ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pertumbuhan ekonomi tidak hanya ditentukan oleh modal fisik, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia. Penelitian ini menganalisis pengaruh kehilangan waktu produktif akibat sakit, kehilangan tahun produktif akibat kecelakaan lalu lintas, tingkat kriminalitas, dan tingkat pengangguran terbuka terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalimantan Utara, baik secara parsial maupun simultan, dengan dummy COVID-19 sebagai variabel kontrol. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel pada empat kabupaten/kota (Malinau, Bulungan, Nunukan, dan Tarakan) periode 2015–2024 (40 observasi). Kehilangan produktivitas akibat sakit dihitung dengan Human Capital Approach dalam kerangka Cost of Illness, sedangkan akibat kecelakaan dihitung dengan Years of Potential Productive Life Lost (YPPLL). Data dianalisis dengan regresi data panel model Common Effect Model (CEM). Hasil menunjukkan secara parsial, kehilangan waktu produktif akibat sakit berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan kecelakaan, kriminalitas, dan pengangguran terbuka tidak signifikan. Secara simultan, seluruh variabel bersama dummy COVID-19 berpengaruh signifikan, dengan R² sebesar 0,7179. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu dilakukan secara menyeluruh.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proyeksi tingkat pengangguran dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Nunukan serta mengkaji hubungan keduanya dalam kerangka Hukum Okun pada periode 2026–2030. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis tren dan proyeksi berbasis data time series berupa data sekunder dari instansi resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengangguran diproyeksikan menurun secara konsisten dari 2,20% pada tahun 2026 menjadi 1,88% pada tahun 2030, sementara pertumbuhan ekonomi meningkat bertahap dari 3,65% menjadi 3,97%. Hal ini mencerminkan perbaikan kondisi pasar tenaga kerja seiring meningkatnya aktivitas ekonomi. Analisis hubungan keduanya menunjukkan adanya hubungan negatif sesuai Hukum Okun, di mana peningkatan pertumbuhan ekonomi diikuti penurunan pengangguran. Namun, efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia (SDM). Tanpa peningkatan kualitas SDM, pertumbuhan ekonomi kurang optimal dalam menciptakan lapangan kerja. Implikasinya, pembangunan SDM menjadi faktor kunci dalam memperkuat penyerapan tenaga kerja. Oleh karena itu, kebijakan perlu diarahkan pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif, peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan, serta penguatan sektor yang memiliki daya serap tenaga kerja tinggi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas sumber daya manusia dan beban kerja terhadap kinerja pelayanan kesehatan melalui motivasi kerja sebagai variabel mediasi pada Puskesmas se-Kabupaten Tana Tidung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner skala Likert kepada 213 responden yang terdiri dari tenaga medis, tenaga kesehatan, dan tenaga pendukung di Puskesmas. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas sumber daya manusia dan beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pelayanan kesehatan. Selain itu, kualitas sumber daya manusia dan beban kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja. Motivasi kerja terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pelayanan kesehatan serta berperan sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara kualitas sumber daya manusia dan beban kerja dengan kinerja pelayanan kesehatan. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengelolaan beban kerja yang proporsional, serta penguatan motivasi kerja tenaga merupakan faktor penting dalam meningkatkan kinerja pelayanan kesehatan di Puskesmas se-Kabupaten Tana Tidung. Kebaruan penelitian ini terletak pada temuan bahwa beban kerja yang dikelola secara proporsional justru berperan sebagai faktor pendorong yang meningkatkan kinerja, serta motivasi kerja lebih dipengaruhi faktor non-finansial dibandingkan faktor finansial seperti gaji, tunjangan, dan fasilitas kerja, yang menunjukkan karakteristik motivasi yang berbeda dalam konteks pelayanan Kesehatan di Kabupaten Tana Tidung
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Realisasi keuangan daerah di Indonesia masih menghadapi tantangan serius dalam pencapaian target optimal, sebagaimana terjadi pada Pemerintah Kota Tarakan yang mencatat rata-rata realisasi keuangan fluktuatif selama periode 2020–2024, disertai penurunan skor dimensi penyerapan anggaran pada Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD) pengukuran tahun 2024 dengan predikat “Perlu Perbaikan”. Berangkat dari hal tersebut penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh konsistensi perencanaan dan penganggaran serta kualitas sumber daya manusia terhadap realisasi keuangan, dengan peran stakeholder sebagai variabel intervening pada Pemerintah Kota Tarakan. Penelitian bersifat kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi mencakup seluruh aparatur pada organisasi perangkat daerah (OPD) yang terlibat langsung dalam proses perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan keuangan. Sampel sebanyak 134 responden dipilih melalui teknik stratified purposive sampling berbasis proporsi pagu anggaran. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan perangkat lunak SmartPLS. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsistensi perencanaan dan penganggaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap realisasi keuangan, demikian pula kualitas sumber daya manusia. Kemudian peran stakeholder berpengaruh positif signifikan terhadap realisasi keuangan serta memediasi secara parsial kedua hubungan tersebut. Penelitian menyimpulkan bahwa ketiga variabel secara simultan berkontribusi positif terhadap peningkatan realisasi keuangan. Implikasi praktis mencakup rekomendasi penguatan sinkronisasi dokumen perencanaan (RPJMD, RKPD, KUA-PPAS, dan APBD), program peningkatan kompetensi ASN secara berkelanjutan, serta optimalisasi partisipasi dan pengawasan stakeholder guna mendukung akuntabilitas, efisiensi, dan keberlanjutan pengelolaan APBD di Pemerintah Kota Tarakan. Secara teoritis, temuan ini memperkaya integrasi Agency Theory, Stewardship Theory, dan Stakeholder Theory dalam konteks pemerintahan daerah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tata kelola administrasi desa merupakan elemen penting dalam mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan desa yang efektif, transparan, dan akuntabel. Namun demikian, dalam praktiknya masih terdapat berbagai permasalahan administrasi desa yang disebabkan oleh keterbatasan kapasitas aparatur desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi, pengelolaan sumber daya manusia, dan kecerdasan emosional perangkat desa terhadap tata kelola administrasi desa di Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perangkat desa di Kabupaten Malinau dengan jumlah sampel sebanyak 210 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi perangkat desa berpengaruh positif dan signifikan terhadap tata kelola administrasi desa. Pengelolaan sumber daya manusia juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap tata kelola administrasi desa. Demikian pula, kecerdasan emosional perangkat desa terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap tata kelola administrasi desa. Secara simultan, kompetensi, pengelolaan sumber daya manusia, dan kecerdasan emosional memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap tata kelola administrasi desa di Kabupaten Malinau.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Tata kelola administrasi desa merupakan elemen penting dalam mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan desa yang efektif, transparan, dan akuntabel. Namun demikian, dalam praktiknya masih terdapat berbagai permasalahan administrasi desa yang disebabkan oleh keterbatasan kapasitas aparatur desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi, pengelolaan sumber daya manusia, dan kecerdasan emosional perangkat desa terhadap tata kelola administrasi desa di Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perangkat desa di Kabupaten Malinau dengan jumlah sampel sebanyak 210 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi perangkat desa berpengaruh positif dan signifikan terhadap tata kelola administrasi desa. Pengelolaan sumber daya manusia juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap tata kelola administrasi desa. Demikian pula, kecerdasan emosional perangkat desa terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap tata kelola administrasi desa. Secara simultan, kompetensi, pengelolaan sumber daya manusia, dan kecerdasan emosional memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap tata kelola administrasi desa di Kabupaten Malinau.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pengawasan intern berbasis risiko yang dilakukan oleh Inspektorat Daerah Kabupaten Tana Tidung dalam pengelolaan keuangan daerah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara terstruktur, observasi, Focus Group Discussion, dan analisis dokumen, melibatkan individu dengan pengalaman kerja antara 5 hingga 20 tahun. Objek penelitian ini adalah Inspektorat Daerah Kabupaten Tana Tidung yang terletak di Jalan Perintis KM.1, Kecamatan Sesayap, Desa Tideng Pale, Kabupaten Tana Tidung, Provinsi Kalimantan Utara. Informan yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah 13 orang, terdiri dari pejabat Inspektorat, sekretaris, inspektur pembantu (Irban) wilayah I, II, III, Kasubbag Program, Perencanaan dan Keuangan, Kasubbag Umum dan Kepegawaian, serta Auditor Ahli Muda dan Auditor Ahli Pertama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan intern berbasis risiko telah dilaksanakan dengan efektif, meskipun terdapat kendala terkait dengan keterbatasan sumber daya manusia yang kompeten, teknologi, dan budaya organisasi yang masih menghambat optimalisasi penerapannya. Penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan kapasitas melalui pelatihan dan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efektivitas pengawasan. Dengan pendekatan berbasis risiko yang lebih terintegrasi, diharapkan pengelolaan keuangan daerah dapat menjadi lebih transparan dan akuntabel di masa depan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemerintah Desa sebagai kepanjangan tangan dari Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat memiliki tugas dan tanggungjawab untuk dapat memberikan layanan yang optimal bagi masyarakat Desa melalui penggunaan dana APBDes, sehingga pengelolaan keuangan desa yang akuntabel dan transparan memiliki peran yang strategis untuk memastikan bahwa dana yang dialokasikan untuk pembangunan dan pelayanan publik di desa dapat digunakan secara efektif dan efisien. Selain itu, pengawasan internal juga memiliki peran yang sangat penting dalam pengelolaan keuangan desa. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, hingga pertanggungjawaban, dilakukan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku. Oleh karena itu, penelitian ini mengambil judul “Peran Peningkatan Manajemen SDM dan Pengawasan Internal Pada Pengelolaan Keuangan Desa”. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji dan menganalisis peran peningkatan manajemen SDM dan pengawasan internal pada pengelolaan keuangan desa. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan penelitian secara kuantitatif, yaitu penelitian yang berusaha menjelaskan hubungan kausal dan menguji keterkaitan peran peningkatan manajemen SDM dan pengawasan internal pada pengelolaan keuangan desa. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah regresi linier berganda. Model analisis penelitian ini menggunakan metode OLS untuk menguji peran peningkatan manajemen SDM dan pengawasan internal pada pengelolaan keuangan desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peningkatan sumber daya manusia sebagai ukuran dari keterampilan, kompetensi, pengetahuan, dan kemampuan yang dimiliki oleh individu dalam suatu organisasi atau masyarakat untuk berkontribusi secara efektif terhadap tujuan pemerintah desa memiliki peran dan pengaruh yang signifikan terhadap pengelolaan keuangan Desa. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pengawasan internal sebagai struktur dan proses yang dirancang untuk memberikan jaminan yang memadai pada organisasi pemerintah desa untuk dapat mencapai tujuannya dengan cara yang efektif dan efisien memiliki peran dan pengaruh yang signifikan terhadap pengelolaan keuangan desa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen sumber daya manusia dan budaya organisasi terhadap kualitas pelayanan di Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner yang disebarkan kepada 117 responden. Variabel independen dalam penelitian ini manajemen sumber daya manusia, dan budaya organisasi, sedangkan variabel dependen adalah kualitas pelayanan. Analisis data dilakukan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, analisis regresi linier berganda, dan pengujian hipotesis secara parsial. Hasil penelitian menunjukkan manajemen sumber daya manusia, dan budaya organisasi secara simultan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pelayanan. Secara parsial, masing-masing variabel manajemen sumber daya manusia, dan budaya organisasi juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pelayanan. Temuan ini menegaskan bahwa sumber daya manusia yang terpenuhi, serta budaya organisasi yang tinggi merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan yang baik. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah pengembangan sumber daya manusia yang tepat dapat meningkatkan efesiensi organisasi dan budaya organisasi yang baik dapat meningkatkan kualitas pelayanan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai, dengan keterlibatan kerja sebagai variabel mediator. Studi dilakukan pada pegawai Dinas Perikanan Kabupaten Malinau, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup variabel motivasi kerja, disiplin kerja, keterlibatan kerja, dan kinerja pegawai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja dan disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Selain itu, keterlibatan kerja terbukti memediasi hubungan tersebut, memperkuat dampak motivasi dan disiplin terhadap kinerja. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan holistik dalam manajemen sumber daya manusia, yang mengintegrasikan upaya peningkatan motivasi, disiplin, dan keterlibatan kerja untuk mencapai kinerja yang optimal. Penelitian ini memberikan rekomendasi strategis bagi organisasi untuk menciptakan lingkungan kerja yang mendukung keterlibatan dan produktivitas pegawai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pengawasan intern berbasis risiko yang dilakukan oleh Inspektorat Daerah Kabupaten Tana Tidung dalam pengelolaan keuangan daerah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara terstruktur, observasi, Focus Group Discussion, dan analisis dokumen, melibatkan individu dengan pengalaman kerja antara 5 hingga 20 tahun. Objek penelitian ini adalah Inspektorat Daerah Kabupaten Tana Tidung yang terletak di Jalan Perintis KM.1, Kecamatan Sesayap, Desa Tideng Pale, Kabupaten Tana Tidung, Provinsi Kalimantan Utara. Informan yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah 13 orang, terdiri dari pejabat Inspektorat, sekretaris, inspektur pembantu (Irban) wilayah I, II, III, Kasubbag Program, Perencanaan dan Keuangan, Kasubbag Umum dan Kepegawaian, serta Auditor Ahli Muda dan Auditor Ahli Pertama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan intern berbasis risiko telah dilaksanakan dengan efektif, meskipun terdapat kendala terkait dengan keterbatasan sumber daya manusia yang kompeten, teknologi, dan budaya organisasi yang masih menghambat optimalisasi penerapannya. Penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan kapasitas melalui pelatihan dan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efektivitaspengawasan. Dengan pendekatan berbasis risiko yang lebih terintegrasi, diharapkan pengelolaan keuangan daerah dapat menjadi lebih transparan dan akuntabel di masa depan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi sumber daya manusia dan sistem pengendalian internal pemerintah terhadap kualitas laporan keuangan Pemerintah Kota Tarakan. Kompetensi sumber daya manusia dianggap sebagai salah satu unsur penting dalam meningkatkan kualitas laporan keuangan, karena pegawai yang berkompeten dapat menghasilkan laporan yang lebih akurat dan transparan. Sementara itu, sistem pengendalian internal pemerintah berfungsi sebagai sarana untuk memastikan keberlangsungan dan kualitas laporan keuangan. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menjawab permasalahan tersebut menggunakan data primer dalam bentuk kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah pejabat struktural dan aparat yang melaksanakan fungsi akuntansi atau tata usaha keuangan pada Satuan Kerja Perangkat Daerah di Kota Tarakan. Sebelum melakukan analisis data, peneliti melakukan uji validitas dan uji reliabilitas terhadap 57 responden untuk menunjukkan sejauh mana kuesioner tersebut dapat dipercaya dan diandalkan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi sumber daya manusia dan sistem pengendalian internal pemerintah memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan daerah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan membuktikan pengaruh pengembangan sumber daya manusia terhadap motivasi kerja, kepuasan kerja dan kinerja karyawan di PDAM Kota Tarakan. Menganalisis dan membuktikan pengaruh tunjangan kinerja terhadap motivasi kerja karyawan, kepuasan kerja dan kinerja karyawan di PDAM Kota Tarakan. Menganalisis dan membuktikan pengaruh motivasi kerja terhadap kepuasan kerja dan kinerja karyawan di PDAM Kota Tarakan. Menganalisis dan membuktikan pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan di PDAM Kota Tarakan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian yang menjelaskan hubungan kausal antara variabel atau yang disebut penelitian explanatori (explanatory research). Populasi penelitian ini adalah seluruh karyawan tetap di PDAM Kota Tarakan dengan jumlah sebanyak 121 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara total sampling, dimana jumlah sampel sama dengan jumlah populasi yang ada di lokasi penelitian yaitu sebanyak 121 karyawan. Teknik analisis menggunakan analisis jalur dengan bantuan software SmartPLS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan SDM berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja karyawan. Pengembangan SDM berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan.Tunjangan kinerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja karyawan. Tunjangan kinerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan. Pengembangan SDM tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Tunjangan kinerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan di PDAM Kota Tarakan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sumber daya manusia di Kabupaten Bulungan Mengalami peningkatan setiap tahunya, namun tidak di ikuti oleh pertumbuhan ekonomi, yang mana pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bulungan mengalami fluktuasi selama periode 2013-2022. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh kualitas sumber daya manusia terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bulungan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Bulungan, data penelitian ini dimulai dari tahun 2013-2022. Metode analisa yang digunakan adalah analisis regresi berganda yang diolah menggunakan SPSS versi 25.0. hasil dari pengujian hipotesis menunjukan bahwa kualitas sumber daya manusia tidak memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bulungan yang di ukur menggunakan tiga variabel yaitu usia produktif, angka harapan hidup, rata-rata lama sekolah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh aspek-aspek sumber daya manusia terhadap angka kriminalitas di Provinsi Kalimantan Utara. Aspek sumber daya manusia yang dimaksud merujuk pada variabel pengangguran, jumlah penduduk dan kemiskinan. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari publikasi Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pooled data atau gabungan dari data cross-section dan time series sehingga metode yang digunakan adalah analisis regresi data panel, dengan pendekatan yang terpilih adalah Fixed Effect Model (FEM). Hasil estimasi menunjukkan bahwa pengangguran secara parsial berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap angka kriminalitas di Provinsi Kalimantan Utara, kemiskinan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap angka kriminalitas di Provinsi Kalimantan Utara dan jumlah penduduk secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap angka kriminalitas di Provinsi Kalimantan Utara. Serta pengangguran, kemiskinan dan jumlah penduduk secara simultan berpengaruh signifikan terhadap angka kriminalitas di Provinsi Kalimantan Utara.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Development of human resources in Indonesia; papers of seminar.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Ketika terbangun di subuh hari maka akan terngiang di otak dan hati kita apa yang harus kita lakukan subuh ini dan mencoba mengingat apa yang sudah direncanakan semalam. Setelah bergegas salat subuh kemudian melakukan aktivitas rutin lainnya, lalu menginventori peralatan atau pendukung kita ke tempat aktivitas kita selanjutnya. Kemudian sekitar jam tujuh pagi hari ke tempat kerja sesuai rencana kita semalaman, di tempat kerja melakukan rutinitas sembari menyelesaikan apa yang belum terselesaikan kemarin atau memperbaiki pekerjaan kemarin yang belum terselesaikan. Aktivitas di atas merupakan proses pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen secara manajerial. Dimana manajemen ini pada dasarnya sudah seusia dengan peradaban manusia, tetapi barulah dipelajari sebagai ilmu tersendiri pada beberapa abad terakhir. Seperti ilmu-ilmu yang lainnya, manajemen juga mengalami perkembangan yang sangat pesat sehingga manajemen di bagi kebanyak cabang seperti manajemen organisasi, manajemen operasional, manajemen resiko, manajemen pemasaran, manajemen sumber daya manusia (MSDM), dll. MSDM pada dasarnya sudah muncul di tahun 1940-an dengan istilah manajemen kepegawaian atau manajemen personalia. Manajemen kepegawaian ini membahas tentang pengelolaan sumber daya manusia tetapi masih dalam cakupan kecil yaitu yang berada di dalam organisasi. Tetapi pada tahun 1960-an dikembangkan menjadi MSDM, yang cakupannya sudah sangat meluas karena membahas tentang sumber daya manusia di dalam dan luar organisasi, sehingga karena dipandang perlu maka perusahaan-perusahaan berskala besar dan menengah mengadakan departeman SDM yang terpisah dari departemen lainnya.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Sumber daya manusia merupakan sumber daya terpenting yang dimiliki oleh suatu organisasi. Salah satu implikasi dari investasi terpenting yang dilakukan oleh suatu organisasi adalah di bidang sumber daya manusia. Buku ini ditujukan untuk mahasiswa agar dapat memperlancar proses belajar mengajar dalam kuliah “Manajemen Sumber Daya Manusia”. Melalui buku ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pemahaman mengenai fungsi sumber daya manusia, mulai dari aktivitas perencanaan tenaga kerja sampai dengan pengembangan karier serta hubungan industrial antara manajemen dan tenaga kerja.