Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Jaring Insang Hanyut
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

TREN CPUE (CATCH PER UNIT EFFORT) HASIL TANGKAPAN IKAN TENGGIRI DENGAN JARING INSANG HANYUT YANG DI DARATKAN PADA POS PEMBELIAN IKAN SELUMIT PANTAI KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perairan pulau Tarakan yang berada dalam WPPRI 716 memiliki potensi sumberdaya ikan tenggiri yang besar, namun penangkapan yang terus menerus dapat mengurangi stok populasinya. Maka perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui tingkat produktivitas penangkapan melalui analisis Catch Per Unit Effort (CPUE). Penelitian ini bertujuan mengetahui tren hasil tangkapan utama (HTU) dan hasil tangkapan sampingan (HTS) nelayan selama 5 tahun, mengetahui hubungan trip penangkapan dengan HTU dan HTS, serta mengetahui nilai CPUE keduanya. Penelitian ini dilaksanakan pada Januari-Juni 2026 menggunakan data rekapitulasi pembelian ikan selama 5 tahun di pos pembelian ikan CV. Mekar Jaya, Kelurahan Selumit Pantai, Kota Tarakan. Hasil penelitian menggambarkan tren HTU dan HTS selama 5 tahun terakhir yang mengalami fluktuasi. Nilai CPUE HTU tertinggi tercatat pada tahun 2022 sebesar 126,1 kg/trip dan terendah pada tahun 2021 sebesar 74,4 kg/trip. Hubungan antar trip penangkapan dan HTU menggambarkan hubungan linier positif dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,743 sedangkan hubungan trip penangkapan dan HTS menunjukkan hubungan positif yang lemah dengan koefisien determinasi 0,1713. Sementara itu, hubungan antara trip penangkapan dan CPUE menggambarkan pola negatif, mengindikasikan bahwa peningkatan upaya penangkapan tidak selalu diikuti oleh peningkatan produktivitas hasil tangkapan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, produktivitas penangkapan jaring insang hanyut di Perairan Pulau Tarakan menunjukkan kondisi yang berfluktuasi selama 5 tahun terakhir.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Komposisi Jenis Dan Ukuran Ikan Hasil Tangkapan Jaring Insang Hanyut (Drift Gillnet) Yang Didaratkan Di Tangkahan “Cinta Madina” Kabupaten Nunukan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Alat tangkap jaring insang hanyut (drift gillnet) yang digunakan oleh nelayan kampung nelayan Mansapa merupakan alat tangkap yang memiliki bentuk umum empat persegi panjang yang menangkap ikan yang bersifat pasif. Komposisi jenis dan ukuran hasil tangkapan jaring insang hanyut (drift gillnet) di Kabupaten Nunukan sangat diperlukan karena selain belum pernah dilakukan penelitian tersebut, informasi ilmiah terkait dengan komposisi (jenis dan ukuran) juga berguna sebagai informasi ilmiah dasar terhadap masyarakat dalam pengembangan ilmu bidang perikanan tangkap dan sebagai dasar ilmiah pada kebijakan pengelolaan lestari dan berkelanjutan sumberdaya perikanan khususnya pada perikanan jaring insang hanyut.Tujuan penelitian adalah untuk menguraikan nilai persentase komposisi jenis ikan, kategori tangkapan, menguraikan nilai persentase hasil tangkapan utama, hasil tangkapan sampingan dan hasil tangkapan buangan serta distribusi frekuensi ukuran panjang (total, standar dan cagak) dan berat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif selama bulan Desember- Februari 2024, dengan purposive sampling sebanyak 6 kali sampling. Hasil tangkapan alat tangkap jaring insang selama penelitian terdapat 5 jenis ikan yaitu Tenggiri papan, Senangin, Perak, Selangat dan Manyung. Nilai persentase komposisi per jenis berdasarkan berat ukuran yang tertinggi yaitu yaitu ikan tenggiri papan 39,34 % dan terendah yaitu ikan manyung 0,47 % sedangkan berdasarkan individu nilai yang tertinggi yaitu selangat sebanyak 64,94% ekor. dan ikan yang paling sedikit yaitu ikan manyung sebanyak 0,16%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN JARING INSANG HANYUT (Drift gillnet) DI MUARA SESAYAP, KABUPATEN TANA TIDUNG, KALIMANTAN UTARA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Drift gillnet merupakan alat tangkap yang bersifat aktif, teknik pengoperasiannya dengan cara dihanyutkan dan mengikuti arah arus pasang surut. Tujuan penelitian menguraikan komposisi dan ukuran hasil tangkapan utama drift gillnet. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan drift gillnet dengan ukuran mata jaring 2 inchi, panjang jaring 10 m dan lebar jaring 3 m dengan jumlah jaring 33 set selama 2 bulan dalam 4 trip penangkapan di Muara Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara. Komposisi hasil tangkapan berdasarkan jenis memperoleh 15 jenis ikan hasil tangkapan yang terdiri dari ikan demersal, ikan pelagis, molusca dan crustacea dengan jumlah keseluruhan 1.561 ekor ikan dengan berat 166,126 kg. Komposisi hasil tangkapan berdasarkan berat dengan hasil tangkapan utama (HTU) sebesar 74%, hasil tangkapan sampingan (HTS) sebesar 20% dan hasil tangkapan buangan (HTB) sebesar 6%. Komposisi hasil tangkapan berdasarkan ukuran ikan target dengan pengukuran 120 sampel ikan senangin memiliki kisaran modus atau kelompok umur 13.00-35.07 cm dan didominasi oleh ukuran 18.52-21.27 cm, 35 ekor diantaranya telah mengalami matang gonad dan 85 ekor masih dalam fase pertumbuhan serta belum layak tangkap.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail