ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan menganalisis peran mediasi self esteem dalam pengaruh kualitas sumber daya manusia terhadap kinerja pegawai pada Kantor Distrik Navigasi Tipe A Kelas III Tarakan. Latar belakang penelitian berangkat dari pentingnya kualitas sumber daya manusia dan self esteem dalam mendukung peningkatan kinerja pegawai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang melibatkan 86 pegawai ASN. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh. Data diperoleh melalui kuesioner yang dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan kualitas sumber daya manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Kualitas sumber daya manusia juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap self esteem, serta self esteem berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Uji mediasi menunjukkan bahwa self esteem memediasi pengaruh kualitas sumber daya manusia terhadap kinerja pegawai. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat memperkuat self esteem pegawai, sehingga mendorong peningkatan kinerja pegawai
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas sumber daya manusia dan beban kerja terhadap kinerja pelayanan kesehatan melalui motivasi kerja sebagai variabel mediasi pada Puskesmas se-Kabupaten Tana Tidung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner skala Likert kepada 213 responden yang terdiri dari tenaga medis, tenaga kesehatan, dan tenaga pendukung di Puskesmas. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas sumber daya manusia dan beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pelayanan kesehatan. Selain itu, kualitas sumber daya manusia dan beban kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja. Motivasi kerja terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pelayanan kesehatan serta berperan sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara kualitas sumber daya manusia dan beban kerja dengan kinerja pelayanan kesehatan. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengelolaan beban kerja yang proporsional, serta penguatan motivasi kerja tenaga merupakan faktor penting dalam meningkatkan kinerja pelayanan kesehatan di Puskesmas se-Kabupaten Tana Tidung. Kebaruan penelitian ini terletak pada temuan bahwa beban kerja yang dikelola secara proporsional justru berperan sebagai faktor pendorong yang meningkatkan kinerja, serta motivasi kerja lebih dipengaruhi faktor non-finansial dibandingkan faktor finansial seperti gaji, tunjangan, dan fasilitas kerja, yang menunjukkan karakteristik motivasi yang berbeda dalam konteks pelayanan Kesehatan di Kabupaten Tana Tidung
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Realisasi keuangan daerah di Indonesia masih menghadapi tantangan serius dalam pencapaian target optimal, sebagaimana terjadi pada Pemerintah Kota Tarakan yang mencatat rata-rata realisasi keuangan fluktuatif selama periode 2020–2024, disertai penurunan skor dimensi penyerapan anggaran pada Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD) pengukuran tahun 2024 dengan predikat “Perlu Perbaikan”. Berangkat dari hal tersebut penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh konsistensi perencanaan dan penganggaran serta kualitas sumber daya manusia terhadap realisasi keuangan, dengan peran stakeholder sebagai variabel intervening pada Pemerintah Kota Tarakan. Penelitian bersifat kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi mencakup seluruh aparatur pada organisasi perangkat daerah (OPD) yang terlibat langsung dalam proses perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan keuangan. Sampel sebanyak 134 responden dipilih melalui teknik stratified purposive sampling berbasis proporsi pagu anggaran. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan perangkat lunak SmartPLS. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsistensi perencanaan dan penganggaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap realisasi keuangan, demikian pula kualitas sumber daya manusia. Kemudian peran stakeholder berpengaruh positif signifikan terhadap realisasi keuangan serta memediasi secara parsial kedua hubungan tersebut. Penelitian menyimpulkan bahwa ketiga variabel secara simultan berkontribusi positif terhadap peningkatan realisasi keuangan. Implikasi praktis mencakup rekomendasi penguatan sinkronisasi dokumen perencanaan (RPJMD, RKPD, KUA-PPAS, dan APBD), program peningkatan kompetensi ASN secara berkelanjutan, serta optimalisasi partisipasi dan pengawasan stakeholder guna mendukung akuntabilitas, efisiensi, dan keberlanjutan pengelolaan APBD di Pemerintah Kota Tarakan. Secara teoritis, temuan ini memperkaya integrasi Agency Theory, Stewardship Theory, dan Stakeholder Theory dalam konteks pemerintahan daerah.