ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Masa remaja merupakan fase perkembangan yang rentan terhadap berbagai permasalahan psikososial, termasuk toxic parenting, kesepian, dan self esteem. Pola asuh yang tidak sehat dan perasaan kesepian dapat memengaruhi penilaian remaja terhadap dirinya, sehingga berpotensi menyebabkan rendahnya self esteem. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan toxic parenting dan kesepian dengan self esteem pada remaja SMP di wilayah Kota Tarakan. Metode peneitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional dan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 386 remaja usia 13–16 tahun yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling, proposional sampling, dan simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner toxic parenting, UCLA Loneliness Scale Version 3, dan Rosenberg Self Esteem Scale (RSES). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Gamma dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami toxic parenting sedang sebanyak 205 orang, kesepian rendah sebanyak 211 orang, dan self esteem sedang sebanyak 261 orang. Hasil uji Gamma menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara toxic parenting dengan self esteem (p = 0,000; r = -0,460), yang menunjukkan hubungan negatif, yaitu semakin tinggi toxic parenting maka semakin rendah self esteem. Terdapat pula hubungan yang signifikan antara kesepian dengan self esteem (p = 0,000; r = 0,665) yang berarti semakin tinggi tingkat kesepian pada remaja maka semakin rendah self esteem. Kesimpulannya, terdapat hubungan signifikan antara toxic parenting dan self esteem serta antara kesepian dan self esteem pada remaja SMP di wilayah Kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perawat generasi Z di rumah sakit memiliki self esteem yang tinggi, yang ditandai dengan kemampuan mereka dalam menghargai diri dan memiliki kepercayaan diri dalam melakukan tugas keperawatan. Generasi Z lahir dan tumbuh di era teknologi yang semakin berkembang. Sehingga dengan penggunaan smartphone yang berlebihan dapat memberikan efek kecanduan, nomophobia, memperburuk self esteem, memperburuk kinerja individu, dan mempengaruhi hubungan sosial ditempat kerja. Tujuan penelitian ini yaitu untuk meneliti terkait hubungan antara self esteem dengan nomophobia pada perawat generasi Z di rumah sakit wilayah pesisir Kalimantan. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat yang memiliki rentang tahun kelahiran 1997-2012 dengan jumlah sampel yaitu 51 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dengan uji Gamma. Adapun dalam penelitian ini ditemukan tingkat self esteem tinggi dan nomophobia sedang, serta penggunaan smartphone untuk bermain game online baik di rumah maupun di rumah sakit memiliki frekuensi selalu dengan persentase yang tinggi. Hasil studi menunjukkan bahwa nilai p = 0,415 yang menunjukkan bahwa hubungan antara self esteem dengan nomophobia tidak signifikan. Hasil lain, penggunaan smartphone untuk bermain game online baik di rumah maupun di rumah sakit memiliki frekuensi penggunaan selalu dengan persentase tertinggi. Perawat generasi Z dalam penelitian ini memiliki self esteem yang tinggi sehingga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan keterampilan dalam pemberian layanan kesehatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perbedaan merawat pasien Covid-19 dan non Covid-19 membuat perawat khawatir tertular saat merawat dan keraguan dalam penggunaan alat pelindung diri, sehingga beberapa perawat kurang menerima apabila ditempatkan di ruang isolasi Covid-19. Tujuan penelitian untuk mengeksplorasi pengalaman Self Efficay dan Self Esteem pada perawat di ruang isolasi Covid-19 RSUD dr. H. Jusuf SK. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi. Pertisipan penelitian berjumlah 10 perawat yang pernah merawat Covid-19 dengan purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan dimensi self-efficacy perawat dikategorikan tingkat kekuatan (strength) dibuktikan dengan subtema 1) perawat merasa memiliki kemampuan, 2) memiliki kemampuan diri (kepercayaan diri), 3) memiliki kemampuan diri dalam situasi yang berbeda. Self Esteem perawat dikategorikan pada aspek competence saat merawat pasien Covid-19 termasuk dalam kategori tinggi dibuktikan dengan subtema 1) perawat merasa percaya diri, 2) senang dengan pujian atas hasil kerjanya dan 3) puas dengan diri sendiri. Tantangan perawat dalam merawat pasien Covid-19 adalah sebagian besar merasakan adanya tantangan dalam perbedaan merawat pasien covid-19 dalam hal pelayanan karena adanya penggunaan APD (terutama penggunaan hazmat dan masker N95), penggunaan alat bantu pernapasan (ventilator mekanik dan HFNC) serta perbedaan psikis pasien yang terpapar covid-19. Kesimpulan bahwa kekhawatiran diawal pandemik Covid-19 menjadi tantangan perawat dalam memberikan pelayanan, namun dengan adanya pengalaman membuat perawat mampu menjawab tantangan sebagai garda terdepan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self esteem dan self fficacy terhdap kinerja mitra driver ojek online (Grab) PT. Grab Indonesia Cabang Kota Tarakan. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik nonprobability sampling dengan sampel jenuh. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey dengan istrumen pernyataan dan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner (angket). Adapun sampel dalam penelitian ini adalah mitra driver ojek online PT. Grab Indonesia Cabang Kota Tarakan yang berjumlah 200 responden. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda dengan bantuan SPSS versi 26.0. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa variabel self esteem berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja sedangkan variabel self efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja.