Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

8 hasil
Subjek: Pekerjaan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Imunisasi Dasar Lengkap di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tanjung Palas

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Cakupan imunisasi dasar lengkap di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Palas masih belum mencapai target 90% yang ditetapkan sehingga diperlukan penelitian untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan imunisasi dasar lengkap. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan ibu, sikap ibu, pekerjaan ibu, dan dukungan keluarga dengan imunisasi dasar lengkap di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Palas. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 187 ibu yang memiliki anak usia 12–23 bulan, dengan sampel sebanyak 123 responden yang diperoleh menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner serta lembar observasi Buku KIA/KMS dan dianalisis secara univariat serta bivariat. Analisis bivariat dilakukan dengan uji Chi-Square pada variabel yang memenuhi asumsi, sedangkan variabel yang tidak memenuhi asumsi dianalisis menggunakan uji Fisher's Exact, dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik 87,8%, sikap positif 94,3%, tidak bekerja 72,4%, memperoleh dukungan keluarga 64,2%, dan sebanyak 108 anak 87,8% telah memperoleh imunisasi dasar lengkap. Analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara sikap ibu dengan imunisasi dasar lengkap p = 0,039, sedangkan pengetahuan ibu p = 0,393, pekerjaan ibu p = 0,758, dan dukungan keluarga p = 0,348 tidak berhubungan secara signifikan. Disimpulkan bahwa sikap ibu merupakan faktor yang berhubungan dengan imunisasi dasar lengkap di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Palas. Oleh karena itu, tenaga kesehatan perlu memperkuat komunikasi, informasi, dan edukasi secara berkelanjutan agar ibu semakin yakin dan patuh dalam melaksanakan imunisasi sesuai jadwal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI PCV LENGKAP PADA BAYI USIA 12-23 BULAN DI PUSKESMAS LONG BAWAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASIPCV LENGKAP PADA BAYI USIA 12-23 BULAN DI PUSKESMAS LONG BAWAN Mairisanti1 Prodi S1 Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan E mail: Mairisanti @ gmail.com ABSTRAK Imunisasi Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) sangat penting untuk melindungi bayi dari infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae yang memicu penyakit serius seperti pneumonia dan meningitis. Meskipun telah masuk program nasional, cakupan PCV secara global maupun nasional masih menghadapi tantangan berat akibat keterbatasan stok vaksin serta faktor kepatuhan masyarakat yang dipengaruhi oleh karakteristik ibu itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik ibu yang memberikan imunisasi PCV secara lengkap pada bayi usia 12-23 bulan di wilayah kerja Puskesmas Long Bawan Tahun 2026. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik total sampling dengan jumlah responden sebanyak 81 ibu yang memiliki bayi usia 12-23 bulan di wilayah kerja Puskesmas Long Bawan. Pengumpulan data sekunder dilakukan melalui observasi lembar catatan imunisasi pada Buku KIA. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat untuk menghasilkan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil analisis deskriptif menunjukkan karakteristik responden didominasi oleh kelompok usia reproduksi sehat 20-35 tahun sebanyak 57 orang (70,4%), tingkat pendidikan menengah (SMA) dan tinggi (Perguruan Tinggi) dengan proporsi seimbang masing-masing 33 orang (40,7%), serta mayoritas berstatus tidak bekerja/Ibu Rumah Tangga (IRT) sebanyak 52 orang (64,2%). Berdasarkan paritas, sebagian besar responden merupakan kelompok multipara (memiliki lebih dari satu anak) yaitu sebanyak 56 orang (69,1%). Evaluasi status imunisasi menunjukkan bahwa seluruh bayi (100%) dari 81 responden telah mendapatkan imunisasi PCV secara lengkap (3 dosis. Hasil penelitian dapat menjadi sumber informasi untuk meningkatkan cakupan imunisasi PCV di Wilayah Kerja Puskesmas Long Bawan. Kata Kunci: Usia, Pendidikan, Pekerjaan, Paritas, Imunisasi PVC

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI PCV LENGKAP PADA BAYI USIA 12-23 BULAN DI PUSKESMAS LONG BAWAN

2026•

GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASIPCV LENGKAP PADA BAYI USIA 12-23 BULAN DI PUSKESMAS LONG BAWAN Mairisanti1 Prodi S1 Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan E mail: Mairisanti @ gmail.com ABSTRAK Imunisasi Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) sangat penting untuk melindungi bayi dari infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae yang memicu penyakit serius seperti pneumonia dan meningitis. Meskipun telah masuk program nasional, cakupan PCV secara global maupun nasional masih menghadapi tantangan berat akibat keterbatasan stok vaksin serta faktor kepatuhan masyarakat yang dipengaruhi oleh karakteristik ibu itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik ibu yang memberikan imunisasi PCV secara lengkap pada bayi usia 12-23 bulan di wilayah kerja Puskesmas Long Bawan Tahun 2026. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik total sampling dengan jumlah responden sebanyak 81 ibu yang memiliki bayi usia 12-23 bulan di wilayah kerja Puskesmas Long Bawan. Pengumpulan data sekunder dilakukan melalui observasi lembar catatan imunisasi pada Buku KIA. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat untuk menghasilkan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil analisis deskriptif menunjukkan karakteristik responden didominasi oleh kelompok usia reproduksi sehat 20-35 tahun sebanyak 57 orang (70,4%), tingkat pendidikan menengah (SMA) dan tinggi (Perguruan Tinggi) dengan proporsi seimbang masing-masing 33 orang (40,7%), serta mayoritas berstatus tidak bekerja/Ibu Rumah Tangga (IRT) sebanyak 52 orang (64,2%). Berdasarkan paritas, sebagian besar responden merupakan kelompok multipara (memiliki lebih dari satu anak) yaitu sebanyak 56 orang (69,1%). Evaluasi status imunisasi menunjukkan bahwa seluruh bayi (100%) dari 81 responden telah mendapatkan imunisasi PCV secara lengkap (3 dosis. Hasil penelitian dapat menjadi sumber informasi untuk meningkatkan cakupan imunisasi PCV di Wilayah Kerja Puskesmas Long Bawan. Kata Kunci: Usia, Pendidikan, Pekerjaan, Paritas, Imunisasi PVC

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN MEDIASI STRES KERJA PADA PENGARUH KONFLIK PEKERJAAN KELUARGA TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI PUSKESMAS 24 JAM DI KABUPATEN MALINAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konflik pekerjaan–keluarga terhadap kepuasan kerja pegawai Puskesmas yang melaksanakan layanan 24 jam di Kabupaten Malinau, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui stres kerja sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai Puskesmas layanan 24 jam di Kabupaten Malinau, dengan jumlah sampel sebanyak 110 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan aplikasi SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik pekerjaan–keluarga berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja dan berpengaruh positif signifikan terhadap stres kerja. Selanjutnya, stres kerja terbukti berpengaruh negatif signifikan terhadap kepuasan kerja. Hasil pengujian mediasi menunjukkan bahwa stres kerja mampu memediasi secara parsial pengaruh konflik pekerjaan–keluarga terhadap kepuasan kerja. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa stres kerja merupakan mekanisme psikologis penting yang menjelaskan hubungan antara konflik pekerjaan–keluarga dan kepuasan kerja. Oleh karena itu, pengelolaan konflik peran dan stres kerja menjadi aspek strategis dalam meningkatkan kepuasan kerja pegawai Puskesmas layanan 24 jam, khususnya di wilayah terpencil seperti Kabupaten Malinau.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN PELATIHAN PEGAWAI, PENGEMBANGAN KARIR, MOTIVASI KERJA DAN KARAKTERISTIK PEKERJAAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN MALINAU

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berguna dalam penganalisisan pengaruh pelatihan pegawai, pengembangan karir, dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Perhubungan Kabupaten Malinau, serta peran karakteristik pekerjaan dalam memoderasi hubungan antar variabel tersebut. Pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner yang diisi oleh 110 responden merupakan metode yang dipakai. Analisis data dengan teknik pendekatan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan pegawai berkontribusi secara positif dan signifikan terhadap kinerja mereka. Pengembangan karir pun memiliki pengaruh positif yang signifikan. Namun, motivasi kerja tidak memengaruhi kinerja pegawai secara signifikan, meskipun secara deskriptif motivasi kerja responden berada pada kategori tinggi. Dalam hal moderasi, karakteristik pekerjaan tidak memoderasi hubungan antara pelatihan pegawai dan kinerja karyawan. Temuannya mengungkapkan bahwa pelatihan memiliki pengaruh langsung terhadap kinerja tanpa dipengaruhi oleh variasi karakteristik pekerjaan. Sebaliknya, karakteristik pekerjaan terbukti memoderasi hubungan antara pengembangan karir dan kinerja pegawai, yakni pekerjaan yang menyediakan peluang untuk menggunakan banyak keterampilan, memiliki tanggung jawab yang jelas, memberi dampak signifikan, dan memberikan kebebasan dalam pengambilan keputusan memperkuat pengaruh pengembangan karir terhadap kinerja. Karakteristik pekerjaan tidak memoderasi hubungan antara motivasi kerja dan kinerja pegawai, yang mengindikasikan bahwa motivasi kerja lebih bersifat independen dalam memengaruhi kinerja.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Pekerjaan Dan Dukungan Keluarga Terhadap Pemberian ASI Eksklusif Usia 0-6 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan

2024•

Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan alami pertama bayi yang mengandung semua energi dan nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi di bulan pertama kehidupan. Menurut WHO sekitar 44% bayi yang berusia 0-6 bulan mendapatkan ASI eksklusif yang optimal, sedangkan target WHO di tahun 2025 sebesar 50%. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tarakan pada tahun 2023 pencapaian sampai akhir Desember 2023 sekitar 64,60% ASI eksklusif. Target nasional bayi usia 0-6 bulan mendapatkan ASI eksklusif belum mencapai target 80%. Salah satu faktor yang mempengaruhi yaitu pekerjaan dan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui hubungan pekerjaan dan dukungan keluarga terhadap pemberian ASI eksklusif usia 0-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini ada ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan dari bulan September 2023-Februari 2024 dengan jumlah 139 ibu menyusui. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 58 responden dengan teknik nonprobability menggunakan metode random sampling. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil uji chi square diperoleh nilai p-value pekerjaaan sebesar 0,0070,05 dan dukungan keluarga sebersar 0,0000,05, sehingga dapat di simpulkan ada hubungan pekerjaan dan dukungan keluarga terhadap pemberian ASI eksklusif usia 0-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENDEKATAN PATH ANALISIS UNTUK MENINGKATKAN SEMANGAT KERJA PEGAWAI DI KELURAHAN NUNUKAN PADA KECAMATAN NUNUKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Isu terkait kinerja pegawai di instansi pemerintah merupakan hal yang sangat menarik untuk diteliti, karena kinerja pegawai pemerintah saat ini dinilai masih kurang baik oleh sebagian masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang dapat meningkatkan kinerja tersebut melalui semangat kerja sebagai variabel dependen serta karakteristik pekerjaan, kompensasi, motivasi sebagai variabel independent dan mediasi. Penelitian ini menggunakan analisis jalur atau path analysis menggunakan software smart PLS, jumlah responden sebanyak 96 yang didapatkan dengan survey menggunakan metode Non probability sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa. (1) Karakteristik Pekerjaan dan Kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap semangat kerja. (2) Karakteristik Pekerjaan dan Kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Motivasi (3). Motivasi berpengaruh posistif dan signifikan terhadap semangat kerja. (4) Karakteristik Pekerjaan dan Kompensasi yang dimediasi oleh variabel Motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Semangat Kerja.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KOMPENSASI DAN E-RECRUITMENT DALAM MINAT MELAMAR PEKERJAAN PADA "GENERASI MILLENIAL" (STUDI PADA ALUMNI UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN FAKULTAS EKONOMI)

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

TUJUAN PENELITIAN INI ADALAH UNTUK MENGETAHUI APAKAH KOMPENSASI DAN E-RECRUITMENT DAPAT MENARIK CALON KARYAWAN GENERASI MILLENNIAL DALAM BEKERJA DAN APAKAH PEMANFAATAN INTERNET YANG TELAH MENJADI POLA HIDUP ATAU KEBIASAAN MILLENNIAL DAPAT MEMBANTU MEREKA MENEMUKAN PEKERJAAN YANG MEREKA INGINKAN. HIPOTESIS DALAM PENELITIAN INI ADALAH ADANYA KOMPENSASI BERPENGARUH POSITIF TERHADAP MINAT MELAMAR BEKERJA DAN E-RECRUITMENT BERPENGARUH POSITIF TERHADAP MINAT MELAMAR PEKERJAAN. PADA PENELITIAN INI MENGGUNAKAN PENDEKATAN KUANTITATIF DENGAN METODE SURVEY. TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL YAITU MENGGUNAKAN PURPOSIVE SAMPLING RESPONDEN DALAM PENELITIAN INI ADALAH ALUMNI UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN YAITU BERJUMLAH 212 ORANG DARI JURUSAN MANAJEMEN DAN EKONOMI PEMBANGUNAN. LALU DIANALISIS MENGGUNAKAN SPSS YAITU UJI T. HASIL PENELITIAN INI MENUNJUKKAN BAHWA KOMPENSASI BERPENGARUH POSITIF TERHADAP MINAT MELAMAR PEKERJAAN DAN E-RECRUITMENT JUGA BERPENGARUH POSITIF TERHADAP MINAT MELAMAR PEKERJAAN. THE PURPOSE OF THIS STUDY IS TO FIND OUT WHETHER COMPENSATION AND E-RECRUITMENT CAN ATTRACT MILLENNIAL PROSPECTIVE EMPLOYEES TO WORK AND WHETHER THE USE OF THE INTERNET WHICH HAS BECOME A MILLENNIAL LIFESTYLE CAN HELP THEM TO FIND THE JOB THEY WANT. THE HYPOTHESIS IN THIS STUDY IS THAT COMPENSATION HAS A POSITIVE EFFECT ON INTEREST APPLYING FOR A JOB AND E-RECRUITMENT GIVES A POSITIVE EFFECT TOWARD THE INTEREST IN APPLYING A JOB. THIS STUDY USED A QUANTITATIVE APPROACH TO SURVEY METHOD. SAMPLING TECHNIQUE THAT IS USING PURPOSIVE SAMPLING, THE RESPONDENTS IN THIS STUDY WERE ALUMNI BORNEO UNIVERSITY OF TARAKAN WITH THE TOTAL OF 212 PEOPLE FROM THE MANAGEMENT AND ECONOMIC DEVELOPMENT MAJORS. IT ANALYZED BY USING SPSS AS THE T TEST. THE RESULT OF THIS STUDY INDICATE THAT COMPENSATION HAS A POSITIVE EFFECT ON INTEREST IN APPLYING FOR A JOB AND E-RECRUITMENT ALSO HAS A POSITIVE EFFECT ON INTEREST IN APPLYING FOR A JOB.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail