ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pengawasan intern berbasis risiko yang dilakukan oleh Inspektorat Daerah Kabupaten Tana Tidung dalam pengelolaan keuangan daerah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara terstruktur, observasi, Focus Group Discussion, dan analisis dokumen, melibatkan individu dengan pengalaman kerja antara 5 hingga 20 tahun. Objek penelitian ini adalah Inspektorat Daerah Kabupaten Tana Tidung yang terletak di Jalan Perintis KM.1, Kecamatan Sesayap, Desa Tideng Pale, Kabupaten Tana Tidung, Provinsi Kalimantan Utara. Informan yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah 13 orang, terdiri dari pejabat Inspektorat, sekretaris, inspektur pembantu (Irban) wilayah I, II, III, Kasubbag Program, Perencanaan dan Keuangan, Kasubbag Umum dan Kepegawaian, serta Auditor Ahli Muda dan Auditor Ahli Pertama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan intern berbasis risiko telah dilaksanakan dengan efektif, meskipun terdapat kendala terkait dengan keterbatasan sumber daya manusia yang kompeten, teknologi, dan budaya organisasi yang masih menghambat optimalisasi penerapannya. Penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan kapasitas melalui pelatihan dan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efektivitas pengawasan. Dengan pendekatan berbasis risiko yang lebih terintegrasi, diharapkan pengelolaan keuangan daerah dapat menjadi lebih transparan dan akuntabel di masa depan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pengawasan intern berbasis risiko yang dilakukan oleh Inspektorat Daerah Kabupaten Tana Tidung dalam pengelolaan keuangan daerah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara terstruktur, observasi, Focus Group Discussion, dan analisis dokumen, melibatkan individu dengan pengalaman kerja antara 5 hingga 20 tahun. Objek penelitian ini adalah Inspektorat Daerah Kabupaten Tana Tidung yang terletak di Jalan Perintis KM.1, Kecamatan Sesayap, Desa Tideng Pale, Kabupaten Tana Tidung, Provinsi Kalimantan Utara. Informan yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah 13 orang, terdiri dari pejabat Inspektorat, sekretaris, inspektur pembantu (Irban) wilayah I, II, III, Kasubbag Program, Perencanaan dan Keuangan, Kasubbag Umum dan Kepegawaian, serta Auditor Ahli Muda dan Auditor Ahli Pertama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan intern berbasis risiko telah dilaksanakan dengan efektif, meskipun terdapat kendala terkait dengan keterbatasan sumber daya manusia yang kompeten, teknologi, dan budaya organisasi yang masih menghambat optimalisasi penerapannya. Penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan kapasitas melalui pelatihan dan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efektivitaspengawasan. Dengan pendekatan berbasis risiko yang lebih terintegrasi, diharapkan pengelolaan keuangan daerah dapat menjadi lebih transparan dan akuntabel di masa depan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS KEPUASAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN BALAI ADAT TIDUNG DAN BUDAYA KOTA TARAKAN SINTIA ERLINA HALID SULISTYA RINI PRATIWI, S.E., M.Sc Kota Tarakan merupakan dataran rendah dengan ketinggian rata-rata ±18 meter di atas permukaan laut, terletak pada posisi antara 3°.14’30”–3°.26’37” Lintang Utara dan 117°.30’50”–117°.40’12” Bujur Timur. Luas wilayah Kota Tarakan adalah 657,33 km2 dengan daratan seluas 250,80 km2 dan lautan seluas 406,53 km2. Penelitian ini menggunakan Skala Likert untuk mengetahui tingkat kepuasan pengunjung dan analisis SWOT (Strength, Opportunities, Weakness, Threat) untuk mengetahui strategi pengembangan Balai Adat Tidung dan Budaya Kota Tarakan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi, dan pendapat dari responden penelitian yaitu masyarakat yang pernah berkunjung ke Balai Adat Tidung dan Budaya Kota Tarakan pada bulan Januari sampai Maret melalui pengisian kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pengunjung terhadap aspek yang terdapat di Balai Adat Tidung dan Budaya Kota Tarakan tersebut yaitu, pengunjung merasa sangat puas terhadap fasilitas mushola dan relief. Selanjutnya pengunjung merasa puas terhadap fasilitas gerbang, area parkir, loket karcis, pagar, tempat sampah, loker, rumah gubuk, kebersihan, dan keamanan. Kemudian pengunjung merasa cukup puas/ netral terhadap fasilitas bangku, tanaman, dan toilet. Selain itu pengunjung merasa tidak puas terhadap fasilitas kolam. Adapun strategi pengembangan yang sebaiknya digunakan dalam pengembangan Balai Adat Tidung dan Budaya Kota Tarakan adalah strategi WO (Weakness - Opportunity). Strategi ini meminimalkan kelemahan dan memanfaatkan peluang. Alternatif strategi WO yang telah dirumuskan adalah harga karcis masuk diturunkan atau sama dengan harga karcis objek wisata lain yang serupa, menambah jumlah tempat sampah agar pengunjung balai adat terutama ketika ada kegiatan tidak membuang sampah sembarangan, pengelola secara berkala membersihkan kolam agar semakin menarik pengunjung, pemerintah membuat dan secara aktif mengelola akun media sosial balai adat sebagai ajang promosi, dan pemerintah menyediakan tempat khusus untuk UMKM menjual produk khas Suku Tidung maupun Kota Tarakan.