Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Sonneratia sp
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Struktur Komunitas Makrobentos Pada Zona Sonneratia sp Di Pulau Tibi Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara

2026•

19.501 hektar mangrove hilang setiap tahun dari total luasan 3,44 juta hektar, dengan sebagian besar berada di kawasan hutan dan sisanya di luar area konservasi sehingga lebih rentan terhadap kerusakan. Upaya pelestarian dan rehabilitasi mangrove merupakan langkah penting untuk memastikan keberlanjutan wilayah pesisir Indonesia. Alih fungsi lahan mangrove menjadi tambak, yang dapat menurunkan kelimpahan makrozoobentos dan berdampak pada berkurangnya kestabilan ekosistem pesisir. Penelitian ini dilaksanakan di Pulau Tibi, Kalimantan Utara pada tanggal 16-18 Januari 2026. Lokasi penelitian merupakan kawasan pertambakan. Pengambilan sampel makrobentos dilakukan sebanyak 9 kali. Struktur komunitas makrobentos dianalisa dengan beberapa indeks ekologi, yaitu, Indeks Keanekaragaman (H’), Indeks Kekayaan spesies (R), Indeks Keseragaman (E), Indeks Dominansi (C), dan Indeks Nilai Penting (INP). Hasil menunjukkan H' 0,71 yang menunjukkan bahwa jumlah spesies yang ditemukan masih sangat terbatas dan distribusi individu antar spesies tidak merata, Nilai R diperoleh 0,74 menunjukkan bahwa bahwa komunitas belum memiliki variasi jenis yang tinggi, sehingga struktur komunitas cenderung sederhana. Nilai E diperoleh 0,92 menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan mencolok dalam jumlah individu pada masing-masing spesies. Nilai C dioeroleh 0,22 menunjukkan bahwa tidak ada spesies yang secara signifikan mendominasi komunitas. Distribusi individu yang relatif merata antara spesies menyebabkan tingkat dominansi menjadi kecil, sehingga struktur komunitas terlihat lebih seimbang. Nilai INP secara umum masih rendah. Kondisi ini menunjukkan bahwa peran masing-masing spesies dalam komunitas bentos belum terlalu besar. Secara ekologis tidak ada satu spesies pun yang benar-benar mendominasi ekosistem. Telescopium dan Nerita memiliki nilai INP lebih tinggi dibandingkan spesies lainnya menunjukkan bahwa keduanya memegang peran ekologis yang cukup besar dalam struktur komunitas makrobentos di ekosistem tersebut.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRUKTUR KOMUNITAS MANGROVE DI PANTAI AMAL LAMA KOTA TARAKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kelurahan Pantai Amal, Tarakan Timur, Kota Tarakan, merupakan daerah pesisir yang sebagian besar wilayahnya ditutupi ekosistem mangrove dan termasuk dalam kawasan konservasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur komunitas mangrove di Pantai Amal Lama melalui pengukuran kerapatan, frekuensi, dominansi, serta perhitungan indeks keanekaragaman (H’), keseragaman (E), dan dominansi (C). Pengambilan data dilakukan dengan metode transek kuadrat dan teknik purposive sampling pada 15 stasiun, masing-masing memiliki tiga transek berukuran 10×10 m untuk pohon, 5×5 m untuk anakan, dan 1×1 m untuk semai. Parameter lingkungan yang diukur meliputi salinitas dan pH air, sedangkan analisis menggunakan formula Bengen (2004) untuk menentukan kerapatan, frekuensi, dominansi relatif, dan Indeks Nilai Penting (INP). Hasil penelitian menunjukkan Sonneratia sp. merupakan jenis paling dominan dengan nilai INP tertinggi 296,05%, sedangkan Rhizophora sp dan Avicennia sp terbatas. Nilai H’ 2,0, E 0,50–0,75, dan C 0,903–0,924 menandakan dominasi satu spesies. Dengan salinitas rata-rata 26 ppt dan pH 7,4–7,6, kondisi masih sesuai untuk pertumbuhan mangrove. Disarankan rehabilitasi Penanaman Jenis Avicennia sp dan Rizophora sp guna menjaga keseimbangan ekosistem serta edukasi masyarakat penting untuk mendukung pelestarian mangrove dan keberlanjutan sosial-ekonomi di wilayah pesisir.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail