Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

50 hasil
Subjek: Kalimantan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS ANTIOKSIDAN DAN ANTIMIKROBIAL ALAMI PADA BEBERAPA TUMBUHAN HUTAN PENELITIAN BORNEO

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Indonesia memiliki keanekaragaman sumber daya hayati yang melimpah salah satunya adalah Hutan Penelitian Universitas Borneo Tarakan di Kota Tarakan Kalimantan Utara. Tumbuhan memiliki kemampuan sebagai antioksidan, antimikroba, antivirus, antiradang, antialergi dan antikanker karena adanya senyawa metabolit sekunder yang terkandung pada tumbuhan tersebut seperti alkaloid, flavonoid, saponin dan steroid. Oleh karena itu, tumbuhan hutan penelitian Borneo diduga memiliki potensi yang sama sebagai antibacterial agent dan Antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui konsentrasi paling efektif dari ekstrak tumbuhan Hutan Penelitian Borneo yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri patogen dan potensi sebagai Antioksidan. Pada uji antimikroba mengunakan metode difusi agar sumuran dengan mengunakan beberapa jenis tumbuhan dengan variasi konsentrasi 2500 ppm, 5000 ppm dan 10000 ppm. Kontrol positif mengunakan Chloramphenicol dengan konsentrasi 100 ppm dan kontrol negatifnya etanol 40%. Pada uji antioksidan mengunakan DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) dengan variasi konsentrasi 25 ppm, 50 ppm dan 100 ppm. Kontrol positif mengunakan vitamin C. Hasil penelitian menunjukan aktivitas antioksidan tertinggi ditunjukkan ekstrak daun P. alternifolium konsentrasi 25 ppm hingga 100 ppm pada konsentrasi 100 ppm nilai persentase hambat sebesar 87,19%. tidak berbeda nyata dengan vitamin C sehingga aktivitas antioksidan ekstrak daun hutan Borneo diindikasi sama dengan vitamin C. Hasil yang diperoleh pada uji antimikroba penghambatan tertinggi ditunjukkan oleh ekstrak daun F. fulgens memiliki aktivitas penghambatan tertinggi ditunjukkan pada konsentrasi 10000 ppm terhadap bakteri S. sobrinus, P. acne dan S. mutans tetapi konsentrasi paling efektif yaitu 2500 ppm secara berturut-turut sebesar 58,4%, 57,6% dan 50%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EKPLORASI POTENSI BAKTERI ENTOMOPATOGEN PADA BERBAGAI LOKASI DI AREAL BUDIDAYA TANAMAN PERKEBUNAN KALIMANTAN UTARA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Areal budidaya tanaman perkebunan berpotensi sebagai sumber agens hayati bakteri entomopatogen, sehingga eksplorasi atau penyelidikan terhadap potensi agens hayati masih perlu dilakukan di Kalimantan Utara. Penelitian ini bertujuan: (1) mengetahui potensi bakteri entomopatogen dari berbagai lokasi di areal budidaya tanaman perkebunan Kalimantan Utara; (2) membandingkan potensi bakteri entomopatogen dari berbagai lokasi budidaya tanaman perkebunan di Kalimantan Utara. Penelitian ini melakukan pengambilan sampel tanah, melakukan isolasi bakteri, dan seleksi bakteri entomopatogen dengan menggunakan serangga umpan. Potensi bakteri entomopatogen dibedakan berdasarkan jumlah dan ciri-ciri makroskopis koloni isolat bakteri yang diperoleh dari masing-masing lokasi, dan tingkat kematian serangga umpan dibandingkan dengan kontrol pada seleksi bakteri entomopatogen. Analisis data menggunakan analisis deskripsi dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan; (1) terdapat 13 isolat bakteri, (2) areal budidaya tanaman kopi di Malinau memiliki isolat bakteri tertinggi, (3) hasil seleksi menemukan 7 (tujuh) isolat bakteri yang berpotensi sebagai bakteri entomopatogen, (4) lokasi budidaya tanaman kopi di Malinau memiliki jumlah isolat yang berpotensi sebagai entomopatogen lebih tinggi dari lokasi lainnya. Namun, isolat ST6-4U2 pengenceran 10-1 yang berasal dari tanah di areal perkebunan kelapa sawit di Sebuku memiliki potensi virulensi tertinggi sebagai bakteri entomopatogen.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Panjang Berat dan Faktor Kondisi Pada Ikan Ose (Congresox talabonoides) di Wilayah Kalimantan Utara

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan ose (Congresox talabonoides) merupakan salah satu jenis ikan demersal yang memiliki nilai ekonomi penting di perairan Kalimantan Utara. Peningkatan aktivitas penangkapan berpotensi memengaruhi kelestarian populasinya sehingga diperlukan informasi biologis sebagai dasar pengelolaan sumber daya perikanan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan panjang dan berat serta faktor kondisi ikan ose di perairan Kalimantan Utara. Penelitian dilaksanakan pada Januari hingga Maret 2026 menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian terdiri atas 30 ekor ikan ose yang diperoleh dari hasil tangkapan nelayan menggunakan alat tangkap pancing rawai di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Selumit Pantai, Kota Tarakan. Analisis Hubungan Panjang-Berat menggunakan persamaan W = aL^b , sedangkan Faktor Kondisi dihitung berdasarkan perbandingan berat aktual dan berat prediksi. Hasil penelitian menunjukkan ikan ose memiliki kisaran panjang 18,0 – 115,8 cm dan berat140 – 1.270gr, dengan rata – rata panjang 72,6 cm dan berat 72,5 gr. Persamaan Hubungan Panjang–Berat yang diperoleh adalah W = 6,650110922 dengan nilai koefisien determinasi R2 = 0,9351. Nilai b = 1,0922 3 menunjukkan pola pertumbuhan alometrik negatif, yaitu dimana pertambahan panjang tubuh lebih cepat dibandingkan dengan pertambahan berat . Nilai faktor kondisi berkisar antara 0,820 – 1,265 dengan rata – rata 1,005 yang mengindikasikan sebagian besar ikan berada dalam kondisi tubuh normal dan Perairan Kalimantan Utara masih mendukung pertumbuhan ikan ose. Hasil penelitian ini dapat menjdi informasi untuk pengelolaan sumberdaya ikan ose secara berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Aspek Sumber Daya Manusia dan Pengangguran Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kalimantan Utara (Studi Kasus: Lama Sakit, Kecelakaan, Kriminalitas, dan Tingkat Pengangguran Terbuka)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pertumbuhan ekonomi tidak hanya ditentukan oleh modal fisik, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia. Penelitian ini menganalisis pengaruh kehilangan waktu produktif akibat sakit, kehilangan tahun produktif akibat kecelakaan lalu lintas, tingkat kriminalitas, dan tingkat pengangguran terbuka terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalimantan Utara, baik secara parsial maupun simultan, dengan dummy COVID-19 sebagai variabel kontrol. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel pada empat kabupaten/kota (Malinau, Bulungan, Nunukan, dan Tarakan) periode 2015–2024 (40 observasi). Kehilangan produktivitas akibat sakit dihitung dengan Human Capital Approach dalam kerangka Cost of Illness, sedangkan akibat kecelakaan dihitung dengan Years of Potential Productive Life Lost (YPPLL). Data dianalisis dengan regresi data panel model Common Effect Model (CEM). Hasil menunjukkan secara parsial, kehilangan waktu produktif akibat sakit berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan kecelakaan, kriminalitas, dan pengangguran terbuka tidak signifikan. Secara simultan, seluruh variabel bersama dummy COVID-19 berpengaruh signifikan, dengan R² sebesar 0,7179. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu dilakukan secara menyeluruh.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN DIORAMA PADA MATERI KERAGAMAN BUDAYA INDONESIA BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI KALIMANTAN UTARA KELAS IV-B SDN 006 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan media pembelajaran diorama berbasis kearifan lokal Kalimantan Utara berdasarkan hasil validasi ahli serta mengetahui tingkat kemenarikan media berdasarkan respon siswa. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap Analysis (analisis), Design (perancangan), Development (pengembangan), Implementation (implementasi), dan Evaluation (evaluasi). Produk yang dikembangkan berupa media pembelajaran diorama tiga dimensi tipe terbuka yang menyajikan keragaman budaya Kalimantan Utara, meliputi rumah adat, pakaian adat, tarian tradisional, dan makanan khas dari Suku Tidung, Suku Dayak, dan Suku Bulungan, serta dilengkapi dengan buku pendamping. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa lembar validasi ahli media, ahli materi, ahli bahasa, dan angket respon siswa. Hasil validasi menunjukkan bahwa media pembelajaran diorama memperoleh persentase kelayakan sebesar 95,71% dari ahli media, 100% dari ahli materi, dan 100% dari ahli bahasa, yang seluruhnya termasuk dalam kategori sangat layak. Hasil uji coba terbatas memperoleh persentase respon siswa sebesar 87,67%, sedangkan hasil uji coba lapangan memperoleh persentase kemenarikan sebesar 92,21% dengan kategori sangat menarik. Berdasarkan hasil validasi ahli dan uji coba kepada siswa, media pembelajaran diorama berbasis kearifan lokal Kalimantan Utara dinyatakan sangat layak dan sangat menarik untuk digunakan dalam pembelajaran IPAS pada materi Keragaman Budaya Indonesia kelas IV-B SDN 006 Tarakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRUKTUR KOMUNITAS MAKROBENTOS PADA ZONA Rhizophora sp DI PULAU TIBI KEBUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN UTARA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji struktur komunitas makrobentos pada zona Rhizophora sp. di Pulau Tibi, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, yang mengalami degradasi akibat konversi lahan tambak. Kehilangan mangrove akibat tambak mengancam perlindungan pesisir dari erosi/badai serta biodiversitas makrobentos sebagai pakan/habitat organisme laut. Penelitian ini bertujuan menganalisis Indeks Nilai Penting (INP), struktur komunitas melalui indeks Shannon-Wiener, kekayaan spesies (Menhinick), Indeks keseragaman , Indeks dominansi, serta korelasi dengan parameter kualitas air (suhu, salinitas, pH, DO). Metode deskriptif kuantitatif diterapkan dengan pengambilan sampel di zona Rhizophora sp. menggunakan plot 1×1 m, identifikasi taksonomi, dan perhitungan indeks ekologi standar. Hasil menunjukkan 8 spesies makrobentos dengan Telescopium sp. dominan (INP 115% sedang), H’= 0,719 (rendah), R= 0,816 (rendah), E = 0,796 (stabil), dan C = 0,287 (rendah), dengan fluktuasi air (suhu 29,3-31,4 °C, DO 6-8 mg/L, Ph 7-8,5, Salinitas 16-20). Secara keseluruhan, komunitas makrobentos di zona Rhizophora sp. Pulau Tibi berada dalam kondisi stabil namun sangat rentan terhadap tekanan lingkungan akibat limbah aktivitas tambak dan dinamika muara. Penelitian ini memberikan data baseline spesifik yang krusial untuk inventarisasi hayati serta acuan perencanaan program konservasi dan rehabilitasi mangrove regional.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN POLISI DAN PERAIRAN DAN UDARA DALAM MENJAGA KEAMANAN DAN KETERTIBAN WILAYAH LAUT KALIMANTAN UTARA

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Polisi Perairan dan Udara (Polairud) dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah laut di Kalimantan Utara berdasarkan perspektif hukum yang berlaku di Indonesia. Wilayah perairan Kalimantan Utara memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan negara lain serta memiliki potensi sumber daya alam yang tinggi, sehingga rentan terhadap berbagai bentuk pelanggaran hukum seperti illegal fishing, penyelundupan, dan pelanggaran batas wilayah. Oleh karena itu, diperlukan peran optimal Polairud dalam penegakan hukum di wilayah perairan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Sumber bahan hukum yang digunakan meliputi bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan, bahan hukum sekunder berupa literatur hukum, jurnal ilmiah, serta dokumen resmi yang berkaitan dengan tugas dan fungsi Polairud. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan menelaah norma-norma hukum yang mengatur kewenangan dan peran Polairud dalam menjaga keamanan laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif, Polairud memiliki kewenangan yang jelas dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah perairan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Peran tersebut meliputi patroli perairan, penegakan hukum, serta perlindungan masyarakat di wilayah pesisir dan laut. Namun demikian, masih terdapat adanya tumpang tindih kewenangan dengan instansi lain serta belum optimalnya pengaturan koordinasi antar lembaga dalam pengelolaan keamanan laut. Kesimpulannya, secara normatif peran Polairud telah diatur secara komprehensif dalam sistem hukum Indonesia, namun diperlukan penguatan regulasi dan harmonisasi kewenangan antar lembaga guna meningkatkan efektivitas penegakan hukum dan keamanan wilayah laut di Kalimantan Utara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MODUL "DEMA" BARISAN DERET KELAS X DKV SMK NEGERI 4 TARAKAN BERBASIS BATIK KALIMANTAN UTARA

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran "Deep of Math" yang berbasis etnomatematika dengan memanfaatkan motif batik Kalimantan Utara. Pengembangan ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya relevansi bahan ajar matematika terhadap konteks kejuruan dan budaya lokal, yang menjadi tantangan dalam pembelajaran matematika di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya pada Program Keahlian Desain Komunikasi Visual. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D). Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli serta angket respons guru dan peserta didik yang menggunakan skala Likert 4 poin. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil validasi ahli menunjukkan tingkat validitas materi sebesar 75% dan validitas media sebesar 66%, dengan rata-rata keseluruhan sebesar 71% yang termasuk dalam kategori cukup valid. Penilaian guru terhadap modul memperoleh persentase sebesar 71,25%. Selanjutnya, uji coba terbatas yang melibatkan 15 peserta didik menghasilkan tingkat respons sebesar 79,83%. Berdasarkan gabungan respons guru dan peserta didik, modul memperoleh rata-rata tingkat kepraktisan sebesar 75,54% yang termasuk dalam kategori praktis. Modul ini mengintegrasikan materi barisan aritmetika dan geometri dengan motif batik Kalimantan Utara sehingga mampu menghadirkan konteks pembelajaran yang lebih sesuai dengan karakteristik dan minat peserta didik pada Program Keahlian Desain Komunikasi Visual. Dengan demikian, modul “Deep of Math” dinyatakan valid dan praktis untuk digunakan sebagai bahan ajar mandiri. Meskipun demikian, pengembangan lebih lanjut masih diperlukan untuk memperkuat aktivitas pembelajaran yang mendorong keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS). This research aims to develop a learning module titled "Deep of Math," grounded in ethnomathematic principles and utilizing North Kalimantan batik motifs, because the limited relevance of mathematical instructional materials to vocational and local cultural contexts constitutes a substantive challenge in vocational secondary education within the Visual Communication Design specialization program. The research and development methodology utilized expert validation instruments and teacher and student response questionnaires employing a 4-point Likert scale. Data were analyzed using descriptive, quantitative, and qualitative methods. Expert validation results demonstrated content validity of 75% and media validity of 66%, yielding an average of 71%, which is categorized as adequate. Teacher evaluation of the module yielded a rating of 71.25%. Subsequent limited trials involving 15 students produced a response rate of 79.83%. Based on aggregate responses from educators and learners, the module achieved an average practical utility rating of 75.54%, which is categorized as practically applicable. The module integrates arithmetic and geometric sequence content with North Kalimantan batik motifs, thereby establishing learning contexts more aligned with the characteristics and interests of students in the Visual Communication Design program. Consequently, the Deep of Math module is deemed both valid and practically functional as independent instructional material, although further development is necessary to strengthen learning activities that promote higher-order thinking skills.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH) TERHADAP PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebijakan fiskal daerah, yang diproksikan melalui Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Provinsi Kalimantan Utara periode 2015–2024. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi data panel pada lima kabupaten/kota, hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, Pajak Daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB, sedangkan Retribusi Daerah tidak memiliki pengaruh signifikan. Namun, secara simultan, kedua variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai koefisien determinasi sebesar 96,84%, yang mengindikasikan bahwa optimalisasi penerimaan pajak daerah merupakan instrumen krusial dalam mendorong peningkatan nilai tambah ekonomi dan kemandirian fiskal di wilayah Kalimantan Utara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH) TERHADAP PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebijakan fiskal daerah, yang diproksikan melalui Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Provinsi Kalimantan Utara periode 2015–2024. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi data panel pada lima kabupaten/kota, hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, Pajak Daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB, sedangkan Retribusi Daerah tidak memiliki pengaruh signifikan. Namun, secara simultan, kedua variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai koefisien determinasi sebesar 96,84%, yang mengindikasikan bahwa optimalisasi penerimaan pajak daerah merupakan instrumen krusial dalam mendorong peningkatan nilai tambah ekonomi dan kemandirian fiskal di wilayah Kalimantan Utara.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MAKNA DAN SIMBOL ARSITEKTUR PADAN LIU' BURUNG DI KABUPATEN MALINAU PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini membahas makna dan simbol Arsitektur Padan Liu' Burung sebagai salah satu warisan budaya yang merepresentasikan identitas masyarakat Dayak Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek pada penelitian ini diperoleh dari tokoh adat Kabupaten Malinau. Adapun teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu teknik observasi, wawancara, dokumentasi, menulis/mencatat. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat makna Arsitektur Padan Liu' Burung yaitu data berupa Arsitektur banggunan, 3 pasak atap, pintu utama, pintu kedua, tiang, tangga ulin, lantai panggung memiliki makna melambangkan keselarasan, kekuatan dan mempertahankan nilai-nilai leluhur. Data berupa bentuk tameng, ornamen burung enggang memiliki makna melambangkan perlindungan dan keberanian. Data berupa warna kuning, biru, putih, hitam, hijau, merah memiliki makna melambangkan keindahan dan kekuatan bagi suku Dayak. Arsitektur ini melambangkan sebagai ruang sosial dan juga sebagai medium komunikasi nilai-nilai leluhur, terutama yang berkaitan dengan hubungan manusia, alam, dan kepercayaan tradisional dan juga berperan sebagai simbol status sosial dan sarana pelestarian adat melalui ritual maupun kegiatan komunal. Unsur-unsur seperti bentuk bangunan, ukiran, motif burung, serta tata ruangnya memuat simbol kosmologis yang merefleksikan pandangan hidup masyarakat Dayak terhadap keseimbangan dan keharmonisan. Hasil kajian disimpulkan bahwa arsitektur tradisional ini memiliki kedalaman nilai filosofis yang penting untuk dilestarikan sebagai identitas budaya dan referensi pengembangan arsitektur lokal di masa depan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Produktivitas Infrastruktur, Investasi, dan Tenaga Kerja di Pulau Kalimantan

2026•

Kesenjangan output ekonomi antarprovinsi di Kalimantan dalam dinamika ekonomi yang mencakup masa pandemi hingga awal pembangunan Ibu Kota Nusantara memunculkan pertanyaan tentang seberapa produktif setiap tambahan infrastruktur listrik, air, investasi, dan tenaga kerja dalam mendorong PDRB ADHB di kawasan ini sepanjang 2018-2024. Penelitian ini bertujuan mengukur tingkat produktivitas keempat faktor produksi tersebut pada lima provinsi Kalimantan sekaligus menyusun klasifikasi produktivitas antarprovinsi. Penelitian bersifat kuantitatif deskriptif dengan teknik analisis Marginal Product of Capital (MPK) untuk mengukur produktivitas listrik, air, PMDN, dan PMA, serta Marginal Product of Labor (MPL) untuk mengukur produktivitas tenaga kerja, keduanya diturunkan dari fungsi produksi Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukkan Kalimantan Utara menempati klasifikasi sangat produktif dengan nilai kapital 214,76 dan MPL sebesar 0,43 miliar rupiah per jiwa serta mencatat produktivitas tertinggi pada MPK listrik (Rp760,08 miliar per GWh) dan MPK PMA (Rp89,90 miliar per juta US$). Kalimantan Timur unggul pada MPK air (Rp10,93 miliar per m³) dan paling produktif dari sisi MPL dengan nilai 2,84 miliar rupiah per jiwa. Pada MPK PMDN, Kalimantan Selatan memimpin dengan nilai Rp23,79 miliar. Temuan ini mengisyaratkan perlunya kebijakan yang menyelaraskan penguatan kapasitas infrastruktur dasar dengan peningkatan kualitas tenaga kerja secara serentak, agar produktivitas kapital dan produktivitas tenaga kerja tumbuh beriringan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DANA ALOKASI UMUM (DAU) DAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) TERHADAP BELANJA MODAL PADA KABUPATEN DAN KOTA DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA TAHUN 2013-2023

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), dan Dana Alokasi Khusus (DAK) terhadap Belanja Modal di kabupaten dan kota Provinsi Kalimantan Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda menggunakan data sekunder yang berupa Laporan Realisasi Anggaran (LRA) periode 2013–2023. Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa secara parsial, PAD berpengaruh positif dan signifikan terhadap Belanja, hal ini didukung dengan kota Tarakan yang mampu meningkatkan APBD (Belanja modal) melalui PAD yang dihasilkan oleh retribusi daerah, menunjukkan bahwa peningkatan PAD memperkuat kemampuan fiskal daerah dalam membiayai pembangunan secara mandiri. DAU tidak menunjukkan pengaruh signifikan, dikarenakan DAU bersifat fleksibel dana ini sebagian besar terserap pada belanja operasional, sehingga peningkatannya tidak secara langsung mendorong belanja modal. Berbeda dengan DAK yang berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Belanja Modal hasil ini menemukan adanya substitution effect, di mana peningkatan DAK menggantikan pendanaan belanja modal dari sumber lain. Akibatnya peningkatan DAK justru diikuti dengan penurunan belanja modal, sehinggah secara statistik menghasilkan hubungan negatif dan signifikan. Dan secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh positif dan signifikan terhadap Belanja Modal, yang menunjukkan struktur fiskal daerah dipengaruhi oleh kombinasi pendapatan asli dan transfer pusat. Nilai Adusted R² sebesar 0,195 menunjukkan bahwa PAD, DAU, dan DAK mampu menjelaskan 19,5% variasi Belanja Modal. Penelitian selanjutnya disarankan memperluas objek penelitian agar hasil analisis lebih komprehensif.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS SEKTOR UNGGULAN DAN DAYA SAING EKSPOR HASIL PERIKANAN DI KALIMANTAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya perbedaan kontribusi sektor perikanan terhadap struktur perekonomian daerah dan dinamika ekspor antarprovinsi di Pulau Kalimantan. Secara teoritis, sektor yang memiliki keunggulan komparatif diharapkan mampu mendorong daya saing ekspor, namun secara empiris kondisi tersebut belum tentu sejalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keunggulan komparatif sektor perikanan, mengkaji posisi dan dinamika daya saing ekspor, serta mengidentifikasi keterkaitan antara keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif pada lima provinsi di Kalimantan selama periode 2017–2024. Metode analisis yang digunakan adalah Location Quotient (LQ) untuk menentukan sektor basis dan non-basis, serta Export Product Dynamic (EPD) untuk menilai pertumbuhan pangsa pasar dan posisi daya saing ekspor. Data yang digunakan merupakan data sekunder time series yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kalimantan Utara dan Kalimantan Selatan tergolong sektor basis dengan nilai LQ rata-rata lebih dari satu, sedangkan Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah termasuk sektor non-basis. Berdasarkan analisis EPD, daya saing ekspor sektor perikanan menunjukkan pola fluktuatif, di mana tidak semua sektor basis berada pada kategori Rising Star. Beberapa provinsi non-basis justru menunjukkan dinamika ekspor yang lebih progresif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keunggulan komparatif tidak selalu berbanding lurus dengan keunggulan kompetitif. Oleh karena itu, diperlukan strategi peningkatan nilai tambah, efisiensi distribusi, serta perluasan akses pasar internasional guna memperkuat daya saing ekspor sektor perikanan secara berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH VARIABEL FISKAL DAERAH TERHADAP PDRB DENGAN PENDEKATAN SPASIAL DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Provinsi Kalimantan Utara sebagai Daerah Otonom Baru masih bergantung pada dana transfer pemerintah pusat, sementara pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) antar kabupaten/kota menunjukkan adanya ketimpangan yang diduga dipengaruhi oleh kondisi fiskal daerah dan keterkaitan antarwilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh DBH, DAK, DAU, dan PAD terhadap PDRB kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara dengan mempertimbangkan efek spasial. Penelitian menggunakan data panel lima kabupaten/kota periode 2015–2024 yang dianalisis dengan regresi spasial. Berdasarkan uji Pesaran Cross-Sectional Dependence, Lagrange Multiplier, model Spatial Autoregressive (SAR) Random Effect terpilih sebagai model terbaik. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh temuan bahwa terdapat dependensi spasial secara positif dan signifikan pada PDRB antarwilayah dengan koefisien spasial (ρ) sebesar 0,6874. DBH dan DAK tidak berpengaruh signifikan, sedangkan DAU dan PAD berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB..

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengaruh Pendapatan Perkapita, Upah Minimum, dan Tingkat Inflasi Terhadap Pola Konsumsi Masyarakat (Studi Kasus Provinsi Kalimantan Utara)

2026•

Abstrak Penelitian ini mengevaluasi dampak pendapatan per kapita, upah minimum, dan inflasi terhadap pola konsumsi di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif daengan analisis regresi linier berganda, penelitian ini memanfaatkan data deret waktu sekunder periode 2015–2024 dari Badan Pusat Statistik (BPS). Dalam model ini, pola konsumsi (Y) ditetapkan sebagai variabel dependen, sedangkan pendapatan per kapita (X1), upah minimum provinsi (X2), dan inflasi (X3) bertindak sebagai variabel independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, pendapatan per kapita dan upah minimum yang memiliki pengaruh signifikan terhadap pola konsumsi, sedangkan inflasi tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Namun, secara simultan, ketiga faktor tersebut memiliki pengaruh signifikan. Hasil penelitian ini diproyeksikan menjadi pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan ekonomi terkait stabilitas harga, standar upah, dan penguatan daya beli masyarakat. Kata kunci: Pendapatan Perkapita, Upah Minimum, Inflasi, Pola Konsumsi Masyarakat, Kalimantan Utara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH INFLASI, NILAI TUKAR, DAN HARGA BATU BARA TERHADAP EKSPOR BATU BARA DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi, nilai tukar rupiah, dan harga batu bara terhadap ekspor batu bara di Provinsi Kalimantan Utara, baik secara parsial maupun simultan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada peran penting batu bara sebagai komoditas unggulan ekspor Indonesia, khususnya Kalimantan Utara yang memiliki cadangan besar dan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah. Data yang digunakan berupa data sekunder berbentuk time series triwulanan periode 2015–2024, yang diperoleh dari Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Utara. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan uji asumsi klasik sebagai prasyarat analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, variabel inflasi dan nilai tukar tidak berpengaruh signifikan terhadap ekspor batu bara, sedangkan harga batu bara berpengaruh positif dan signifikan. Secara simultan, inflasi, nilai tukar, dan harga batu bara berpengaruh signifikan terhadap ekspor batu bara di Provinsi Kalimantan Utara. Nilai koefisien determinasi (Adjusted R²) sebesar 0,333 yang berarti bahwa ketiga variabel independen hanya mampu menjelaskan variasi ekspor sebesar 33,3%, sedangkan sisanya 66,7% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian.Temuan ini menunjukkan bahwa faktor harga batu bara memiliki peran dominan dalam memengaruhi ekspor, sementara inflasi dan nilai tukar tidak memberikan pengaruh langsung yang signifikan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah dan pelaku usaha dalam merumuskan strategi perdagangan dan kebijakan ekspor, serta bagi penelitian selanjutnya untuk memperluas variabel yang dianalisis.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRUKTUR KOMUNITAS MANGROVE DI PANTAI AMAL LAMA KOTA TARAKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kelurahan Pantai Amal, Tarakan Timur, Kota Tarakan, merupakan daerah pesisir yang sebagian besar wilayahnya ditutupi ekosistem mangrove dan termasuk dalam kawasan konservasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur komunitas mangrove di Pantai Amal Lama melalui pengukuran kerapatan, frekuensi, dominansi, serta perhitungan indeks keanekaragaman (H’), keseragaman (E), dan dominansi (C). Pengambilan data dilakukan dengan metode transek kuadrat dan teknik purposive sampling pada 15 stasiun, masing-masing memiliki tiga transek berukuran 10×10 m untuk pohon, 5×5 m untuk anakan, dan 1×1 m untuk semai. Parameter lingkungan yang diukur meliputi salinitas dan pH air, sedangkan analisis menggunakan formula Bengen (2004) untuk menentukan kerapatan, frekuensi, dominansi relatif, dan Indeks Nilai Penting (INP). Hasil penelitian menunjukkan Sonneratia sp. merupakan jenis paling dominan dengan nilai INP tertinggi 296,05%, sedangkan Rhizophora sp dan Avicennia sp terbatas. Nilai H’ 2,0, E 0,50–0,75, dan C 0,903–0,924 menandakan dominasi satu spesies. Dengan salinitas rata-rata 26 ppt dan pH 7,4–7,6, kondisi masih sesuai untuk pertumbuhan mangrove. Disarankan rehabilitasi Penanaman Jenis Avicennia sp dan Rizophora sp guna menjaga keseimbangan ekosistem serta edukasi masyarakat penting untuk mendukung pelestarian mangrove dan keberlanjutan sosial-ekonomi di wilayah pesisir.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, dan Indeks Pembangunan Manusia Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Kalimantan Timur

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap penyerapan tenaga kerja di Kalimantan Timur tahun 2019–2023. Ketiga variabel tersebut merupakan indikator makroekonomi penting yang mencerminkan dinamika ekonomi dan kontribusinya terhadap pasar tenaga kerja. Metode yang digunakan adalah regresi data panel dengan Random Effect Model (REM) dan data diolah menggunakan EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan IPM berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Secara parsial, hanya IPM yang berpengaruh signifikan. Sementara, inflasi dan pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh signifikan. inflasi berpengaruh negatif dengan koefisien -0,110421, artinya kenaikan inflasi 1% menurunkan penyerapan tenaga kerja sebesar 0,11%. Pertumbuhan ekonomi dan IPM berpengaruh positif dengan koefisien masing-masing 0,455 dan 5,183. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas pembangunan manusia berkontribusi pada peningkatan tenaga kerja, sementara inflasi memberikan dampak negatif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENGELUARAN KONSUMSI, INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) DAN JUMLAH PENDUDUK MISKIN TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Provinsi Kalimantan Utara sebagai provinsi termuda di Indonesia masih menghadapi tantangan besar di bidang ketenagakerjaan. Meskipun pembangunan infrastruktur dan sosial terus meningkat, namun angka pengangguran di beberapa daerah masih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengeluaran konsumsi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan jumlah penduduk miskin terhadap angka pengangguran di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi data panel, yaitu menggabungkan data time series dan cross-section terdiri dari Kab Malinau, Kab Bulungan, Kab Tana Tidung, Kab Nunukan, dan Kota Tarakan selama kurun waktu 2017–2024. Sampel dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang terkait dengan variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial hanya IPM yang berpengaruh negatif dan signifikan terhadap angka pengangguran. Sementara itu, pengeluaran konsumsi dan jumlah penduduk miskin tidak berpengaruh. Namun, secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap angka pengangguran di Provinsi Kalimantan Utara. Temuan ini menunjukkan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai langkah strategis dalam menekan angka pengangguran di daerah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail