Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

ROSNAWATI

6 karya publik ditemukan.

2026: 22025: 22023: 12022: 1

Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. R Usia 40 Tahun Di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan

2026 · Book ·

Continuity of Care (CoC) merupakan pelayanan kebidanan berkesinambungan sejak kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga keluarga berencana untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi serta mendeteksi komplikasi secara dini. Studi kasus ini bertujuan memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. R usia 40 tahun G6P4A1 di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan dengan pendekatan Continuity of Care. Asuhan dilakukan mulai usia kehamilan 36 minggu 4 hari hingga masa nifas, perawatan bayi baru lahir, dan pelayanan keluarga berencana menggunakan manajemen kebidanan dan pendokumentasian SOAP. Hasil asuhan menunjukkan bahwa selama kehamilan kondisi ibu dan janin baik tanpa komplikasi. Persalinan dilakukan melalui Sectio Caesarea (SC) atas indikasi medis dengan hasil ibu dan bayi dalam keadaan baik. Masa nifas berlangsung normal tanpa komplikasi pascaoperasi. Bayi baru lahir beradaptasi dengan baik serta memperoleh vitamin K, imunisasi hepatitis B, dan pelayanan neonatal sesuai standar. Pelayanan keluarga berencana dilakukan dengan Metode Operatif Wanita (MOW/tubektomi) bersamaan dengan tindakan SC. Disimpulkan bahwa asuhan kebidanan komprehensif dengan pendekatan Continuity of Care telah terlaksana sesuai standar pelayanan dan kebutuhan klien. Pelayanan berkesinambungan mendukung kesehatan ibu dan bayi, mendeteksi risiko secara dini, serta memberikan hasil asuhan yang optimal.

Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. R Usia 40 Tahun Di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Continuity of Care (CoC) merupakan pelayanan kebidanan berkesinambungan sejak kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga keluarga berencana untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi serta mendeteksi komplikasi secara dini. Studi kasus ini bertujuan memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. R usia 40 tahun G6P4A1 di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan dengan pendekatan Continuity of Care. Asuhan dilakukan mulai usia kehamilan 36 minggu 4 hari hingga masa nifas, perawatan bayi baru lahir, dan pelayanan keluarga berencana menggunakan manajemen kebidanan dan pendokumentasian SOAP. Hasil asuhan menunjukkan bahwa selama kehamilan kondisi ibu dan janin baik tanpa komplikasi. Persalinan dilakukan melalui Sectio Caesarea (SC) atas indikasi medis dengan hasil ibu dan bayi dalam keadaan baik. Masa nifas berlangsung normal tanpa komplikasi pascaoperasi. Bayi baru lahir beradaptasi dengan baik serta memperoleh vitamin K, imunisasi hepatitis B, dan pelayanan neonatal sesuai standar. Pelayanan keluarga berencana dilakukan dengan Metode Operatif Wanita (MOW/tubektomi) bersamaan dengan tindakan SC. Disimpulkan bahwa asuhan kebidanan komprehensif dengan pendekatan Continuity of Care telah terlaksana sesuai standar pelayanan dan kebutuhan klien. Pelayanan berkesinambungan mendukung kesehatan ibu dan bayi, mendeteksi risiko secara dini, serta memberikan hasil asuhan yang optimal.

Hubungan Pola Asuh, Kepatuhan Kunjungan Posyandu, Dan Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan

2025 · Book ·

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak serius terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Kondisi ini sering kali dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya pola asuh yang kurang tepat, rendahnya kepatuhan orang tua dalam membawa anak ke posyandu, serta buruknya sanitasi lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh, kepatuhan kunjungan Posyandu, dan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting pada balita. Penelitian menggunakan metode analitik korelasi dengan desain cross-sectional. Sampel pada penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita Usia 12-59 bulan sebanyak 46 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen pengumpulan data meliputi kuesioner untuk menilai pola asuh ibu, buku KMS untuk melihat kepatuhan kunjungan Posyandu, dan checklist sanitasi lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara variabel dengan nilai p-Value 0,05 dimana pola asuh dengan kejadian stunting (p = 0,000), kepatuhan kunjungan Posyandu dengan kejadian stunting (p = 0,005), dan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting (p = 0,000). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pola asuh, kepatuhan kunjungan Posyandu, dan sanitasi lingkungan memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting. Oleh karena itu, disarankan agar tenaga kesehatan meningkatkan penyuluhan kepada ibu balita mengenai pentingnya pola asuh yang tepat, kunjungan rutin ke Posyandu, dan menjaga kebersihan lingkungan.

Hubungan Pola Asuh, Kepatuhan Kunjungan Posyandu, Dan Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak serius terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Kondisi ini sering kali dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya pola asuh yang kurang tepat, rendahnya kepatuhan orang tua dalam membawa anak ke posyandu, serta buruknya sanitasi lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh, kepatuhan kunjungan Posyandu, dan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting pada balita. Penelitian menggunakan metode analitik korelasi dengan desain cross-sectional. Sampel pada penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita Usia 12-59 bulan sebanyak 46 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen pengumpulan data meliputi kuesioner untuk menilai pola asuh ibu, buku KMS untuk melihat kepatuhan kunjungan Posyandu, dan checklist sanitasi lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara variabel dengan nilai p-Value 0,05 dimana pola asuh dengan kejadian stunting (p = 0,000), kepatuhan kunjungan Posyandu dengan kejadian stunting (p = 0,005), dan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting (p = 0,000). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pola asuh, kepatuhan kunjungan Posyandu, dan sanitasi lingkungan memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting. Oleh karena itu, disarankan agar tenaga kesehatan meningkatkan penyuluhan kepada ibu balita mengenai pentingnya pola asuh yang tepat, kunjungan rutin ke Posyandu, dan menjaga kebersihan lingkungan.

PENGALAMAN PERAWAT SELF EFFICACY DAN SELF ESTEEM PADA PERAWAT DI RUANG ISOLASI COVID-19

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Perbedaan merawat pasien Covid-19 dan non Covid-19 membuat perawat khawatir tertular saat merawat dan keraguan dalam penggunaan alat pelindung diri, sehingga beberapa perawat kurang menerima apabila ditempatkan di ruang isolasi Covid-19. Tujuan penelitian untuk mengeksplorasi pengalaman Self Efficay dan Self Esteem pada perawat di ruang isolasi Covid-19 RSUD dr. H. Jusuf SK. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi. Pertisipan penelitian berjumlah 10 perawat yang pernah merawat Covid-19 dengan purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan dimensi self-efficacy perawat dikategorikan tingkat kekuatan (strength) dibuktikan dengan subtema 1) perawat merasa memiliki kemampuan, 2) memiliki kemampuan diri (kepercayaan diri), 3) memiliki kemampuan diri dalam situasi yang berbeda. Self Esteem perawat dikategorikan pada aspek competence saat merawat pasien Covid-19 termasuk dalam kategori tinggi dibuktikan dengan subtema 1) perawat merasa percaya diri, 2) senang dengan pujian atas hasil kerjanya dan 3) puas dengan diri sendiri. Tantangan perawat dalam merawat pasien Covid-19 adalah sebagian besar merasakan adanya tantangan dalam perbedaan merawat pasien covid-19 dalam hal pelayanan karena adanya penggunaan APD (terutama penggunaan hazmat dan masker N95), penggunaan alat bantu pernapasan (ventilator mekanik dan HFNC) serta perbedaan psikis pasien yang terpapar covid-19. Kesimpulan bahwa kekhawatiran diawal pandemik Covid-19 menjadi tantangan perawat dalam memberikan pelayanan, namun dengan adanya pengalaman membuat perawat mampu menjawab tantangan sebagai garda terdepan.

PENGALAMAN PERAWAT SELF EFFICACY DAN SELF ESTEEM PADA PERAWAT DI RUANG ISOLASI COVID-19

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perbedaan merawat pasien Covid-19 dan non Covid-19 membuat perawat khawatir tertular saat merawat dan keraguan dalam penggunaan alat pelindung diri, sehingga beberapa perawat kurang menerima apabila ditempatkan di ruang isolasi Covid-19. Tujuan penelitian untuk mengeksplorasi pengalaman Self Efficay dan Self Esteem pada perawat di ruang isolasi Covid-19 RSUD dr. H. Jusuf SK. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi. Pertisipan penelitian berjumlah 10 perawat yang pernah merawat Covid-19 dengan purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan dimensi self-efficacy perawat dikategorikan tingkat kekuatan (strength) dibuktikan dengan subtema 1) perawat merasa memiliki kemampuan, 2) memiliki kemampuan diri (kepercayaan diri), 3) memiliki kemampuan diri dalam situasi yang berbeda. Self Esteem perawat dikategorikan pada aspek competence saat merawat pasien Covid-19 termasuk dalam kategori tinggi dibuktikan dengan subtema 1) perawat merasa percaya diri, 2) senang dengan pujian atas hasil kerjanya dan 3) puas dengan diri sendiri. Tantangan perawat dalam merawat pasien Covid-19 adalah sebagian besar merasakan adanya tantangan dalam perbedaan merawat pasien covid-19 dalam hal pelayanan karena adanya penggunaan APD (terutama penggunaan hazmat dan masker N95), penggunaan alat bantu pernapasan (ventilator mekanik dan HFNC) serta perbedaan psikis pasien yang terpapar covid-19. Kesimpulan bahwa kekhawatiran diawal pandemik Covid-19 menjadi tantangan perawat dalam memberikan pelayanan, namun dengan adanya pengalaman membuat perawat mampu menjawab tantangan sebagai garda terdepan.