Produktivitas dan Efektivitas Pembiayaan Perbankan Terhadap Pembentukan PDRB di Kabupaten Nunukan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis produktivitas dan efektivitas pembiayaan perbankan berupa kredit perbankan dalam pembentukan PDRB di Kabupaten Nunukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder hasil publikasi Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan. Pada penelitian ini menggunakan data time series dari tahun 2018-2023. Dalam penelitian ini menggunakan alat analisis Produktivitas, Incremental Capital Output Rasio (ICOR), Pemetaan Tipologi klassen dan Perencanaan Kebutuhan Modal. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sektor dengan produktivitas tertinggi adalah sektor jasa pendidikan dengan nilai rata rata Rp. 13.985,38 dan produktivitas terendah yaitu sektor jasa lainnya dengan nilai rata-rata Rp. 0,09. Kemudian berdasarkan hasil analisis efektivitas, bahwa sektor paling efektif adalah sektor jasa pendidikan dan sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib dengan nilai rata-rata Rp. 0,00 dan sektor paling tidak efektif adalah sektor jasa lainnya dengan nilai rata-rata Rp. 148,29. Pada hasil analisisi Tipologi Klassen pemetaaan produktivitas dan efektivitas sektor yang terklasifikasi sebagai sektor produktif dan efektif selama 6 tahun terakhir adalah sektor pertambangan dan penggalin, sektor informasi dan komonikasi, sektor administrasi pemerintaha, pertahanan dan jaminan sosial wajib, sektor jasa pendidikan dan sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial dan sektor yang tidak efektif dan tidak produktif adalah sektor jasa lainnya dan sektor jasa perusahaan selama 6 tahun. Berdasarkan hasil analisis proyeksi kebutuhan modal pada skenario I dengan target pertumbuhan sebesar 6% dibutuhkan modal sebesar Rp. 32,77 Triliyun. Kemudian pada skenario II dengan target pertumbuhan sebesar 8% dibutuhkan modal sebesar Rp. 46,44 Triliyun. Kemudian pada skenario III dengan target pertumbuhan sebesar 10% dibutuhkan modal sebesar Rp. 61,73 Triliyun.