujian hipotesis dalam penelitian ini maka peneliti mengunakan analisis regresi linier berganda dengan uji t dan uji f mengunakan aplikasi SPSS. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Biaya produksi, Harga Jual berpengaruh secara Parsial terhadap Pendapatan, maka dapat di simpulkan bahwa Biaya Produksi dan Harga Jual berpengaruh terhadap Pendapatan. Secara Simultan dapat di lihat bahwa secara Simultan atau bersama-sama Biaya Produksi, Harga Jual berpengaruh terhadap Pendapatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui biaya produksi penerimaan dan tingkat keuntungan petani sayuran sebelum dan selama pandemi Covid-19 di Kota Tarakan. Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif. Penelitian ini di lakukan dalam rangka pengumpulan data dengan mengambil populasi dan sampel sebanyak 20 responden petani sayuran berdasarkan data yang penulis ambil di lapangan yaitu di Kelurahan Kampung Enam dan Kelurahan Karang Harapan. Teknik analisis yang digunakan adalah Deskriptif Statistik. Hasil penelitian ini yaitu terjadi perubahan biaya produksi petani sayuran di Kota Tarakan, Biaya produksi petani sayuran sebelum pandemi covid-19 dengan rata-rata Rp. 1.600.000 sedangkan biaya produksi selama pandemi covid-19 rata-rata Rp 975.000 terdapat penurunan sebesar Rp. 1.000.000, sedangkan penerimaan petani sayuran sebelum pandemi covid-19 nilai rata-rata Rp. 3.850.000 penerimaan petani sayuran selama pandemi covid-19 nilai rata-rata Rp. 2.000.000, ditinjau dari tingkat keuntungan petani sayuran sebelum pandemi covid-19 nilai rata-rata Rp. 2.250.000, sedangkan selama pandemi covid-19 nilai rata-rata Rp. 1.025.000. Namun jika berdasarkan rasio biaya produksi sebelum dan selama pandemi covid-19 serta penerimaan petani sayuran sebelum dan selama pandemi covid-19 bahwa tidak terdapat perubahan yang cukup berarti pada biaya produksi serta penerimaan petani sayuran sebelum dan selama pandemi covid-19 di Kota Tarakan. Biaya produksi dan penerimaan rata-rata sebelum pandemi covid-19 yaitu 41%, sedangkan biaya produksi dan penerimaaan rata-rata selama pandemi covid-19 adalan 49%, jadi biaya produksi dan penerimaan sebelum dan selama pandemi covid-19 penerimaan tingkat keuntungan sebesar 8%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Kelapa sawit merupakan komoditas perkebunan unggulan dan utama Indonesia. Tanaman yang produk utamanya terdiri dari minyak sawit crude palm iol (CPO) dan minyak inti sawit palm kernel oil (KPO) memiliki nilai ekonomis tinggi dan menjadi salah satu penyumbang devisa negara yang terbesar dibandingkan dengan komoditas perkebunan lainnya. Penelitian ini berjudul Pengaruh Harga, Luas Lahan dan Biaya Produksi Terhadap Pendapatan Petani Kelapa Sawit di Desa Tanjung Lapang Kabupaten Malinau, memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui pengaruh harga, luas lahan dan biaya produksi terhadap pendapatan petani kelapa sawit secara simultan dan parsial. Data penelitian ini adalah data primer yang diperoleh langsung dari sumber pertama baik dari individu maupun perorangan seperti hasil pengisian kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan menggunakan software SPSS (statistical package for sosial science) 25. Hasil analisis menunjukkan persamaan regresi adalah Y= 63,000 + 0,138X1 + 0,467X2 + 0,834X3 + e. Berdasarkan hasil uji F secara simultan variabel harga (X1), luas lahan (X2), biaya produksi (X3) berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani (Y). Secara parsial hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa variabel harga berpengaruh negatif terhadap pendapatan petani kelapa sawit, luas lahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan petani kelapa sawit di Desa Tanjung Lapang Kabupaten Malinau. biaya produksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan petani kelapa sawit di Desa Tanjung Lapang Kabupaten Malinau.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak
Siti Norazmira 1640202109 2021. “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Usaha Tani Padi Sawah Di Desa Tanjung Aru Kecamatan Sebatik Timur Kabupaten Nunukan” . Dibimbing oleh Etty Wahyuni. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan.
Desa Tanjung Aru merupakan salah satu sentra pengembangan padi yang berada di Kecamatan Sebatik Timur. Semakin berkembangnya sektor pertanian, diharapkan mampu meningkatkan produktivitas serta pendapatan petani. Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani padi sawah di Desa Tanjung Aru Kecamatan Sebatik Timur Kabupaten Nunukan yaitu usia (X1), luas lahan (X2), pengalaman bertani (X3), hasil produksi (X4), dan biaya produksi (X5). Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani padi sawah Metode penentuan sampel simple random sampling. Hasil penelitian diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0.999 yang berarti sebesar 99,9 % dapat dijelaskan oleh variabel bebas yang diamati, sedangkan sisanya 0,1 % dapat dijelaskan oleh variabel lain diluar penelitian. Persamaan regresi yang dihasilkan adalah Y = 11.461 - 0,022X1 + 0.015X2 + 0.012X3 + 1.263 X4 – 0.285 X5 + e. Variabel usia dan luas lahan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan, adapun variabel pengalaman berusaha tani, hasil produksi dan biaya produksi memiliki pengaruh signifikan terhadap pendapatan.
Hasil penelitian ini disarankan agar petani lebih memperhatikian faktor-faktor yang dapat meningkatkan pendapatan sehingga usaha pertanian padi khususnya di Desa Tanjung Aru Kecamatan Sebatik Timur Kabupaten Nunukan yang dijalankan dapat memberikan hasil sesuai dengan apa yang diharapkan. kepada pemerintah agar petani diperhatikan baik dari bimbingan terhadap pengetahuan serta pemberian bantuan modal, bibit unggul, pupuk, sarana dan prasarana lain untuk mendukung terciptanya usaha pertanian menjadi lebih mapan dan mandiri kedepannya serta membantu penambahan cetak sawah baru. Untuk peneliti selanjutnya diharapkan mampu mengembangkan penelitian yang telah saya lakukan untuk melihat faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi tingkat pendapatan petani.
Kata Kunci : Pendapatan Petani, Usia Luas Lahan, Pengalaman Bertani, Hasil Produksi Dan Biaya Produksi
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•
Penelitian dilaksanakan di Kota Tarakan dengan tujuan untuk (1) menganalisis kelayakan usaha peternakan ayam broiler ditinjau dari aspek non finansial dan finansial (2) menganalisis pola kemitraan perusahaan UD. Ayam Waras. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 5 (lima) peternak inti ayam broiler yang ada di Kota Tarakan dan sampel dalam penelitian ini yaitu satu peternak inti dan lima peternak plasma dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Berdasarkan hasil analisis aspek non finansial dan finansial usaha peternakan ayam broiler layak untuk dilanjutkan, hasil analisis menunjukkan bahwa biaya tetap rata-rata sebesar Rp 4.249.943, biaya variabel rata-rata sebesar Rp 70.756.000, penerimaan total rata-rata sebesar Rp 125.817.000, keuntungan rata-rata sebesar Rp 50.811.057. Usaha peternakan ayam broiler dengan kemitraan UD. Ayam Waras layak untuk dikembangkan, dengan nilai analisa R/C ratio yaitu sebesar > 1 (rata-rata 1,67).