ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu kendala pada budidaya kelapa sawit yaitu penyakit busuk pangkal batang (BPB) yang disebabkan oleh patogen Ganoderma boninense. beberapa cendawan tanah dan endofit asal tanaman kelapa sawit memiliki kemampuan dalam menghambat pertumbuhan G. boninense. Penelitan bertujuan untuk memperoleh dan mengidentifikasi cendawan tanah dan endofit asal tanaman kelapa sawit yang memiliki potensi sebagai agens pengendali G. boninense. Tahapan penelitian terdiri dari isolasi dan purifikasi cendawan tanah dan endofit asal tanaman kelapa sawit, uji patogenesitas, karakterisasi, aktivitas proteolitik, kelarutan fosfat dan uji antagonisme pada G. boninense. Hasil penelitian diperoleh 4 genus cendawan tanah non patogen yaitu Penicillium, Fusarium, Paecylomices dan Aspergillus. Cendawan endofit non patogen diperoleh 3 genus yaitu Aspergillus, Paecylomices dan Misellia Sterillia. Hasil uji kelarutan fosfat menunjukkan isolat CT3 (Aspergillus) memiliki kemampuan melarukan fosfat dengan indeks kelarutan fosfat 5,12% dan isolat CT10 (Penicillium) melarutkan fosfat dengan indeks kelarutan fosfat 2,98%. Semua isolat non patogen tidak memiliki kemampuan aktivitas proteolitik. Hasil uji antagonisme didapatkan 2 genus cendawan yang memiliki kemampuan dalam menghambat G. boninense yaitu Penicillium dan Fusarium. Hasil uji daya hambat pada genus Penicillium terdapat 2 isolat yang menghambat pertumbuhan G. boninense yaitu isolat CT2 dengan daya hambat 13% dan isolat CT4 dengan daya hambat 36,5% melalui mekanisme kompetisi dan antibiosis. Mekanisme penghambatan kompetisi ditunjukkan oleh 2 isolat yang termasuk dalam genus Fusarium yaitu isolat CT6 dengan daya hambat 35% dan isolat CT7 dengan daya hambat 35%. Berdasarkan hasil penelitian perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai isolat-isolat cendawan yang di dapatkan sebagai bahan formulasi Bio-insectisida yang aman.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keberadaan udang air tawar pada ekosistem sungai tropis memiliki peran penting dalam menjaga kesimbangan ekologis serta berpotensi menjadi sumber belajar kontekstual dalam pendidikan biologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan karakteristik morfologi serta habitat udang (Crustacea) yang ditemukan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Hutan Gunung Selatan Kota Tarakan, sekaligus mengkaji relevansinya sebagai sumber pembelajaran biologi. Penelitian menggunakan metode deskriptif-eksploratif dengan teknik purposive sampling pada empat stasiun pengamatan. Sebanyak 12 individu berhasil dikoleksi, masing-masing 1 individu (Stasiun I), 2 individu (Stasiun II), 4 individu (Stasiun III), dan 5 individu (Stasiun IV). Seluruh sampel teridentifikasi sebagai satu spesies, yaitu Macrobrachium rosenbergii (udang galah). Spesies ini ditemukan pada habitat beraliran lambat dengan substrat berpasir hingga sedikit berlumpur, disertai batuan berlumut dan vegetasi riparian yang rapat. Karakteristik habitat tersebut mendukung ketersediaan ruang berlindung dan sumber pakan bagi M. rosenbergii. Temuan ini memiliki implikasi pedagogis yang signifikan, karena dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar berbasis lingkungan pada materi Keanekaragaman Hayati di SMA serta pengayaan materi pada mata kuliah Invertebrata dan Ekologi Hewan di perguruan tinggi. Dengan demikian, hasil penelitian ini tidak hanya berkontribusi pada dokumentasi keanekaragaman fauna perairan di Kota Tarakan, tetapi juga memperkuat integrasi potensi lokal dalam pembelajaran biologi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
KARAKTERISASI MORFOLOGI PISANG ( Musa spp) DI WILAYAH TARAKAN Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik morfologi pada tanaman pisang yang ada di wilayah Tarakan, Oleh sebab itu perlu di lakukan alternative survey tanaman pisang dengan cara Karakterisasi Morfologi Pisang (Musa Spp) di Wilayah Tarakan. Penelitian di laksanakan di kecamatan Tarakan tengah.Tarakan utara dan Tarakan timur pada bulan April-Juni 2021. Mengunakan metode survey menggunakan panduan descriptors for banana (International Plant Genetic Resources Institute) IPGRI 1996. Teknik pengambilan sampel accidental sampling yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan ketidaksengajaan peneliti dalam pengambilan sampel yaitu pada tanaman yang secara kebetulan dijumpai oleh peneliti yang dapat digunakan sebagai sampel. Sesuai dengan keriteria sampel pada tanaman pisang. Parameter pengamatan terdapat 35 parameter yang meliputi karakter keadaan umum tanaman, morfologi batang semu, morfologi daun, morfologi pembungaan,morfologi braktea, morfologi buah. Jenis pisang yang ditemukan dan telah identifikasi berjumlah 16 jenis pisang, yaitu: pisang kepok, pisang mas, pisang raja, pisang cavendis, pisang gembor, pisang kidang, pisang pisang kapas, pisang raja sere, pisang mulu bebek, pisang raja nangka, pisang batu, pisang goroho, pisang ambon hijau, pisang cavendis dwarf parfit dan pisang bawen. Data yang di peroleh kemudian diolah menggunakan program SPSS 24. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa terdapat persamaan dan perbedaan karakter morfologi yang dimiliki oleh 16 varietas pisang. Hasil dendrogram menunjukkan bahwa terdapat hubungan kekerabatan terdekat diperoleh pisang kapal dan pisang dwarf parfit, pisang raja dan pisang raja sere memiliki tingkat kemiripan 2.236 Sedangkan untuk kekerabatan dengan nilai jarak terjauh diproleh pada pisang kepok dan pisang kidang memiliki tingkat kemiripan 13.158. Kata Kunci: Karakterisasi, Morfologi, Pisang