Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

7 hasil
Subjek: Pembiayaan perbankan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Implikasi Pembiayaan Perbankan terhadap Kinerja Transportasi di Indonesia

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi relatif produksi, penyerapan pembiayaan perbankan, dan efektivitas pembiayaan perbankan terhadap sektor transportasi. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder hasil publikasi Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Penelitian menggunakan alat analisis Location Quotient (LQ) yang telah ditransformasi menjadi efisiensi relatif produksi dan penyerapan pembiayaan, Incremental Capital Output Ratio (ICOR), dan pola pemetaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan yang memiliki tingkat efisiensi relatif produksi tertinggi ialah kawasan Kepulauan Nusa Tenggara dengan nilai 1,41, sementara kawasan yang memiliki tingkat efisiensi relatif produksi rendah ialah kawasan Jawa dengan nilai 1,07. Penyerapan pembiayaan perbankan untuk sektor transportasi tertinggi ialah kawasan Kalimantan dengan nilai 0,99, sementara kawasan yang penyerapan pembiayaan perbankan rendah ialah kawasan Kepulauan Nusa Tenggara dengan nilai 0,40. Analisis Incremental Capital Output Ratio (ICOR) kawasan dengan nilai efektif ialah kawasan Papua dengan nilai 0,97, sedangkan kawasan dengan nilai kurang efektif ialah kawasan Jawa dengan nilai 5,41. Pola pemetaan efisiensi relatif produksi dengan penyerapan pembiayaan menunjukkan provinsi yang konsisten dikategori progresif inovatif ialah provinsi Sumatera Barat, Bengkulu, Aceh, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, Gorontalo, Maluku, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, dan Kalimantan Tengah. Kemudian provinsi yang konsisten dikategori gagal ialah provinsi Kepulauan Riau. Analisis perencanaan kebutuhan kapital setiap kawasan di Indonesia tahun 2024-2030 dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 6% dibutuhkan kapital sebesar Rp1.295.171.990.000 triliun, selanjutnya target pertumbuhan 9% dibutuhkan kapital sebesar Rp1.942.757.990.000 triliun, sementara target pertumbuhan 12% dibutuhkan kapital sebesar Rp2.590.343.990.000 triliun

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pembiayaan Sektor Perdagangan di Indonesia

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi relatif produksi di sektor perdagangan, penyerapan pembiayaan, tingkat efektivitas pembiayaan, pola pemetaan efisiensi relatif produksi dengan penyerapan pembiayaan, dan perencanaan kebutuhan kapital untuk sektor perdagangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder dari situs web Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Penelitian ini menggunakan data dari tahun 2018-2023 dengan alat analisis Location Quotient (LQ) yang di transformasi ke dalam rumus efisiensi relatif produksi, penyerapan pembiayaan dan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) pola pemetaan, dan perencanaan kebutuhan kapital. Hasil penelitian ini menunjukkan efisiensi relatif produksi wilayah yang memiliki nilai rata-rata yang tergolong basis adalah wilayah Jawa sebesar 1,01. Sedangkan nilai rata-rata tergolong non basis berada di wilayah Kalimantan dengan nilai sebesar 0.74. Penyerapan pembiayaan relatif wilayah yang memiliki nilai rata-rata tertinggi berada di wilayah Nusa Tenggara & Bali sebesar 1,76. Sedangkan nilai rata-rata terendah berada di Wilayah Kalimantan dengan nilai sebesar 1,00, namun tergolong netral. Efektivitas pembiayaan dengan nilai efektivitas terendah adalah Kawasan Sumatera dengan nilai 4,5 tergolong efektif, sementara yang tertinggi adalah kawasan Jawa dengan nilai 13,3 yang dikatakan tidak efektif. Pola pemetaan efisiensi relatif produksi dengan penyerapan pembiayaan menunjukkan bahwa provinsi yang terklasifikasi progresif inovatif adalah DKI Jakarta, dan Maluku Utara. Kemudian provinsi yang terklasifikasi gagal adalah Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Lampung,Jambi, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Yogyakarta, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, Bali, Papua, dan Papua Barat. Perencanaan kebutuhan kapital setiap kawasan yang ada di Indonesia tahun 2024 hingga 2030 dengan pertumbuhan 3% dibutuhkan kapital sebesar 2,959 trilliun, untuk pertumbuhan 4,5% dibutuhkan kapital sebesar 4,646 trilliun, dan untuk pertumbuhan 6% dibutuhkan kapital sebesar 6,484 trilliun.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pinjaman Rupiah dan Valas Terhadap Peningkatan Output Pertanian di Indonesia

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PINJAMAN RUPIAH DAN VALAS TERHADAP PENINGKATAN OUTPUT PERTANIAN DI INDONESIA Sarmita Dr. Margiyono, S.E., M.Si Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis produktivitas dan efektivitas pembiayaan perbankan sektor pertanian terdapat output di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder hasil publikasi Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia. Pada penelitian ini menggunakan data time series dari tahun 2018, 2021, 2024. Dalam penelitian ini menggunakan alat analisis produktivitas, Incremental Capital Output Rasio, Tipologi Klassen, perencanaan kebutuhan kapital. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa provinsi dengan produktivitas tertinggi di tahun 2018 adalah provinsi Riau dengan nilai rata-rata Rp.34,61 tahun 2021 dan 2024 provinsi Kaltara yang memiliki nilai tertinggi sebesar Rp.38,93 – Rp.26,68. Sedangkan produktivitas terendah dari tahun 2018 sampai tahun 2024 adalah DKI Jakarta dengan nilai Rp.0,03-0,00. Kemudian berdasarkan hasil analisis efektivitas, provinsi Kalimantan Timur dengan rata-rata nilai Rp.-88,62. Kemudian provinsi yang paling tidak efektif adalah D.K.I Jakarta dengan nilai rata-rata Rp.6159,44. Pada hasil analisis Tipologi Klassen pemetaan produktivitas dan efektivitas diklasifikasi progresif dan inoatif adalah Riau, Jambi, Aceh, Maluku Utara, Bengkulu, Sulawesi Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kep. Bangka Belitung selama 3 tahun. Untuk provinsi yang terklasifikasi kedalam provinsi yang tertekan adalah provinsi Kalimantan Selatan, Maluku, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, DKI Jakarta dan DI Yogyakarta. 4. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan modal setiap provinsi di Indonesia tahun 2025-2030 pada skenario I dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 4% dibutuhkan pijaman sebesar Rp. 325.994.909,07. Kemudian pada skenario II dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 7,5% dibutuhkan modal sebesar Rp. 667.549.324,01 yang terakhir untuk skenario III dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 9% dibutuhkan modal sebesar Rp. 831.946.350,15. Kata kunci : Produktivitas, Efektivitas, Pembiayaan Perbankan, PDRB

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektifitas dan Produktivitas Pembiayaan Perbankan Terhadap Sektor Ekonomi di Provinsi Kalimantan Timur

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis efektivitas dan produktivitas pembiayaan perbankan berupa kredit perbankan terhadap sektor ekonomi di Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder hasil publikasi Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur. Pada penelitian ini menggunakan data time series dari tahun 2019-2023. Dalam penelitian ini menggunakan alat analisis Incremental Capital Output Rasio (ICOR), Produktivitas, Pemetaan Tipologi klassen dan Perencanaan Kebutuhan Modal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sektor yang paling efektif adalah sektor administrasi pemerintah, pertahanan dan jaminan sosial wajib dengan nilai rata-rata sebesar 0,01 dan sektor yang paling tidak efektif adalah sektor pengadaan listrik dan gas dengan nilai rata-rata sebesar 38,76 dan sektor jasa lainnya tang memiliki nilai -26,15. Kemudian berdasarkan hasil analisis produktivitas, sektor yang memiliki nilai produktivitas yang tinggi adalah sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib dengan nilai rata-rata produktivitas sebesar Rp 7.143,53 dan sektor dengan nilai produktivitas yang rendah adalah sektor jasa lainnya dengan nilai rata-rata produktivitas sebesar Rp. 0,25. Pada hasil analisi Tipologi Kalssen, pemetaan efektivitas dan produktivitas sektor yang terklasifikasi sebagai sektor produktif dan efektif selama 5 tahun terakhir adalah sektor administrasi pemerintaha, pertahanan dan jaminan sosial wajib; sektor jasa keuangan dan asuransi; informasi dan komunikasi; jasa pendidikan; serta pertambangan dan penggalian sedangkan sektor yang tidak efektif dan tidak produktif adalah sektor real estate; sektor jasa perusahaan; sektor pengadaan listrik dan gas; serta sektor jasa lainnya. Berdasarkan hasil analisis proyeksi kebutuhan modal pada skenario I dengan target pertumbuhan sebesar 5% dibutuhkan modal sebesar Rp 432 Miliar. Kemudian pada skenario II dengan target pertumbuhan sebesar 8% dibutuhkan modal sebesar Rp 759 Miliar. Kemudian pada skenario III dengan target pertumbuhan sebesar 10% dibutuhkan modal sebesar Rp 1,01 Triliun.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Produktivitas dan Efektivitas Pembiayaan Perbankan Terhadap Pembentukan PDRB di Kabupaten Nunukan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis produktivitas dan efektivitas pembiayaan perbankan berupa kredit perbankan dalam pembentukan PDRB di Kabupaten Nunukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder hasil publikasi Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan. Pada penelitian ini menggunakan data time series dari tahun 2018-2023. Dalam penelitian ini menggunakan alat analisis Produktivitas, Incremental Capital Output Rasio (ICOR), Pemetaan Tipologi klassen dan Perencanaan Kebutuhan Modal. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sektor dengan produktivitas tertinggi adalah sektor jasa pendidikan dengan nilai rata rata Rp. 13.985,38 dan produktivitas terendah yaitu sektor jasa lainnya dengan nilai rata-rata Rp. 0,09. Kemudian berdasarkan hasil analisis efektivitas, bahwa sektor paling efektif adalah sektor jasa pendidikan dan sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib dengan nilai rata-rata Rp. 0,00 dan sektor paling tidak efektif adalah sektor jasa lainnya dengan nilai rata-rata Rp. 148,29. Pada hasil analisisi Tipologi Klassen pemetaaan produktivitas dan efektivitas sektor yang terklasifikasi sebagai sektor produktif dan efektif selama 6 tahun terakhir adalah sektor pertambangan dan penggalin, sektor informasi dan komonikasi, sektor administrasi pemerintaha, pertahanan dan jaminan sosial wajib, sektor jasa pendidikan dan sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial dan sektor yang tidak efektif dan tidak produktif adalah sektor jasa lainnya dan sektor jasa perusahaan selama 6 tahun. Berdasarkan hasil analisis proyeksi kebutuhan modal pada skenario I dengan target pertumbuhan sebesar 6% dibutuhkan modal sebesar Rp. 32,77 Triliyun. Kemudian pada skenario II dengan target pertumbuhan sebesar 8% dibutuhkan modal sebesar Rp. 46,44 Triliyun. Kemudian pada skenario III dengan target pertumbuhan sebesar 10% dibutuhkan modal sebesar Rp. 61,73 Triliyun.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pembiayaan Kredit Perbankan Terhadap Pembentukan Output di Indonesia

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis produktivitas dan efektivitas pembiayaan perbankan berupa Kredit perbankan dalam pembentukan output di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder hasil publikasi Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia. Pada penelitian ini menggunakan data time series dari tahun 2014,2019,2023. Dalam penelitian ini menggunakan alat analisis Incremental Capital Output Ratio. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa provinsi dengan produktivitas tertinggi di tahun 2014 adalah provinsi riau dengan nilai rata-rata Rp.10,073 , tahun 2019 dan 2023 provinsi Kalimantan utara yang memiliki nilai tertinggi sebesar Rp. 9,498 – Rp. 8,061. Sedangkan produktivitas terendah tahun 2014 adalah provinsi Kalimantan utara dengan niali Rp. 0, sedangkan tahun 2019 dan 2023 provinsi D.K.I Jakarta yang memiliki nilai terendah dengan nilai Rp. 1,574 – Rp. 1,581. Kemudian berdasarkan hasil analisis efektivitas, provinsi papua dengan rata-rata nilai Rp.0,14. Kemudian provinsi yang paling tidak efektif adalah provinsi D.K.I Jakarta dengan nilai rata-rata Rp. 6,88. Pada hasil analisis Tipologi Klassen pemetaan produktivitas dan efektivitas provinsi yang terklasifikasi sebagai progresif dan inoatif adalah provinsi lampung, kepulauan riau, jawa timur, sulawesi tenggara, dan sulawesi barat selama 3 tahun. Untuk provinsi yang terklasifikasi kedalam provinsi yang tertekan adalah provinsi banten, bali, D.K.I Jakarta, Kalimantan selatan, Kalimantan tengah, dan nusa tenggara barat. Berdasarkan hasil analisis proyeksi kebutuhan modal pada skenario I dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 4% dibutuhkan modal sebesar Rp. 31.527. 301,33. Kemudian pada skenario II dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 7,5% dibutuhkan modal sebesar Rp. 65.767.492,21 yang terakhir untuk skenario III dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 9% dibutuhkan modal sebesar Rp. 82.291.206,99.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kinerja Dan Proyeksi Pembiayaan Perbankan Pada Sektor-Sektor Ekonomi Di Kota Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas, efektivitas dan kebutuhan modal pembiayaan perbankan pada sektor-sektor ekonomi di Kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dari tahun 2017-2022. Metode analisis data yang digunakan adalah produktivitas, efektivitas, tipologi klassen dan kebutuhan modal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sektor dengan produktivitas tertinggi adalah Sektor Pendidikan dengan nilai rata-rata Rp 7.432,03 dan produktivitas terendah yaitu Sektor Jasa Perusahaan dengan nilai rata-rata Rp 2,3. Hasil analisis efektivitas, sektor paling efektif adalah Sektor Jasa Pendidikan dengan nilai rata-rata Rp 0,02 dan sektor paling tidak efektif adalah Sektor Jasa Perusahaan dengan nilai rata-rata Rp 6,79. Analisis tipologi klassen tahun 2022, pada posisi Kuadran I sebagai sektor inovatif terdapat 6 sektor ekonomi, Kuadran II terdapat 7 sektor ekonomi sebagai sektor potensial, Kuadran III tidak terdapat sektor ekonomi dan Kuadran IV terdapat 4 sektor sebagai sektor tertinggal. Hasil analisis proyeksi kebutuhan modal pada skenario I membutuhkan modal sebesar Rp 762 Miliar. Pada skenario II membutuhkan modal sebesar Rp 1,4 Triliun. Adapun pada skenario III membutuhkan modal sebesar Rp 2,2 Triliun.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail