Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

78 hasil
Subjek: Tanah
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

SELEKSI DAN IDENTIFIKASI CENDAWAN TANAH DAN CENDAWAN ENDOFIT SEBAGAI UPAYA MITIGASI SERANGAN Ganoderma boninense PADA TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis J.)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu kendala pada budidaya kelapa sawit yaitu penyakit busuk pangkal batang (BPB) yang disebabkan oleh patogen Ganoderma boninense. beberapa cendawan tanah dan endofit asal tanaman kelapa sawit memiliki kemampuan dalam menghambat pertumbuhan G. boninense. Penelitan bertujuan untuk memperoleh dan mengidentifikasi cendawan tanah dan endofit asal tanaman kelapa sawit yang memiliki potensi sebagai agens pengendali G. boninense. Tahapan penelitian terdiri dari isolasi dan purifikasi cendawan tanah dan endofit asal tanaman kelapa sawit, uji patogenesitas, karakterisasi, aktivitas proteolitik, kelarutan fosfat dan uji antagonisme pada G. boninense. Hasil penelitian diperoleh 4 genus cendawan tanah non patogen yaitu Penicillium, Fusarium, Paecylomices dan Aspergillus. Cendawan endofit non patogen diperoleh 3 genus yaitu Aspergillus, Paecylomices dan Misellia Sterillia. Hasil uji kelarutan fosfat menunjukkan isolat CT3 (Aspergillus) memiliki kemampuan melarukan fosfat dengan indeks kelarutan fosfat 5,12% dan isolat CT10 (Penicillium) melarutkan fosfat dengan indeks kelarutan fosfat 2,98%. Semua isolat non patogen tidak memiliki kemampuan aktivitas proteolitik. Hasil uji antagonisme didapatkan 2 genus cendawan yang memiliki kemampuan dalam menghambat G. boninense yaitu Penicillium dan Fusarium. Hasil uji daya hambat pada genus Penicillium terdapat 2 isolat yang menghambat pertumbuhan G. boninense yaitu isolat CT2 dengan daya hambat 13% dan isolat CT4 dengan daya hambat 36,5% melalui mekanisme kompetisi dan antibiosis. Mekanisme penghambatan kompetisi ditunjukkan oleh 2 isolat yang termasuk dalam genus Fusarium yaitu isolat CT6 dengan daya hambat 35% dan isolat CT7 dengan daya hambat 35%. Berdasarkan hasil penelitian perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai isolat-isolat cendawan yang di dapatkan sebagai bahan formulasi Bio-insectisida yang aman.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERKUATAN TANAH LEMPUNG DENGAN KOLOM PASIR TERHADAP PENURUNAN PADA UJI LABORATORIUM DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM PLAXIS

•

PERKUATAN TANAH LEMPUNG DENGAN KOLOM PASIR TERHADAP PENURUNAN PADA UJI LABORATORIUM DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM PLAXIS Nama : Pebriansyah NPM : 14.301010.005 Dosen Pembimbing : Hasrullah, S.T.,M.T. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui sifat fisis dan mekanis tanah lempung pada lokasi penelitian, mengetahui besarnya kapasitas kolom pasir yang terjadi pada tanah lempung, serta untuk mengetahui perbandingan penurunan tanah lempung yang terjadi apabila diberikan perkuatan dengan kolom pasir dan yang tidak diberikan perkuatan, dengan melakukan beberapa pengujian yaitu membandingkan hasil analisis laboratorium dengan hasil analisis program plaxis 2D. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ASTM (American Society for Testing and Materials). Metode eksperimental pengembangan pengujian dilakukan dalam menguji rancangan model perkuatan dalam bak silinder (drum besi) uji dengan ukuran diameter 60 cm dan tinggi 50 cm. Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan, pola penurunan tanah yang terjadi dengan menggunakan perkuatan kolom pasir sangat berpengaruh dalam mereduksi penurunan tanah. Dari hasil analisis laboratorium dan analisis program plaxis 2D, perkuatan kolom pasir sebagai perkuatan pada tanah dasar dengan penggunaan variasi ukuran plat bearing hasilnya tidak jauh berbeda pada akhir pembebanan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERILAKU TANAH LEMPUNG YANG DICAMPUR DENGAN PASIR SUNGAI UNTUK SUBGRADE (Studi Kasus: Gunung Selatan Kampung Satu Kota Tarakan)

•

PERILAKU TANAH LEMPUNG YANG DICAMPUR DENGAN PASIR SUNGAI UNTUK SUBGRADE (Studi Kasus: Gunung Selatan Kampung Satu Kota Tarakan) Nama Mahasiswa : Winda Lestari NPM : 14301010004 Dosen Pembimbing : Hasrullah, S.T.,M.T. ABSTRAK Tanah merupakan dasar dari suatu struktur atau konstruksi, baik itu konstruksi gedung maupun konstruksi jalan, sehingga diharapkan tanah mampu mendukung beban yang ada di atasnya. Tetapi pada implementasinya beberapa kendala terjadi disebabkan oleh tanah dengan sifat-sifat yang buruk dan kurang menguntungkan, antara lain plastisitas tinggi, kemampatan atau perubahan volume yang besar dan potensi kembang susut yang besar. Hal tersebut merupakan sifat yang dimiliki oleh tanah lempung. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut dilakukan perbaikan tanah dasar yaitu dengan cara stabilisasi dengan menggunakan pasir sungai yang ditujukan untuk memperbaiki gradasi tanah dengan cara mencampur tanah dengan bahan stabilisasi yang memiliki gradasi lebih besar. Pengujian dilakukan dengan cara mencampurkan beberapa variasi persentase pasir sungai terhadap berat tanah, dengan persentase penambahan pasir sungai 10%, 20%, 30%, 40%, 50%. Sampel tanah yang digunakan berasal dari Gunung Selatan Kampung Satu Kota Tarakan. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian sifat fisik dan mekanis tanah. Berdasarkan pemeriksaan sifat fisik tanah asli didapatkan nilai, specific gravity sebesar 2,59, Liquid Limit (LL) 53,2%, Indeks Plastis (IP) 16,50%, analisa ukuran butiran sebesar 57,8%. Berdasarkan klasifikasi USCS sampel tanah berbutir halus dan termasuk ke dalam kelompok OH. Pada pengujian sifat mekanis tanah, hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan pasir sungai 50% pada pengujian pemadatan berat isi kering mengalami peningkatan dari 1,400 gr/cm³ menjadi 1,557 gr/cm³. Pada pengujian CBR juga mengalami peningkatan, CBR unsoaked dari 6,63% menjadi 13,68% dan CBR soaked dari 3,04 menjadi 8,16% dengan melewati masa perendaman selama 4 hari dan swelling pengalami penurunan dari 19,2% menjadi 12,5%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH DOSIS PUPUK LIMBAH TAHU DAN KEDALAMAN PENGOLAHAN TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG TANAH (ARACHIS HYPOGEA L.)

•

Yakobus Vilkanova Tobi Kelen. 15201010044. 2019. Pengaruh Dosis Pupuk Limbah Tahu dan Kedalaman Pengolahan Tanah Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Tanah (Arachis Hypogea L). Dibimbing oleh Amarullah. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Produksi kacang tanah di Kalimantan Utara mengalami penurunan selama lima tahun terakhir, Tahun 2017 produksi kacang tanah 205 ton sedangkan tahun 2018 produksi kacang tanah mengalami penurunan yaitu 190 ton. Produksi tersebut tidak sebanding dengan kebutuhan yang semakin meningkat. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi tanaman kacang tanah dapat dilakukan dengan penggunaan pupuk yang tepat dan pengolahan tanah yang optimal sehingga dapat memacu pertumbuhan tanaman kacang tanah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dosis limbah tahu dan kedalaman pengolahan tanah terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial 9 perlakuan, 3 ulangan dan 27 unit percobaan. Faktor pertama yaitu kedalaman olah tanah 10 cm (K1), 15 cm (K2), 20 cm (K3) dan dosis limbah tahu 60 ml/tanaman (L1), 120 ml/tanaman (L2) dan 180 ml/tanaman (L3). Hasil penelitian menunjukan bahwa Interaksi terbaik berada pada kedalaman 15 cm dan dosis limbah tahu 120 ml/tanaman (K2L2), dan berbeda nyata dengan perlakuan kedalaman 10 cm dan dosis limbah tahu 60 ml/tanaman (K1L1), serta kedalaman 20 cm dan dosis limbah tahu 180 ml/tanaman (K3L3) .Parameter berat basah tanaman kacang tanah pada perlakuan kedalaman olah tanah 10 cm (K1) dan 20 cm (K3). Sedangkan parameter tinggi tanaman, lebar daun, jumlah daun, berat basah polong, berat kering polong, berat kering tanaman, jumlah polong pertanaman, jumlah biji pertanaman, panjang akar, jumlah akar dan berat 100 biji tidak pengaruh yang nyata.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Hukum Kewenangan Pemerintah Daerah dalam Pengakauan Tanah Adat

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilakukan karena pentingnya memiliki kejelasan tentang wewenang pemerintah daerah dalam mengakui tanah adat, sebagai bagian dari upaya mem berikan kepastian hukum dan perlindungan kepada masyarakat hukum adat. Secara konstitusional, masyarakat hukum adat dan hak tradisionalnya diakui, tetapi dalam penerapannya masih ada permasalahan terkait distribusi kewenangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta batas-batas kewenangan pemerintah daerah dalam memberikan pengakuan terhadap tanah adat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dasar-dasar penyusunan, cakupan, bentuk kewenangan dan Mekanisme pemerintah daerah dalam mengakui tanah adat. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan menerapkan pendekatan pe rundang-undangan, dan pendekatan konseptual. Bahan hukum didapat dengan cara mencari referensi di perpustakaan, lalu dianalisis secara kualitatif sesuai dengan norma, dasar, dan konsep hukum yang berkaitan. Penelitian menunjukkan bahwa dasar hukum pemerintah daerah dalam mengakui tanah adat berasal dari Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Undang-Undang Pokok Agraria, serta peraturan pelaksanaannya di bidang pertanahan Permen ATR/BPN No. 14 Tahun 2024. Kewenangan tersebut adalah kewenangan dalam hal penugasan yang dil aksanakan dalam rangka otonomi daerah dan tetap berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Ruang lingkup wewenang pemerintah daerah mencakup identif ikasi, verifikasi, pembuatan aturan, pelayanan, dan kerja sama dalam urusan per tanahan, yang dilakukan melalui wewenang membuat aturan, urusan administrasi, dan pelayanan. Analisis menunjukkan bahwa kewenangan ini tidak bisa digunakan secara bebas karena dibatasi oleh peraturan perundang-undangan nasional serta pembagian kewenangan dengan pemerintah pusat, terutama dalam urusan admin istrasi pertanahan. Kesimpulannya, pemerintah daerah berada dalam posisi yang penting untuk mengakui dan melindungi tanah adat, tetapi keberhasilannya mem butuhkan keselarasan dalam aturan dan kerja sama antar lembaga. Dianjurkan kepada pemerintah pusat dan daerah agar lebih jelas dalam membagi kewenangan dan meningkatkan kerja sama antar instansi agar pengakuan terhadap tanah adat dapat memberikan perlindungan hukum yang lebih baik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Identifikasi jenis dan karakter molekuler hiu lontar dari perairan tanah kuning menggunakan dna barcoding

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Hiu lontar (Rhynchobatus australiae) merupakan salah satu spesies Elasmobranchii yang berperan penting dalam ekosistem perairan pesisir dan berstatus Sangat Terancam Punah (Critically Endangered) menurut IUCN akibat tingginya tekanan penangkapan dan degradasi habitat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis dan karakter molekuler hiu lontar dari Perairan Tanah Kuning, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, menggunakan pendekatan morfologi dan DNA barcoding. Penelitian dilaksanakan pada Maret - Mei 2026 menggunakan tiga sampel yang diperoleh dari hasil tangkapan pukat hela. Analisis morfologi dilakukan berdasarkan karakter morfologi dan morfometrik, sedangkan analisis molekuler meliputi ekstraksi DNA, amplifikasi PCR, sekuensing, analisis BLAST, perhitungan jarak genetik, dan konstruksi pohon filogenetik. Analisis DNA barcoding menghasilkan panjang sekuens 602–714 bp dengan tingkat kemiripan 99,84–100% terhadap data referensi GenBank. Nilai jarak genetik antar sampel sebesar 0,000 menunjukkan hubungan kekerabatan yang sangat dekat. Analisis filogenetik membentuk dua clade, yaitu in-group yang terdiri atas sampel penelitian dan sekuens referensi R. australiae dari perairan lainnya, serta out-group yang terdiri atas Carcharodon carcharias. Hasil penelitian mengonfirmasi bahwa hiu lontar yang ditemukan di Perairan Tanah Kuning merupakan spesies Rhynchobatus australiae. Informasi genetik yang diperoleh diharapkan dapat mendukung upaya konservasi, pengelolaan, dan perlindungan hiu lontar secara berkelanjutan di Indonesia. Identification of the species and molecular characteristics of the spadenose shark from Tanah Kuning waters using DNA barcoding

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tinjauan Jual Beli Tanah Bersertifikat Tanpa Akta Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan pertimbangan hukum hakim terhadap jual beli tanah bersertifikat tanpa Akta Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dalam Putusan Nomor 412/Pdt.G/2021/PN Mks dan Putusan Nomor 135/Pdt.G/2021/PN Pbr serta menganalisis Putusan Pengadilan sebagai penguat peralihan hak atas tanah berdasarkan jual beli tanpa akta PPAT. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan kasus (case approach), dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan nonhukum yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedua putusan pada dasarnya sama-sama mengakui keabsahan jual beli tanah tanpa akta PPAT sepanjang dapat dibuktikan secara sah dan pembeli bertindak dengan itikad baik. Perbedaannya terletak pada fokus pertimbangan hakim. Putusan Nomor 412/Pdt.G/2021/PN Mks lebih menekankan pada pembuktian hubungan hukum jual beli antara para pihak, sedangkan Putusan Nomor 135/Pdt.G/2021/PN Pbr tidak hanya mengakui keabsahan jual beli, tetapi juga memberikan kepastian hukum terhadap peralihan hak dan proses balik nama sertifikat. Selain itu, putusan pengadilan dalam perkara jual beli tanah tanpa akta PPAT tidak dimaksudkan untuk menggantikan kedudukan akta PPAT sebagaimana diatur dalam Pasal 37 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997. Dalam keadaan tertentu ketika prosedur pembuatan akta PPAT tidak dapat dilaksanakan, putusan pengadilan dapat berfungsi sebagai penguat peralihan hak atas tanah dan memberikan perlindungan serta kepastian hukum bagi pembeli yang beritikad baik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

AKIBAT HUKUM PERDATA ATAS PENCATATAN BLOKIR TANAH

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hak atas tanah merupakan hak yang dijamin konstitusi berdasarkan Pasal 28H ayat (4) UUD 1945 dan dilindungi melalui sistem pendaftaran tanah berdasarkan UUPA serta PP No. 24/1997. Namun, dalam praktiknya sengketa kepemilikan tanah kerap terjadi, sehingga hukum pertanahan mengenal mekanisme pencatatan blokir sebagaimana diatur dalam Permen ATR/BPN No. 13 Tahun 2017 sebagai upaya preventif untuk mencegah peralihan hak secara sepihak selama sengketa berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi pencatatan blokir tanah sebagai bentuk perlindungan hukum perdata bagi pihak yang berkepentingan, serta menganalisis akibat hukum perdata yang timbul dari pencatatan blokir tersebut. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, kasus, historis, dan komparatif, yang dianalisis secara normatif deduktif-preskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencatatan blokir tanah merupakan tindakan administratif yang bersifat sementara dan preventif untuk menjaga status quo atas bidang tanah yang sedang disengketakan, yang hanya dapat diajukan oleh pemilik/kuasanya, instansi pemerintah yang berwenang, atau pengadilan disertai bukti dan alasan yang jelas, sehingga tidak melahirkan hak kebendaan baru maupun menghapus hak milik pemegang sertipikat. Akibat hukumnya, kewenangan pemegang hak untuk mengalihkan atau membebani tanahnya, baik melalui jual beli, hibah, tukar-menukar, maupun pembebanan hak tanggungan, menjadi tertahan sementara, sehingga PPAT dan Kantor Pertanahan wajib menolak pembuatan akta maupun pendaftaran atas objek yang diblokir, sementara perjanjian yang telah dibuat tetap sah namun pelaksanaannya tertunda sampai blokir dicabut. Penelitian ini juga menemukan bahwa pencatatan blokir yang muncul setelah hak tanggungan didaftarkan dapat menghambat pelaksanaan hak preferen kreditor pemegang hak tanggungan, serta bahwa permohonan blokir yang diajukan tanpa dasar hukum yang sah atau dengan itikad buruk dapat dikategorikan sebagai perbuatan melawan hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 1365 KUHPerdata dan berpotensi menimbulkan kewajiban ganti rugi. Penelitian ini merekomendasikan agar Badan Pertanahan Nasional memperketat verifikasi substansi permohonan blokir dan agar pemohon mengajukan permohonan dengan itikad baik serta menindaklanjutinya dengan upaya hukum yang tepat sebelum jangka waktu blokir berakhir.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perjanjian jual beli tanah dengan unsur aksidentalia di kota tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis unsur Aksidentalia yang digunakan dalam perjanjian jual beli tanah di Kota Tarakan dan mengetahui Perlindungan hukum bagi pihak apabila unsur Aksidentalia tidak dilaksanakan di Kota Tarakan. Penelitian yang digunakan adalah tipe penelitian hukum empiris yakni metode penelitian hukum yang melihat keberlakuan hukum dari segi nonhukum. Penelitian ini dilakukan di Kota Tarakan. Sampel yang digunakan yaitu 8 Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dan 8 Notaris. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer berupa data yang diperoleh di lapangan, data sekunder yaitu data yang diperoleh melalui penelitian keupustakaan. Teknik pengumpulan data berupa studi kepustakaan dan lapangan. Seluruh data yang diperoleh dalam penelitian, dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan unsur aksidentalia dalam perjanjian jual beli tanah di Kota Tarakan masih diterapkan secara luas dan disesuaikan dengan kebutuhan serta kesepakatan para pihak. Klausul yang paling sering dicantumkan meliputi ketentuan mengenai batas waktu pembayaran, penyerahan sertipikat atau dokumen pendukung, penyelesaian sengketa, pembagian biaya pengurusan dan pajak, pembatalan perjanjian, pembayaran uang muka, denda keterlambatan, larangan pengalihan objek kepada pihak ketiga, serta penyelesaian administrasi sertifikat sebelum pelaksanaan Akta Jual Beli. Dan bahwa perlindungan hukum melalui pencantuman klausul aksidentalia dalam perjanjian jual beli tanah di Kota Tarakan telah memberikan perlindungan hukum yang efektif bagi para pihak. Klausul aksidentalia berfungsi memberikan kepastian hukum dengan mengatur secara rinci hak dan kewajiban para pihak, mekanisme pelaksanaan perjanjian, serta penyelesaian apabila terjadi wanprestasi atau sengketa. Keberadaan klausul tersebut mampu meminimalkan potensi perselisihan karena para pihak telah memiliki pedoman yang jelas mengenai pelaksanaan perjanjian dan konsekuensi hukum atas pelanggaran yang dilakukan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perlindungan Hukum Terhadap Masyarakat Dalam Ganti Rugi Pengadaan Tanah Perluasan Pembangunan Bandar Udara Juwata

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengadaan tanah untuk kepentingan umum merupakan kegiatan penyediaan tanah dengan pemberian ganti kerugian yang layak dan adil kepada pihak yang berhak sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan perlindungan hukum terhadap masyarakat dalam ganti rugi pengadaan tanah untuk perluasan pembangunan Bandar Udara Juwata serta menganalisis prosedur pemberian ganti rugi kepada masyarakat terdampak. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan, kemudian dianalisis secara kualitatif dengan didukung oleh peraturan perundang-undangan serta bahan hukum lainnya yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan perlindungan hukum dan prosedur pemberian ganti rugi belum terlaksana secara optimal karena masih terdapat masyarakat yang belum menerima ganti rugi atas tanahnya, sehingga hak masyarakat belum sepenuhnya memperoleh kepastian hukum. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012, masyarakat yang terdampak pengadaan tanah berhak memperoleh ganti kerugian yang layak dan adil. Oleh karena itu, perlindungan hukum dalam pengadaan tanah tidak hanya berkaitan dengan pemberian ganti rugi, tetapi juga kepastian penyelesaian hak-hak masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kualias Tanah Tambak Budidaya Udang Windu (Penaeus monodon) Di Pulau Tanjung Karis Kabupaten Bulungan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Kualitas tanah merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan budidaya udang windu (Penaeus monodon), terutama pada sistem tambak tradisional yang masih sangat bergantung pada kondisi alami tanah dan perairan. Tanah dasar tambak berperan sebagai media penampung bahan organik, penyedia unsur hara, serta tempat berlangsungnya proses biogeokimia yang memengaruhi kualitas lingkungan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas tanah tambak budidaya udang windu di Pulau Tanjung Karis, Kabupaten Bulungan. Penelitian dilaksanakan pada Januari–Maret 2026 menggunakan metode deskriptif kuantitatif pada tiga stasiun, yaitu Stasiun 1 dan Stasiun 2 sebagai petak tambak, serta Stasiun 3 sebagai area kontrol di luar tambak. Sampel tanah diambil secara komposit, kemudian dianalisis terhadap parameter pH tanah, potensial redoks, tekstur tanah, bahan organik, C-organik, kapasitas tukar kation, fosfat, dan nitrat. Data dianalisis secara deskriptif melalui nilai kisaran, rata-rata, standar deviasi, serta dibandingkan dengan baku mutu dan literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH tanah tergolong sangat masam, dengan pH H₂O berkisar 3,76–4,26 dan pH KCl berkisar 3,51–4,11. Nilai potensial redoks berada pada kondisi oksidatif, yaitu 210,98–263,77 mV. Tekstur tanah didominasi oleh fraksi debu dan liat, sedangkan bahan organik berkisar 2,93–6,29%, C-organik 1,70–3,65%, KTK 13,94–19,63 me/100 g, fosfat 13,39–21,06 mg/kg, dan nitrat 33,17–70,15 mg/kg. Secara umum, kualitas tanah tambak di Pulau Tanjung Karis masih memiliki beberapa faktor pembatas, terutama pH tanah yang sangat masam, C-organik yang rendah, serta akumulasi fosfat dan nitrat yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan tanah tambak secara berkelanjutan untuk mendukung budidaya udang windu yang optimal. Kata kunci: kualitas tanah, tambak tradisional, udang windu, Penaeus monodon, Pulau Tanjung Karis Abstract Soil quality is one the key factors determining the succes of giant tiger shrimp (Penaueus monodon) farming, particuraly in traditional pons system that remain heavily depedent on natural soil and water conditions. The pond bottom soil serves as a medium for storing organic matter, a source of nutrients, and a site for biogeochemical processes that influence the quaity of the farming environment. This study aims to analyze the soil quaity of giant tiger shrimp farming ponds on Tanjung Karis Island, Bulungan Regency. The Study was conducted from January to March 2026 using a quantitative descripitve method at three stations: Station 1 and Station 2 as aquaculuture plots, and Station 3 as a control area outside the farming ponds. Soil samples were collected as composite samples and then analyzed for soil pH, redox potensial, soil texture, organic matter, organic carbon, cation exchange capacity, phospate and nitrate. The data were analyzed descriptively using range, mean and standard deviation, and compared with quality standards and relevant literarture. The results of the study show that the soil pH is classified as highly acidic, with H₂O pH ranging from 3.76 to 4.26 and KCI ph ranging from 3.51 to 4.11. The redox potential values indicate oxidative conditions, ranging from 210.98 to 263.77 mV. The soil texture is dominated by silt and clay fractions, while organic matter ranges from 2.93-6.29%, organic carbon 1.70-3.65%, cation exchange capacity (CEC) 13.94-19.63 me/100 g, phosphate 13.39-21.06 mg/kg, and nitrate 33.17-70.15 mg/kg. In general, the quaity of pond soil on Tanjug Karis Island is still limited by several factors, particularly and nitrate. Therefore, sustainable management of farming ponds is necessary to support optimal giant tiger shrimp farming. Keywords: Soil Quality, Traditional Shrimp Ponds, Giant Tiger Shrimp, Penaeus monodon, Tanjung Karis Island

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGUATANLEMBAGAADATDAYAKKENYAHKECAMATANKAYAN SELATANDALAMPENYELESAIANSENGKETATANAH

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penguatan Lembaga Adat Dayak Kenyah Kecamatan Kayan Selatan Dalam Penyelesaian Sengketa Tanah Merang Ding Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran lembaga adat DayakKenyahdalampenyelesaiansengketatanahdiKeca Selatanserta merumuskanstrategipenguatankele fektifdandiakuidala msistemhukumnasional matanKayan mbagaanadatagarlebih e . Lembaga adat memiliki fungsi penting sebagai penjaga nilai-nilai keadilan, keseimbangan, dan harmoni sosial dalam masyarakat adat, terutama ketika terjadi sengketa yang berkaitan dengan hak atas tanah ulayat.Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis nor perundang matif, dengan menggunakan pendekatan-undangandanpendekatankonseptual.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa le mbagaadatDayakKenyah memiliki peran sentral dalam penyelesaian sengketa tanah melalui mekanisme musyawarah adat, mediasi antar pihak, serta penerapan sanksi adat yang menekankan keseimbangan dan pemulihan hubungan sosial. Namun, efektivitas lembaga adat masih terbatas akibat lemahnya legitimasi formal, minimnya dukungan administratif, dan belum adanya integrasi yang kuat antara keputusan adat dengan sistem hukum nasional. Sebagai rekomendasi, diperlukan penguatan kele melaluipengakuan huku mbagaan adat m yang lebih tegas, peningkatan kapasitas x kelembagaan, danpembentukan foru mkoordinasi antara le mbagaadat danpemerintahdaerah. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat peran lembaga adat Dayak Kenyah sebagai mitra strategis dalam penyelesaian sengketa tanah dan pembangunan hukum yang berkeadilan berbasis kearifan lokal di wilayah Kayan Selatan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGUATANLEMBAGAADATDAYAKKENYAHKECAMATANKAYAN SELATANDALAMPENYELESAIANSENGKETATANAH

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penguatan Lembaga Adat Dayak Kenyah Kecamatan Kayan Selatan Dalam Penyelesaian Sengketa Tanah Merang Ding Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran lembaga adat DayakKenyahdalampenyelesaiansengketatanahdiKeca Selatanserta merumuskanstrategipenguatankele fektifdandiakuidala msistemhukumnasional matanKayan mbagaanadatagarlebih e . Lembaga adat memiliki fungsi penting sebagai penjaga nilai-nilai keadilan, keseimbangan, dan harmoni sosial dalam masyarakat adat, terutama ketika terjadi sengketa yang berkaitan dengan hak atas tanah ulayat.Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis nor perundang matif, dengan menggunakan pendekatan-undangandanpendekatankonseptual.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa le mbagaadatDayakKenyah memiliki peran sentral dalam penyelesaian sengketa tanah melalui mekanisme musyawarah adat, mediasi antar pihak, serta penerapan sanksi adat yang menekankan keseimbangan dan pemulihan hubungan sosial. Namun, efektivitas lembaga adat masih terbatas akibat lemahnya legitimasi formal, minimnya dukungan administratif, dan belum adanya integrasi yang kuat antara keputusan adat dengan sistem hukum nasional. Sebagai rekomendasi, diperlukan penguatan kele melaluipengakuan huku mbagaan adat m yang lebih tegas, peningkatan kapasitas x kelembagaan, danpembentukan foru mkoordinasi antara le mbagaadat danpemerintahdaerah. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat peran lembaga adat Dayak Kenyah sebagai mitra strategis dalam penyelesaian sengketa tanah dan pembangunan hukum yang berkeadilan berbasis kearifan lokal di wilayah Kayan Selatan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penyelesaian sengketa pengadaan tanah untuk kepentingan umum melalui mediasi (studi kasus : akta perdamaian nomor 23/pdt.G/2022/PN Tjs)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyelesaian sengketa tanah untuk kepentingan umum melalui mediasi di luar Pengadilan Negeri serta penerapan ketentuan hukum tentang penyelesaian sengketa tanah melalui mediasi di luar Pengadilan Negeri. Sengketa tanah untuk kepentingan umum sering menimbulkan konflik akibat adanya tumpang tindih hak atas tanah, perbedaan klaim kepemilikan, dan ketidaksepakatan mengenai ganti kerugian. Oleh karena itu, mediasi menjadi salah satu penyelesaian sengketa yang diutamakan dalam hukum acara perdata Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Sumber data diperoleh melalui peraturan perundang-undangan, literatur hukum, serta Akta Perdamaian Nomor 23/Pdt.G/2022/PN Tjs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelesaian sengketa tanah untuk kepentingan umum melalui mediasi di luar Pengadilan Negeri dilakukan melalui proses mediasi, mediasinya di mediasi oleh mediator yang telah bersertifikat dan didaftarkan kepengadilan hingga tercapainya kesepakatan perdamaian yang kemudian dikuatkan dalam bentuk Akta Perdamaian oleh ketua PN. Penerapan ketentuan hukum mediasi penyelesaian sengketa tanah untuk kepentingan umum melalui mediasi di luar Pengadilan Negeri telah sesuai dengan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan. Mediasi terbukti mampu menyelesaikan sengketa secara damai, cepat, sederhana, dan memberikan kepastian hukum bagi para pihak. Selain itu, mediasi juga mendukung asas peradilan sederhana, cepat, dan biaya ringan serta membantu mengurangi konflik berkepanjangan dalam sengketa pertanahan untuk kepentingan umum.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Penambahan Pasir Gusung Kota Tarakan Terhadap Perilaku Tanah Ekspansif

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanah merupakan dasar pondasi bangunan yang sangat memengaruhi stabilitas struktur. Jenis tanah yang harus diperhatikan salah satunya tanah ekspansif. Tanah ekspansif merupakan jenis tanah lempung yang memiliki sifat kembang-susut tinggi. Akibat dari perubahan kadar air dapat menyebabkan kerusakan konstruksi. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk memperbaiki sifat tanah ekspansif adalah stabilisasi tanah menggunakan material granular. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan pasir gusung Kota Tarakan terhadap sifat fisik dan mekanis tanah ekspansif. Tanah yang digunakan berasal dari Jalan Kuburan Cina, Gunung Lingkas, Kota Tarakan. Penelitian dilakukan secara eksperimental di Laboratorium dengan variasi penambahan pasir gusung sebesar 20%, 40% dan 60% serta masa pemeraman selama 10, 20 dan 30 hari. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian sifat fisik tanah berupa Analisa saringan, kadar air, berat volume tanah, Spesific gravity dan Atterberg limit serta sifat mekanis tanah berupa pemadatan, California Bearing Ratio (CBR), dan Unconfined Compressive Strength (UCS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pasir gusung dan peningkatan masa pemeraman memberikan pengaruh terhadap perubahan sifat fisik dan mekanis tanah ekspansif. Penambahan pasir gusung menyebabkan plastisitas tanah menurun karena dominasi material granular sehingga beberapa campuran tidak lagi menunjukkan sifat plastis. Selain itu, nilai kuat tekan bebas (UCS) meningkat dari 0,0502 kg/cm2 menjadi 0,115 kg/cm2, nilai MDD juga meningkat dari 1,393 gr/cm3 menjadi 1,679 gr/cm3 dan daya dukung tanah (CBR) meningkat dari nilai 9,59% menjadi 25,47%. Variasi campuran yang paling efektif diperoleh pada penambahan pasir gusung sebesar 60% dengan masa pemeraman 30 hari, yang menunjukkan peningkatan sifat mekanis tanah paling optimal.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

POTENSI KITOSAN CANGKANG KERANG KAPAH (Meretrix sp) TERHADAP PERBAIKAN KUALITAS KIMIA TANAH TAMBAK TRADISIONAL UDANG WINDU

2026•

Kualitas tanah memegang peranan penting dalam sistem tambak tradisional udang windu. Kualitas tanah dapat menurun akibat kegiatan pasca panen dari sisa metabolisme udang windu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi kitosan cangkang kerang kapah (Meretrix sp) dalam perbaikan kualitas kima tanah tambak tradisional udang windu. Penelitian ini dimulai dengan mensintesis kitosan dari kitin cangkang kerang kapah (Meretrix sp). Kitosan di karakterisasi ukurannya menggunakan Particle Size Analyzer (PSA). Rancangan penelitian terdiri dari perlakuan kapur dan kitosan diaplikasikan pada tanah tambak dengan rasio 1:50, dibawah lampu visibel selama 8 jam penyinaran. Parameter kualitas tanah yang diamati meliputi derajat keasaman (pH), potensial redoks (Eh), aluminium (Al), dan besi (Fe). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitosan berhasil disintesis dengan di tandai puncak bilangan gelombang 1082,76 cm⁻¹ nm. Nilai efektivitas kitosan memiliki nilai yang sama dengan kapur dolomit dalam meningkatkan pH tanah mencapai 16,67% (p > 0,05), yang menunjukkan bahwa peningkatan pH yang terjadi tidak berbeda nyata dibandingkan tanah alami, dan pada parameter potensial redoks (Eh) sebesar 81,52% (p 0,05), yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan penggunaan kapur dolomit (30,46%). Pada parameter Al, Semua perlakuan menunjukkan efektivitas sebesar 100%, sedangkan parameter besi (Fe) kitosan sebesar 97,23%. Berdasarkan hasil didapatkan kitosan efektif memperbaiki kualitas tanah parameter potensial redoks.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Yuridis Klaim Kepemilikan Tanah Berdasarkan Hak Tradisional Turun Temurun Terhadap Tanah Bekas Hak Guna Usaha Yang Telah Berakhir (Studi Putusan Pengadilan Negeri Kisaran Nomor 90/Pdt.G/2024/PN Kis).

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan hukum klaim kepemilikan tanah berdasarkan hak tradisional turun temurun terhadap tanah bekas Hak Guna Usaha (HGU) yang telah berakhir, serta mengkaji pertimbangan hukum hakim dalam Putusan Pengadilan Negeri Kisaran Nomor 90/Pdt.G/2024/PN Kis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual, yang didukung oleh bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara yuridis, tanah bekas HGU yang telah berakhir jangka waktunya kembali menjadi tanah negara. Klaim kepemilikan tanah oleh masyarakat berdasarkan hak tradisional turun temurun tidak serta-merta diakui secara hukum tanpa adanya pengakuan formal terhadap keberadaan masyarakat hukum adat oleh pemerintah daerah. Dalam perkara a quo, majelis hakim menolak gugatan penggugat karena tidak terpenuhinya unsur pembuktian, khususnya tidak adanya bukti pengakuan resmi masyarakat hukum adat serta alat bukti yang sah mengenai hak atas tanah yang diklaim. Putusan tersebut menegaskan pentingnya pembuktian formal dalam sengketa agraria serta menunjukkan adanya ketegangan antara pengakuan hak tradisional masyarakat adat dan sistem hukum pertanahan nasional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa klaim kepemilikan tanah berdasarkan hak tradisional turun temurun terhadap tanah bekas HGU memerlukan pengakuan formal dan pembuktian hukum yang kuat agar dapat diakui dalam sistem hukum nasional. Oleh karena itu, diperlukan penguatan mekanisme pengakuan masyarakat hukum adat serta harmonisasi antara hukum adat dan hukum agraria nasional guna memberikan kepastian hukum dan keadilan dalam penyelesaian sengketa pertanahan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENYELESAIAN SENGKETA TANAH MELALUI LEMBAGA ADAT DAYAK KENYAH DI KECAMATAN SUNGAI BOH

