Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

7 hasil
Penulis: RATNA DEWI
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

BIOEKOLOGI UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii ) DI SUNGAI SESAYAP KABUPATEN TANA TIDUNG

2026•

Udang galah (Macrobrachium rosenbergii) merupakan komoditas perikanan air tawar bernilai ekonomi tinggi yang hidup pada sistem sungai dan estuari. Sungai Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, merupakan salah satu habitat alami udang galah yang belum banyak dikaji secara komprehensif dari aspek bioekologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek reproduksi (nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad/TKG, indeks kematangan gonad/IKG), aspek pertumbuhan (hubungan panjang–berat dan faktor kondisi), parameter lingkungan (DO, salinitas, pH, suhu), serta pola distribusi spasial dan temporal udang galah. Penelitian dilakukan pada tiga stasiun (hulu, tengah, hilir) dengan total sampel 300 ekor. Analisis reproduksi dilakukan melalui identifikasi TKG dan perhitungan IKG, sedangkan pertumbuhan dianalisis menggunakan persamaan hubungan panjang–berat (W = aLᵇ) dan faktor kondisi. Parameter kualitas air diukur secara langsung di lapangan. Distribusi spasial dianalisis berdasarkan kelas ukuran antar stasiun, sedangkan distribusi temporal dibandingkan antara fase spring tide dan neap tide. Hasil penelitian menunjukkan nisbah kelamin relatif seimbang (1:1,02). TKG betina didominasi tahap IV, menunjukkan aktivitas reproduksi aktif. Nilai IKG betina lebih tinggi dibanding jantan pada seluruh stasiun. Hubungan panjang–berat menunjukkan pola pertumbuhan allometrik positif pada jantan (b = 3,1342; R² = 0,896) dan allometrik negatif pada betina (b = 2,9366; R² = 0,9127). Parameter kualitas air masih berada pada kisaran optimal (DO 6,7–7,2 mg/L; pH 6,6–7,2; suhu 26,9–32,4°C; salinitas 0‰). Distribusi spasial didominasi kelas ukuran menengah (13–18 cm), dengan kecenderungan individu lebih besar ditemukan di hilir. Distribusi temporal menunjukkan dominasi ukuran menengah pada fase spring tide maupun neap tide. Disimpulkan bahwa populasi udang galah di Sungai Sesayap berada dalam kondisi pertumbuhan aktif dan reproduktif, dengan struktur ukuran yang relatif stabil serta kualitas lingkungan yang mendukung keberlanjutan populasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

BIOEKOLOGI UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii ) DI SUNGAI SESAYAP KABUPATEN TANA TIDUNG

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Udang galah (Macrobrachium rosenbergii) merupakan komoditas perikanan air tawar bernilai ekonomi tinggi yang hidup pada sistem sungai dan estuari. Sungai Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, merupakan salah satu habitat alami udang galah yang belum banyak dikaji secara komprehensif dari aspek bioekologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek reproduksi (nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad/TKG, indeks kematangan gonad/IKG), aspek pertumbuhan (hubungan panjang–berat dan faktor kondisi), parameter lingkungan (DO, salinitas, pH, suhu), serta pola distribusi spasial dan temporal udang galah. Penelitian dilakukan pada tiga stasiun (hulu, tengah, hilir) dengan total sampel 300 ekor. Analisis reproduksi dilakukan melalui identifikasi TKG dan perhitungan IKG, sedangkan pertumbuhan dianalisis menggunakan persamaan hubungan panjang–berat (W = aLᵇ) dan faktor kondisi. Parameter kualitas air diukur secara langsung di lapangan. Distribusi spasial dianalisis berdasarkan kelas ukuran antar stasiun, sedangkan distribusi temporal dibandingkan antara fase spring tide dan neap tide. Hasil penelitian menunjukkan nisbah kelamin relatif seimbang (1:1,02). TKG betina didominasi tahap IV, menunjukkan aktivitas reproduksi aktif. Nilai IKG betina lebih tinggi dibanding jantan pada seluruh stasiun. Hubungan panjang–berat menunjukkan pola pertumbuhan allometrik positif pada jantan (b = 3,1342; R² = 0,896) dan allometrik negatif pada betina (b = 2,9366; R² = 0,9127). Parameter kualitas air masih berada pada kisaran optimal (DO 6,7–7,2 mg/L; pH 6,6–7,2; suhu 26,9–32,4°C; salinitas 0‰). Distribusi spasial didominasi kelas ukuran menengah (13–18 cm), dengan kecenderungan individu lebih besar ditemukan di hilir. Distribusi temporal menunjukkan dominasi ukuran menengah pada fase spring tide maupun neap tide. Disimpulkan bahwa populasi udang galah di Sungai Sesayap berada dalam kondisi pertumbuhan aktif dan reproduktif, dengan struktur ukuran yang relatif stabil serta kualitas lingkungan yang mendukung keberlanjutan populasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

SURVEI DAN PEMETAAN SEBARAN KOMODITAS PERTANIAN DI KOTA TARAKAN BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

2021•Koleksi Perpustakaan

SURVEI DAN PEMETAAN SEBARAN KOMODITAS PERTANIAN DI KOTA TARAKAN BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Abstrak Kota Tarakan merupakan salah satu wilayah di Kalimantan Utara yang memiliki potensi untuk pengembangan pertanian, khususnya komoditas sayuran. Mendukung tercapainya ketahanan pangan di wilayah perbatasan Kalimantan Utara, diperlukan pemetaan potensi dan sebaran komoditas sebagai dasar dari perencanaan dan pengembangan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan komoditas pertanian di Kota Tarakan terutama komoditas hortikultara sebagai dasar untuk pengembangan pertanian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan metode survei dengan fokus penelitian adalah lahan dan komoditas pertanian. Survei dan pengambilan data dilakukan pada lahan yang eksisting digunakan untuk budidaya komoditas hortikultura yang tersebar pada 4 kecamatan di Kota Tarakan. Pemetaan dilakukan berdasarkan data yang diperoleh berupa sebaran komoditas hortikultura, menggunakan perangkat GIS dengan Softwere Arcgis. 10.8 Berdasarkan hasil pengolahan data spasial dengan software Arcgis 10.8 menunjukkan bahwa jenis komoditas sayur dan buah adalah komoditas utama di Kota Tarakan, dan wilayah yang cukup potensi untuk pengembangan komoditas hortikultura tersebut adalah kecamatan Tarakan Utara dan Tarakan Timur.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

SURVEI DAN PEMETAAN SEBARAN KOMODITAS PERTANIAN DI KOTA TARAKAN BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

2021•

SURVEI DAN PEMETAAN SEBARAN KOMODITAS PERTANIAN DI KOTA TARAKAN BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Abstrak Kota Tarakan merupakan salah satu wilayah di Kalimantan Utara yang memiliki potensi untuk pengembangan pertanian, khususnya komoditas sayuran. Mendukung tercapainya ketahanan pangan di wilayah perbatasan Kalimantan Utara, diperlukan pemetaan potensi dan sebaran komoditas sebagai dasar dari perencanaan dan pengembangan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan komoditas pertanian di Kota Tarakan terutama komoditas hortikultara sebagai dasar untuk pengembangan pertanian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan metode survei dengan fokus penelitian adalah lahan dan komoditas pertanian. Survei dan pengambilan data dilakukan pada lahan yang eksisting digunakan untuk budidaya komoditas hortikultura yang tersebar pada 4 kecamatan di Kota Tarakan. Pemetaan dilakukan berdasarkan data yang diperoleh berupa sebaran komoditas hortikultura, menggunakan perangkat GIS dengan Softwere Arcgis. 10.8 Berdasarkan hasil pengolahan data spasial dengan software Arcgis 10.8 menunjukkan bahwa jenis komoditas sayur dan buah adalah komoditas utama di Kota Tarakan, dan wilayah yang cukup potensi untuk pengembangan komoditas hortikultura tersebut adalah kecamatan Tarakan Utara dan Tarakan Timur.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA (Studi Kasus Pada Rumah Makan Di Kota Tarakan)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA (Studi Kasus Pada Rumah Makan Di Kota Tarakan) Erni Kartika Ratna Dewi Dr. Syaiful Anwar,S.E.,M.Si Hasil penilitian ,menunjukkan Nilai t hitung untuk variabel motivasi sebesar 1,478 1,705 t tabel dengan signifikansi 0,636 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel X1 (Motivasi) tidak berpengaruh terhadap variabel Y (Produktivitas). Jadi dapat disimpulkan variabel motivasi secara parsial tidak berpengaruh terhadap Produktivitas. Nilai t hitung untuk variabel Pengalaman sebesar 6,141 > 1,705 t tabel dengan signifikansi 0,000 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel X2 (Pengalaman) berpengaruh terhadap variabel Y (Produktivitas). Jadi dapat disimpulkan variabel Pengalaman secara parsial berpengaruh terhadap produktivitas. Nilai t hitung untuk variabel kketerampilan sebesar 7,849 > 1,705 t tabel dengan signifikansi 0,000 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel X3 (Keterampilan) berpengaruh terhadap variabel Y (Produktivitas). Secara simultan, nilai F hitung (48,059) > F tabel (2,98) dan nilai Sig F hitung lebih besar (0,000 0,05) sehingga dapat disimpulkan variabel X1 (Motivasi), X2 (Pengalaman) danX 3(Keterampilan) berpengaruh terhadap variabel Y (Produktivitas). Nilai R-Square adalah sebesar 0,847 ,hal ini menunjukkan variabel Motivasi, Pengalaman, dan Keterampilan mempengaruhi Produktivitas sebasar 84,7% sedangkan sisanya 15,3%, dipengaruhi oleh variabel lain di luar model regresi. Kata Kunci :Lama Usaha, Modal, Pendapatan, Tenaga Kerja

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK PERMAINAN TRADISIONAL KALIMANTAN UNTUK MENINGKATKAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL SISWA SMPN 2 PULAU DERAWAN

2020•Koleksi Perpustakaan

Ratna Dewi, 2019, “Pengaruh Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Permainan Tradisional Kalimantan Untuk Meningkatkan Komunikasi Interpersonal Siswa SMP Negeri 2 Pulau Derawan”. Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan. Pembimbing oleh Siti Rahmi, S.Sos.I.,M.Pd. Komunikasi interpersonal adalah proses penyampaian pesan yang dilakukan antara dua orang atau lebih dengan peluang untuk memberikan umpan balik. Komunikasi interpersonal siswa SMP Negeri 2 Pulau Derawan masih rendah, hal ini ditunjukkan dari perilaku siswa yang kurang kompak saat ada perlombaan kelas, meluapkan emosi lewat FB, lebih senang menyendiri main gad-ged dan sulit mengungkapkan pendapat dalam situasi diskusi. Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan komunikasi interpersonal siswa menggunakan bimbingan kelompok dengan teknik permainan tradisional Kalimantan yaitu permainan betewah dan pindah bintang. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh teknik permainan tradisional kalimantan terhadap komunikasi interpersonal siswa. Jenis peneitian adalah kuantitatif, dengan pendekatan pre-experiment dan desain one group pre-test post-test design, Populasi penelitian ini sebanyak 42 siswa dan sampel 8 siswa kelas IX SMP Negeri 2 Pulau Derawan. Teknik pengumpulan data menggunakan skala komunikasi interpersonal, Realibilitas diperoleh koefisien 0,757 yang menunjukan tingkat reliabilitas tinggi. Analisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan uji Wilcoxon dengan bantuan 22.0 SPSS windows. Berdasarkan hasil analisis data perhitungan uji-wilcoxon nilai asymp sig = 0,12 α = 0,05 maka H_0 ditolak yang berarti ada pengaruh penerapan bimbingan kelompok dengan teknik permainan tradisional Kalimantan untuk meningkatkan Komunikasi Interpersonal Siswa Kelas IX SMP Negeri 2 Pulau Derawan. Bagi peneliti selanjutnya, dapat menggunakan penelitian ini sebagai acuan untuk mengembangkan penelitian yang serupa dengan desain berbeda dari peneliti sebelumnya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK PERMAINAN TRADISIONAL KALIMANTAN UNTUK MENINGKATKAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL SISWA SMPN 2 PULAU DERAWAN

2019•

Ratna Dewi, 2019, “Pengaruh Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Permainan Tradisional Kalimantan Untuk Meningkatkan Komunikasi Interpersonal Siswa SMP Negeri 2 Pulau Derawan”. Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan. Pembimbing oleh Siti Rahmi, S.Sos.I.,M.Pd. Komunikasi interpersonal adalah proses penyampaian pesan yang dilakukan antara dua orang atau lebih dengan peluang untuk memberikan umpan balik. Komunikasi interpersonal siswa SMP Negeri 2 Pulau Derawan masih rendah, hal ini ditunjukkan dari perilaku siswa yang kurang kompak saat ada perlombaan kelas, meluapkan emosi lewat FB, lebih senang menyendiri main gad-ged dan sulit mengungkapkan pendapat dalam situasi diskusi. Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan komunikasi interpersonal siswa menggunakan bimbingan kelompok dengan teknik permainan tradisional Kalimantan yaitu permainan betewah dan pindah bintang. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh teknik permainan tradisional kalimantan terhadap komunikasi interpersonal siswa. Jenis peneitian adalah kuantitatif, dengan pendekatan pre-experiment dan desain one group pre-test post-test design, Populasi penelitian ini sebanyak 42 siswa dan sampel 8 siswa kelas IX SMP Negeri 2 Pulau Derawan. Teknik pengumpulan data menggunakan skala komunikasi interpersonal, Realibilitas diperoleh koefisien 0,757 yang menunjukan tingkat reliabilitas tinggi. Analisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan uji Wilcoxon dengan bantuan 22.0 SPSS windows. Berdasarkan hasil analisis data perhitungan uji-wilcoxon nilai asymp sig = 0,12 α = 0,05 maka H_0 ditolak yang berarti ada pengaruh penerapan bimbingan kelompok dengan teknik permainan tradisional Kalimantan untuk meningkatkan Komunikasi Interpersonal Siswa Kelas IX SMP Negeri 2 Pulau Derawan. Bagi peneliti selanjutnya, dapat menggunakan penelitian ini sebagai acuan untuk mengembangkan penelitian yang serupa dengan desain berbeda dari peneliti sebelumnya.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail