Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

YUSRIL

10 karya publik ditemukan.

2026: 32025: 12024: 22023: 4

Analisis Hukum Kewenangan Pemerintah Daerah dalam Pengakauan Tanah Adat

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini dilakukan karena pentingnya memiliki kejelasan tentang wewenang pemerintah daerah dalam mengakui tanah adat, sebagai bagian dari upaya mem berikan kepastian hukum dan perlindungan kepada masyarakat hukum adat. Secara konstitusional, masyarakat hukum adat dan hak tradisionalnya diakui, tetapi dalam penerapannya masih ada permasalahan terkait distribusi kewenangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta batas-batas kewenangan pemerintah daerah dalam memberikan pengakuan terhadap tanah adat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dasar-dasar penyusunan, cakupan, bentuk kewenangan dan Mekanisme pemerintah daerah dalam mengakui tanah adat. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan menerapkan pendekatan pe rundang-undangan, dan pendekatan konseptual. Bahan hukum didapat dengan cara mencari referensi di perpustakaan, lalu dianalisis secara kualitatif sesuai dengan norma, dasar, dan konsep hukum yang berkaitan. Penelitian menunjukkan bahwa dasar hukum pemerintah daerah dalam mengakui tanah adat berasal dari Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Undang-Undang Pokok Agraria, serta peraturan pelaksanaannya di bidang pertanahan Permen ATR/BPN No. 14 Tahun 2024. Kewenangan tersebut adalah kewenangan dalam hal penugasan yang dil aksanakan dalam rangka otonomi daerah dan tetap berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Ruang lingkup wewenang pemerintah daerah mencakup identif ikasi, verifikasi, pembuatan aturan, pelayanan, dan kerja sama dalam urusan per tanahan, yang dilakukan melalui wewenang membuat aturan, urusan administrasi, dan pelayanan. Analisis menunjukkan bahwa kewenangan ini tidak bisa digunakan secara bebas karena dibatasi oleh peraturan perundang-undangan nasional serta pembagian kewenangan dengan pemerintah pusat, terutama dalam urusan admin istrasi pertanahan. Kesimpulannya, pemerintah daerah berada dalam posisi yang penting untuk mengakui dan melindungi tanah adat, tetapi keberhasilannya mem butuhkan keselarasan dalam aturan dan kerja sama antar lembaga. Dianjurkan kepada pemerintah pusat dan daerah agar lebih jelas dalam membagi kewenangan dan meningkatkan kerja sama antar instansi agar pengakuan terhadap tanah adat dapat memberikan perlindungan hukum yang lebih baik.

Analisis Hukum Kewenangan Pemerintah Daerah dalam Pengakauan Tanah Adat

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilakukan karena pentingnya memiliki kejelasan tentang wewenang pemerintah daerah dalam mengakui tanah adat, sebagai bagian dari upaya mem berikan kepastian hukum dan perlindungan kepada masyarakat hukum adat. Secara konstitusional, masyarakat hukum adat dan hak tradisionalnya diakui, tetapi dalam penerapannya masih ada permasalahan terkait distribusi kewenangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta batas-batas kewenangan pemerintah daerah dalam memberikan pengakuan terhadap tanah adat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dasar-dasar penyusunan, cakupan, bentuk kewenangan dan Mekanisme pemerintah daerah dalam mengakui tanah adat. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan menerapkan pendekatan pe rundang-undangan, dan pendekatan konseptual. Bahan hukum didapat dengan cara mencari referensi di perpustakaan, lalu dianalisis secara kualitatif sesuai dengan norma, dasar, dan konsep hukum yang berkaitan. Penelitian menunjukkan bahwa dasar hukum pemerintah daerah dalam mengakui tanah adat berasal dari Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Undang-Undang Pokok Agraria, serta peraturan pelaksanaannya di bidang pertanahan Permen ATR/BPN No. 14 Tahun 2024. Kewenangan tersebut adalah kewenangan dalam hal penugasan yang dil aksanakan dalam rangka otonomi daerah dan tetap berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Ruang lingkup wewenang pemerintah daerah mencakup identif ikasi, verifikasi, pembuatan aturan, pelayanan, dan kerja sama dalam urusan per tanahan, yang dilakukan melalui wewenang membuat aturan, urusan administrasi, dan pelayanan. Analisis menunjukkan bahwa kewenangan ini tidak bisa digunakan secara bebas karena dibatasi oleh peraturan perundang-undangan nasional serta pembagian kewenangan dengan pemerintah pusat, terutama dalam urusan admin istrasi pertanahan. Kesimpulannya, pemerintah daerah berada dalam posisi yang penting untuk mengakui dan melindungi tanah adat, tetapi keberhasilannya mem butuhkan keselarasan dalam aturan dan kerja sama antar lembaga. Dianjurkan kepada pemerintah pusat dan daerah agar lebih jelas dalam membagi kewenangan dan meningkatkan kerja sama antar instansi agar pengakuan terhadap tanah adat dapat memberikan perlindungan hukum yang lebih baik.

Dampak Kebijakan Moneter Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia Tahun 2010-2024

2026 · Book ·

Penelitian ini menunjukan kebijakan moneter di Indonesia perlu lebih difokuskan pada pengelolahan stabilitas nilai tukar dan pengendalian jumlah uang beredar guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dengan tetap menjaga stabilitas inflasi dan sistem keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inflasi, suku bunga, nilai tukar dan jumlah uang beredar terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia tahun 2010-2024. Hasil penelitian dengan model regresi linier berganda di peroleh model persamaan Ý = 6,166-0,047Χ1+0,051Χ2+0,291Χ3+0,264Χ4. Hasil uji t secara parsial menunjukan bahwa inflasi (Χ1) dan suku bunga (Χ2) tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan nilai tukar (Χ3) dan jumlah uang beredar (Χ4) berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Hasil uji F secara simultan menunjukan bahwa inflasi(Χ1), suku bunga(Χ2), nilai tukar(Χ3) dan jumlah uang beredar(Χ4) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi(Ý) di Indonesia nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,984 mengindikasikan bahwa variabel independen(Χ) memiliki hubungan yang sangat erat terhadap variabel dependen(Ý).

Dampak Kebijakan Moneter Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia Tahun 2010-2024

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini menunjukan kebijakan moneter di Indonesia perlu lebih difokuskan pada pengelolahan stabilitas nilai tukar dan pengendalian jumlah uang beredar guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dengan tetap menjaga stabilitas inflasi dan sistem keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inflasi, suku bunga, nilai tukar dan jumlah uang beredar terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia tahun 2010-2024. Hasil penelitian dengan model regresi linier berganda di peroleh model persamaan Ý = 6,166-0,047Χ1+0,051Χ2+0,291Χ3+0,264Χ4. Hasil uji t secara parsial menunjukan bahwa inflasi (Χ1) dan suku bunga (Χ2) tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan nilai tukar (Χ3) dan jumlah uang beredar (Χ4) berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Hasil uji F secara simultan menunjukan bahwa inflasi(Χ1), suku bunga(Χ2), nilai tukar(Χ3) dan jumlah uang beredar(Χ4) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi(Ý) di Indonesia nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,984 mengindikasikan bahwa variabel independen(Χ) memiliki hubungan yang sangat erat terhadap variabel dependen(Ý).

PENGAMATAN PARAMETER KUALITAS AIR BUDIDAYA UDANG WINDU (Penaeus monodon) TAMBAK TRADISIONAL KOTA TARAKAN

2024 · Book ·

Kota Tarakan mempunyai luas 657,33 km², 61,8% atau sekitar 406,53 km² berupa lautan sehingga potensi kelautan dan perikanan sangat menjanjikan untuk dikembangkan. Selain lautan, Tarakan memiliki potensi perikanan seperti tambak tradisional untuk kegiatan budidaya khususnya udang windu. Mineral merupakan komponen yang diperlukan oleh udang windu, meskipun hanya dalam jumlah kecil. Namun, informasi mengenai hubungan ketersediaan mineral dan kegiatan budidaya udang windu masing sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk memonitor kualitas air yang tersedia pada tambak udang windu (Penaeus monodon). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Juli, terdapat 2 lokasi yang berbeda yaitu di Kecamatan Tarakan barat dan Tarakan timur Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif dan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Dari penelitian ini telah didapatkan nilai ukur pada Nitrat, Nitrit, Amoniak, Fosfat dan Keasadahan yang dimana baik hasil dari tambak 1 maupun tambak 2 memenuhi baku mutu untuk kegiatan budidaya. Pada Tambak 1 diperoleh nilai Nitrat 0.1-0,4 mg/L, Nitrit 0-0,4 mg/L, Amoniak 0,1-0,4 mg/L, Fosfat 0-0,4 mg/L dan Kesadahan 0,17-0,41 mg/L. pada Tambak 2 diperoleh nilai Nitrat 0.1-0,3 mg/L, Nitrit 0-0,3 mg/L, Amoniak 0-0,3 mg/L, Fosfat 0-0,4 mg/L dan Kesadahan 0,25-0,30 mg/L. dimana nilai untuk kualitas air ini tidak berbahaya bagi tambak budidaya udang windu. Kisaran nilai kualitas air (suhu, salinitas, pH, dan oksigen terlarut) pada semua tambak tergolong layak untuk budidaya udang windu. Kualitas air tambak tidak memberi pengaruh signifikan dalam budidaya. Hasil panen yang diperoleh di Tambak 1 sebesar 90 kg, sedangkan di Tambak 2 tidak dilakukan pemanenan.

PENGAMATAN PARAMETER KUALITAS AIR BUDIDAYA UDANG WINDU (Penaeus monodon) TAMBAK TRADISIONAL KOTA TARAKAN

2024 · Thesis ·

Kota Tarakan mempunyai luas 657,33 km², 61,8% atau sekitar 406,53 km² berupa lautan sehingga potensi kelautan dan perikanan sangat menjanjikan untuk dikembangkan. Selain lautan, Tarakan memiliki potensi perikanan seperti tambak tradisional untuk kegiatan budidaya khususnya udang windu. Mineral merupakan komponen yang diperlukan oleh udang windu, meskipun hanya dalam jumlah kecil. Namun, informasi mengenai hubungan ketersediaan mineral dan kegiatan budidaya udang windu masing sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk memonitor kualitas air yang tersedia pada tambak udang windu (Penaeus monodon). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Juli, terdapat 2 lokasi yang berbeda yaitu di Kecamatan Tarakan barat dan Tarakan timur Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif dan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Dari penelitian ini telah didapatkan nilai ukur pada Nitrat, Nitrit, Amoniak, Fosfat dan Keasadahan yang dimana baik hasil dari tambak 1 maupun tambak 2 memenuhi baku mutu untuk kegiatan budidaya. Pada Tambak 1 diperoleh nilai Nitrat 0.1-0,4 mg/L, Nitrit 0-0,4 mg/L, Amoniak 0,1-0,4 mg/L, Fosfat 0-0,4 mg/L dan Kesadahan 0,17-0,41 mg/L. pada Tambak 2 diperoleh nilai Nitrat 0.1-0,3 mg/L, Nitrit 0-0,3 mg/L, Amoniak 0-0,3 mg/L, Fosfat 0-0,4 mg/L dan Kesadahan 0,25-0,30 mg/L. dimana nilai untuk kualitas air ini tidak berbahaya bagi tambak budidaya udang windu. Kisaran nilai kualitas air (suhu, salinitas, pH, dan oksigen terlarut) pada semua tambak tergolong layak untuk budidaya udang windu. Kualitas air tambak tidak memberi pengaruh signifikan dalam budidaya. Hasil panen yang diperoleh di Tambak 1 sebesar 90 kg, sedangkan di Tambak 2 tidak dilakukan pemanenan.

PENGARUH WAKTU TRANSPORTASI TERHADAP RIGOR MORTIS IKAN BANDENG (Chanos chanos) DI KOTA TARAKAN KALIMANTAN UTARA

2023 · Book ·

PENGARUH WAKTU TRANSPORTASI TERHADAP RIGOR MORTIS IKAN BANDENG (Chanos chanos) DI KOTA TARAKAN KALIMATAN UTARA Abstrak Ikan Bandeng (Chanos chanos) merupakan salah satu komoditas unggulan Di Kota Tarakan Kalimatan Utara, daging ikan bandeng (Chanos chanos) memiliki kandungan gizi tinggi dan memiliki protein lengkap yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk melihat mutu ikan bandeng (Chanos chanos) selama proses transportasi dengan fase pre rigor, rigor mortis, dan post rigor, menggunakan metode eksperimetal yang terdiri dari dua faktor utama, faktor pertama yaitu perlakuan perbandingan sterofom yang berisi es dan tidak mengunakan es 1:1, sedangkan faktor kedua yaitu waktu lama penyimpanan dari pasca panen hingga sampai ketujuan. Parameter uji meliputi organoleptik, pH, dan suhu pusat ikan. Nilai organoleptik dari pasca panen hingga sampai tujuan ikan masih dikatakan bermutu baik, ikan pre rigor memiliki kondisi sangat segar dengan nilai organoleptik 8-9, pada tahap rigor mortis ikan dalam kondisi segar dengan nilai organoleptik 6-8, sedangkan pada pH dari pasca panen hingga sampai tujuan juga masih baik karena tanda-tanda rigor mortis pada ikan antara lain derajat keasaman (pH) daging sekitar 6,0-6,2, dan suhu pusat pasca panen masih baik karena masih berkisar di angka 25,6 ᵒC-24,5 ᵒC untuk yang mengunakan es sementara yang tidak mengunakan es 24,5 ᵒC-25 ᵒC, akan tetapi sampai pada tujuan suhu pusat mengalami kenaikan dengan angka 5,1 ᵒC-5,9 ᵒC sehingga suhu pusat sudah mengalami kemunduran mutu karena batas suhu pusat di angka 4,4 ᵒC apabila sudah lewat bahan baku sudah mengalami penguraian.

PENGARUH WAKTU TRANSPORTASI TERHADAP RIGOR MORTIS IKAN BANDENG (Chanos chanos) DI KOTA TARAKAN KALIMANTAN UTARA

2023 · Thesis ·

PENGARUH WAKTU TRANSPORTASI TERHADAP RIGOR MORTIS IKAN BANDENG (Chanos chanos) DI KOTA TARAKAN KALIMATAN UTARA Abstrak Ikan Bandeng (Chanos chanos) merupakan salah satu komoditas unggulan Di Kota Tarakan Kalimatan Utara, daging ikan bandeng (Chanos chanos) memiliki kandungan gizi tinggi dan memiliki protein lengkap yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk melihat mutu ikan bandeng (Chanos chanos) selama proses transportasi dengan fase pre rigor, rigor mortis, dan post rigor, menggunakan metode eksperimetal yang terdiri dari dua faktor utama, faktor pertama yaitu perlakuan perbandingan sterofom yang berisi es dan tidak mengunakan es 1:1, sedangkan faktor kedua yaitu waktu lama penyimpanan dari pasca panen hingga sampai ketujuan. Parameter uji meliputi organoleptik, pH, dan suhu pusat ikan. Nilai organoleptik dari pasca panen hingga sampai tujuan ikan masih dikatakan bermutu baik, ikan pre rigor memiliki kondisi sangat segar dengan nilai organoleptik 8-9, pada tahap rigor mortis ikan dalam kondisi segar dengan nilai organoleptik 6-8, sedangkan pada pH dari pasca panen hingga sampai tujuan juga masih baik karena tanda-tanda rigor mortis pada ikan antara lain derajat keasaman (pH) daging sekitar 6,0-6,2, dan suhu pusat pasca panen masih baik karena masih berkisar di angka 25,6 ᵒC-24,5 ᵒC untuk yang mengunakan es sementara yang tidak mengunakan es 24,5 ᵒC-25 ᵒC, akan tetapi sampai pada tujuan suhu pusat mengalami kenaikan dengan angka 5,1 ᵒC-5,9 ᵒC sehingga suhu pusat sudah mengalami kemunduran mutu karena batas suhu pusat di angka 4,4 ᵒC apabila sudah lewat bahan baku sudah mengalami penguraian.

Strategi Pemasaran Dalam Meningkatkan Penjualan Ikan Bandeng Beku pada PT. Tarakan Fiserindo Sipatuo (PT. TFS)

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta menganalisis bagaimana strategi pemasaran yang digunakan pada PT Tarakan Fiserindo Sipatuo dalam meningkatkan penjualan. Data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan data primer, yaitu dengan melakukan wawancara langsung kepada informan. Informan dalam penelitian ini berjumlah 4 orang. Metode penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah wawancara dan kuesioner. Metode analisis data menggunakan metode deskriptif kuantitatif yaitu dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai skor IFAS 3,00 angka ini menunjukkan posisi internal yang kuat dan nilai skor EFAS 2,95 menunjukan bahwa perusahaan merespon peluang yang ada dengan cara yang luar biasa dan menghindari ancaman-ancaman di pasar industrinya. Pada diagram Cartesius menunjukkan posisi perusahaan dalam kuadran SO (agresif) yaitu memanfaatkan kekuatan (strength) yang dimiliki perusahaan untuk mendapatkan peluang (opportunity) yang ada.

Strategi Pemasaran Dalam Meningkatkan Penjualan Ikan Bandeng Beku pada PT. Tarakan Fiserindo Sipatuo (PT. TFS)

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta menganalisis bagaimana strategi pemasaran yang digunakan pada PT Tarakan Fiserindo Sipatuo dalam meningkatkan penjualan. Data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan data primer, yaitu dengan melakukan wawancara langsung kepada informan. Informan dalam penelitian ini berjumlah 4 orang. Metode penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah wawancara dan kuesioner. Metode analisis data menggunakan metode deskriptif kuantitatif yaitu dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai skor IFAS 3,00 angka ini menunjukkan posisi internal yang kuat dan nilai skor EFAS 2,95 menunjukan bahwa perusahaan merespon peluang yang ada dengan cara yang luar biasa dan menghindari ancaman-ancaman di pasar industrinya. Pada diagram Cartesius menunjukkan posisi perusahaan dalam kuadran SO (agresif) yaitu memanfaatkan kekuatan (strength) yang dimiliki perusahaan untuk mendapatkan peluang (opportunity) yang ada.