Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: ASI EKSKLUSIF
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN RIWAYAT PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN HASIL KUESIONER PRA SKRINING PERKEMBANGAN PADA BAYI USIA 6 – 9 BULAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

HUBUNGAN RIWAYAT PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN HASIL KUESIONER PRA SKRINING PERKEMBANGAN PADA BAYI USIA 6 – 9 BULAN ABSTRAK Perkembangan bayi merupakan proses bertambahnya kemampuan motorik, bahasa, sosial, dan kemandirian yang sangat dipengaruhi oleh faktor nutrisi, salah satunya melalui pemberian ASI Eksklusif. ASI Eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan mengandung zat gizi penting yang berperan dalam pertumbuhan serta perkembangan otak dan sistem saraf bayi. Cakupan ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Sebengkok masih tergolong rendah yaitu 58,01%, dan masih ditemukan bayi usia 6–9 bulan dengan gangguan perkembangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat pemberian ASI Eksklusif dengan hasil Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) pada bayi usia 6–9 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sebengkok. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel penelitian sebanyak 40 bayi usia 6–9 bulan yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi riwayat pemberian ASI Eksklusif dan KPSP. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square OR 0,120. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok bayi yang mendapatkan ASI Eksklusif, sebagian besar memiliki perkembangan sesuai sebesar 79,2%, sedangkan pada kelompok yang tidak mendapatkan ASI Eksklusif, sebagian besar mengalami perkembangan tidak sesuai sebesar 68,8%. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,002 (p 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat pemberian ASI Eksklusif dengan hasil KPSP pada bayi usia 6–9 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sebengkok tahun 2026.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

hubungan pengetahuan ibu dan dukungan suami dengan pemberian asi eksklusif di pusksemas setabu tahun 2026

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Pemberian ASI eksklusif merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan status kesehatan dan pertumbuhan bayi. Namun, cakupan ASI eksklusif masih dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya pengetahuan ibu dan dukungan suami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dan dukungan suami dengan pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Setabu tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 30 responden ibu yang memiliki bayi usia 6–12 bulan yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berusia 20–35 tahun sebanyak 35 orang (87,5%), berpendidikan SMA sebanyak 21 orang (52,5%), dan merupakan ibu rumah tangga sebanyak 21 orang (52,5%). Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik tentang ASI eksklusif sebanyak 23 orang (57,5%) dan mendapatkan dukungan suami yang baik sebanyak 22 orang (55%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan ibu dengan pemberian ASI eksklusif dengan nilai p=0,012 serta terdapat hubungan signifikan antara dukungan suami dengan pemberian ASI eksklusif dengan nilai p=0,026. Perlunya peningkatan edukasi kesehatan serta keterlibatan suami dalam mendukung ibu selama proses menyusui untuk meningkatkan keberhasilan ASI eksklusif.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Pekerjaan Dan Dukungan Keluarga Terhadap Pemberian ASI Eksklusif Usia 0-6 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan

2024•

Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan alami pertama bayi yang mengandung semua energi dan nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi di bulan pertama kehidupan. Menurut WHO sekitar 44% bayi yang berusia 0-6 bulan mendapatkan ASI eksklusif yang optimal, sedangkan target WHO di tahun 2025 sebesar 50%. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tarakan pada tahun 2023 pencapaian sampai akhir Desember 2023 sekitar 64,60% ASI eksklusif. Target nasional bayi usia 0-6 bulan mendapatkan ASI eksklusif belum mencapai target 80%. Salah satu faktor yang mempengaruhi yaitu pekerjaan dan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui hubungan pekerjaan dan dukungan keluarga terhadap pemberian ASI eksklusif usia 0-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini ada ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan dari bulan September 2023-Februari 2024 dengan jumlah 139 ibu menyusui. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 58 responden dengan teknik nonprobability menggunakan metode random sampling. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil uji chi square diperoleh nilai p-value pekerjaaan sebesar 0,0070,05 dan dukungan keluarga sebersar 0,0000,05, sehingga dapat di simpulkan ada hubungan pekerjaan dan dukungan keluarga terhadap pemberian ASI eksklusif usia 0-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS LONG LOREH

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendidikan kesehatan atau promosi kesehatan adalah suatu bentuk intervensi atau upaya yang ditujukan kepada perilaku, agar perilaku tersebut kondusif untuk kesehatan. ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja tanpa tambahan makanan apapun pada anak dari 0-6 bulan. Faktor yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif yaitu pengetahuan dan sikap ibu. Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia tahun 2019, cakupan ASI eksklusif di Indonesia 6 bulan sebesar 50%, belum memenuhi target kemenkes RI yaitu 80%. Tujuan penelitian adalah untuk diketahuinya hubungan pendidikan kesehatan dengan pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif di wilayah kerja UPTD Puskesmas Long Loreh tahun 2024. Desain penelitian kuantitatif menggunakan rancangan eksperimen dengan pendekatan one group pretest and posttest design. Sampel penelitian ini ibu yang menyusui atau mempunyai bayi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Long Loreh dengan Total Sampling, berjumlah 55 ibu. Teknik analisis data dengan uji statistic Uji chi square (α=0,05). Hasil penelitian univariat: pengetahuan sebelum pendidikan kesehatan yaitu pengetahuan baik hanya (27,3%), pengetahuan cukup (50,9%) dan kurang baik sebesar (21,8%), setelah pendidikan kesehatan pengetahuan baik meningkat menjadi (72,7%), dan pengetahuan cukup (27,3%).Berdasarkan uji statistic chi square didapatkan hasil p0,004 (p0,05) yang artinya ada hubungan antara pendidikan kesehatan dengan pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Simpulan penelitian: pendidikan kesehatan bisa dilakukan terhadap ibu disetiap posyandu agar menambah pengetahuan dan memberikan sikap positif dalam memberikan ASI eksklusif pada anak dari 0-6 bulan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN ASI PEMBERIAN ASI EKSLUSIF TERHADAP KEJADIAN STUNTING

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Stunting merupakan kondisi dimana balita dinyatakan memiliki panjang atau tinggi yang pendek dibanding dengan umur. Faktor penyebab stunting antara lain ; kondisi kesehatan dan gizi ibu sebelum dan saat kehamilan serta setelah persalinan, postur tubuh ibu (pendek), jarak kehamilan yang terlalu dekat, ibu yang terlalu muda, terlalu tua, terlalu sering melahirkan, serta asupan nutrisi yang kurang pada saat kehamilan, tidak terlaksananya Inisiasi Menyusui Dini (IMD), gagalnya pemberian ASI Eksklusif, dan proses penyapihan dini, kuantitas, kualitas, dan keamanan pangan MP-ASI yang diberikan dapat menjadi salah satu faktor terjadinya stunting (Situasi Balita Pendek (Stunting) di Indonesia, 2018). Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubugan Asi ekslusif dengan kejadian stunting pada balita di Puskesmas Sebengkok Kota Tarakan. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitik, dengan pendekatan dengan cross sectional. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 46 balita dan sampel 31 balita dengan menggunakan teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling yaitu dengan cara purposive sampling. Dari penelitian yang penulis lakukan terdapat 23 balita yang tidak diberikan ASI Eksklusif kemudian 8 balita yang diberikan ASI Eksklusif sehingga dari hasil uji chi-square terdapat hubungan pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian stunting pada balita di Puskesmas sebengkok yang didapatkan hasil p-value = 0,000 yang memiliki arti H1 diterima.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail