ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Asuhan kebidanan Continuity of Care merupakan asuhan yang diberikan secara berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana. Asuhan ini bertujuan untuk memantau kondisi ibu dan bayi secara menyeluruh sehingga faktor risiko maupun komplikasi dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin. Laporan ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan asuhan kebidanan Continuity of Care pada Ny. W usia 37 tahun G4P3A0 di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan. Metode yang digunakan adalah Literature Review Based Case dengan pendekatan Continuity of Care. Asuhan diberikan sejak usia kehamilan 38 minggu hingga pelayanan keluarga berencana. Hasil asuhan menunjukkan bahwa selama kehamilan kondisi ibu dan janin dalam keadaan normal meskipun ibu memiliki faktor risiko berupa usia lebih dari 35 tahun, multiparitas, dan riwayat hipertensi. Persalinan berlangsung spontan dan fisiologis sesuai standar Asuhan Persalinan Normal. Masa nifas berjalan normal pada kunjungan pertama sampai kunjungan ketiga, namun pada kunjungan keempat hari ke-30 masa nifas ditemukan kenaikan tekanan darah dan telah ditangani sesuai kebutuhan sehingga kondisi ibu kembali normal. Bayi baru lahir dalam keadaan sehat, cukup bulan, menangis kuat dan tonus otot akif, serta menunjukkan pertumbuhan dan adaptasi yang normal selama masa neonatal. Pada pelayanan keluarga berencana, ibu memilih Metode Amenore Laktasi (MAL) sebagai metode kontrasepsi yang sesuai dengan kondisi kesehatannya. Dapat disimpulkan bahwa asuhan kebidanan Continuity of Care pada Ny. W telah dilaksanakan sesuai standar pelayanan kebidanan. Diharapkan pelayanan Continuity of Care dapat terus diterapakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Asuhan kebidanan komprehensif (Continuity of Care) merupakan pelayanan berkesinambungan yang diberikan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, neonatus, hingga keluarga berencana untuk mendeteksi secara dini komplikasi serta meningkatkan kesehatan ibu dan bayi. Tujuan laporan tugas akhir ini adalah memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. F usia 27 tahun G3P2A0 di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan Continuity of Care menggunakan manajemen kebidanan dan pendokumentasian SOAP. Asuhan dilakukan mulai kehamilan trimester III, persalinan, nifas, bayi baru lahir, neonatus, hingga pelayanan keluarga berencana melalui anamnesis, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Hasil asuhan menunjukkan kehamilan berlangsung fisiologis. Persalinan berlangsung spontan tanpa komplikasi. Masa nifas berjalan normal dengan involusi uterus dan proses laktasi yang baik. Bayi lahir dengan berat badan 3.200 gram, mampu beradaptasi dengan baik, memperoleh ASI eksklusif, dan tumbuh sesuai usia pada kunjungan neonatal. Pada akhir masa nifas, ibu memilih menggunakan kontrasepsi implant. Asuhan kebidanan komprehensif yang diberikan sesuai standar pelayanan mampu mendukung kesehatan ibu dan bayi serta mencegah terjadinya komplikasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Kehamilan pada wanita dengan usia ≥35 tahun yang disertai interval kehamilan yang panjang merupakan salah satu kondisi yang tergolong berisiko tinggi karena berpotensi meningkatkan terjadinya komplikasi pada masa kehamilan, persalinan, nifas, maupun periode neonatal. Kondisi tersebut memerlukan pelayanan kebidanan yang menyeluruh, berkesinambungan, dan berorientasi pada kebutuhan ibu serta bayi agar setiap faktor risiko dapat dikenali dan ditangani sedini mungkin. Salah satu upaya yang dapat diterapkan adalah pendekatan Continuity of Care (CoC), yaitu pemberian asuhan secara berkesinambungan sejak masa kehamilan hingga pelayanan keluarga berencana. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. S usia 40 tahun dengan status obstetri G3P2A0 di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan. Metode yang digunakan dalam studi kasus ini adalah pendekatan deskriptif melalui pemberian asuhan kebidanan secara berkesinambungan. Asuhan dilaksanakan mulai dari masa kehamilan trimester III, proses persalinan, perawatan bayi baru lahir, masa nifas, hingga pelayanan kontrasepsi. Seluruh proses asuhan mengacu pada tujuh langkah manajemen kebidanan Varney dan didokumentasikan menggunakan format Subjective, Objective, Assessment, dan Plan (SOAP). Data diperoleh melalui anamnesis, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, serta telaah dokumentasi yang kemudian dianalisis dengan membandingkan hasil praktik terhadap teori dan standar pelayanan kebidanan yang berlaku. Hasil studi menunjukkan bahwa kehamilan berlangsung dalam kondisi fisiologis walaupun ibu memiliki faktor risiko berupa usia maternal lanjut dan jarak kehamilan yang cukup panjang. Selama kehamilan tidak ditemukan penyulit yang memerlukan tindakan rujukan. Persalinan berlangsung spontan pada kehamilan aterm dengan kondisi ibu stabil. Bayi lahir hidup, segera menangis, memiliki berat badan lahir 2.500 gram, mendapatkan Inisiasi Menyusu Dini (IMD), serta memperoleh pelayanan esensial bayi baru lahir sesuai standar. Masa nifas berlangsung normal yang ditandai dengan involusi uterus yang baik, pengeluaran lokia sesuai tahapan, produksi ASI yang lancar, serta tidak ditemukan tanda infeksi maupun perdarahan. Setelah mendapatkan konseling, ibu memilih menggunakan kontrasepsi suntik tiga bulan sebagai metode keluarga berencana pasca persalinan. Penerapan asuhan kebidanan komprehensif melalui pendekatan Continuity of Care memberikan manfaat dalam meningkatkan kualitas pemantauan kondisi ibu dan bayi, mempercepat identifikasi faktor risiko maupun komplikasi, serta peningkatan derajat kesehatan ibu dan bayi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi indikator penting derajat kesehatan masyarakat. Salah satu upaya penurunannya adalah melalui pelayanan kebidanan berkesinambungan (Continuity of Care). Pada kasus ini, Ny. N usia 25 tahun G3P2A0 usia kehamilan 38 minggu 2 hari memiliki LILA 23,5 cm yang berada pada ambang batas risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK), sehingga memerlukan pemantauan dan asuhan komprehensif. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan Continuity of Care dan manajemen kebidanan Varney yang didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Data diperoleh melalui anamnesis, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, dan studi dokumentasi di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan tahun 2026. Hasil menunjukkan bahwa kehamilan berlangsung baik meskipun LILA ibu berada pada ambang batas risiko KEK. Asuhan meliputi edukasi gizi, konsumsi tablet tambah darah, vitamin C, kalsium, serta pemantauan rutin. Persalinan berlangsung spontan tanpa komplikasi. Masa nifas berjalan fisiologis dengan involusi uterus normal dan produksi ASI lancar. Bayi lahir sehat, memperoleh pelayanan neonatal esensial, imunisasi HB-0, serta pemantauan tumbuh kembang sesuai standar. Pada pelayanan keluarga berencana, ibu memilih kondom sebagai kontrasepsi sementara. Analisis menunjukkan asuhan yang diberikan telah sesuai dengan teori dan standar pelayanan kebidanan. Kesimpulannya, asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. N dapat dilaksanakan secara berkesinambungan mulai dari kehamilan hingga keluarga berencana. Pendekatan Continuity of Care membantu deteksi dini faktor risiko, pencegahan komplikasi, serta peningkatan kesehatan ibu dan bayi. Oleh karena itu, ibu diharapkan menerapkan pola hidup sehat dan melakukan kontrol rutin, sedangkan tenaga kesehatan perlu terus meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan komprehensif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. H di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan dilaksanakan menggunakan pendekatan Continuity Of Care mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana. Hasil asuhan menunjukkan bahwa kehamilan berlangsung fisiologis meskipun ibu memiliki riwayat abortus, riwayat ketuban pecah dini, dan kenaikan berat badan selama kehamilan hanya 6 kg. Selama kehamilan tidak ditemukan komplikasi, tekanan darah, LILA, tinggi fundus uteri, denyut jantung janin, serta hasil pemeriksaan laboratorium berada dalam batas normal. Persalinan berlangsung normal dengan kondisi ibu dan bayi baik. Pada masa nifas, proses involusi uterus berlangsung sesuai fisiologis, tidak ditemukan tanda infeksi maupun perdarahan, serta produksi ASI berjalan lancar. Bayi baru lahir dalam kondisi sehat, mampu menyusu dengan baik, mengalami peningkatan berat badan, memperoleh imunisasi sesuai jadwal, dan tidak ditemukan tanda bahaya selama masa neonatus. Ibu juga telah mendapatkan konseling keluarga berencana dan memilih metode kontrasepsi sesuai kebutuhannya. Pembahasan menunjukkan bahwa penerapan asuhan kebidanan komprehensif sesuai standar pelayanan mampu mendukung deteksi dini faktor risiko, mencegah terjadinya komplikasi, serta mempertahankan kesehatan ibu dan bayi. Meskipun terdapat kesenjangan berupa kenaikan berat badan ibu yang belum sesuai rekomendasi, kondisi ibu dan janin tetap baik berdasarkan penilaian klinis dan pemeriksaan penunjang. Dengan demikian, pendekatan Continuity of Care terbukti memberikan manfaat dalam meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan dan menghasilkan luaran maternal serta neonatal yang optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Asuhan kebidanan komprehensif merupakan pelayanan berkesinambungan yang diberikan kepada ibu mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana. Tujuan dari asuhan ini adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dan bayi serta mendeteksi secara dini adanya komplikasi sehingga dapat mencegah terjadinya morbiditas dan mortalitas maternal maupun neonatal. Asuhan kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. E usia 26 tahun G2P0A1 telah dilaksanakan di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan mulai tanggal 30 Maret 2026 sampai dengan 18 Mei 2026. Metode yang digunakan dalam penyusunan asuhan kebidanan ini adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan Continuity of Care (CoC) dan Literature Review Based Case. Hasil asuhan pada masa kehamilan menunjukkan kondisi ibu dan janin dalam keadaan baik dengan keluhan fisiologis berupa nyeri pinggang trimester III yang dapat ditangani melalui edukasi dan penatalaksanaan nonfarmakologis. Persalinan tidak berlangsung secara pervaginam karena terjadi kala II memanjang, sehingga dilakukan tindakan Sectio Caesarea (SC) atas indikasi medis untuk menjaga keselamatan ibu dan bayi. Bayi baru lahir dengan kondisi baik, menangis spontan, berat badan 2800 gram, panjang badan 49 cm, dan nilai APGAR 8/9 yang menunjukkan adaptasi neonatal yang baik. Pada masa nifas, kondisi ibu berjalan fisiologis dengan involusi uterus normal, pengeluaran lochea sesuai fase, serta luka post SC dalam keadaan bersih tanpa tanda infeksi. Proses laktasi berlangsung baik dan ibu mampu menyusui secara eksklusif. Pada pelayanan keluarga berencana, ibu telah diberikan konseling dan memilih kontrasepsi suntik 3 bulan sebagai metode penundaan kehamilan. Kesimpulan dari pelaksanaan asuhan kebidanan ini adalah bahwa seluruh pelayanan Continuity of Care pada Ny. E telah berjalan sesuai standar kebidanan, kebutuhan klien terpenuhi, serta tidak ditemukan kesenjangan yang berarti antara teori dan praktik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Nabila, 1740701029, Laporan Tugas Akhir Asuhan kebidanan Komprehensif Pada Ny.S G1P0A0 Dengan Sectio Cesarea (SC) di Wilayah Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan Tahun 2019, Pembimbing I Nurul Hidayatun J, S,SiT., M.Keb. Pembimbing II Ratnanengsih. S.ST.,M.Keb RINGKASAN Berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 2015 Angka Kematian Ibu (AKI) diseluruh dunia diperkirakan 216/100.000 kelahiran hidup dan angka kematian neonatal turun 47% menjadi 19/1000 kelahiran hidup. Metode yang digunakan adalah melakukan asuhan komprehensif dari masa kehamilan selama 4 kali kunjungan dengan standar pelayanan 10 T, pertolongan persalinan dengan menggunakan 60 langkah, nifas dilakukan 3 kali kunjungan dan bayi baru lahir dilakukan 3 kali kunjungan. Asuhan kebidanan Komprehensif terhadap Ny.S umur 24 tahun G1P0A0, pada saat melakukan kunjungan awal pada Ny.S pada tanggal 09-11-2019 usia kehamilan 37 minggu 6 hari. Selanjutnya, kunjungan ulang I tanggal 16-11-2019. Asuhan kebidanan ibu bersalin pada Ny.S UK 41 minggu pada tanggal 31- November-2019 pukul 16:50 WITA, pada kala I fase laten pembukaan 2-3 cm berlangsung 4 jam dari pukul 16:50 WITA – 20:50 WITA kala 1 fase aktif pembukaan 5-6 cm, pada tanggal 01-12-2019 PUKUL 01:00 Pembukaan 10 cm tetapi kepala bayi belum turun, pukul 03:00 dilakukan persiapan rujukan ke RSUD Tarakan, pukul 04:00 WITA tiba di IGD RSUD Tarakan, pukul 04:40 WITA Ny.S tiba di ruang Bougenvile dan dilakukan persiapan SC, pukul 11:30 Ny.S diantar ke ruang operasi, bayi lahir pukul 13:15 WITA JK laki-laki, kala III 5 menitplasenta lahir lengkap pukul 13:20 WITA, kalaIV 2 jam dan keadaan ibu baik. Kunjungan nifas 3 kali, yaitu KF1 01-12-2019 pukul 19.30 WITA di dapatkan keluahan yang ibu rasakan perut masih mules dan nyeri pada luka operasi, TFU sepusat dan keadaan ibu baik,KF2 dilakukan pada hari ke-11 pada tanggal 11-12-2019 pukul 09.00 WITA, TFU 3 jari di atas simfisis dan keadaan ibu baik,KF3 dilakukan pada hari ke-20 post partum tanggal 20-12-2019 pukul 09.30 WITA TFU tidak teraba dan keadaan ibu baik. Sesudah 2 jam bayi lahir dilakukan pengukuran BB 3150 gram,PB 49 cm, LK/LD : 31/32 cm, KN dilakukan 3 kali, yaitu KN1 pada tanggal 01-12-2019 pukul 19.30 WITA terdapat caput succedaneum dan tidak ada tanda bahaya BBL, KN2 pada tanggal 11-12-2019 pukul 11:30 WITA pemberian ASI baik, BAB warna kuning, tali pusat lepas dan keadaan bayi baik,KN3 pada tanggal 20-12-2019 pukul 10.00 WITA keadaan bayi baik. Asuhan Kebidanan Komprehensif telah dilakukan pada Ny. S sejak masa kehamilan, bersalin, nifas, bayi baru lahir dan neonatus dan didokumentasi melalui metode SOAP. Sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan sehingga memberikan asuhan yang lebih baik sesuai dengan standar asuhan kebidanan serta dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan kesehatan agar dapat menerapkan asuhan kebidanan sesuai dengan teori. Kata kunci : Asuhan Kehamilan, Persalinan, Bayi Baru Lahir, Nifas, Keluarga Berencana.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Noni Astriani. 1730701004. Laporan Kasus Asuhan Kebidanan Pada Ny. J G2P1A0 Di Wilayah Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan tahun 2020. Pembimbing I Agus Purnamasari, SST., M.Keb. Pembimbing II Ririn Ariyanti, S.Si.T., M.Keb Abstrack Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2017, angka kematian ibu dalam masa kehamilan, persalinan, nifas adalah sebanyak 216 per 100.000 kelahiran hidup. Tujuan laporan tugas akhir (LTA) untuk memberikan asuhan kebidaan secara komprehensif pada ibu hamil, bersalin, nifas dan bayi baru lahir (BBL) dengan pendekatan manajemen asuhan kebidanan melalui 7 langkah varney dan pendokumentasian melalui SOAP. Asuhan dilakukan pada Ny. J usia 26 tahun G2P1A0 sesuai dengan kemenkes RI (2013) pada 3 kali ANC selama trimester III, dimana ANC I kadar Protein Urine (-), pada TM II ibu mengeluh sesak napas dan sering BAK, pada saat melakukan ANC III sesak napas dan sering BAK ibu telah berkurang. Persalinan terjadi pada usia kehamilan 40 minggu 2 hari, kala I fase aktif berlangsung 12 jam 30 menit pukul 15.00 WITA - 02.30 WITA, kala lI 10 menit bayi lahir spontan 02.40 WITA, JK: laki-laki, kala IIl 10 menit plasenta lahir lengkap pukul 02.50 WITA, kala IV 2 jam. Kunjungan nifas 4 kali, yaitu KFI, KF 2, KF 3 dan KF 4 tidak terjadi masalah selama masa nifas. Bayi baru lahir, pada kunjungan neonatal dilakukan 3 kali, yaitu KN 1, KN 2 dan KN 3, tidak ditemukan masalah selama pada masa kunjungan neonatal. Asuhan komprehensif ini telah dilakukan pada masa kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir. Hasilnya tidak didapatkan masalah pada masa kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir. Diharapkan hasil Laporan Tugas Akhir ini dapat menjadi sumber informasi yang dapat meningkat kanpengetahuan mahasiswi tentang asuhan komprehensif pada ibu hamil, persalinan, nifas dan bayi baru lahir sehingga dapat dilakukan upaya pengembangan penulisan Laporan Tugas Akhir selanjutnya.