BookOpen AccessMetadata saja
2024•
This study aimed to determine the differences in vocabulary mastery and grammar ability between eleventh-grade students taught under the 2013 Curriculum at SMAN 1 Malinau and those taught under the Merdeka Curriculum at SMAN 3 Malinau during the 2023/2024 academic year. A causal-comparative research design was used, with 31 students from each school selected through purposive sampling. The TOEIC test was employed as the instrument to assess both vocabulary mastery and grammar ability. Since the data were not normally distributed, further analysis was conducted using the Mann-Whitney U Test, with data processed using SPSS version 24.0. The findings revealed a significant difference in both vocabulary mastery and grammar ability between students from the two schools. Students at SMAN 1 Malinau, who followed the 2013 Curriculum, outperformed their peers at SMAN 3 Malinau, who were taught using the Merdeka Curriculum. Specifically, the mean score for vocabulary mastery was 69.55 for SMAN 1 Malinau students, compared to 45.61 for SMAN 3 Malinau students. Similarly, the grammar ability test results showed a mean score of 76.39 for SMAN 1 Malinau students, whereas SMAN 3 Malinau students averaged 43.35. The Mann-Whitney test confirmed these differences, with a p-value of 0.00. These results indicated that the 2013 Curriculum yielded better outcomes in vocabulary and grammar attainment than the Merdeka Curriculum. The differences observed in this study can be attributed to variations in teaching methods and instructional media used in the two schools.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This study aimed to determine the differences in vocabulary mastery and grammar ability between eleventh-grade students taught under the 2013 Curriculum at SMAN 1 Malinau and those taught under the Merdeka Curriculum at SMAN 3 Malinau during the 2023/2024 academic year. A causal-comparative research design was used, with 31 students from each school selected through purposive sampling. The TOEIC test was employed as the instrument to assess both vocabulary mastery and grammar ability. Since the data were not normally distributed, further analysis was conducted using the Mann-Whitney U Test, with data processed using SPSS version 24.0. The findings revealed a significant difference in both vocabulary mastery and grammar ability between students from the two schools. Students at SMAN 1 Malinau, who followed the 2013 Curriculum, outperformed their peers at SMAN 3 Malinau, who were taught using the Merdeka Curriculum. Specifically, the mean score for vocabulary mastery was 69.55 for SMAN 1 Malinau students, compared to 45.61 for SMAN 3 Malinau students. Similarly, the grammar ability test results showed a mean score of 76.39 for SMAN 1 Malinau students, whereas SMAN 3 Malinau students averaged 43.35. The Mann-Whitney test confirmed these differences, with a p-value of 0.00. These results indicated that the 2013 Curriculum yielded better outcomes in vocabulary and grammar attainment than the Merdeka Curriculum. The differences observed in this study can be attributed to variations in teaching methods and instructional media used in the two schools.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•
Abstrak Alat tangkap jaring insang hanyut (drift gillnet) yang digunakan oleh nelayan kampung nelayan Mansapa merupakan alat tangkap yang memiliki bentuk umum empat persegi panjang yang menangkap ikan yang bersifat pasif. Komposisi jenis dan ukuran hasil tangkapan jaring insang hanyut (drift gillnet) di Kabupaten Nunukan sangat diperlukan karena selain belum pernah dilakukan penelitian tersebut, informasi ilmiah terkait dengan komposisi (jenis dan ukuran) juga berguna sebagai informasi ilmiah dasar terhadap masyarakat dalam pengembangan ilmu bidang perikanan tangkap dan sebagai dasar ilmiah pada kebijakan pengelolaan lestari dan berkelanjutan sumberdaya perikanan khususnya pada perikanan jaring insang hanyut.Tujuan penelitian adalah untuk menguraikan nilai persentase komposisi jenis ikan, kategori tangkapan, menguraikan nilai persentase hasil tangkapan utama, hasil tangkapan sampingan dan hasil tangkapan buangan serta distribusi frekuensi ukuran panjang (total, standar dan cagak) dan berat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif selama bulan Desember- Februari 2024, dengan purposive sampling sebanyak 6 kali sampling. Hasil tangkapan alat tangkap jaring insang selama penelitian terdapat 5 jenis ikan yaitu Tenggiri papan, Senangin, Perak, Selangat dan Manyung. Nilai persentase komposisi per jenis berdasarkan berat ukuran yang tertinggi yaitu yaitu ikan tenggiri papan 39,34 % dan terendah yaitu ikan manyung 0,47 % sedangkan berdasarkan individu nilai yang tertinggi yaitu selangat sebanyak 64,94% ekor. dan ikan yang paling sedikit yaitu ikan manyung sebanyak 0,16%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Alat tangkap jaring insang hanyut (drift gillnet) yang digunakan oleh nelayan kampung nelayan Mansapa merupakan alat tangkap yang memiliki bentuk umum empat persegi panjang yang menangkap ikan yang bersifat pasif. Komposisi jenis dan ukuran hasil tangkapan jaring insang hanyut (drift gillnet) di Kabupaten Nunukan sangat diperlukan karena selain belum pernah dilakukan penelitian tersebut, informasi ilmiah terkait dengan komposisi (jenis dan ukuran) juga berguna sebagai informasi ilmiah dasar terhadap masyarakat dalam pengembangan ilmu bidang perikanan tangkap dan sebagai dasar ilmiah pada kebijakan pengelolaan lestari dan berkelanjutan sumberdaya perikanan khususnya pada perikanan jaring insang hanyut.Tujuan penelitian adalah untuk menguraikan nilai persentase komposisi jenis ikan, kategori tangkapan, menguraikan nilai persentase hasil tangkapan utama, hasil tangkapan sampingan dan hasil tangkapan buangan serta distribusi frekuensi ukuran panjang (total, standar dan cagak) dan berat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif selama bulan Desember- Februari 2024, dengan purposive sampling sebanyak 6 kali sampling. Hasil tangkapan alat tangkap jaring insang selama penelitian terdapat 5 jenis ikan yaitu Tenggiri papan, Senangin, Perak, Selangat dan Manyung. Nilai persentase komposisi per jenis berdasarkan berat ukuran yang tertinggi yaitu yaitu ikan tenggiri papan 39,34 % dan terendah yaitu ikan manyung 0,47 % sedangkan berdasarkan individu nilai yang tertinggi yaitu selangat sebanyak 64,94% ekor. dan ikan yang paling sedikit yaitu ikan manyung sebanyak 0,16%.