HUBUNGAN TOXIC PARENTING DAN KESEPIAN DENGAN SELF ESTEEM PADA REMAJA SMP DI WILAYAH KOTA TARAKAN
Masa remaja merupakan fase perkembangan yang rentan terhadap berbagai permasalahan psikososial, termasuk toxic parenting, kesepian, dan self esteem. Pola asuh yang tidak sehat dan perasaan kesepian dapat memengaruhi penilaian remaja terhadap dirinya, sehingga berpotensi menyebabkan rendahnya self esteem. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan toxic parenting dan kesepian dengan self esteem pada remaja SMP di wilayah Kota Tarakan. Metode peneitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional dan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 386 remaja usia 13–16 tahun yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling, proposional sampling, dan simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner toxic parenting, UCLA Loneliness Scale Version 3, dan Rosenberg Self Esteem Scale (RSES). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Gamma dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami toxic parenting sedang sebanyak 205 orang, kesepian rendah sebanyak 211 orang, dan self esteem sedang sebanyak 261 orang. Hasil uji Gamma menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara toxic parenting dengan self esteem (p = 0,000; r = -0,460), yang menunjukkan hubungan negatif, yaitu semakin tinggi toxic parenting maka semakin rendah self esteem. Terdapat pula hubungan yang signifikan antara kesepian dengan self esteem (p = 0,000; r = 0,665) yang berarti semakin tinggi tingkat kesepian pada remaja maka semakin rendah self esteem. Kesimpulannya, terdapat hubungan signifikan antara toxic parenting dan self esteem serta antara kesepian dan self esteem pada remaja SMP di wilayah Kota Tarakan.