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENYELESAIAN SENGKETA TANAH MELALUI LEMBAGA ADAT DAYAK KENYAH DI KECAMATAN SUNGAI BOH YORDIN INGAN Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyelesaian sengketa tanah oleh Lembaga Adat Dayak Kenyah di Kecamatan Sungai Boh serta menelaah peran lembaga adat dalam menjaga keberlanjutan penyelesaian sengketa berbasis kearifan lokal. Permasalahan utama dalam penelitian ini difokuskan pada dua hal, yakni: pertama, bagaimana penyelesaian sengketa tanah dilakukan oleh Lembaga Adat Dayak Kenyah di Kecamatan Sungai Boh,; dan kedua, bagaimana peran Lembaga Adat Dayak Kenyah dalam penyelesaian sengketa tanah di Kecamatan Sungai Boh Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konsep (conceptual approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelesaian sengketa tanah oleh Lembaga Adat Dayak Kenyah dilakukan melalui mekanisme musyawarah, mediasi, dan pemberian sanksi adat yang menekankan pada perdamaian serta pemulihan hubungan sosial antarwarga. Lembaga adat tidak hanya berperan sebagai penyelesai sengketa, tetapi juga sebagai penjaga nilai-nilai kearifan lokal yang mengutamakan keseimbangan, keadilan, dan keharmonisan dalam masyarakat. Dengan demikian, keberadaan lembaga adat masih memiliki legitimasi kuat, meskipun sistem hukum nasional juga berlaku. Rekomendasi dari penelitian ini adalah pentingnya sinergi antara lembaga adat, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum agar mekanisme penyelesaian sengketa berbasis adat dapat diakui secara formal dalam kerangka hukum nasional. Hal ini diperlukan untuk memperkuat kepastian hukum sekaligus melestarikan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Dayak Kenyah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MACAM PEMBENAH TANAH ORGANIK SEBAGAI PENDUKUNG PHONSKA UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Strurt.)

2026•

Abstrak Pemberian bahan pembenah tanah menjadi tindakan penting dalam memperbaiki kualitas fisik, kimia dan hayati tanah pada lahan sub-optimal baik kering maupun basah, baik pembenah tanah alami maupun sintetik. Penggunaan pembenah tanah sebagai pendamping pupuk kimia guna memperbaiki sifat fisik tanah serta mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh berbagai jenis pembenah tanah organik sebagai pendukung pupuk Phonska terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Strurt.). Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari enam perlakuan yaitu kontrol (P0), Phonska tunggal (P1), Phonska + limbah udang (P2), Phonska + kotoran sapi (P3), Phonska + kotoran ayam (P4) dan Phonska + arang sekam padi (P5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi Phonska dengan pembenah tanah organik memberikan pengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan. Perlakuan Phonska + kotoran ayam (P4) memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman dan jumlah daun dengan nilain masing-masing 193,108 cm dan 12,542 helai. Pemberian Phonska + limbah udang (P2) memberikan hasil terbaik pada komponen hasil dengan rerata jumlah tongkol terbanyak (14,750 buah) dan berat kering berangkasan tertinggi (222,083 g). Sinergi antara pupuk anorganik dan pembenah organik terbukti efektif meningkatkan produktivitas jagung manis di lahan marginal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

OPTIMALISASI TANAH TAMBAK UDANG WINDU MENGGUNAKAN TEKNOLOGI FOTOKATALIS NANOPARTIKEL CaO DARI CANGKANG KERANG KAPAH (Meretrix meretrix)

2026•

Kualitas tanah memegang peranan penting dalam sistem tambak tradisional udang windu. Kualitas tanah dapat menurun akibat kegiatan pasca panen dari sisa metabolisme udang windu. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kualitas tanah tambak udang windu (Penaeus monodon) menggunakan teknologi fotokatalis nanopartikel CaO yang disintesis dari limbah cangkang kerang kapah (Meretrix meretrix). Penelitian ini dimulai dengan mensintesis nanopartikel CaO menggunakan ekstrak daun ketapang. Nanopartikel CaO di karakterisasi ukurannya menggunakan Particle Size Analyzer (PSA). Rancangan penelitian terdiri dari perlakuan kapur dan nanopartikel CaO diaplikasikan pada tanah tambak dengan rasio 1:50, dibawah lampu visibel selama 8 jam penyinaran. Parameter kualitas tanah yang diamati meliputi derajat keasaman (pH), potensial redoks (Eh), aluminium (Al), dan besi (Fe). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanopartikel berhasil disintesis dengan ukuran rata-rata 107,88 nm. Aplikasi nanopartikel CaO terhadap perbaikan kualitas tanah memberikan efektivitas terbaik dibandingkan perlakuan lainnya. Nilai efektivitas nanopartikel CaO dalam meningkatkan pH tanah mencapai 100% (p 0,05) dan pada parameter potensial redoks (Eh) sebesar 64,99% (p 0,05), yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan penggunaan kapur dolomit (30,46%). Pada parameter logam berat, nanopartikel CaO menunjukkan efektivitas penurunan aluminium (Al) yang konstan sebesar 100%, diikuti parameter besi (Fe) sebesar 62,6%. Pemanfaatan teknologi fotokatalis nanopartikel CaO berbasis limbah cangkang kerang kapah merupakan solusi inovatif dalam memperbaiki kualitas kimia tanah untuk mendukung keberlanjutan budidaya udang windu di wilayah Kalimantan Utara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail