Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

38 hasil
Subjek: Produktivita
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA PENYULUH PERTANIAN LAPANGAN DI KOTA TARAKAN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rafika. 15201020081. 2020. “Hubungan Motivasi dengan Produktivitas Kerja Penyuluh Pertanian Lapangan di Kota Tarakan”. Dibimbing oleh Nia Kurniasih Suryana. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Motivasi penyuluh mempengaruhi produktivitas kerja penyuluh. Kinerja penyuluh akan meningkat apabila tidak sering terjadi kendala yang datang saat akan melakukan penyuluhan. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui tingkat motivasi kerja penyuluh pertanian di Kantor Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tarakan, (2) Untuk mengetahui tingkat produktivitas kerja penyuluh pertanian di Kantor Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tarakan, (3) Untuk mengetahui hubungan antara motivasi dan produktivitas kerja penyuluh pertanian di Kantor Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tarakan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis skala likert dan analisis deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat motivasi dan tingkat produktivitas kerja penyuluh pertanian di Kota Tarakan menunjukkan hasil yang baik dapat dilihat dari hasil penelitian bahwa tingkat motivasi kerja Penyuluh Pertanian di Kota Tarakan termasuk pada kategori tinggi, karena dilihat dari skor indikator kebutuhan untuk berprestasi yaitu 8, kemudian skor kebutuhan memperluas pergaulan yaitu 6 dan skor kebutuhan untuk menguasai suatu pekerjaan yaitu 3, Sehingga jumlah yang didapat dari keseluruhan parameter motivasi yaitu 17 dan termasuk kategori tinggi dan tingkat produktivitas kerja penyuluh pertanian di Kota Tarakan termasuk pada kategori tinggi, karena dilihat dari indikator skor kuantitas kerja yaitu 6, kemudian skor kualitas kerja kerja yaitu 9 dan skor ketepatan waktu yaitu 5. Sehingga jumlah yang didapat dari keseluruhan parameter produktivitas kerja yaitu 20 dan termasuk kategori tinggi. Maka dapat di simpulkan bahwa tingkat motivasi kerja penyuluh pertanian lapangan di Kota Tarakan termasuk dalam golongan tinggi dan tingkat produktivitas kerja penyuluh pertanian lapangan di Kota Tarakan termasuk dalam kategori tinggi. hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara tingkat motivasi kerja dengan produktivitas kerja. Dengan motivasi yang tinggi dapat meningkatkan produktivitas kerja yang tinggi juga. Hal ini dapat dilihat dari skor motivasi yaitu 17 termasuk kategori tinggi dan skor produktivitas yaitu 20 termasuk kategori tinggi. Hasil penelitian ini dapat memberikan masukan kepada Pemerintah Daerah dalam pengembangan dan peningkatan kualitas SDM serta mempersiapkan perencanaan dana untuk peningkatan penghasilan pegawai dan Kepada pemerintah daerah agar dapat merancang dan menetapkan standar mutu pekerjaan, agar seluruh pegawai dapat meningkatkan kualitas pekerjaannya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PERBANDINGAN PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA TERHADAP ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN (AHSP) SNI 2016 DAN ANALISA DILAPANGAN (Studi Kasus : Proyek Pembangunan Balai Pemasyarakatan Kota Tarakan).

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Produktivitas menggambarkan kemampuan tenaga kerja dalam menyelesaikan suatu kuantitas pekerjaan persatuan waktu. Produktivitas yaitu analisa produktivitas tenaga kerja dalam kaitannya terhadap waktu dan pelaksanaan proyek kontruksi untuk mengetahui produktivitas tenaga kerja dalam masing-masing proyek. Penelitian ini bertujuan 1) Untuk mengetahui perbandingan produktivitas tenaga kerja terhadap Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) SNI 2016 dan analisa dilapangan. 2) Untuk mengetahui nilai perbandingan selisih persentase produktivitas tenaga kerja terhadap Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) SNI 2016 dan analisa dilapangan. dengan menggunakan analisis produktivitas dan data yang digunakan adalah data primer dokumentasi dan pengamatan dilapangan, dimana hal yang diamati adalah jumlah tenaga kerja yang bekerja, jenis pekerjaan yang dikerjakan dan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa produktivitas tenaga kerja dilapangan cenderung lebih besar dibandingkan dengan standar SNI 2016. serta selisih persentase Pada pekerjaan pondasi, pembesian pondasi 32%, bekisting pondasi 27%, pengecoran pondasi 25%. Pada pekerjaan sloof, pembesian sloof 46%, bekisting sloof 36%, pengecoran sloof 50%. Pada pekerjaan kolom, pembesian kolom 33%, bekisting kolom 37%, pengecoran kolom 50%. Pada pekerjaan balok, pembesian balok 33%, bekisting balok 28%, pengecoran balok 25%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN KELOMPOK TANI DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PADI SAWAH (STUDI KASUS KELOMPOK TANI HARAPAN BARU DESA KARANG AGUNG, KABUPATEN BULUNGAN)

•

Peran Kelompok Tani Dalammeningkatkan Produktivitas Usahatani Padi Sawah (Studi Kasus Kelompok Tani Harapan Baru Desa Karang Agung, Kabupaten Bulungan) ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk (1) Mengetahui peran kelompok tani bagi anggota kelompok tani di Desa Karang Agung (2) Mengetahui hubungan antara peran kelompok tani dengan peningkatan produktivitas usahatani padi sawah. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, metode skoring, dan analisis statistik Korelasi Spearman dengan jumlah sampel responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) Sebagian responden menilai tingkat keseluruhan peran Kelompok Tani Harapan Baru di Desa Karang Agung sudah cukup berperan. Hal ini dapat dilihat dari anggota kelompok tani yang menilai kategori cukup berperan sebanyak 11 anggota dengan persentase (47.83%). Adapun parameter peran kelompok tani adalah sebagai kelas belajar, wahana kerjasama dan unit produksi. (2) Hasil perhitungan korelasi Rank Spearman diperoleh angka koefisien korelasi sebesar 0.543 yang artinya tingkat kekuatan hubungan (korelasi) antar peran kelompok tani Harapan Baru dengan produktivitas padi sawah adalah sebesar 0.543 atau hubungan sedang. Dari hasil yang telah diperoleh dapat disimpulkan bahwa (1) Peran kelompok tani memiliki persentase tertinggi (47.83%) dengan kategori cukup berperan (2) Adanya hubungan antara peran kelompok tani Harapan Baru dengan peningkatan produktivitas usahatani padi sawah yang dibuktikan dengan koefisien korelasi sebesar 0.543 dengan signifikansi 0,007 (signifikan) Kata Kunci : Padi sawah, Peran Kelompok Tani, Produktivitas

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Determinasi Produktivitas Tenaga Kerja Perempuan Pada Industri Tempe Di Karang Anyar

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Industri tempe skala rumah tangga di Kelurahan Karang Anyar merupakan salah satu sentra usaha mikro yang menyerap banyak tenaga kerja perempuan dalam proses produksinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh upah tenaga kerja perempuan (X1) dan pengalaman kerja perempuan (X2) terhadap tingkat produktivitas tenaga kerja perempuan (Y) pada industri tempe tersebut, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Populasi penelitian berjumlah 56 tenaga kerja perempuan yang tersebar pada 14 unit usaha tahu dan tempe, dan seluruh anggota populasi dijadikan sampel melalui teknik sampel jenuh (sensus). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert dan dianalisis dengan regresi linier berganda berbantuan SPSS versi 29. Hasil analisis menghasilkan persamaan regresi Y = 6,358 + 0,295X1 + 0,345X2. Secara parsial, upah tenaga kerja perempuan terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas (t hitung 2,387 > t tabel 1,674 sig. 0,021 0,05), demikian pula pengalaman kerja perempuan (t hitung 3,182 > t tabel 1,674 sig. 0,002 0,05). Secara simultan, kedua variabel juga berpengaruh signifikan terhadap produktivitas (F hitung 17,703 > F tabel 3,17 sig. 0,000 0,05), dengan nilai Adjusted R Square sebesar 0,378, yang berarti kedua variabel mampu menjelaskan 37,8 persen variasi produktivitas tenaga kerja perempuan, sedangkan sisanya 62,2 persen dijelaskan oleh faktor lain di luar model. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan upah dan akumulasi pengalaman kerja merupakan dua faktor penting yang mendorong produktivitas tenaga kerja perempuan pada industri tempe di Kelurahan Karang Anyar.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TREN CPUE (CATCH PER UNIT EFFORT) HASIL TANGKAPAN IKAN TENGGIRI DENGAN JARING INSANG HANYUT YANG DI DARATKAN PADA POS PEMBELIAN IKAN SELUMIT PANTAI KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perairan pulau Tarakan yang berada dalam WPPRI 716 memiliki potensi sumberdaya ikan tenggiri yang besar, namun penangkapan yang terus menerus dapat mengurangi stok populasinya. Maka perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui tingkat produktivitas penangkapan melalui analisis Catch Per Unit Effort (CPUE). Penelitian ini bertujuan mengetahui tren hasil tangkapan utama (HTU) dan hasil tangkapan sampingan (HTS) nelayan selama 5 tahun, mengetahui hubungan trip penangkapan dengan HTU dan HTS, serta mengetahui nilai CPUE keduanya. Penelitian ini dilaksanakan pada Januari-Juni 2026 menggunakan data rekapitulasi pembelian ikan selama 5 tahun di pos pembelian ikan CV. Mekar Jaya, Kelurahan Selumit Pantai, Kota Tarakan. Hasil penelitian menggambarkan tren HTU dan HTS selama 5 tahun terakhir yang mengalami fluktuasi. Nilai CPUE HTU tertinggi tercatat pada tahun 2022 sebesar 126,1 kg/trip dan terendah pada tahun 2021 sebesar 74,4 kg/trip. Hubungan antar trip penangkapan dan HTU menggambarkan hubungan linier positif dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,743 sedangkan hubungan trip penangkapan dan HTS menunjukkan hubungan positif yang lemah dengan koefisien determinasi 0,1713. Sementara itu, hubungan antara trip penangkapan dan CPUE menggambarkan pola negatif, mengindikasikan bahwa peningkatan upaya penangkapan tidak selalu diikuti oleh peningkatan produktivitas hasil tangkapan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, produktivitas penangkapan jaring insang hanyut di Perairan Pulau Tarakan menunjukkan kondisi yang berfluktuasi selama 5 tahun terakhir.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN FASILITAS KERJA DAN KEPUASAN KERJA MELALUI PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASI SEBAGAI PEMEDIASI DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PEGAWAI DI UPTD PUSKESMAS MALINAU KOTA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fasilitas kerja dan kepuasan kerja terhadap produktivitas pegawai, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui persepsi dukungan organisasi sebagai variabel mediasi di UPTD Puskesmas Malinau Kota. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian asosiatif. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai UPTD Puskesmas Malinau Kota yang berjumlah 78 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas kerja dan kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas pegawai. Selain itu, fasilitas kerja dan kepuasan kerja juga terbukti berpengaruh positif terhadap persepsi dukungan organisasi. Persepsi dukungan organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas pegawai serta berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan antara fasilitas kerja dan kepuasan kerja dengan produktivitas pegawai. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan produktivitas pegawai tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis dan psikologis semata, tetapi juga oleh persepsi pegawai terhadap dukungan organisasi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN FASILITAS KERJA DAN KEPUASAN KERJA MELALUI PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASI SEBAGAI PEMEDIASI DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PEGAWAI DI UPTD PUSKESMAS MALINAU KOTA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fasilitas kerja dan kepuasan kerja terhadap produktivitas pegawai, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui persepsi dukungan organisasi sebagai variabel mediasi di UPTD Puskesmas Malinau Kota. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian asosiatif. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai UPTD Puskesmas Malinau Kota yang berjumlah 78 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas kerja dan kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas pegawai. Selain itu, fasilitas kerja dan kepuasan kerja juga terbukti berpengaruh positif terhadap persepsi dukungan organisasi. Persepsi dukungan organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas pegawai serta berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan antara fasilitas kerja dan kepuasan kerja dengan produktivitas pegawai. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan produktivitas pegawai tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis dan psikologis semata, tetapi juga oleh persepsi pegawai terhadap dukungan organisasi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Kasus Tentang Penyerapan Angkatan kerja di Provinsi Kalimantan Utara

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh produktivitas tenaga kerja, ruang fiskal, dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) terhadap partisipasi kerja di Provinsi Kalimantan Utara periode 2009–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi data panel. Hasil estimasi menunjukkan bahwa secara parsial, produktivitas tenaga kerja (p = 0,0028) dan UMK (p = 0,0080) berpengaruh signifikan terhadap partisipasi kerja, sedangkan ruang fiskal tidak berpengaruh signifikan (p = 0,7656). Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap partisipasi kerja (p = 0,0002). Nilai R-square sebesar 0,4102 menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan 41,02% variasi partisipasi kerja, sedangkan sisanya sebesar 58,98% dijelaskan oleh faktor lain di luar penelitian. Implikasi penelitian mengindikasikan bahwa peningkatan produktivitas tenaga kerja belum diikuti oleh peningkatan partisipasi kerja, sementara ruang fiskal belum memberikan pengaruh yang berarti terhadap partisipasi kerja di Kalimantan Utara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MACAM PEMBENAH TANAH ORGANIK SEBAGAI PENDUKUNG PHONSKA UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Strurt.)

2026•

Abstrak Pemberian bahan pembenah tanah menjadi tindakan penting dalam memperbaiki kualitas fisik, kimia dan hayati tanah pada lahan sub-optimal baik kering maupun basah, baik pembenah tanah alami maupun sintetik. Penggunaan pembenah tanah sebagai pendamping pupuk kimia guna memperbaiki sifat fisik tanah serta mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh berbagai jenis pembenah tanah organik sebagai pendukung pupuk Phonska terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Strurt.). Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari enam perlakuan yaitu kontrol (P0), Phonska tunggal (P1), Phonska + limbah udang (P2), Phonska + kotoran sapi (P3), Phonska + kotoran ayam (P4) dan Phonska + arang sekam padi (P5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi Phonska dengan pembenah tanah organik memberikan pengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan. Perlakuan Phonska + kotoran ayam (P4) memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman dan jumlah daun dengan nilain masing-masing 193,108 cm dan 12,542 helai. Pemberian Phonska + limbah udang (P2) memberikan hasil terbaik pada komponen hasil dengan rerata jumlah tongkol terbanyak (14,750 buah) dan berat kering berangkasan tertinggi (222,083 g). Sinergi antara pupuk anorganik dan pembenah organik terbukti efektif meningkatkan produktivitas jagung manis di lahan marginal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Model Pengaruh Faktor Ekonomi, Sosial Dan Lingkungan kerja terhadap produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit di PT. Karangjuang Hijau Lestari 1

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berlatar Indonesia sebagai produsen CPO terbesar dunia menghadapi tantangan serius terkait produktivitas tenaga kerja pemanen, termasuk di PT. Karangjuang Hijau Lestari 1. Rendahnya produktivitas tidak hanya menurunkan efisiensi produksi, tetapi juga kualitas bahan baku PKS. Tujuan penelitian ini 1. Mengetahui pengaruh faktor ekonomi, sosial dan lingkungan terhadap produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit 2. Mengetahui faktor yang paling memberikan pengaruh terhadap produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit 3. Mengetahui strategi yang tepat untuk diterapkan guna meningkatkan produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit 4. Menetapkan alternatif prioritas strategi yang diterapkan untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan pengambilan sampel menggunakan teknik sensus terhadap 75 pasangan keluarga tenaga panen. Analisis data dilakukan melalui Partial Least Square (PLS) untuk menguji model pengukuran (outer model) dan model struktural (inner model), serta matriks SWOT untuk merumuskan strategi peningkatan produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) untuk merumuskan strategi prioritas peningkatan produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit PT. Karangjuang Hijau Lestari 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1. faktor ekonomi, social dan lingkungan memiliki pengaruh terhadap produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit. 2. Faktor Sosial merupakan variabel paling kuat dengan path coefficient 0,409, sedang faktor ekonomi dengan path coefficient 0,339 dan factor lingkungan dengan path coefficient 0,240. 3. Strategi peningkatan produktivitas yang direkomendasikan adalah strategi organisasi yang aplikatif, kontekstual, dan adaptif terhadap dinamika lapangan. Strategi ini berada pada Kuadran II adalah ST 4. Strategi alternatif prioritas yang paling tepat untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja pemanen adalah strategi Weakness–Opportunities (WO), yaitu pelatihan teknis panen dan perbaikan sistem distribusi alat kerja.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Struktur Komunitas Plankton dengan Kualitas Air pada perairan Tambak Tradisional Kabupaten Tana Tidung Provinsi Kalimantan Utara

2025•

Plankton berperan penting dalam ekosistem perairan sebagai pakan alami bagi berbagai organisme yang kelimpahannya dipengaruhi oleh kualitas air. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kualitas air dengan struktur komunitas plankton di tambak tradisional Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara. Pengambilan sampel dilakukan pada tiga stasiun, yaitu Desa Sambungan, Desa Tanah Merah dan Desa Bebatu. Parameter abiotik yang diamati meliputi suhu, pH, salinitas, DO, nitrat, dan fosfat. Parameter biotik mencakup kelimpahan, keanekaragaman (H'), keseragaman (E), dan dominansi plankton. Hasil menunjukkan kelimpahan tertinggi terdapat di Stasiun 3 dengan fitoplankton 360 sel/L dan zooplankton 5 ind/L, sedangkan kelimpahan terendah di Stasiun 2 (fitoplankton 250 sel/L; zooplankton 3 ind/L) dan Stasiun 1 (fitoplankton 163 sel/L; zooplankton 5 ind/L). Indeks keanekaragaman di Stasiun 1 (fitoplankton 1,121; zooplankton 1,442) dan Stasiun 2 (fitoplankton 1,108; zooplankton 1,009) tergolong sedang, sedangkan di Stasiun 3 lebih rendah (fitoplankton 0,993; zooplankton 0,714). Analisis regresi menunjukkan bahwa kelimpahan fitoplankton sangat dipengaruhi oleh nitrat (R² = 99,9%), salinitas (R² = 93,5%), suhu (R² = 80,5%), dan fosfat (R² = 77,2%). Zooplankton dipengaruhi oleh DO (R² = 93,4%) dan suhu (R² = 84,2%). Kualitas air terbukti memengaruhi struktur komunitas plankton secara signifikan. Analisis menunjukkan bahwa kelimpahan fitoplankton dan zooplankton dipengaruhi oleh berbagai parameter kualitas air, terutama nutrien, suhu, salinitas, dan oksigen terlarut. Setiap jenis plankton merespons faktor lingkungan secara berbeda, sehingga kualitas air berperan penting dalam membentuk struktur komunitas plankton. Temuan ini menekankan pentingnya pemantauan kualitas air demi menjaga keseimbangan ekosistem tambak.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PANEN KELAPA SAWIT RAYON D (DELTA) DI FAP AGRI.TBK PT. BHUMI SIMANGGARIS INDAH

2025•

Labour productivity in harvesting is a key element in the operational success of the oil palm plantation sector PT Bhumi Simanggaris Indah as part of FAP Agri. Tbk in North Kalimantan has its own challenges in maintaining and increasing harvester productivity, especially in Rayon D (Delta) which consists of three divisions with a fairly large number of harvest workers and diverse geographical conditions and workforce characteristics. Problems in productivity can arise from a number of factors such as worker age, gender, work experience, education level, and distance to the harvest location. The purpose of this study was to determine the characteristics of oil palm harvesting workers partially and analyse the influence of these variables on labour productivity simultaneously in Rayon D (Delta) The study was conducted from November 2024 to February 2025 through a quantitative approach. Data were collected from questionnaires, interviews, and observations of 60 respondents who were randomly selected from a population of 150 people The data analysis technique employed was multiple linear regression, equipped with validity tests, reliability tests, and classical assumption tests The results of the study showed that simultaneously, the variables of age, gender, work experience, education, and travel distance had a significant effect on the productivity of harvest workers (F count=6428, sig 0.000005) However, partially, only the work experience variable showed a significant effect (sig 0.0020.05) Other variables did not have a significant effect on productivity This finding indicates that work experience is a dominant factor in increasing the efficiency of oil palm harvest work. These results can be the basis for human resource management policies, such as experience-based training and more targeted workforce placement strategies Produktivitas tenaga kerja panen merupakan elemen kunci dalam keberhasilan operasional sektor perkebunan kelapa sawit. PT Bhumi Simanggaris Indah sebagai bagian dari FAP Agri. Tbk di Kalimantan Utara memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga dan meningkatkan produktivitas pemanen, khususnya di Rayon D (Delta) yang terdiri dari tiga afdeling dengan jumlah tenaga kerja panen cukup besar dan kondisi geografis serta karakteristik tenaga kerja yang beragam. Permasalahan dalam produktivitas dapat timbul dari sejumlah faktor seperti usia pekerja, jenis kelamin, pengalaman kerja, tingkat pendidikan, dan jarak tempuh ke lokasi panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik tenaga kerja panen kelapa sawit secara parsial dan menganalisis pengaruh variabel-variabel tersebut terhadap produktivitas tenaga kerja secara simultan di Rayon D (Delta) Penelitian dilakukan pada bulan November 2024 hingga Februari 2025 dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan observasi terhadap 60 responden yang dipilih secara acak dari populasi sebanyak 150 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda, dilengkapi uji validitas, reliabilitas, serta uji asumsi klasik Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, variabel umur, jenis kelamin, pengalaman kerja, pendidikan, dan Jarak tempuh berpengaruh signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja panen (F hitung 6,428, sig 0,000 0,05). Namun secara parsial, hanya variabel pengalaman kerja yang menunjukkan pengaruh signifikan (sig 0,002 0,05) Variabel lainnya tidak berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengalaman kerja merupakan faktor dominan dalam meningkatkan efisiensi kerja panen kelapa sawit. Hasil ini dapat menjadi dasar dalam kebijakan manajemen sumber daya manusia, seperti pelatihan berbasis pengalaman dan strategi penempatan tenaga kerja yang lebih tepat sasaran.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS NELAYAN TANGKAP LAUT DI DESA LIAGU KECAMATAN SEKATAK KABUPATEN BULUNGAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Produktivtas nelayan tangkap laut merupakan indikator penting dalam mengukur keberhasilan sektor perikanan, Namun, pencapaian produktivitas ini sering kali dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti umur, pengalaman kerja, serta biaya melaut. Fenomena tersebut menjadi latar belakang dilakukannya penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas nelayan tangkap laut di Desa Liagu, Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linier berganda. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 88 orang nelayan yang dipilih menggunakan teknik quota sampling dari total populasi sebanyak 352 nelayan. Variabel independen yang diteliti meliputi umur (X1), pengalaman kerja (X2), dan biaya melaut (X3), sedangkan variabel dependen adalah produktivitas (Y) yang diukur berdasarkan rasio antara nilai tangkapan dengan durasi melaut dalam satu musim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, variabel biaya melaut berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas, sedangkan umur dan pengalaman kerja tidak berpengaruh signifikan. Namun secara simultan, ketiga variabel independen tersebut berpengaruh signifikan terhadap produktivitas nelayan tangkap laut. Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,410 menunjukkan bahwa 41% variasi produktivitas dapat dijelaskan oleh variabel umur, pengalaman kerja, dan biaya melaut, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Produktivitas dan Biaya Bahan Baku Terhadap Total Produksi Pada Industri Roti Di Kota Tarakan

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh produktivitas dan biaya bahan baku terhadap total produksi pada industri roti di Kota Tarakan. Populasi dalam penelitian ini adalah 177 unit usaha dengan penentuan sampel menggunakan teknik nonprobability sampling, sampling kuota sehingga menghasilkan 30 sampel pada unit usaha industri roti di Kota Tarakan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diuji dengan beberapa tahapan pengujian yaitu, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, dan pengujian hipotesis serta koefisien determinasi (R2) dengan bantuan aplikasi Statistical Package For Social Sciences (SPSS) versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas berpengaruh positif terhadap total produksi pada industri roti di Kota Tarakan. Biaya bahan baku berpengaruh negatif terhadap total produksi pada industri roti di Kota Tarakan. Sementara itu, secara simultan produktivitas dan biaya bahan baku berpengaruh terhadap total produksi pada industri roti di Kota Tarakan. Hasil uji statistik t secara parsial dari kedua variabel menghasilkan produktivitas dan biaya bahan baku berpengaruh terhadap variabel total produksi sehingga Ha diterima. Hasil uji f menunjukkan bahwa variabel produktivitas dan biaya bahan baku secara simultan berpengaruh terhadap variabel total produksi sehingga Ha diterima. Produktivitas dan biaya bahan baku mampu menjelaskan pengaruh terhadap variabel total produksi sebesar 88,3%. Sementara 11,7% sisanya disebabkan faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pinjaman Rupiah dan Valas Terhadap Peningkatan Output Pertanian di Indonesia

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PINJAMAN RUPIAH DAN VALAS TERHADAP PENINGKATAN OUTPUT PERTANIAN DI INDONESIA Sarmita Dr. Margiyono, S.E., M.Si Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis produktivitas dan efektivitas pembiayaan perbankan sektor pertanian terdapat output di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder hasil publikasi Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia. Pada penelitian ini menggunakan data time series dari tahun 2018, 2021, 2024. Dalam penelitian ini menggunakan alat analisis produktivitas, Incremental Capital Output Rasio, Tipologi Klassen, perencanaan kebutuhan kapital. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa provinsi dengan produktivitas tertinggi di tahun 2018 adalah provinsi Riau dengan nilai rata-rata Rp.34,61 tahun 2021 dan 2024 provinsi Kaltara yang memiliki nilai tertinggi sebesar Rp.38,93 – Rp.26,68. Sedangkan produktivitas terendah dari tahun 2018 sampai tahun 2024 adalah DKI Jakarta dengan nilai Rp.0,03-0,00. Kemudian berdasarkan hasil analisis efektivitas, provinsi Kalimantan Timur dengan rata-rata nilai Rp.-88,62. Kemudian provinsi yang paling tidak efektif adalah D.K.I Jakarta dengan nilai rata-rata Rp.6159,44. Pada hasil analisis Tipologi Klassen pemetaan produktivitas dan efektivitas diklasifikasi progresif dan inoatif adalah Riau, Jambi, Aceh, Maluku Utara, Bengkulu, Sulawesi Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kep. Bangka Belitung selama 3 tahun. Untuk provinsi yang terklasifikasi kedalam provinsi yang tertekan adalah provinsi Kalimantan Selatan, Maluku, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, DKI Jakarta dan DI Yogyakarta. 4. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan modal setiap provinsi di Indonesia tahun 2025-2030 pada skenario I dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 4% dibutuhkan pijaman sebesar Rp. 325.994.909,07. Kemudian pada skenario II dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 7,5% dibutuhkan modal sebesar Rp. 667.549.324,01 yang terakhir untuk skenario III dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 9% dibutuhkan modal sebesar Rp. 831.946.350,15. Kata kunci : Produktivitas, Efektivitas, Pembiayaan Perbankan, PDRB

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektifitas dan Produktivitas Pembiayaan Perbankan Terhadap Sektor Ekonomi di Provinsi Kalimantan Timur

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis efektivitas dan produktivitas pembiayaan perbankan berupa kredit perbankan terhadap sektor ekonomi di Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder hasil publikasi Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur. Pada penelitian ini menggunakan data time series dari tahun 2019-2023. Dalam penelitian ini menggunakan alat analisis Incremental Capital Output Rasio (ICOR), Produktivitas, Pemetaan Tipologi klassen dan Perencanaan Kebutuhan Modal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sektor yang paling efektif adalah sektor administrasi pemerintah, pertahanan dan jaminan sosial wajib dengan nilai rata-rata sebesar 0,01 dan sektor yang paling tidak efektif adalah sektor pengadaan listrik dan gas dengan nilai rata-rata sebesar 38,76 dan sektor jasa lainnya tang memiliki nilai -26,15. Kemudian berdasarkan hasil analisis produktivitas, sektor yang memiliki nilai produktivitas yang tinggi adalah sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib dengan nilai rata-rata produktivitas sebesar Rp 7.143,53 dan sektor dengan nilai produktivitas yang rendah adalah sektor jasa lainnya dengan nilai rata-rata produktivitas sebesar Rp. 0,25. Pada hasil analisi Tipologi Kalssen, pemetaan efektivitas dan produktivitas sektor yang terklasifikasi sebagai sektor produktif dan efektif selama 5 tahun terakhir adalah sektor administrasi pemerintaha, pertahanan dan jaminan sosial wajib; sektor jasa keuangan dan asuransi; informasi dan komunikasi; jasa pendidikan; serta pertambangan dan penggalian sedangkan sektor yang tidak efektif dan tidak produktif adalah sektor real estate; sektor jasa perusahaan; sektor pengadaan listrik dan gas; serta sektor jasa lainnya. Berdasarkan hasil analisis proyeksi kebutuhan modal pada skenario I dengan target pertumbuhan sebesar 5% dibutuhkan modal sebesar Rp 432 Miliar. Kemudian pada skenario II dengan target pertumbuhan sebesar 8% dibutuhkan modal sebesar Rp 759 Miliar. Kemudian pada skenario III dengan target pertumbuhan sebesar 10% dibutuhkan modal sebesar Rp 1,01 Triliun.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGELOMPOKAN PRODUKTIVITAS TANAMAN PADI DI KALIMANTAN UTARA MENGGUNAKAN METODE CLUSTERING K-MEANS

2025•

Penelitian ini di latar belakangi oleh keinginan untuk menjawab permasalahan: (1) Berapa klaster potensi padi yang dapat dibentuk berdasarkan variabel luas panen, produksi, dan produktivitas padi tahun 2021-2023 di Provinsi Kalimantan Utara; (2) Berapa klaster tinggi, sedang, dan rendah berdasarkan variabel luas panen, produksi, dan produktivitas padi di Provinsi Kalimantan Utara. Oleh karena itu Provinsi Kalimantan Utara perlu mengelompokkan kabupaten/kota penghasil padi menggunakan metode clustering untuk mengetahui daerah dengan potensi produksi padi. Clustering yang digunakan adalah dengan menggunakan algoritma k-means. Clustering k-means mengelompokkan kabupaten/kota berdasarkan kesamaan dalam tiga variabel utama yaitu luas panen, produksi, dan produktivitas. Hasil yang didapatkan dari metode ini yaitu 3 Cluster antara lain C1, C2 dan C3. Penelitian ini mengelompokkan kabupaten/kota berdasarkan luas panen, produksi, dan produktivitas padi. Cluster 1 (Malinau dan Tarakan), peningkatan kapasitas menjadi prioritas kedua untuk cluster ini, yang berada pada kategori cluster sedang. Memiliki produktivitas yang mendekati rata-rata dengan nilai z-score sebesar -0,10209. Namun, luas panen dan produksi rendah, dengan nilai z-score masing-masing -0,55757 dan -0,56876. Jarak euclidean untuk wilayah Malinau dan Tarakan, yaitu 0,65416. Cluster 2 (Bulungan dan Nunukan), upaya menjaga keberlanjutan menjadi prioritas ketiga untuk cluster ini, yang berada pada kategori cluster tinggi. Menunjukkan kinerja yang tinggi di semua variabel, dengan nilai z-score sebagai berikut: 1,01700 untuk luas panen, 1,02876 untuk produksi, dan 0,87317 untuk produktivitas. Jarak euclidean untuk wilayah Bulungan dan Nunukan, yaitu 0,19420. Cluster 3 (Tana Tidung), perbaikan produktivitas secara signifikan menjadi prioritas utama untuk cluster ini, yang berada pada kategori cluster rendah. Memiliki kinerja yang rendah di semua variabel, dengan nilai z-score sebagai berikut: -0,91887 untuk luas panen, -0,92000 untuk produksi, dan -1,54216 untuk produktivitas. Jarak euclidean untuk wilayah Tana Tidung, yaitu 0.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

peran kelompok tani dalam peningkatan produktivitas padi (Orsyza sativa) di kecamatan Sebatik timur kabupaten Nunukan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kelompok tani dalam meningkatkan produktivitas padi (Oryza sativa) dan untuk menganalisis produktivitas padi di Desa Tanjung Aru, Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan. Penelitian ini menggunakan analisis skala Likert dengan 70 responden yang di tentukan demgan metode sensus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok tani berperan dalam meningkatkan produktivitas padi, dengan peran sebagai kelas belajar memperoleh skor 3,49 (kategori sangat berperan), peran sebagai kerja sama dengan skor 3,58 (kategori berperan), dan peran sebagai unit produksi dengan skor 3,48 (kategori sangat berperan). Berdasarkan analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa kelompok tani di Desa Tanjung Aru memiliki kontribusi yang sangat baik dalam memfasilitasi peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani. Rata-rata produktivitas padi di desa ini tercatat sebesar 3,88 ton/ha dengan luas lahan 1,19 ha, menghasilkan total produksi sebesar 4,63 ton. Penelitian ini mengidentifikasi bahwa meskipun ada peran signifikan dari kelompok tani, tantangan seperti keterbatasan akses terhadap teknologi dan sumber daya masih menjadi faktor yang mempengaruhi produktivitas. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk kebijakan pengembangan kelembagaan petani di Desa Tanjung Aru.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS BONGKAR MUAT PETI KEMAS DI PELABUHAN MALUNDUNG KOTA TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Produktivitas bongkar muat di pelabuhan merupakan indikator penting dalam menilai kinerja operasional suatu pelabuhan. Dalam penelitian ini, dua variabel penelitian yang akan dianalisis, yaitu peralatan bongkar muat dan Terminal Operating System (TOS) sebagai variabel independen sedangkan produktivitas bongkar muat akan menjadi variabel dependen. Tujuan dari penelitian untuk menentukan dan memodelkan pengaruh peralatan bongkar muat dan Terminal Operating System (TOS) terhadap produktivitas bongkar muat di Pelabuhan Malundung Kota Tarakan. Penentuan responden sebagai sampel menggunakan metode purpose sampling, dengan pengumpulan data menggunakan kuisioner. Metode analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda dengan uji statistik menggunakan uji validitas dan reliabilitas. Uji hipotesis dilakukan berupa Uji T, Uji F, dan analisis koefisien determinasi. Hasil analisis data yaitu terdapat pengaruh peralatan bongkar muat yang signifikan terhadap produktivitas bongkar muat antara lain efisiensi peralatan, ketersediaan peralatan, serta faktor teknologi dan inovasi peralatan. Permodelan pengaruh variabel independen terhadap produktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Malundung Kota Tarakan dapat digambarkan sebagai berikut: Y = 2.708 + 0.202 Xa2 + 0.606 Xa3 +0.049 Xa5 Dari hasil penelitian regresi berganda tersebut, dapat disimpulkan bahwa indikator ketersediaan peralatan memiliki pengaruh paling dominan terhadap produktivitas bongkar muat dengan koefisien regresi 0,606. Uji Adjusted R2 menunjukkan hasil 0.606 atau 60.6% sedangkan 39.8 % dipengaruhi oleh variabel penelitian yang tidak menjadi variabel dari penelitian ini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR KUALITAS AIR DAN TANAH YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS TAMBAK UDANG WINDU (Penaeus monodon) DI KECAMATAN TARAKAN TIMUR, KOTA TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tambak merupakan media terkontrol yang terletak di wilayah pesisir yang dimanfaatkan untuk memelihara atau membesarkan udang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor kualitas air dan tanah tambak yang berpengaruh terhadap produktivitas tambak budidaya udang windu sistem teknologi tradisional di Kecamatan Tarakan Timur. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Mei 2024 di tambak Tarakan Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah survey dan purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah metode regresi linier berganda. Berdasarkan hasil uji simultan bahwa variabel suhu air, salinitas air, pH air, alkalinitas air, kalium air, kecerahan air, amoniak air, nitrat air, oksigen terlarut, fospat air, pH tanah, fospat tanah, nitrat tanah dan kalium tanah berpengaruh terhadap produktivitas tambak. Sementara uji parsial diperoleh 1 variabel yang berpengaruh langsung terhadap produktivitas tambak udang yaitu, Fosfat tanah. Produksi untuk tambak budidaya udang windu Tarakan Timur berkisar 50-85 kg/Ha/siklus dengan rata-rata 71,76 kg/Ha/siklus.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail