ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan, dan Belanja Modal terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Provisi Kalimantan Utara pada tahun 2016–2025. Data penelitian menggunakan data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK). Metode analisis menggunakan regresi data panel berbantuan perangkat lunak Eviews 13. Hasil penelitian secara parsial menunjukkan PAD dan Dana Perimbangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB. Sedangkan Belanja Modal berpengaruh negatif dan signifikan terhadap PDRB, mengindikasikan adanya fenomena time lag investasi sektor publik. Secara simultan, PAD, Dana Perimbangan, dan Belanja Modal berpengaruh signifikan terhadap PDRB. Nilai Koefisien Determinasi sebesar 96,66% menunjukkan kemampuan variabel independen sangat kuat menjelaskan variasi PDRB, sedangkan sisanya sebesar 3,34% dijelaskan oleh variabel lain di luar model penelitian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Enterprise Risk Management (ERM) terhadap kinerja keuangan dengan leverage sebagai variabel moderasi pada bank umum konvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi data panel menggunakan aplikasi EViews 12. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sehingga diperoleh 21 bank dengan total 105 data pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Enterprise Risk Management (ERM) tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Leverage yang diproksikan menggunakan Debt to Equity Ratio (DER) menunjukkan hasil yang berbeda pada setiap model penelitian. Pada model YI dan Y2 leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan, sedangkan pada model Y3 leverage berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Selain itu, leverage tidak mampu memoderasi hubungan antara Enterprise Risk Management (ERM) dan kinerja keuangan perusahaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan manajemen risiko perusahaan belum mampu memberikan pengaruh langsung terhadap peningkatan kinerja keuangan perusahaan. Selain itu, penggunaan utang yang tinggi dan tidak dikelola secara optimal dapat meningkatkan risiko keuangan serta menurunkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kemiskinan di Kalimantan Utara pada periode 2015 hingga 2024. Fokus utama penelitian ini adalah rasio PAD terhadap total pendapatan daerah, rasio PAD terhadap total belanja daerah, serta pengangguran sebagai variabel kontrol yang dianalisis terhadap kemiskinan sebagai variabel dependen. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan regresi data panel, menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan DJPK Kementerian Keuangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa rasio PAD terhadap total pendapatan daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan, sedangkan rasio PAD terhadap total belanja daerah berpengaruh negatif namun tidak signifikan, dan pengangguran berpengaruh positif namun tidak signifikan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dalam mengarahkan peningkatan kemandirian pendapatan yang disertai perbaikan kualitas belanja agar kebijakan fiskal daerah lebih efektif dalam menurunkan tingkat kemiskinan di Kalimantan Utara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Provinsi Kalimantan Utara dengan menggunakan data panel yang mencakup lima kabupaten/kota selama periode 2014–2023. Variabel independen yang digunakan dalam model adalah belanja modal, ekspor impor melalui pelabuhan, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Hasil analisis menunjukkan bahwa belanja modal memiliki koefisien sebesar 0.001781 dengan p-value 0.9658 (> 0,05), sehingga tidak signifikan dalam mempengaruhi PDRB. Ekspor impor pelabuhan memiliki koefisien -0.034011 dengan p-value 0.1217 (> 0,05), yang juga tidak signifikan, meskipun menunjukkan hubungan negatif dengan PDRB. Sementara itu, IPM memiliki koefisien 11.02231 dengan p-value 0.0000 ( 0,05), yang berarti sangat signifikan dan menunjukkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Uji F menghasilkan nilai F-statistic sebesar 14.60950 dengan Prob(F-statistic) 0.000001 ( 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa secara simultan variabel independen dalam model berpengaruh signifikan terhadap PDRB. Dengan demikian, model regresi yang digunakan memiliki kesesuaian yang baik dalam menjelaskan variasi PDRB, dan hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan IPM menjadi faktor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Utara.