Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Kata kunci: UMKM
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis keuntungan usaha mikro kecil menengah (UMKM) Beppa'ta olahan rumput laut di kelurahan nunukan timur kecamatan nunukan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses produksi, biaya produksi serta keuntungan produk selai rumput laut, kacang karamel rumput laut dan kerupuk ubi ungu rumput laut pada UMKM Beppa’ta di Kelurahan Nunukan Timur, Kecamatan Nunukan. Lokasi penelitian dilaksanakan di UMKM Beppa’ta Kelurahan Nunukan Timur Kabupaten Nunukan. Metode penentuan sampel menggunakan Informan kunci yaitu pemilik UMKM Beppa’ta ibu Nindawaty. Metode analisis data menggunakan Analisis Deskriptif, Kuantitatif dengan menghitung Biaya produksi, dan Analisis keuntungan. Proses produksi selai rumput laut meliputi persiapan bahan, perebusan, pengolahan nanas, pencampuran bahan, penambahan tepung, masak sampai mengental, dinginkan kemudian masukkan ke botol kemasan 450 gram. Proses produksi kacang karamel rumput laut meliputi persiapan kacang, pembuatan adonan balut, penggilingan adonan, pembungkusan kacang, penggorengan kacang, masak lapisan karamel, dinginkan kacang kemudian masukkan dalam kemasan standing pouch 250 gram. Proses produksi kerupuk ubi ungu rumput laut meliputi persiapan bahan, pembuatan adonan, giling adonan, penggorengan, dinginkan kerupuk kemudian masukkan dalam ke¬masan standing pouch 250 gram. Total biaya produksi yang dikeluarkan UMKM Beppa’ta untuk setiap produk berbeda. Biaya produksi selai rumput laut mencapai Rp 7.688.000. Biaya produksi kacang karamel rumput laut sebesar Rp 9.443.000 dan biaya produksi kerupuk ubi ungu rumput laut sebesar Rp 8.645.000. Keseluruhan total biaya sebesar 25.776.000. Keuntungan usaha Selai rumput laut sebesar Rp 13.312.000. Kacang karamel rumput laut sebesar Rp 2.557.000 dan kerupuk ubi ungu rumput laut Rp 3.355.000. Kese¬luruhan total keuntungan sebesar 19.224.000 Kata kunci: UMKM, rumput laut, biaya produksi, penerimaan, keuntungan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Pada UMKM The Sambals Di Kota Tarakan

2025•

UMKM The Sambals adalah usaha mikro di Kelurahan Kampung Satu, Kecamatan Tarakan Tengah, yang memproduksi berbagai jenis sambal dengan bahan baku utama cabai rawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengendalian persediaan bahan baku menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ), Safety Stock, Maximum Inventory, dan Reorder Point.Metode yang digunakan yaitu: (1) Analisis deskriptif untuk mendeskripsikan sistem pengendalian persediaan yang ada; (2) Perhitungan EOQ untuk menentukan jumlah pemesanan optimal dan frekuensi pembelian; (3) Perhitungan Safety Stock, Reorder Point, dan persediaan maksimum untuk menjamin kelancaran produksi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan cabai rawit per tahun sebesar 480 kg, dengan kebiasaan pemesanan 5 kg per pesanan, biaya pesan Rp15.000, dan biaya simpan Rp52.000. Total biaya persediaan saat ini adalah Rp1.572.000 per tahun. Dengan metode EOQ, jumlah pemesanan optimal menjadi 17 kg dengan frekuensi pembelian 29 kali per tahun. Total biaya persediaan naik menjadi Rp1.875.982, terdiri dari biaya pesan Rp1.440.000 dan biaya simpan Rp 435.982. Namun, metode EOQ memungkinkan penghematan biaya sebesar Rp303.982 per tahun. Safety Stock yang disarankan adalah 10 kg, Reorder Point 20 kg, dan Maximum Inventory 27 kg. Kesimpulan (1) UMKM belum mengelola persediaan secara optimal karena tidak menggunakan metode Safety Stock dan Reorder Point, yang menyebabkan seringnya kekurangan bahan baku. (2) Metode EOQ terbukti membantu efisiensi biaya dan menjamin ketersediaan bahan baku. Saran UMKM disarankan menerapkan metode EOQ serta menetapkan Safety Stock dan Reorder Point. Peneliti selanjutnya dapat membandingkan metode EOQ dengan metode lain seperti MRP, SIC, atau JIT untuk pengendalian yang lebih optimal.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail