ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pakan ikan yang sesuai dengan tingkat kebutuhan nutrisi, memiliki nilai kecernaan yang tinggi dapat mendukung pertumbuhan optimum ikan. Daun pepaya yang mampu meningkatkan daya cerna dan penyerapan protein oleh ikan terhadap pakan buatan yang dikonsumsi, sehingga mampu meningkatkan pertumbuhan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ikan nila dengan penambahan tepung daun pepaya dengan konsentrasi yang berbeda. Parameter yang di kaji meliputi Panjang mutlak, Berat mutlak, Survival rate, Spesifik Grouth Rate, Feed Convertion Rate, dan Kualitas Air. Penekitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan 3 ulangan yaitu K 0%, P1 1%, P2 2%, P3 3%, P4 4% gr/kg daun pepaya. Hasil penelitian menunjukkan pakan buatan yang ditambahkan tepung daun pepaya pada perlakuan 3% gr/kg pakan buatan yang mampu menghasilkan 2,24 gr berat spesifik, 1,85 cm panjang mutlak, Feed Convertion Rate (FCR) berada di titik 1,63 (≥1), tingkat kelangsungan hidup ikan nila dengan nilai 93,33% tingkat kelangsungan hidup diatas dari 50% tergolong baik. Namun demikian hasil uji sidik ragam dari keempat perlakuan tidak menunjukkan perbedaan yang nyata dari keseluruhan yang diamati. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan peningkatan pertumbuhan ikan nila dengan penambahan tepung daun pepaya sebanyak 3% gr/kg pakan buatan yang mampu meningkatkan pertumbuhan panjang dan berat ikan nila. Di mana pertumbuhan terbaik dari semua perlakuan yaitu pada perlakuan P3 dengan pemberian pakan 5%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Limbah organik pada awalnya tidak memiliki manfaat jika tidak diolah, limbah organik memiliki banyak manfaat selain untuk menjadi pupuk kompos yang bermanfaat untuk kesuburan tanaman dapat juga dimanfaatkan menjadi biogas yang energinya dapat digunakan sebagai bahan bakar. Pemanfaatan tersebut memiliki nilai ekonomis dan limbah organik dapat di jadikan sumber energi alternatif dengan menggunakan mikroorganisme melalui proses fermentasi. Pada limbah organik yang sudah tidak terpakai dapat dimanfaatkan sebagai microbial fuel cell yang digunakan untuk membangkitkan energi listrik Microbial Fuel Cell. Sala satu bahan yang dapat dimanfaatkan untuk pembangkitan energi listrik adalah tomat dan wortel yang sudah mebusuk. Dihaluskan dan difermentasi sehingga menghasilkan microba atau bakteri, Bakteri mampu menjadi katalis dan beradaptasi dengan baik terhadap bahan organik berbeda yang terdapat pada limbah lingkungan sehingga menghasilkan electron. Dan pergerakan electron ini yang dapat dimanfaatkan untuk menjadi energi listrik.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Advances in digital technology have generated new opportunities for English language learning beyond formal classroom environments. This study explores university students' experiences in utilizing Instagram as an informal platform for English language learning, focusing on their speaking skills, self-confidence, perceptions, challenges, and the meanings they ascribe to these learning experiences. Employing a qualitative approach, this research adopted a netnographic method. The study collected data through observations, video content analysis, documentation, and semi-structured interviews with four university students. The data were interpretively analysed to understand the students' learning experiences, practices, perceptions, strategies, and challenges. The findings indicate that Instagram contributes positively to the development of students' speaking skills and self-confidence. Through authentic English content, observing pronunciation and expressions, and repeated speaking practice, students improved their pronunciation, fluency, vocabulary, grammar, and content organization. Students perceived Instagram as a user-friendly, flexible, engaging, and relevant learning medium. However, students faced several challenges, including difficulty understanding pronunciation variations and accents, limited vocabulary, distractions from entertainment content, information overload, and a lack of academic feedback. To overcome these hurdles, students employed self-regulated strategies such as rewatching videos, utilizing captions, taking notes on new vocabulary, following trusted educational accounts, and managing their study time. This study concludes that Instagram can serve as an effective informal learning environment that complements formal instruction. Crucially, speaking skills and self-confidence do not develop automatically through mere exposure to content; rather, they result from an active process involving content selection, observation, practice, evaluation, reflection, and interaction. These findings suggest that educators may consider integrating Instagram as a supplementary resource for authentic and contextual speaking activities.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
This study aimed to analyze the effect of the goal setting technique on academic procrastination among Grade VIII students at SMP Negeri 11 Tarakan. The study employed a quantitative approach using a pre-experimental research method with a one group pretest-posttest design. The population consisted of Grade VIII students at SMP Negeri 11 Tarakan, while the sample comprised 6 students selected through purposive sampling based on recommendations from the guidance and counseling teacher and records in the students' assignment grade book. Data were collected using an academic procrastination scale that had undergone validity and reliability testing. The data were analyzed using descriptive and inferential statistics through a paired sample t-test with the assistance of SPSS version 21. The results showed that students' academic procrastination level before the treatment was categorized as moderate to low, with a mean score of 92. 17. Following the treatment in the form of group counseling services using the goal setting technique, the posttest mean score decreased to 79.67. The descriptive analysis indicated a decrease in students' academic procrastination level after the treatment. Hypothesis testing using the paired sample t-test yielded a t-test value of 4.539 and a significance value (Sig. 2-tailed) of 0.006 0.05, resulting in the rejection of Ho and acceptance of H. Based on these results, it can be concluded that the goal setting technique had an effect on reducing academic procrastination among Grade VIII students at SMP Negeri 11 Tarakan.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengobatan jangka panjang untuk mengontrol tekanan darah dan mencegah komplikasi. Keberhasilan pengobatan tidak hanya dipengaruhi oleh terapi yang diberikan, tetapi juga oleh keyakinan pasien terhadap kebutuhan dan penggunaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keyakinan terhadap pengobatan pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo, Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei deskriptif dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 207 pasien hipertensi. Pengumpulan data menggunakan Beliefs About Medicines Questionnaire (BMQ) yang mengukur aspek kebutuhan atau manfaat dan kekhawatiran terhadap pengobatan. Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin Perempuan (70,0%), dengan nilai Median 60 Tahun dan (min-max : 38-75 tahun) . Pendidikan terbanyak adalah Sekolah Dasar (58,0%), dan lama Masa Pengobatan dengan nilai Median 36 bulan (min-max : 3- 240 Bulan). Hasil pengukuran menunjukkan bahwa (66,7%) memiliki keyakinan tinggi terhadap pengobatan, sedangkan (33,3%) memiliki keyakinan rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memiliki keyakinan yang baik terhadap pengobatan, namun masih terdapat pasien dengan kekhawatiran terhadap penggunaan obat. Disimpulkan bahwa keyakinan terhadap pengobatan pada pasien hipertensi sebagian besar tergolong tinggi. Disarankan untuk meningkatkan edukasi keperawatan kepada pasien Hipertensi untuk memperkuat pemahaman mengenai manfaat, kebutuhan, dan keamanan pengobatan jangka panjang.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN NEARPOD PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MANUSIA DI SMA Abstrak Pembelajaran Biologi di SMA, khususnya pada materi sistem pencernaan manusia masih menggunakan media yang terbatas dan bersifat konvensional, sehingga kurang optimal dalam meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran nearpod pada materi sistem pencernaan manusia di SMA. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D) menggunakan Borg & Gall (1970) yang dibatasi hanya sampai pada tahap kelima yaitu uji terbatas. Praktisi penilaian pada penelitian dan pengembangan ini terdiri dari praktisi media, praktisi materi, dan praktisi bahasa. Hasil validasi pada praktisi media menunjukkan persentase sebesar 88,00% dengan kriteria sangat layak, pada praktisi materi memperoleh persentase sebesar 90,00% dengan kriteria sangat layak dan pada praktisi bahasa memperoleh persentase sebesar 93,33% dengan kriteria sangat layak. Selanjutnya, hasil respon siswa terhadap media pembelajaran nearpod melalui uji coba memperoleh persentase sebesar 92,61% dengan kriteria sangat menarik. Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka media pembelajaran nearpod pada materi sistem pencernaan manusia telah memenuhi kriteria sangat layak dan dapat digunakan pada proses pembelajaran dikelas.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini membahas tentang keabsahan klausul penahanan ijazah dalam perjanjian kerja ditinjau dari asas kebebasan berkontrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keabsahan klausul penahanan ijazah dalam perjanjian kerja ditinjau dari asas kebebasan berkontrak serta menganalisis akibat hukum yang timbul dari klausul tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif untuk mengkaji ketentuan mengenai syarat sah perjanjian, asas kebebasan berkontrak, serta perbuatan melawan hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asas kebebasan berkontrak tidak memberikan kebebasan secara mutlak kepada para pihak dalam menentukan isi perjanjian. Klausul penahanan ijazah yang bertentangan dengan ketentuan hukum dan syarat sah perjanjian dapat dinyatakan tidak sah. Berdasarkan hasil analisis, ketidakabsahan tersebut pada prinsipnya hanya berlaku terhadap klausul penahanan ijazah, sedangkan ketentuan lain dalam perjanjian kerja yang memenuhi persyaratan hukum tetap berlaku. Pemberi kerja berkewajiban mengembalikan ijazah kepada pekerja dan dapat dimintai pertanggungjawaban perdata apabila penahanan tersebut menimbulkan kerugian.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya permasalahan kesehatan mental pada mahasiswa serta perlunya media yang dapat mendukung pelaksanaan skrining awal kesehatan mental. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan sistem pendukung keputusan skrining kesehatan mental berbasis Android dengan mengimplementasikan metode Simple Additive Weighting (SAW) untuk membantu menentukan tingkat risiko kondisi mental pengguna. Sistem dikembangkan menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model Waterfall serta framework Flutter. Instrumen yang digunakan adalah Self-Reporting Questionnaire (SRQ-20) untuk mendeteksi gangguan mental emosional dan Perceived Stress Scale (PSS-10) untuk mengukur tingkat stres yang dirasakan pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 40 responden mahasiswa, sebanyak 13 responden mahasiswa berada pada kategori normal dan 27 responden mahasiswa terindikasi mengalami gangguan mental emosional sehingga dilanjutkan dengan pengukuran PSS-10. Pengujian SRQ-20 terhadap data pembanding WHO menghasilkan accuracy sebesar 95%, precision 93%, recall 100%, dan F1-score 96%. Sementara itu, pengujian PSS-10 terhadap 27 responden mahasiswa secara langsung menghasilkan accuracy sebesar 66,67%, precision 57%, recall 57%, dan F1-score 57%. Pengujian fungsionalitas menunjukkan bahwa seluruh fitur utama sistem dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan yang telah ditentukan. Dengan demikian, meskipun hasil pengujian masih tergolong rendah yang disebabkan adanya persepsi subjektif responden mahasiswa terhadap kondisi stres yang dialami, aplikasi ini cukup mampu membantu proses skrining awal kesehatan mental mahasiswa secara mandiri dan terstruktur. Termasuk penggunaan metode pembobotan lain selain SAW guna untuk peningkatan akuratan aplikasi.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengobatan jangka panjang untuk mengontrol tekanan darah dan mencegah komplikasi. Keberhasilan pengobatan tidak hanya dipengaruhi oleh terapi yang diberikan, tetapi juga oleh keyakinan pasien terhadap kebutuhan dan penggunaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keyakinan terhadap pengobatan pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo, Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei deskriptif dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 207 pasien hipertensi. Pengumpulan data menggunakan Beliefs About Medicines Questionnaire (BMQ) yang mengukur aspek kebutuhan atau manfaat dan kekhawatiran terhadap pengobatan. Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin Perempuan (70,0%), dengan nilai Median 60 Tahun dan (min-max : 38-75 tahun) . Pendidikan terbanyak adalah Sekolah Dasar (58,0%), dan lama Masa Pengobatan dengan nilai Median 36 bulan (min-max : 3- 240 Bulan). Hasil pengukuran menunjukkan bahwa (66,7%) memiliki keyakinan tinggi terhadap pengobatan, sedangkan (33,3%) memiliki keyakinan rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memiliki keyakinan yang baik terhadap pengobatan, namun masih terdapat pasien dengan kekhawatiran terhadap penggunaan obat. Disimpulkan bahwa keyakinan terhadap pengobatan pada pasien hipertensi sebagian besar tergolong tinggi. Disarankan untuk meningkatkan edukasi keperawatan kepada pasien Hipertensi untuk memperkuat pemahaman mengenai manfaat, kebutuhan, dan keamanan pengobatan jangka panjang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini membahas tentang keabsahan klausul penahanan ijazah dalam perjanjian kerja ditinjau dari asas kebebasan berkontrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keabsahan klausul penahanan ijazah dalam perjanjian kerja ditinjau dari asas kebebasan berkontrak serta menganalisis akibat hukum yang timbul dari klausul tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif untuk mengkaji ketentuan mengenai syarat sah perjanjian, asas kebebasan berkontrak, serta perbuatan melawan hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asas kebebasan berkontrak tidak memberikan kebebasan secara mutlak kepada para pihak dalam menentukan isi perjanjian. Klausul penahanan ijazah yang bertentangan dengan ketentuan hukum dan syarat sah perjanjian dapat dinyatakan tidak sah. Berdasarkan hasil analisis, ketidakabsahan tersebut pada prinsipnya hanya berlaku terhadap klausul penahanan ijazah, sedangkan ketentuan lain dalam perjanjian kerja yang memenuhi persyaratan hukum tetap berlaku. Pemberi kerja berkewajiban mengembalikan ijazah kepada pekerja dan dapat dimintai pertanggungjawaban perdata apabila penahanan tersebut menimbulkan kerugian.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
TANGGUNG JAWAB PELAKU USAHA TERHADAP KONSUMEN KOSMETIK BERLABEL BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN (BPOM) YANG TIDAK MEMENUHI STANDAR KEAMANAN Penelitian ini dilatarbelakangi oleh temuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yaitu berupa kosmetik berlabel BPOM yang mengandung bahan berbahaya dan/atau dilarang. Kondisi tersebut menunjukkan kesenjangan antara jaminan normatif melalui izin edar dan keamanan aktual produk yang beredar. Penelitian ini bertujuan menganalisis tanggung jawab pelaku usaha terhadap konsumen kosmetik berlabel BPOM yang tidak memenuhi standar keamanan serta bentuk perlindungan hukum bagi konsumen yang dirugikan. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Bahan hukum dianalisis secara deskriptif, evaluatif, dan preskriptif dengan mengkaji Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, peraturan BPOM, serta kasus Pinkflash dan MH Cosmetic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku usaha, baik produsen, importir, maupun pemegang nomor notifikasi, tetap bertanggung jawab atas keamanan produk yang diproduksi atau diedarkannya. Tanggung jawab tersebut meliputi kewajiban memberikan ganti rugi dan dapat dikenakan dalam ranah perdata, administratif, dan pidana. Prinsip tanggung jawab mutlak (strict liability) lebih relevan digunakan karena menitikberatkan pertanggungjawaban pada produk tidak aman dan timbulnya kerugian atau risiko bagi konsumen. Perlindungan hukum bagi konsumen tersedia dalam dua bentuk, yaitu preventif (pengawasan, edukasi, dan inspeksi mendadak) dan represif (sanksi administratif, BPSK, litigasi, dan pidana).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN NEARPOD PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MANUSIA DI SMA Abstrak Pembelajaran Biologi di SMA, khususnya pada materi sistem pencernaan manusia masih menggunakan media yang terbatas dan bersifat konvensional, sehingga kurang optimal dalam meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran nearpod pada materi sistem pencernaan manusia di SMA. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D) menggunakan Borg & Gall (1970) yang dibatasi hanya sampai pada tahap kelima yaitu uji terbatas. Praktisi penilaian pada penelitian dan pengembangan ini terdiri dari praktisi media, praktisi materi, dan praktisi bahasa. Hasil validasi pada praktisi media menunjukkan persentase sebesar 88,00% dengan kriteria sangat layak, pada praktisi materi memperoleh persentase sebesar 90,00% dengan kriteria sangat layak dan pada praktisi bahasa memperoleh persentase sebesar 93,33% dengan kriteria sangat layak. Selanjutnya, hasil respon siswa terhadap media pembelajaran nearpod melalui uji coba memperoleh persentase sebesar 92,61% dengan kriteria sangat menarik. Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka media pembelajaran nearpod pada materi sistem pencernaan manusia telah memenuhi kriteria sangat layak dan dapat digunakan pada proses pembelajaran dikelas.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media flipchart untuk stimulasi daya ingat siswa kelas IV SD Negeri 023 Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari tahap Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Produk yang dikembangkan berupa media flipchart dengan judul “Literasi dan Numerasi” yang dirancang untuk membantu siswa dalam memahami dan mengingat materi melalui penyajian gambar, teks, contoh, serta latihan yang menarik dan mudah dipahami. Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV A dan guru kelas IV A SD Negeri 023 Kota Tarakan. Hasil validasi dari para ahli menunjukkan bahwa media flipchart memperoleh rata-rata persentase sebesar 91% dengan kategori sangat valid. Validasi ahli media memperoleh persentase sebesar 87% dengan kategori sangat valid, sedangkan validasi ahli materi memperoleh persentase sebesar 93% dengan kategori sangat valid. Selanjutnya, hasil uji coba kepada tujuh siswa kelas IV A memperoleh persentase sebesar 96% dengan kategori sangat valid. Respon guru sebagai pengguna produk memperoleh persentase sebesar 100% dengan kategori sangat valid. Berdasarkan hasil tersebut, media flipchart yang dikembangkan dinyatakan sangat valid, praktis, menarik, dan sangat layak digunakan sebagai media yang dapat membantu meningkatkan daya ingat siswa.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum pelaku usaha kuliner atas kerugian akibat reviu destruktif kreator konten kuliner di media sosial, serta menganalisis reviu destruktif kreator konten kuliner di media sosial sebagai perbuatan melawan hukum dan mengetahui bentuk pertanggungjawaban hukum kreator konten kuliner terhadap kerugian yang dialami pelaku usaha kuliner. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual yang didukung sumber bahan hukum yang terdiri atas bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reviu negatif tidak secara otomatis merupakan reviu destruktif yang menimbulkan akibat hukum karena pada dasarnya merupakan bentuk kebebasan berpendapat dan hak konsumen untuk menyampaikan pengalaman terhadap barang dan/atau jasa yang digunakan. Reviu dikategorikan sebagai perbuatan melawan hukum apabila memenuhi unsur adanya perbuatan, sifat melawan hukum, kesalahan, kerugian, serta hubungan kausal antara reviu yang disebarluaskan dengan kerugian pelaku usaha kuliner. Pertanggungjawaban hukum kreator konten kuliner dapat ditempuh melalui dua bentuk, yaitu pertanggungjawaban secara perdata dengan mekanisme penyelesaian litigasi maupun non litigasi (penyelesaian sengketa alternatif), dan pertanggungjawaban secara pidana jika unsur terpenuhi. Oleh karena itu penelitian ini memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi pelaku usaha yang dirugikan akibat reviu destruktif kreator konten kuliner di media sosial.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Advances in digital technology have generated new opportunities for English language learning beyond formal classroom environments. This study explores university students' experiences in utilizing Instagram as an informal platform for English language learning, focusing on their speaking skills, self-confidence, perceptions, challenges, and the meanings they ascribe to these learning experiences. Employing a qualitative approach, this research adopted a netnographic method. The study collected data through observations, video content analysis, documentation, and semi-structured interviews with four university students. The data were interpretively analysed to understand the students' learning experiences, practices, perceptions, strategies, and challenges. The findings indicate that Instagram contributes positively to the development of students' speaking skills and self-confidence. Through authentic English content, observing pronunciation and expressions, and repeated speaking practice, students improved their pronunciation, fluency, vocabulary, grammar, and content organization. Students perceived Instagram as a user-friendly, flexible, engaging, and relevant learning medium. However, students faced several challenges, including difficulty understanding pronunciation variations and accents, limited vocabulary, distractions from entertainment content, information overload, and a lack of academic feedback. To overcome these hurdles, students employed self-regulated strategies such as rewatching videos, utilizing captions, taking notes on new vocabulary, following trusted educational accounts, and managing their study time. This study concludes that Instagram can serve as an effective informal learning environment that complements formal instruction. Crucially, speaking skills and self-confidence do not develop automatically through mere exposure to content; rather, they result from an active process involving content selection, observation, practice, evaluation, reflection, and interaction. These findings suggest that educators may consider integrating Instagram as a supplementary resource for authentic and contextual speaking activities.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This study aimed to analyze the effect of the goal setting technique on academic procrastination among Grade VIII students at SMP Negeri 11 Tarakan. The study employed a quantitative approach using a pre-experimental research method with a one group pretest-posttest design. The population consisted of Grade VIII students at SMP Negeri 11 Tarakan, while the sample comprised 6 students selected through purposive sampling based on recommendations from the guidance and counseling teacher and records in the students' assignment grade book. Data were collected using an academic procrastination scale that had undergone validity and reliability testing. The data were analyzed using descriptive and inferential statistics through a paired sample t-test with the assistance of SPSS version 21. The results showed that students' academic procrastination level before the treatment was categorized as moderate to low, with a mean score of 92. 17. Following the treatment in the form of group counseling services using the goal setting technique, the posttest mean score decreased to 79.67. The descriptive analysis indicated a decrease in students' academic procrastination level after the treatment. Hypothesis testing using the paired sample t-test yielded a t-test value of 4.539 and a significance value (Sig. 2-tailed) of 0.006 0.05, resulting in the rejection of Ho and acceptance of H. Based on these results, it can be concluded that the goal setting technique had an effect on reducing academic procrastination among Grade VIII students at SMP Negeri 11 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
TANGGUNG JAWAB PELAKU USAHA TERHADAP KONSUMEN KOSMETIK BERLABEL BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN (BPOM) YANG TIDAK MEMENUHI STANDAR KEAMANAN Penelitian ini dilatarbelakangi oleh temuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yaitu berupa kosmetik berlabel BPOM yang mengandung bahan berbahaya dan/atau dilarang. Kondisi tersebut menunjukkan kesenjangan antara jaminan normatif melalui izin edar dan keamanan aktual produk yang beredar. Penelitian ini bertujuan menganalisis tanggung jawab pelaku usaha terhadap konsumen kosmetik berlabel BPOM yang tidak memenuhi standar keamanan serta bentuk perlindungan hukum bagi konsumen yang dirugikan. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Bahan hukum dianalisis secara deskriptif, evaluatif, dan preskriptif dengan mengkaji Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, peraturan BPOM, serta kasus Pinkflash dan MH Cosmetic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku usaha, baik produsen, importir, maupun pemegang nomor notifikasi, tetap bertanggung jawab atas keamanan produk yang diproduksi atau diedarkannya. Tanggung jawab tersebut meliputi kewajiban memberikan ganti rugi dan dapat dikenakan dalam ranah perdata, administratif, dan pidana. Prinsip tanggung jawab mutlak (strict liability) lebih relevan digunakan karena menitikberatkan pertanggungjawaban pada produk tidak aman dan timbulnya kerugian atau risiko bagi konsumen. Perlindungan hukum bagi konsumen tersedia dalam dua bentuk, yaitu preventif (pengawasan, edukasi, dan inspeksi mendadak) dan represif (sanksi administratif, BPSK, litigasi, dan pidana).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum pelaku usaha kuliner atas kerugian akibat reviu destruktif kreator konten kuliner di media sosial, serta menganalisis reviu destruktif kreator konten kuliner di media sosial sebagai perbuatan melawan hukum dan mengetahui bentuk pertanggungjawaban hukum kreator konten kuliner terhadap kerugian yang dialami pelaku usaha kuliner. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual yang didukung sumber bahan hukum yang terdiri atas bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reviu negatif tidak secara otomatis merupakan reviu destruktif yang menimbulkan akibat hukum karena pada dasarnya merupakan bentuk kebebasan berpendapat dan hak konsumen untuk menyampaikan pengalaman terhadap barang dan/atau jasa yang digunakan. Reviu dikategorikan sebagai perbuatan melawan hukum apabila memenuhi unsur adanya perbuatan, sifat melawan hukum, kesalahan, kerugian, serta hubungan kausal antara reviu yang disebarluaskan dengan kerugian pelaku usaha kuliner. Pertanggungjawaban hukum kreator konten kuliner dapat ditempuh melalui dua bentuk, yaitu pertanggungjawaban secara perdata dengan mekanisme penyelesaian litigasi maupun non litigasi (penyelesaian sengketa alternatif), dan pertanggungjawaban secara pidana jika unsur terpenuhi. Oleh karena itu penelitian ini memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi pelaku usaha yang dirugikan akibat reviu destruktif kreator konten kuliner di media sosial.