BookOpen AccessMetadata saja
2025•
Dismenorea merupakan salah satu keluhan yang sering dialami oleh remaja putri saat menstruasi, ditandai dengan nyeri di perut bagian bawah yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Terapi non-farmakologis seperti aromaterapi lavender menjadi alternatif aman dan efektif untuk mengatasi keluhan ini. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap penurunan tingkat dismenorea pada remaja. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kasus pada seorang remaja berusia 14 tahun yang mengalami dismenorea primer. Intervensi dilakukan dengan pemberian aromaterapi lavender secara inhalasi menggunakan diffuser, air bersih 100 cc dan essential oil sebanyak 4 tetes selama dua hari pertama menstruasi. Hasil pengukuran skala nyeri menunjukkan penurunan tingkat nyeri dari kategori sedang menjadi ringan setelah intervensi, terjadi pula peningkatan relaksasi, kualitas tidur, dan suasana hati. Temuan ini menunjukkan bahwa aromaterapi lavender dapat menjadi salah satu intervensi efektif dalam mengurangi dismenorea. Penggunaan aromaterapi lavender disarankan dapat digunakan sebagai alternatif non-farmakologis yang praktis dan aman dalam penanganan nyeri dismenorea pada remaja. Terapi ini juga dapat diterapkan secara mandiri di rumah untuk meningkatkan kenyamanan selama menstruasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dismenorea merupakan salah satu keluhan yang sering dialami oleh remaja putri saat menstruasi, ditandai dengan nyeri di perut bagian bawah yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Terapi non-farmakologis seperti aromaterapi lavender menjadi alternatif aman dan efektif untuk mengatasi keluhan ini. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap penurunan tingkat dismenorea pada remaja. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kasus pada seorang remaja berusia 14 tahun yang mengalami dismenorea primer. Intervensi dilakukan dengan pemberian aromaterapi lavender secara inhalasi menggunakan diffuser, air bersih 100 cc dan essential oil sebanyak 4 tetes selama dua hari pertama menstruasi. Hasil pengukuran skala nyeri menunjukkan penurunan tingkat nyeri dari kategori sedang menjadi ringan setelah intervensi, terjadi pula peningkatan relaksasi, kualitas tidur, dan suasana hati. Temuan ini menunjukkan bahwa aromaterapi lavender dapat menjadi salah satu intervensi efektif dalam mengurangi dismenorea. Penggunaan aromaterapi lavender disarankan dapat digunakan sebagai alternatif non-farmakologis yang praktis dan aman dalam penanganan nyeri dismenorea pada remaja. Terapi ini juga dapat diterapkan secara mandiri di rumah untuk meningkatkan kenyamanan selama menstruasi.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•
Latar belakang: Ibu hamil berisiko mengalami kekurangan gizi. Gangguan gizi pada ibu hamil meliputi anemia, pertambahan berat badan yang kurang, dan gangguan pertumbuhan janin. Prevalensi anemia di Indonesia meningkat, dengan 48,9% ibu hamil mengalami anemia, terutama di provinsi Kalimantan Utara dan Kota Tarakan. Anemia dapat menyebabkan komplikasi seperti solusio plasenta, kelahiran prematur, dan kematian ibu. Kadar hemoglobin bisa ditingkatkan dengan konsumsi tablet fe dan makanan bergizi seperti kurma dan biji buah tarap. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan manfaat jus kurma tarap dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil. Tujuan penelitian: mengetahui adanya potensi olahan Jus Kurma Tarap terhadap peningkatan Hb pada ibu hamil di Puskesmas Karang Rejo. Jenis penelitian: quasi eksperimen dengan desain penelitian Pretest And Post Test With Control Group Design dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Sampel penelitian sebanyak 20 responden yang terdiri dua kelompok yaitu, kelompok perlakuan 10 responden diberi jus kurma tarap kombinasi dengan tablet tambah darah dikonsumsi dalam 2 kali sehari selama 7 hari dan kelompok kontrol 10 responden diberi tablet tambah darah yang dikonsumsi dalam 2 kali sehari dari Puskesmas. Hasil analisa bivariat menunjukkan analisis uji Mann-Whitney dengan p value value sebesar 0,317 (> 0,05) sehingga tidak ada pengaruh signifikan. Kesimpulan: Potensi pemberian Jus Kurma Tarap dan tablet tambah darah terhadap peningkatan Hb pada ibu hamil diukur dari perbandingan rata-rata antara kedua kelompok. Rata-rata kadar Hb pada kelompok perlakuan 11,81 g/dL dengan standar deviasi 0,97. Sedangkan rata rata kadar Hb pada kelompok kontrol 10,88 g/dL dengan standar deviasi 0,45. Kelompok perlakuan memperoleh rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan dari kelompok kontrol.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Ibu hamil berisiko mengalami kekurangan gizi. Gangguan gizi pada ibu hamil meliputi anemia, pertambahan berat badan yang kurang, dan gangguan pertumbuhan janin. Prevalensi anemia di Indonesia meningkat, dengan 48,9% ibu hamil mengalami anemia, terutama di provinsi Kalimantan Utara dan Kota Tarakan. Anemia dapat menyebabkan komplikasi seperti solusio plasenta, kelahiran prematur, dan kematian ibu. Kadar hemoglobin bisa ditingkatkan dengan konsumsi tablet fe dan makanan bergizi seperti kurma dan biji buah tarap. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan manfaat jus kurma tarap dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil. Tujuan penelitian: mengetahui adanya potensi olahan Jus Kurma Tarap terhadap peningkatan Hb pada ibu hamil di Puskesmas Karang Rejo. Jenis penelitian: quasi eksperimen dengan desain penelitian Pretest And Post Test With Control Group Design dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Sampel penelitian sebanyak 20 responden yang terdiri dua kelompok yaitu, kelompok perlakuan 10 responden diberi jus kurma tarap kombinasi dengan tablet tambah darah dikonsumsi dalam 2 kali sehari selama 7 hari dan kelompok kontrol 10 responden diberi tablet tambah darah yang dikonsumsi dalam 2 kali sehari dari Puskesmas. Hasil analisa bivariat menunjukkan analisis uji Mann-Whitney dengan p value value sebesar 0,317 (> 0,05) sehingga tidak ada pengaruh signifikan. Kesimpulan: Potensi pemberian Jus Kurma Tarap dan tablet tambah darah terhadap peningkatan Hb pada ibu hamil diukur dari perbandingan rata-rata antara kedua kelompok. Rata-rata kadar Hb pada kelompok perlakuan 11,81 g/dL dengan standar deviasi 0,97. Sedangkan rata rata kadar Hb pada kelompok kontrol 10,88 g/dL dengan standar deviasi 0,45. Kelompok perlakuan memperoleh rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan dari kelompok kontrol.