Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

24 hasil
Subjek: Belanja Modal
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Belanja Pemerintah Daerah Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Di Provinsi Kalimantan Utara (Studi Kasus Belanja: Modal, Pegawai, Dan Bantuan Sosial)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Alokasi belanja pegawai yang jauh lebih besar dibanding belanja bantuan sosial dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Utara memunculkan keraguan atas efektivitas belanja daerah dalam menekan kemiskinan dan pengangguran periode 2018–2024. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh efektivitas belanja modal, belanja pegawai, dan belanja bantuan sosial terhadap kemiskinan dan pengangguran di lima Kabupaten/Kota beserta Provinsi Kalimantan Utara, secara parsial maupun simultan, melalui regresi data panel dengan aplikasi EViews 14. Hasil uji spesifikasi model menetapkan Fixed Effect Model (FEM) untuk kemiskinan dan Random Effect Model (REM) untuk pengangguran. Efektivitas belanja bantuan sosial terbukti paling konsisten mendorong kesejahteraan, berpengaruh negatif terhadap kemiskinan meski belum signifikan, dan berpengaruh negatif signifikan terhadap pengangguran. Efektivitas belanja modal signifikan menekan pengangguran namun belum signifikan terhadap kemiskinan, sementara efektivitas belanja pegawai tidak berpengaruh signifikan terhadap keduanya. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan maupun pengangguran, dengan model menjelaskan variasi sebesar 94,52% dan 29,35%. Temuan ini menegaskan pentingnya ketepatan sasaran bantuan sosial serta pengalihan belanja modal ke program padat karya agar belanja daerah lebih efektif menekan kemiskinan dan pengangguran di Provinsi Kalimantan Utara.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Belanja Modal, Tingkat Pengangguran Terbuka dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Kemiskinan di Provinsi Kalimantan Utara.

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Maharika Putri (NIM: 2240402105) ”PENGARUH BELANJA MODAL, TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP KEMISKINAN DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA”. Skripsi, Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Borneo Tarakan, 2026. Pembimbing Dr. Zakaria Basran, S.E., M.Si Kemiskinan Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara masih menjadi persoalan penting meskipun daerah ini memiliki potensi sumber daya alam yang besar, sehingga perlu dikaji faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh belanja modal, tingkat pengangguran terbuka, dan pertumbuhan ekonomi terhadap kemiskinan Kabupaten/Kota di Kalimantan Utara baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder tahun 2019-2025 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Provinsi Kalimantan Utara, dianalisis menggunakan regresi data panel dengan program E-views 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial belanja modal dan tingkat pengangguran terbuka berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan, sedangkan pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemerintah daerah perlu mengoptimalkan belanja modal yang tepat sasaran dan menekan tingkat pengangguran guna mendukung penurunan kemiskinan secara berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Jumlah Penduduk, Tenaga Kerja Dan Belanja Modal Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Kabupaten/Kota Di Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2019-2025

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis sejauh mana pengaruh jumlah penduduk, tenaga kerja, dan belanja modal terhadap pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota di wilayah Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder berupa jumlah penduduk, tenaga kerja, belanja modal, dan pertumbuhan ekonomi selama periode 2019 hingga 2025. Data tersebut diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) serta Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK). Pengolahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menerapkan metode regresi data panel menggunakan bantuan perangkat lunak E-Views versi 14. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan, diketahui bahwa secara parsial, variabel tenaga kerja dan belanja modal memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota di Kalimantan Utara, sedangkan variabel jumlah penduduk tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi tersebut. Sementara itu, secara simultan, ketiga variabel yang diteliti, yaitu jumlah penduduk, tenaga kerja, dan belanja modal, terbukti berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis pengaruh belanja modal di sektor kesehatan dan pendidikan terhadap indeks pembangunan manusia di wilayah Indonesia bagian tengah tahun 2018-2025

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh belanja modal sektor kesehatan dan belanja modal sektor pendidikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di wilayah Indonesia bagian tengah periode 2018–2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) periode 2018–2025. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi data panel dengan bantuan program EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model terbaik yang terpilih adalah Random Effect Model (REM). Secara parsial, belanja modal sektor kesehatan tidak berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di wilayah Indonesia bagian tengah, sedangkan belanja modal sektor pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di wilayah Indonesia bagian tengah. Secara simultan, belanja modal sektor kesehatan dan belanja modal sektor pendidikan berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di wilayah Indonesia bagian tengah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Belanja Modal, Indeks Pembangunan Manusia, dan Upah Minimum Provinsi Terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Kalimantan Tahun 2017-2024

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Permasalahan Tingkat Pengangguran Terbuka masih menjadi isu penting dalam pembangunan ekonomi daerah, terutama karena berkaitan dengan kebijakan pemerintah, kualitas SDM, serta kebijakan upah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui, Pengaruh Belanja Modal, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Upah Minimum Provinsi (UMP) terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Kalimantan secara parsial maupun simultan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Tahun 2017-2024. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi data panel dengan menggunakan program software Eviews 13 dengan model terbaik (FEM). Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan (1) Secara parsial Belanja Modal tidak berpengaruh dan tidak signifikian terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di kalimantan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Kalimantan Tahun 2017-2024, Sedangkan Upah Minimum Provinsi (UMP) berpengaruh dan signifikan terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Kalimantan Tahun 2017-2024. (2) Secara simultan Belanja Modal, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Upah Minimum Provinsi (UMP) berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Kalimantan Tahun 2017-2024.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh belanja modal, tenaga kerja dan investasi swasta terhadap produk domestik regional bruto di provinsi kalimantan utara 2018-2024

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh belanja modal, tenaga kerja, dan investasi swasta secara parsial dan simultan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK), dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) di Provinsi Kalimantan Utara selama periode 2018–2024. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi data panel dengan bantuan program E-Views 13 menggunakan pendekatan Fixed Effect Model (FEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel belanja modal dan investasi swasta berpengaruh positif dan signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), sedangkan variabel tenaga kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Provinsi Kalimantan Utara. Secara simultan, variabel belanja modal, tenaga kerja, dan investasi swasta berpengaruh signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Provinsi Kalimantan Utara. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu acuan bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan efektivitas alokasi belanja modal, mendorong peningkatan investasi swasta, serta meningkatkan kualitas tenaga kerja guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Provinsi Kalimantan Utara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Belanja Modal, Pendapatan Asli Daerah, dan Tenaga Kerja terhadap Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Kalimantan Utara

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pembangunan ekonomi daerah merupakan proses yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pertumbuhan ekonomi, peningkatan pendapatan daerah, serta perluasan kesempatan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh belanja modal, Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan tenaga kerja terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara tahun 2016–2024. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan bantuan program Eviews. Hasil analisis, diperoleh model terbaik yaitu Fixed Effect Model (FEM) dengan persamaan regresi: lnYit = 4,159825 – 0,019365lnX1it + 0,185266lnX2it + 0,402261lnX3it– 0,171885D1 – 0,098997D2 – 0,223726D3 + 0,113108D4 + 0,381500D5 + εit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial belanja modal dengan nilai signifikansi 0,1165 > 0,05 berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap PDRB. PAD dan tenaga kerja memiliki nilai signifikansi 0,0000 0,05 berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB. Secara simultan, ketiga variabel tersebut memiliki nilai probabilitas F sebesar 0,0000 0,05 berpengaruh signifikan terhadap PDRB. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,99 menunjukkan bahwa sebesar 99% variasi PDRB dapat dijelaskan oleh variabel belanja modal, PAD, dan tenaga kerja, sedangkan sisanya sebesar 1% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

pendapatan asli daerah, dana perimbangan, dan belanja modal terhadap produk domestik regional bruto provinsi kalimantan utara

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan, dan Belanja Modal terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Provisi Kalimantan Utara pada tahun 2016–2025. Data penelitian menggunakan data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK). Metode analisis menggunakan regresi data panel berbantuan perangkat lunak Eviews 13. Hasil penelitian secara parsial menunjukkan PAD dan Dana Perimbangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB. Sedangkan Belanja Modal berpengaruh negatif dan signifikan terhadap PDRB, mengindikasikan adanya fenomena time lag investasi sektor publik. Secara simultan, PAD, Dana Perimbangan, dan Belanja Modal berpengaruh signifikan terhadap PDRB. Nilai Koefisien Determinasi sebesar 96,66% menunjukkan kemampuan variabel independen sangat kuat menjelaskan variasi PDRB, sedangkan sisanya sebesar 3,34% dijelaskan oleh variabel lain di luar model penelitian.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH DAN BELANJA MODAL TERHADAP KEMANDIRIAN KEUANGAN DAERAH DENGAN PERTUMBUHAN EKONOMI SEBAGAI VARIABEL MODERASI (STUDI KASUS PADA KABUPATEN DAN KOTA DI KALIMANTAN UTARA)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Belanja Modal terhadap Kemandirian Keuangan Daerah dengan Pertumbuhan Ekonomi sebagai variabel moderasi pada kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kausal asosiatif untuk menguji hubungan antara variabel independen, variabel dependen, dan variabel moderasi. Populasi dalam penelitian ini ialah seluruh laporan keuangan pemerintah daerah kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Utara periode 2010–2024. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh, sehingga seluruh populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan daerah dan publikasi Badan Pusat Statistik (BPS). Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendapatan Asli Daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kemandirian Keuangan Daerah. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kemampuan daerah dalam menggali sumber Pendapatan Asli Daerah, maka semakin tinggi pula tingkat kemandirian keuangan daerah. Sementara itu, Belanja Modal berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Kemandirian Keuangan Daerah, yang mengindikasikan bahwa peningkatan belanja modal belum sepenuhnya mampu meningkatkan kemandirian keuangan daerah karena masih bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat. Selain itu, Pertumbuhan Ekonomi tidak mampu memoderasi pengaruh Pendapatan Asli Daerah maupun Belanja Modal terhadap Kemandirian Keuangan Daerah. Artinya, tinggi rendahnya pertumbuhan ekonomi tidak memperkuat maupun memperlemah hubungan antara Pendapatan Asli Daerah dan Belanja Modal terhadap tingkat kemandirian keuangan daerah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH BELANJA MODAL, ANGKA HARAPAN HIDUP DAN HARAPAN LAMA SEKOLAH TERHADAP TINGKAT KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Belanja Modal, Angka Harapan Hidup, dan Harapan Lama Sekolah mempengaruhi Tingkat Kesejahteraan Masyarakat yang diukur melalui PDRB per kapita. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara tahun 2015–2024. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan model terbaik yaitu Fixed Effect Model (FEM) menggunakan program EViews 12. Diperoleh persamaan ln(Yit​)=10.0691−0.0227ln(X1it​)+0.0044X2it​+0.6971X3it​+εit​ Hasil menunjukkan bahwa secara parsial Belanja Modal dan Angka Harapan Hidup tidak berpengaruh signifikan terhadap PDRB per kapita dengan nilai probabilitas masing-masing 0,7653 dan 0,8731 > 0,05. Sedangkan, Harapan Lama Sekolah memiliki nilai probabilitas sebesar 0,000 0,05 berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB Per Kapita. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap PDRB per kapita dengan nilai probabilitas F-statistik sebesar 0,000 dan koefisien determinasi (R-squared) 64,41 persen. Analisis cross effect menunjukkan adanya heterogenitas antarwilayah yang memengaruhi PDRB per kapita, dengan nilai tertinggi terdapat pada Kabupaten Tana Tidung sebesar 0.958388, Kabupaten Nunukan sebesar 0.131891, Kabupaten Bulungan sebesar -0.154208, Kabupaten Malinau -0.339826, dan Kota Tarakan sebesar -0.596245. Hasil ini mengindikasikan bahwa pengalokasian belanja modal perlu diarahkan secara lebih efektif dan produktif agar mampu mendorong aktivitas ekonomi daerah, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat tetap harus diperhatikan sebagai bagian dari pembangunan manusia, serta penguatan sektor pendidikan menjadi prioritas dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, perbedaan karakteristik antarwilayah menunjukkan pentingnya kebijakan pembangunan yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masing-masing daerah di Provinsi Kalimantan Utara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH BELANJA MODAL, INVESTASI SWASTA, JUMLAH KUNJUNGAN WISATA, DAN JUMLAH RESTORAN TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh belanja modal, investasi swasta, jumlah kunjungan wisata, dan jumlah restoran terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Tarakan. Penelitian ini difokuskan pada analisis pengaruh beberapa faktor ekonomi daerah terhadap peningkatan pendapatan asli daerah sebagai salah satu sumber pendapatan daerah. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder berupa data time series Kota Tarakan tahun 2012–2023. Metode yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial belanja modal x1 0,143 > 0,05 investasi swasta x2 0,615 > 0,05 jumlah kunjungan wisata x3 0,134 > 0,05 dan jumlah restoran x4 0,837 > 0,05 tidak berpengaruh signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Tarakan. Secara simultan keempat variabel tersebut juga tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan asli daerah Kota Tarakan dengan nilai f 0,331 > 0,05. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,488 menunjukkan bahwa sebesar 48.8% Pendapatan Asli Daerah dapat dijelaskan oleh variabel dalam penelitian ini, sedangkan sisanya sebesar 61,9% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH BELANJA MODAL PERTUMBUHAN EKONOMI DAN TENAGA KERJA TEERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA PROVINSI KALIMANTAN BAGIAN UTARA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Belanja Modal Pertumbuhan Ekonomi dan Tenaga Kerja terhadap Indeks Pembangunan Manusia Provinsi di Kalimantan bagian Utara. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi data panel dengan menggunakan Stata 19 dan jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur tahun 2017 hingga 2023. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa model terbaik yang terpilih pada penelitian ini untuk Provinsi di Kalimantan bagian Utara adalah Common Effect Model (CEM) yang menyatakan bahwa belanja modal secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia Provinsi di Kalimantan bagian Utara sedangkan pertumbuhan ekonomi dan tenaga kerja secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia Provinsi di Kalimantan bagian Utara. Secara simultan belanja modal, pertumbuhan ekonomi dan tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia Provinsi di Kalimantan bagian Utara. Belanja modal, pertumbuhan ekonomi dan tenaga kerja mampu menjelaskan pengaruh terhadap Indeks Pembangunan Manusia Provinsi di Kalimantan bagian Utara sebesar 22,82% sedangkan sisanya disebabkan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Elastisitas Dan Efektivitas Belanja Modal Pemerintah Terhadap Produk Domestik Regional Bruto, Kemiskinan, Serta Pengangguran Di Provinsi Kalimantan Utara

2026•

Belanja modal merupakan salah satu instrumen penting dalam kebijakan fiskal daerah yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, efektivitas belanja modal dalam mencapai tujuan tersebut masih menjadi permasalahan, khususnya di Provinsi Kalimantan Utara yang memiliki tingkat ketergantungan fiskal yang relatif tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis elastisitas dan efektivitas belanja modal terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), kemiskinan, dan pengangguran di Provinsi Kalimantan Utara selama periode 2015-2024, serta memproyeksikan kebutuhan belanja modal pada periode 2025-2029. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Analisis dilakukan menggunakan perhitungan elastisitas dan Incremental Capital Output Ratio (ICOR), serta teknik proyeksi tren untuk memperkirakan kebutuhan belanja modal. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik dan sumber resmi pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elastisitas PDRB terhadap belanja modal bersifat inelastis, yang mengindikasikan bahwa peningkatan belanja modal belum sepenuhnya direspons secara proporsional oleh pertumbuhan output ekonomi. Elastisitas belanja modal terhadap kemiskinan dan pengangguran menunjukkan hubungan negatif, namun dampaknya masih relatif terbatas, dengan pengaruh yang lebih besar terhadap penurunan pengangguran dibandingkan kemiskinan. Analisis ICOR menunjukkan bahwa efektivitas belanja modal bersifat fluktuatif dan belum konsisten secara ekonomi makro. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa belanja modal memiliki peran penting dalam pembangunan daerah, namun diperlukan peningkatan kualitas perencanaan, ketepatan sasaran, serta sinergi kebijakan agar belanja modal mampu memberikan dampak yang lebih optimal terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Kalimantan Utara.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DANA ALOKASI UMUM (DAU) DAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) TERHADAP BELANJA MODAL PADA KABUPATEN DAN KOTA DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA TAHUN 2013-2023

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), dan Dana Alokasi Khusus (DAK) terhadap Belanja Modal di kabupaten dan kota Provinsi Kalimantan Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda menggunakan data sekunder yang berupa Laporan Realisasi Anggaran (LRA) periode 2013–2023. Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa secara parsial, PAD berpengaruh positif dan signifikan terhadap Belanja, hal ini didukung dengan kota Tarakan yang mampu meningkatkan APBD (Belanja modal) melalui PAD yang dihasilkan oleh retribusi daerah, menunjukkan bahwa peningkatan PAD memperkuat kemampuan fiskal daerah dalam membiayai pembangunan secara mandiri. DAU tidak menunjukkan pengaruh signifikan, dikarenakan DAU bersifat fleksibel dana ini sebagian besar terserap pada belanja operasional, sehingga peningkatannya tidak secara langsung mendorong belanja modal. Berbeda dengan DAK yang berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Belanja Modal hasil ini menemukan adanya substitution effect, di mana peningkatan DAK menggantikan pendanaan belanja modal dari sumber lain. Akibatnya peningkatan DAK justru diikuti dengan penurunan belanja modal, sehinggah secara statistik menghasilkan hubungan negatif dan signifikan. Dan secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh positif dan signifikan terhadap Belanja Modal, yang menunjukkan struktur fiskal daerah dipengaruhi oleh kombinasi pendapatan asli dan transfer pusat. Nilai Adusted R² sebesar 0,195 menunjukkan bahwa PAD, DAU, dan DAK mampu menjelaskan 19,5% variasi Belanja Modal. Penelitian selanjutnya disarankan memperluas objek penelitian agar hasil analisis lebih komprehensif.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS REALISASI BELANJA MODAL PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN TANA TIDUNG

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Efektivitas realisasi belanja modal merupakan indikator penting dalam menilai kemampuan pemerintah daerah dalam mengelola anggaran untuk mendukung pembanggunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan publik. Kabupaten tana tidung, sebagai salah satu daerah otonom di provinsi kalimantan utara, menghadapi tantangan dalam menjaga kesimbangan antara perencanaan anggaran dan realisasi pelaksanaan di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efektivitas realisasi belanja modal pemerintah daerah kabupaten tana tidung selama periode 2020-2024. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, mengunakan data sekunder dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) serta laporan realisasi anggaran (LRA). Hasil penelitian menunjukkan adanya fluktuasi efektivitas dari tahun ke tahun. Pada 2020 efektivitas tercatat 67,26% (kurang efektif), meningkat menjadi 78,66% (cukup efektif) di tahun 2021, melonjak ke 125,67% (sangat efektif) di tahun 2022, menurun ke 92,84% (efektif) pada tahun 2023, dan kembali menurun menjadi 73,38% (cukup efektif) di tahun 2024. Faktor penyebab utama berasal dari lemahnya perencanaan dan koordinasi antar-OPD, keterlambatan pelaksanaaan proyek, serta dampak eksternal seperti pandemi COVID-19 dan perubahaan kebijakan fiskal nasional. Secara keseluruhan, efektivitas belanja modal kabupaten tana tidungtergolong cukup efektif namun belum stabil, sehingga diperluhkan peningkatan sistem perencanaan dan pengawasan agar belanja modal dapat memberikan dampak nyata bagi pembanggunan daerah dan kesejhateraan masyarakat.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS REALISASI BELANJA MODAL TERHADAP TINGKAT KESEJAHTERAAN RAKYAT DENGAN TINGKAT KEMANDIRIAN KEUANGAN DAERAH SEBAGAI VARIABEL MODERASI

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh realisasi belanja modal terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat di kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Utara dengan Tingkat Kemandirian Keuangan Daerah (TKKD) sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi data panel. Data yang dianalisis adalah data sekunder periode 2014-2024 yang didapatkan dari laman resmi seperti Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Utara dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan. Data dianalisis menggunakan software EViews 12, dengan pemilihan model terpilih yaitu Fixed Effect Model (FEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa realisasi belanja modal berpengaruh signifikan namun negatif terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat. Sementara, TKKD tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat. Namun, TKKD secara signifikan memoderasi hubungan antara realisasi belanja modal dan tingkat kesejahteraan masyarakat, di mana pemerintah daerah yang mandiri secara finansial untuk mengelola anggaran lebih efektif dalam meningkatkan layanan publik dan pembangunan daerah. Temuan ini menegaskan pentingnya memperkuat kapasitas fiskal lokal sebagai strategi utama untuk memaksimalkan manfaat belanja modal dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH BELANJA MODAL DAN PENDAPATAN ASLI DAERAH TERHADAP BELANJA PEMELIHARAAN ASET PADA PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana pengaruh belanja modal dan pendapatan asli daerah (PAD) terhadap belanja pemeliharaan pada Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode regresi data panel, berdasarkan data sekunder yang di peroleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Utara selama periode 2014-2023. Penelitian ini mengambil sampel dari lima wilayah kabupaten/kota di Kalimantan Utara. Berdasarkan hasil perhitungan regresi data panel menggunakan software Eviews 12 hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, belanja modal berpengaruh negatif dan signifikan terhadap belanja pemeliharaan, sedangkan PAD berpengaruh positif dan signifikan. Secara simultan, kedua variabel independen tersebut berpengaruh signifikan terhadap belanja pemeliharaan. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa pengelolaan anggaran daerah perlu mempertimbangkan keseimbangan antara pembangunan infrastruktur baru dan perawatan aset yang telah ada, guna menjamin pelayanan publik yang berkelanjutan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

pengaruh pendapatan asli daerah dan belanja modal terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah di kalimantan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Belanja Modal terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah di lima provinsi di Pulau Kalimantan selama periode 2018–2023. Kinerja keuangan daerah diukur melalui rasio efektivitas dan kemandirian, menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi data panel melalui tiga pendekatan model: Common Effect Model (CEM), Fixed Effect Model (FEM), dan Random Effect Model (REM), disertai uji asumsi klasik dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial dan simultan, PAD memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah. Namun, Belanja Modal ditemukan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah, mengindikasikan bahwa peningkatan Belanja Modal cenderung menurunkan kinerja keuangan daerah dalam konteks periode dan wilayah penelitian. Temuan ini menegaskan pentingnya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah dalam mendukung kemandirian dan efektivitas pengelolaan keuangan daerah, serta menyoroti perlunya evaluasi lebih lanjut terhadap efektivitas belanja modal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah dalam merumuskan strategi peningkatan kinerja keuangan secara berkelanjutan di Kalimantan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH INFRASTRUKTUR JALAN, BELANJA MODAL DAN TENAGA KERJA TERHADAP PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN NUNUKAN 2014-2023

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh infrastruktur jalan, belanja modal, dan tenaga kerja terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Kabupaten Nunukan selama periode 2014-2023. Metode yang di gunakan adalah kuantitatif dengan jenis data sekunder yang diperoleh dari badan pusat statistik (BPS) Kabupaten Nunukan. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS 26. hasil penelitian menunjukkan bahwa infrastruktur jalan dan tenaga kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB, dengan koefisien masing-masing 0,225 (p-value 0,001) untuk infrastruktur jalan dan 0,415 (p-value 0,002) untuk tenaga kerja. Sebaliknya, belanja modal ternyata tidak berpengaruh terhadap PDRB, dengan koefisien -0,065 (p-value 0,006). Hasil uji simultan menunjukkan bahwa model regresi yang digunakan sangat baik untuk menjelaskan variasi PDRB, dengan nilai F-statistic 140,634 (Prob(F-statistic) 0,000). Temuan ini menunjukan pentingnya pengembangan infrastruktur dan kualitas tenaga kerja dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, kebijakan pembangunan daerah sebaiknya berfokus pada peningkatan infrastruktur jalan serta peningkatan kualitas tenaga kerja melalui pendidikan dan pelatihan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH PENGELUARAN PEMERINTAH, INFRASTRUKTUR DAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA TERHADAP PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Provinsi Kalimantan Utara dengan menggunakan data panel yang mencakup lima kabupaten/kota selama periode 2014–2023. Variabel independen yang digunakan dalam model adalah belanja modal, ekspor impor melalui pelabuhan, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Hasil analisis menunjukkan bahwa belanja modal memiliki koefisien sebesar 0.001781 dengan p-value 0.9658 (> 0,05), sehingga tidak signifikan dalam mempengaruhi PDRB. Ekspor impor pelabuhan memiliki koefisien -0.034011 dengan p-value 0.1217 (> 0,05), yang juga tidak signifikan, meskipun menunjukkan hubungan negatif dengan PDRB. Sementara itu, IPM memiliki koefisien 11.02231 dengan p-value 0.0000 ( 0,05), yang berarti sangat signifikan dan menunjukkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Uji F menghasilkan nilai F-statistic sebesar 14.60950 dengan Prob(F-statistic) 0.000001 ( 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa secara simultan variabel independen dalam model berpengaruh signifikan terhadap PDRB. Dengan demikian, model regresi yang digunakan memiliki kesesuaian yang baik dalam menjelaskan variasi PDRB, dan hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan IPM menjadi faktor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Utara.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail