ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas dan efisiensi anggaran belanja pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tarakan tahun 2021-2024. Penelitian ini berfokus pada laporan realisasi anggaran efektivitas dan efisiensi anggaran belanja pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tarakan selama empat tahun terakhir dari 2021 sampai 2024. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif melalui pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik data sekunder yang di peroleh dari dokumentasi berupa Laporan Realisasi Anggaran belanja Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tarakan Tahun 2021-2024. Teknik analisis menggunakan rasio efektivitas dan rasio efisiensi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tingkat atau kategori efektivitas anggaran belanja Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tarakan pada tahun 2021-2024 mengalami perubahan pada nilai persentase nya meskipun persentase nya di atas 90% yang semuanya di kategorikan efektif. Di tahun 2021 mencapai 96,51%, di tahun 2022 mencapai 97,15%, di tahun 2023 mencapai 94,81% dan di tahun 2024 mencapai 94,88%. Sedangkan untuk efisiensi anggaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tarakan pada tahun 2021-2024 tidak mengalami perubahan pada nilai persentase nya namun memiliki kategori yang sama yakni persentase nya 100% yang dikategorikan tidak efisien.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Efektivitas realisasi belanja modal merupakan indikator penting dalam menilai kemampuan pemerintah daerah dalam mengelola anggaran untuk mendukung pembanggunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan publik. Kabupaten tana tidung, sebagai salah satu daerah otonom di provinsi kalimantan utara, menghadapi tantangan dalam menjaga kesimbangan antara perencanaan anggaran dan realisasi pelaksanaan di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efektivitas realisasi belanja modal pemerintah daerah kabupaten tana tidung selama periode 2020-2024. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, mengunakan data sekunder dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) serta laporan realisasi anggaran (LRA). Hasil penelitian menunjukkan adanya fluktuasi efektivitas dari tahun ke tahun. Pada 2020 efektivitas tercatat 67,26% (kurang efektif), meningkat menjadi 78,66% (cukup efektif) di tahun 2021, melonjak ke 125,67% (sangat efektif) di tahun 2022, menurun ke 92,84% (efektif) pada tahun 2023, dan kembali menurun menjadi 73,38% (cukup efektif) di tahun 2024. Faktor penyebab utama berasal dari lemahnya perencanaan dan koordinasi antar-OPD, keterlambatan pelaksanaaan proyek, serta dampak eksternal seperti pandemi COVID-19 dan perubahaan kebijakan fiskal nasional. Secara keseluruhan, efektivitas belanja modal kabupaten tana tidungtergolong cukup efektif namun belum stabil, sehingga diperluhkan peningkatan sistem perencanaan dan pengawasan agar belanja modal dapat memberikan dampak nyata bagi pembanggunan daerah dan kesejhateraan masyarakat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana efektivitas dan efisiensi pelaksanaan anggaran belanja Kota Tarakan tahun 2018-2022. Penelitian ini berlokasi di Kota Tarakan. Jenis penelitian ini yaitu penelitian Deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Populasi dari penelitian ini adalah Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2018-2022 dan yang menjadi sampel adalah beberapa komponen yang terdapat dalam Laporan Realisasi Anggaran tahun 2018-2022. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah rasio efektivitas dan rasio efisiensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat atau kriteria efektivitas anggaran belanja Kota Tarakan pada tahun 2018 dan tahun 2019 yang kategori nya kurang efektif masing-masing dengan persentase 77,82% pada tahun 2018 dan 74,20% pada tahun 2019, sedangkan untuk tahun 2020-2022 efektivitas memiliki kategori Efektif dengan masing-masing persentase 90,28% pada tahun 2020, 94,17% pada tahun 2021, dan 90,67% pada tahun 2022. Sedangkan untuk efisiensi anggaran belanja Kota Tarakan, hanya tahun 2022 yang mengalami kategori cukup efisien sebesar 89,97%, sedangkan tahun 2018-2021 dikategorikan kurang efisien dengan masing-masing persentase 94,86% pada tahun 2018, 95,52% pada tahun 2019, 90,81% pada tahun 2020, dan 92,40% pada tahun 2021.