Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

175 hasil
Subjek: USIA
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENANAMAN MODAL DALAM NEGERI, PENANAMAN MODAL ASING DAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penanaman modal dalam negeri, penanaman modal asing, dan indeks pembangunan manusia terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Utara, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder yang mencakup penanaman modal dalam negeri, penanaman modal asing, indeks pembangunan manusia, serta pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Utara periode 2014–2023, yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Utara dan Badan Pusat Statistik Indonesia. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan metode regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak E-Views 10. Berdasarkan hasil yang diperoleh menunjukkan secara parsial variabel penanaman modal dalam negeri, penanaman modal asing, dan indeks pembangunan manusia tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Utara. Secara simultan, variabel penanaman modal dalam negeri, penanaman modal asing dan indeks pembangunan manusia tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi provinsi Kalimantan Utara

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI, SELF ESTEEM SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (STUDI PADA PEGAWAI KANTOR DISTRIK NAVIGASI TIPE A KELAS III TARAKAN)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran mediasi self esteem dalam pengaruh kualitas sumber daya manusia terhadap kinerja pegawai pada Kantor Distrik Navigasi Tipe A Kelas III Tarakan. Latar belakang penelitian berangkat dari pentingnya kualitas sumber daya manusia dan self esteem dalam mendukung peningkatan kinerja pegawai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang melibatkan 86 pegawai ASN. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh. Data diperoleh melalui kuesioner yang dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan kualitas sumber daya manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Kualitas sumber daya manusia juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap self esteem, serta self esteem berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Uji mediasi menunjukkan bahwa self esteem memediasi pengaruh kualitas sumber daya manusia terhadap kinerja pegawai. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat memperkuat self esteem pegawai, sehingga mendorong peningkatan kinerja pegawai

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Media Pembelajaran Nearpod Pada Materi Sistem Pencernaan Manusia di SMA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN NEARPOD PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MANUSIA DI SMA Abstrak Pembelajaran Biologi di SMA, khususnya pada materi sistem pencernaan manusia masih menggunakan media yang terbatas dan bersifat konvensional, sehingga kurang optimal dalam meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran nearpod pada materi sistem pencernaan manusia di SMA. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D) menggunakan Borg & Gall (1970) yang dibatasi hanya sampai pada tahap kelima yaitu uji terbatas. Praktisi penilaian pada penelitian dan pengembangan ini terdiri dari praktisi media, praktisi materi, dan praktisi bahasa. Hasil validasi pada praktisi media menunjukkan persentase sebesar 88,00% dengan kriteria sangat layak, pada praktisi materi memperoleh persentase sebesar 90,00% dengan kriteria sangat layak dan pada praktisi bahasa memperoleh persentase sebesar 93,33% dengan kriteria sangat layak. Selanjutnya, hasil respon siswa terhadap media pembelajaran nearpod melalui uji coba memperoleh persentase sebesar 92,61% dengan kriteria sangat menarik. Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka media pembelajaran nearpod pada materi sistem pencernaan manusia telah memenuhi kriteria sangat layak dan dapat digunakan pada proses pembelajaran dikelas.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

RELASI MANUSIA DAN ALAM DALAM NOVEL RUMAH KACA DI UJUNG BUMI KARYA KIM CHOYEOP: KAJIAN EKOLOGI SASTRA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji relasi manusia dan alam dalam novel Rumah Kaca di Ujung Bumi karya Kim Choyeop menggunakan pendekatan ekologi sastra. Latar belakang penelitian ini bermula dari kecenderungan kritik sastra konvesional yang lebih memfokuskan analisis pada aspek humanistik, struktural, dan ideologi, sehingga dimensi ekologi dalam karya sastra sering luput dari kajian yang memadai, alam dapat berperan penting bagi struktur naratif dan pesan moral suatu karya. Novel Rumah Kaca di Ujung Bumi dipilih sebagai objek kajian karena menghadirkan gambaran dunia distopia akibat krisis lingkungan yang relevan dikaji melalui perspektif ekokritik, sementara kajian terhadap karya fiksi ilmiah terjemahan Korea Selatan masih tergolong jarang dalam penelitian sastra di Indonesia. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif berjenis studi kepustakaan, dengan data primer berupa narasi, deskripsi, dan percakapan dalam novel. Pengumpulan data dilakukan melalui tahan identifikasi, klasifikasi, interprestasi, dan inferensi berdasarkan teori ekokritisisme Cheryll Glotfelty. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi manusia dan alam dalam novel ini bersifat dinamis dan dialektis, bergerak dari pola antroposentris-eksploitatif menuju pola ekosentris-restoratif. Alam digambarkan bukan sebagai latar pasif, melainkan sebagai entitas yang mengalami dampak kerusakan sekaligus memiliki agensi dalam menentukan keberlangsungan hidup manusia. Krisis ekologis dalam novel direpresentasikan sebagai fenomena sistemik yang berkelindan dengan ketidakadilan sosial, sementara pesan ekologisnya menegaskan bahwa keberlangsungan hidup manusia bergantung pada pelestarian keanekaragaman hayati, bukan semata kemajuan teknologi. Penelitian ini diharapkan memperkaya kajian ekokritisisme di Indonesia, khususnya pada sastra terjemahan Korea Selatan bergenre fiksi ilmiah dan distopia.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis Project Based Learning pada Materi Sistem Reproduksi Manusia

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Berdasarkan hasil observasi disalah satu SMP kota Tarakan, pembelajaran IPA khususnya pada materi sistem reproduksi manusia, media yang digunakan masih bersifat konvensional non-interaktif yang kurang mampu menstimulus keterlibatan dan peran aktif peserta didik dalam pembelajaran. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan mengembangkan multimedia interaktif berbasis project based learning pada materi sistem reproduksi manusia. Metode penelitian ini menggunakan Research and Development (R&D), yang dibatasi hanya sampai pada tahap kelima yaitu uji terbatas. Validator penilaian pada penelitian dan pengembangan ini terdiri dari validator media, validator materi dan validator bahasa. Hasil penilaian media dinyatakan sangat valid digunakan dan menarik, karena telah memenuhi aspek tampilan, navigasi, keterbacaan, penggunaan unsur multimedia, dan kemudahan pengoperasian. Penilaian materi pada multimedia interaktif dinyatakan sangat valid digunakan, karena telah memenuhi aspek kelengkapan materi, kesesuaian dengan tujuan pembelajaran dan kompetensi dasar, pemahaman materi, serta kesesuaian soal evaluasi. Hasil penilaian bahasa pada multimedia interaktif dinyatakan sangat valid digunakan karena telah memenuhi aspek kebahasaan. Selanjutnya, hasil respon peserta didik terhadap multimedia interaktif berbasis project based learning pada materi sistem reproduksi manusia, memperoleh respon yang sangat positif. Berdasarkan hasil yang diperoleh maka multimedia interaktif berbasis project based learning pada materi sistem reproduksi manusia sangat valid dan sangat positif untuk digunakan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Urgensi Pembentukan Peraturan Daerah Kota Tarakan Tentang Bantuan Hukum Sebagai Instrumen Pemenuhan Hak Asasi Manusia

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK URGENSI PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH KOTA TARAKAN TENTANG BANTUAN HUKUM SEBAGAI INSTRUMEN PEMENUHAN HAK ASASI MANUSIA Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Pasal 19 ayat (2) Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2011 Tentang Bantuan Hukum di Kota Tarakan serta materi muatan Peraturan Daerah Kota Tarakan tentang Bantuan Hukum sebagai instrumen pemenuhan HAM. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Bahan hukum diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer dan sekunder, yang didukung hasil wawancara dan data penyelenggaraan bantuan hukum di Kota Tarakan. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan menghubungkan ketentuan hukum, konsep bantuan hukum, akses terhadap keadilan, dan pemenuhan HAM. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa implementasi Pasal 19 ayat (2) UU Bankum belum terlaksana secara optimal karena belum terbentuknya Peraturan Daerah tentang Bantuan Hukum dan belum dimasukkannya pembentukan Perda tersebut dalam Propemperda/Prolegda Tahun 2026. Kondisi tersebut menunjukkan belum optimalnya pelaksanaan kewajiban Pemerintah Daerah dalam memenuhi (to fulfil) hak atas akses terhadap keadilan melalui bantuan hukum sebagai bagian dari HAM bagi masyarakat miskin. Materi muatan Perda perlu didasarkan pada landasan filosofis, sosiologis, dan yuridis serta disesuaikan dengan kebutuhan Kota Tarakan, meliputi ketentuan umum, penyelenggaraan bantuan hukum, hak dan kewajiban Pemberi dan Penerima Bantuan Hukum, pendanaan, syarat dan tata cara penyelenggaraan, pertanggungjawaban dan pengawasan, larangan, serta ketentuan sanksi sesuai dengan kewenangan daerah. Pembentukan Perda tersebut penting sebagai instrumen hukum daerah untuk memperkuat penyelenggaraan bantuan hukum dan mendukung pemenuhan HAM, khususnya hak masyarakat miskin atas akses terhadap keadilan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Deskripsi Penerapan Nilai-Nilai Pancasila Sila ke-2 Terhadap Perilaku Kedisiplinan Belajar Siswa kelas IV-B SD Negeri 004 Sebengkok Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan nilai-nilai Pancasila sila ke-2 terhadap perilaku kedisiplinan belajar siswa kelas IV-B SD Negeri 004 Sebengkok Tarakan. Metodologi penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Alat yang digunakan untuk pengumpulan data meliputi lembar observasi, kuesioner, dan panduan wawancara. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari dua yang diambil dari hasil reduksi data yang dipilih secara pusposive sampling dari tanggapan kuesioner yang diisi oleh 26 siswa kelas IV-B SD Negeri 004 Sebengkok Tarakan, yang menunjukkan atau tidak menunjukkan kedisiplinan dengan nilai-nilai sila ke-2 tersebut. Hasil pada penelitian ini mendeskripsikan bahwa S1 bisa menerapkan nilai-nilai pancasila sila ke-2 terhadap perilaku kedisiplinan belajar siswa pada indikator mengembangkan sikap menghormati seperti berbicara sopan kepada guru maupun teman, memperhatikan guru pada saat menjelaskan pembelajaran serta datang tepat waktu ke sekolah, indikator gemar melakukan kegiatan manusia seperti menjaga kebersihan kelas, mengerjakan tugas tepat waktu serta melaksanakan piket sesuai dengan jadwal, dan indikator mengakui persamaan derajat, hak dan kewajiban tanpa membeda-bedakan seperti tidak memilih-milih teman pada saat bermain maupun belajar serta tidak mengejek teman pada saat bermain maupun belajar. Pada S2 belum bisa menerapkan hingga perlu bimbingan dalam menerapkan nilai-nilai pancasila sila ke-2 terhadap prilaku kedisiplinan belajar siswa pada indikator mengembangkan sikap menghormati seperti kurang berbicara sopan kepada guru maupun teman,tidak memperhatikan guru pada saat menjelaskan pembelajran serta datang terlambat ke sekolah, indikator gemar melakukan kegiatan manusia tidak menjaga kebersihan lingkungan sekolah, tidak mengerjakan tugas tepat waktu serta tidak melaksanakan piket kelas, dan indikator mengakui persamaan derajat, hak dan kewajiban tanpa membeda-bedakan seperti memilih-milih teman saat bermain maupun belajar serta mengejek teman pada saat bermian maupun belajar.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Aspek Sumber Daya Manusia dan Pengangguran Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kalimantan Utara (Studi Kasus: Lama Sakit, Kecelakaan, Kriminalitas, dan Tingkat Pengangguran Terbuka)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pertumbuhan ekonomi tidak hanya ditentukan oleh modal fisik, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia. Penelitian ini menganalisis pengaruh kehilangan waktu produktif akibat sakit, kehilangan tahun produktif akibat kecelakaan lalu lintas, tingkat kriminalitas, dan tingkat pengangguran terbuka terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalimantan Utara, baik secara parsial maupun simultan, dengan dummy COVID-19 sebagai variabel kontrol. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel pada empat kabupaten/kota (Malinau, Bulungan, Nunukan, dan Tarakan) periode 2015–2024 (40 observasi). Kehilangan produktivitas akibat sakit dihitung dengan Human Capital Approach dalam kerangka Cost of Illness, sedangkan akibat kecelakaan dihitung dengan Years of Potential Productive Life Lost (YPPLL). Data dianalisis dengan regresi data panel model Common Effect Model (CEM). Hasil menunjukkan secara parsial, kehilangan waktu produktif akibat sakit berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan kecelakaan, kriminalitas, dan pengangguran terbuka tidak signifikan. Secara simultan, seluruh variabel bersama dummy COVID-19 berpengaruh signifikan, dengan R² sebesar 0,7179. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu dilakukan secara menyeluruh.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

pengaruh belanja pemerintah dan penyerapan tenaga kerja terhadap indeks pembangunan manusia dan tingkat kemiskinan di kalimantan utara

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keberhasilan pembangunan SDM suatu negara diukur melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang didukung oleh belanja pemerintah sektor kesehatan dan pendidikan, serta penyerapan tenaga kerja untuk menekan kemiskinan. Namun, belum meratanya fasilitas di Provinsi Kalimantan Utara memicu kesenjangan kualitas SDM, di samping masih terbatasnya penelitian mengenai dampak faktor-faktor tersebut di provinsi baru ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh belanja pemerintah sektor kesehatan, sektor pendidikan, dan penyerapan tenaga kerja terhadap IPM serta tingkat kemiskinan di Kalimantan Utara periode 2018-2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa data panel dari lima kabupaten/kota, yang dianalisis menggunakan regresi data panel melalui software Eviews. Hasil analisis menunjukkan bahwa belanja kesehatan, belanja pendidikan, dan penyerapan tenaga kerja masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM, baik secara parsial maupun simultan, dengan Fixed Effect Model yang mampu menjelaskan variasi IPM sebesar 99,25%. Namun, ketiga variabel tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan, dengan Random Effect Model yang hanya menjelaskan variasi sebesar 12,85%. Temuan ini mengindikasikan bahwa alokasi belanja pemerintah masih bersifat input-oriented dan belum sepenuhnya menyasar kelompok miskin secara langsung. Hasil ini mengimplikasikan agar pemerintah daerah tetap mempertahankan dan mengoptimalkan alokasi anggaran kesehatan dan pendidikan, sekaligus mengevaluasi ketepatan sasaran belanja agar bersifat pro-poor. Selain itu, peningkatan kualitas dan kompetensi tenaga kerja diperlukan guna memutus rantai kemiskinan struktural di Provinsi Kalimantan Utara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis pengaruh belanja modal di sektor kesehatan dan pendidikan terhadap indeks pembangunan manusia di wilayah Indonesia bagian tengah tahun 2018-2025

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh belanja modal sektor kesehatan dan belanja modal sektor pendidikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di wilayah Indonesia bagian tengah periode 2018–2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) periode 2018–2025. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi data panel dengan bantuan program EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model terbaik yang terpilih adalah Random Effect Model (REM). Secara parsial, belanja modal sektor kesehatan tidak berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di wilayah Indonesia bagian tengah, sedangkan belanja modal sektor pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di wilayah Indonesia bagian tengah. Secara simultan, belanja modal sektor kesehatan dan belanja modal sektor pendidikan berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di wilayah Indonesia bagian tengah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Belanja Modal, Indeks Pembangunan Manusia, dan Upah Minimum Provinsi Terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Kalimantan Tahun 2017-2024

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Permasalahan Tingkat Pengangguran Terbuka masih menjadi isu penting dalam pembangunan ekonomi daerah, terutama karena berkaitan dengan kebijakan pemerintah, kualitas SDM, serta kebijakan upah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui, Pengaruh Belanja Modal, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Upah Minimum Provinsi (UMP) terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Kalimantan secara parsial maupun simultan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Tahun 2017-2024. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi data panel dengan menggunakan program software Eviews 13 dengan model terbaik (FEM). Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan (1) Secara parsial Belanja Modal tidak berpengaruh dan tidak signifikian terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di kalimantan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Kalimantan Tahun 2017-2024, Sedangkan Upah Minimum Provinsi (UMP) berpengaruh dan signifikan terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Kalimantan Tahun 2017-2024. (2) Secara simultan Belanja Modal, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Upah Minimum Provinsi (UMP) berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Kalimantan Tahun 2017-2024.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Kemiskinan, Investasi, Indeks Pembangunan Manusia Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan utuk menganalisis pengaruh kemiskinan, investasi, indeks pembangunan manusia terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder meliputi kemiskinan, investasi, indeks pembangunan manusia dan pertumbuhan ekonomi tahun 2020-2025 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kalimantan Utara. Analisis data pada penelitian ini menggunakan regresi data panel. Berdasarkan hasil perhitungan data panel dengan menggunakan program E-Views 13 maka hasil yang diperoleh menunjukkan secara parsial variabel kemiskinan dan investasi berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara sedangkan variabel indeks pembangunan manusia tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara. Secara simultan variabel kemiskinan, investasi, indeks pembangunan manusia berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perlindungan Hukum Terhadap Lanjut Usia yang terlantar di Kota Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP LANJUT USIA YANG TERLANTAR DI KOTA TARAKAN Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum terhadap lanjut usia terlantar di Kota Tarakan berdasarkan ketentuan hukum positif di Indonesia serta mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas pelaksanaannya. Perlindungan hukum terhadap lanjut usia merupakan tanggung jawab negara dalam menjamin terpenuhinya hak-hak lanjut usia, khususnya bagi lanjut usia terlantar yang rentan terhadap permasalahan sosial, ekonomi, dan kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap lanjut usia terlantar secara normatif telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia yang menjamin hak lanjut usia untuk memperoleh pelayanan kesehatan, bantuan sosial, perlindungan sosial, serta kemudahan dalam penggunaan fasilitas umum. Sebagai implementasinya, Pemerintah Kota Tarakan melalui Dinas Sosial telah melaksanakan pendataan lanjut usia terlantar, pemberian bantuan sosial, pendampingan sosial, dan fasilitasi pelayanan kesehatan. Namun, pelaksanaannya belum optimal karena masih terdapat hak-hak lanjut usia yang belum terpenuhi secara menyeluruh, terutama dalam aspek pemberdayaan, penyediaan fasilitas yang ramah lanjut usia, dan perlindungan sosial yang komprehensif. Belum optimalnya perlindungan hukum dipengaruhi oleh keterbatasan anggaran, sumber daya manusia, koordinasi antarinstansi, kebijakan daerah, validitas data, kemiskinan, perubahan struktur keluarga, rendahnya partisipasi masyarakat, serta kondisi sosial ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan melalui pembentukan peraturan daerah, peningkatan kapasitas pemerintah daerah, penguatan layanan sosial dan kesehatan yang terintegrasi, serta peningkatan peran keluarga dan masyarakat guna mewujudkan perlindungan hukum yang efektif, berkelanjutan, dan berkeadilan bagi lanjut usia terlantar di Kota Tarakan. Kata Kunci : Perlindungan Hukum, Lanjut Usia, Kesejahteraan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Balita Usia 6 - 23 Bulan Di Wilayah Kerja Uptd Puskesmas Tanjung Selor

2026•

ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 6 - 23 BULAN DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS TANJUNG SELOR Abstrak Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 menunjukkan prevalensi stunting sebesar 19,8%, yang masih berada di atas target nasional sebesar 14,2%. Di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Selor, prevalensi stunting masih bervariasi antar desa/kelurahan sehingga menunjukkan stunting masih menjadi masalah kesehatan di tingkat lokal. Berbagai faktor diduga berhubungan dengan kejadian stunting, antara lain kualitas pelayanan antenatal care (ANC), berat badan lahir, pemberian ASI eksklusif, dan tingkat pengetahuan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 6–23 bulan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Selor. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian korelasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 93 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa sebagian besar responden memiliki kualitas ANC yang baik 67,7%, bayi lahir dengan berat badan normal 69,9%, tidak mendapatkan ASI eksklusif 69,9%, dan ibu memiliki tingkat pengetahuan rendah 44,1%. Mayoritas balita mengalami stunting 51,6%. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara kualitas ANC p=0,049, berat badan lahir p=0,004, pemberian ASI eksklusif p=0,044, dan tingkat pengetahuan ibu p=0,001 dengan kejadian stunting pada balita usia 6–23 bulan. Kesimpulan dari penelitian ini kualitas ANC, berat badan lahir, pemberian ASI eksklusif, dan tingkat pengetahuan ibu berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 6–23 bulan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Selor. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kualitas pelayanan ANC melalui skrining kesehatan ibu hamil secara komprehensif, pemantauan status gizi ibu dan janin, konseling gizi, promosi ASI eksklusif, serta peningkatan pengetahuan ibu sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penerapan Terapi Bermain Scrapbook pada Anak Usia Pra Sekolah dengan Kecemasan Akibat Hospitalisasi di Rsud Dr. H. Jusuf SK

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hospitalisasi merupakan pengalaman yang dapat menimbulkan kecemasan pada anak usia prasekolah akibat lingkungan rumah sakit yang asing, prosedur medis, serta perpisahan dengan lingkungan rumah. Kecemasan yang tidak ditangani dapat menghambat proses perawatan dan penyembuhan anak. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan untuk mengurangi kecemasan adalah terapi bermain scrapbook. Karya Ilmiah Akhir Ners ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas dua anak usia prasekolah yang mengalami hospitalisasi dengan diagnosis medis Gastroenteritis Akut Dehidrasi Sedang (GEADS) serta masalah keperawatan prioritas ansietas. Tindakan keperawatan diberikan sesuai Standar Prosedur Operasional (SPO) rumah sakit dan dikombinasikan dengan terapi bermain scrapbook selama periode 6–8 Juni 2026. Tingkat kecemasan dievaluasi menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Sebelum intervensi, pasien I memiliki skor HARS 25 dan pasien II skor HARS 22 yang menunjukkan kecemasan sedang. Setelah penerapan terapi bermain scrapbook disertai tindakan keperawatan sesuai SPO rumah sakit, kedua pasien menunjukkan penurunan tingkat kecemasan yang ditandai dengan berkurangnya perilaku menangis, gelisah, rasa takut terhadap tenaga kesehatan, penolakan saat pemeriksaan, serta meningkatnya kemampuan anak berinteraksi dengan perawat. Anak tampak lebih rileks, kooperatif selama tindakan keperawatan, dan mampu mengekspresikan perasaan melalui aktivitas bermain. Penerapan terapi bermain scrapbook sebagai intervensi inovasi yang dikombinasikan dengan tindakan keperawatan sesuai SPO rumah sakit efektif membantu menurunkan kecemasan pada anak usia prasekolah yang mengalami hospitalisasi. Terapi ini dapat menjadi alternatif intervensi nonfarmakologis dalam pelayanan keperawatan anak untuk menciptakan suasana perawatan yang lebih nyaman serta meningkatkan kerja sama anak selama menjalani perawatan di rumah sakit.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemberian Terapi Bermain Pop-it Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Pasien Anak Usia Pra Sekolah Selama Terapi Inhalasi

2026•

Penerapan Terapi Bermain Pada Tingkat Kecemasan Pada Anak Pra Sekolah Selama Terapi Inhalasi Terapi inhalasi adalah pengobatan mukolitik dan bronkodilator dalam bentuk hirupan yang melonggarkan sekresi di saluran pernapasan yang dapat menyebabkan obstruksi saluran pernapasan. Terapi inhalasi ini umum digunakan pada anak-anak dan tidak menimbulkan rasa sakit, namun penggunaan masker dan terapi nebulizer yang berlangsung lama dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan memicu kecemasan pada anak. Kecemasan pada anak yang muncul karena prosedur terapi inhalasi dapat dicegah dan diminimalisir dengan beberapa penggunaan metode terapi non-farmakologis. Terapi non-farmakologis yang dapat digunakan ialah seperti bermain teraputik. Bermain terapeutik dapat menjadi solusi yang tepat untuk mengurangi kecemasan pada anak saat menjalani prosedur medis dan pengobatan. Untuk mengurangi dampak kecemasan yang dialami anak usia prasekolah diperlukan media yang dapat mengurangi rasa cemas pada anak usia prasekolah, media tersebut bisa dengan cara terapi bermain menggambar, bercerita, mendengarkan musik, bermain puzzle, dan Pop-it. Berdasarkan hasil evaluasi pada kedua pasien, pemberian terapi bermain Pop-it selama 3 hari saat terapi inhalasi didapatkan penurunan pada score VFAS dari nilai tingkat kecemasan paling tinggi (5) menjadi tingkat kecemasan yang rendah (1). Dari hal tersebut menunjukkan terapi bermain mampu menurunkan tingkat kecemasan pada anak usia pra sekolah selama terapi inhalasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY.S DI PUSKESMAS KARANG REJO KOTA TARAKAN

2026•

Kehamilan pada wanita dengan usia ≥35 tahun yang disertai interval kehamilan yang panjang merupakan salah satu kondisi yang tergolong berisiko tinggi karena berpotensi meningkatkan terjadinya komplikasi pada masa kehamilan, persalinan, nifas, maupun periode neonatal. Kondisi tersebut memerlukan pelayanan kebidanan yang menyeluruh, berkesinambungan, dan berorientasi pada kebutuhan ibu serta bayi agar setiap faktor risiko dapat dikenali dan ditangani sedini mungkin. Salah satu upaya yang dapat diterapkan adalah pendekatan Continuity of Care (CoC), yaitu pemberian asuhan secara berkesinambungan sejak masa kehamilan hingga pelayanan keluarga berencana. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. S usia 40 tahun dengan status obstetri G3P2A0 di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan. Metode yang digunakan dalam studi kasus ini adalah pendekatan deskriptif melalui pemberian asuhan kebidanan secara berkesinambungan. Asuhan dilaksanakan mulai dari masa kehamilan trimester III, proses persalinan, perawatan bayi baru lahir, masa nifas, hingga pelayanan kontrasepsi. Seluruh proses asuhan mengacu pada tujuh langkah manajemen kebidanan Varney dan didokumentasikan menggunakan format Subjective, Objective, Assessment, dan Plan (SOAP). Data diperoleh melalui anamnesis, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, serta telaah dokumentasi yang kemudian dianalisis dengan membandingkan hasil praktik terhadap teori dan standar pelayanan kebidanan yang berlaku. Hasil studi menunjukkan bahwa kehamilan berlangsung dalam kondisi fisiologis walaupun ibu memiliki faktor risiko berupa usia maternal lanjut dan jarak kehamilan yang cukup panjang. Selama kehamilan tidak ditemukan penyulit yang memerlukan tindakan rujukan. Persalinan berlangsung spontan pada kehamilan aterm dengan kondisi ibu stabil. Bayi lahir hidup, segera menangis, memiliki berat badan lahir 2.500 gram, mendapatkan Inisiasi Menyusu Dini (IMD), serta memperoleh pelayanan esensial bayi baru lahir sesuai standar. Masa nifas berlangsung normal yang ditandai dengan involusi uterus yang baik, pengeluaran lokia sesuai tahapan, produksi ASI yang lancar, serta tidak ditemukan tanda infeksi maupun perdarahan. Setelah mendapatkan konseling, ibu memilih menggunakan kontrasepsi suntik tiga bulan sebagai metode keluarga berencana pasca persalinan. Penerapan asuhan kebidanan komprehensif melalui pendekatan Continuity of Care memberikan manfaat dalam meningkatkan kualitas pemantauan kondisi ibu dan bayi, mempercepat identifikasi faktor risiko maupun komplikasi, serta peningkatan derajat kesehatan ibu dan bayi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. K Usia 37 Tahun Di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan

2026•

Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Salah satu faktor yang meningkatkan risiko komplikasi adalah kehamilan pada usia lebih dari 35 tahun dan jarak kehamilan yang terlalu jauh (>10 tahun). Pelayanan kebidanan secara berkesinambungan Continuity of Care (COC) diperlukan untuk mendeteksi faktor risiko sejak dini serta memberikan asuhan yang komprehensif mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga pelayanan keluarga berencana. Tujuan penyusunan laporan ini adalah memberikan asuhan kebidanan komprehensif kepada Ny. K usia 37 tahun di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan yang meliputi asuhan kebidanan pada masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana (KB) yang didokumentasikan dalam bentuk SOAP dan membandingkan kesenjangan antara teori dan praktik. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pemberian asuhan secara berkesinambungan mulai kehamilan trimester III, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan kontrasepsi. Hasil asuhan menunjukkan bahwa Ny. K merupakan ibu hamil usia 37 tahun dengan status obstetri G3P2A0 dan jarak kehamilan 10 tahun sehingga termasuk kehamilan risiko tinggi. Selama kehamilan tidak ditemukan komplikasi, pertumbuhan dan perkembangan janin berlangsung normal, serta ibu mendapatkan edukasi mengenai tanda bahaya kehamilan dan persiapan persalinan. Persalinan berlangsung spontan pervaginam pada usia kehamilan aterm dengan kondisi ibu dan bayi baik. Masa nifas berjalan fisiologis tanpa komplikasi, proses involusi uterus dan laktasi berlangsung normal, bayi baru lahir dalam kondisi sehat dengan adaptasi neonatal yang baik, serta ibu memilih menggunakan kontrasepsi suntik 3 bulan setelah mendapatkan konseling keluarga berencana. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah asuhan kebidanan komprehensif melalui pendekatan Continuity of Care dapat dilaksanakan sesuai standar pelayanan kebidanan. Meskipun Ny. K memiliki faktor risiko usia lebih dari 35 tahun dan jarak kehamilan 10 tahun, melalui pemantauan yang berkesinambungan, deteksi dini, edukasi, dan penatalaksanaan yang tepat, kehamilan, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir, dan pelayanan keluarga berencana dapat berlangsung secara fisiologis tanpa komplikasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI PCV LENGKAP PADA BAYI USIA 12-23 BULAN DI PUSKESMAS LONG BAWAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASIPCV LENGKAP PADA BAYI USIA 12-23 BULAN DI PUSKESMAS LONG BAWAN Mairisanti1 Prodi S1 Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan E mail: Mairisanti @ gmail.com ABSTRAK Imunisasi Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) sangat penting untuk melindungi bayi dari infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae yang memicu penyakit serius seperti pneumonia dan meningitis. Meskipun telah masuk program nasional, cakupan PCV secara global maupun nasional masih menghadapi tantangan berat akibat keterbatasan stok vaksin serta faktor kepatuhan masyarakat yang dipengaruhi oleh karakteristik ibu itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik ibu yang memberikan imunisasi PCV secara lengkap pada bayi usia 12-23 bulan di wilayah kerja Puskesmas Long Bawan Tahun 2026. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik total sampling dengan jumlah responden sebanyak 81 ibu yang memiliki bayi usia 12-23 bulan di wilayah kerja Puskesmas Long Bawan. Pengumpulan data sekunder dilakukan melalui observasi lembar catatan imunisasi pada Buku KIA. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat untuk menghasilkan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil analisis deskriptif menunjukkan karakteristik responden didominasi oleh kelompok usia reproduksi sehat 20-35 tahun sebanyak 57 orang (70,4%), tingkat pendidikan menengah (SMA) dan tinggi (Perguruan Tinggi) dengan proporsi seimbang masing-masing 33 orang (40,7%), serta mayoritas berstatus tidak bekerja/Ibu Rumah Tangga (IRT) sebanyak 52 orang (64,2%). Berdasarkan paritas, sebagian besar responden merupakan kelompok multipara (memiliki lebih dari satu anak) yaitu sebanyak 56 orang (69,1%). Evaluasi status imunisasi menunjukkan bahwa seluruh bayi (100%) dari 81 responden telah mendapatkan imunisasi PCV secara lengkap (3 dosis. Hasil penelitian dapat menjadi sumber informasi untuk meningkatkan cakupan imunisasi PCV di Wilayah Kerja Puskesmas Long Bawan. Kata Kunci: Usia, Pendidikan, Pekerjaan, Paritas, Imunisasi PVC

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI PCV LENGKAP PADA BAYI USIA 12-23 BULAN DI PUSKESMAS LONG BAWAN

2026•

GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASIPCV LENGKAP PADA BAYI USIA 12-23 BULAN DI PUSKESMAS LONG BAWAN Mairisanti1 Prodi S1 Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan E mail: Mairisanti @ gmail.com ABSTRAK Imunisasi Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) sangat penting untuk melindungi bayi dari infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae yang memicu penyakit serius seperti pneumonia dan meningitis. Meskipun telah masuk program nasional, cakupan PCV secara global maupun nasional masih menghadapi tantangan berat akibat keterbatasan stok vaksin serta faktor kepatuhan masyarakat yang dipengaruhi oleh karakteristik ibu itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik ibu yang memberikan imunisasi PCV secara lengkap pada bayi usia 12-23 bulan di wilayah kerja Puskesmas Long Bawan Tahun 2026. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik total sampling dengan jumlah responden sebanyak 81 ibu yang memiliki bayi usia 12-23 bulan di wilayah kerja Puskesmas Long Bawan. Pengumpulan data sekunder dilakukan melalui observasi lembar catatan imunisasi pada Buku KIA. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat untuk menghasilkan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil analisis deskriptif menunjukkan karakteristik responden didominasi oleh kelompok usia reproduksi sehat 20-35 tahun sebanyak 57 orang (70,4%), tingkat pendidikan menengah (SMA) dan tinggi (Perguruan Tinggi) dengan proporsi seimbang masing-masing 33 orang (40,7%), serta mayoritas berstatus tidak bekerja/Ibu Rumah Tangga (IRT) sebanyak 52 orang (64,2%). Berdasarkan paritas, sebagian besar responden merupakan kelompok multipara (memiliki lebih dari satu anak) yaitu sebanyak 56 orang (69,1%). Evaluasi status imunisasi menunjukkan bahwa seluruh bayi (100%) dari 81 responden telah mendapatkan imunisasi PCV secara lengkap (3 dosis. Hasil penelitian dapat menjadi sumber informasi untuk meningkatkan cakupan imunisasi PCV di Wilayah Kerja Puskesmas Long Bawan. Kata Kunci: Usia, Pendidikan, Pekerjaan, Paritas, Imunisasi PVC

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail