Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

31 hasil
Subjek: Anemia
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI SMP DI WILAYAH PESISIR PANTAI AMAL

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Anemia masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang banyak ditemukan pada remaja putri dan dapat memengaruhi pertumbuhan, kemampuan mengikuti kegiatan pembelajaran, serta kondisi kesehatan reproduksi. Pemahaman mengenai anemia dan penerapan perilaku pencegahannya menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kesehatan remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan dan perilaku pencegahan anemia pada remaja putri SMP di wilayah pesisir Pantai Amal Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 66 remaja putri yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan perilaku pencegahan anemia yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden didominasi kategori kurang sebesar 48,5%, diikuti kategori cukup sebesar 30,3% dan baik sebesar 21,2%. Perilaku pencegahan anemia didominasi kategori cukup sebesar 80,3%, diikuti kategori kurang sebesar 15,2% dan baik sebesar 4,5%. Berdasarkan tingkat pencegahan, perilaku yang memiliki frekuensi jawaban tertinggi meliputi sarapan dengan makanan sumber karbohidrat pada pencegahan primer, pemeriksaan hemoglobin pada pencegahan sekunder, serta menghindari makanan cepat saji pada pencegahan tersier. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan responden mengenai pencegahan anemia didominasi kategori kurang, sedangkan perilaku pencegahan anemia didominasi kategori cukup. Temuan ini menunjukkan perlunya penguatan edukasi kesehatan dan pembiasaan perilaku pencegahan anemia pada remaja putri.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN ANTROPOMETRI IBU HAMIL (LILA DAN IMT) DENGAN ANEMIA DI RUMAH SAKIT PRATAMA KRAYAN

2026•

Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, baik di tingkat global maupun nasional, karena berpotensi meningkatkan morbiditas dan mortalitas ibu serta risiko komplikasi pada janin. Faktor risiko anemia pada WUS sangat beragam, mulai dari pola makan yang tidak seimbang, hingga status gizi yang buruk. Salah satu indikator status gizi yang dapat dikaitkan dengan risiko anemia adalah LILA dan IMT. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara antropometri ibu hamil (LILA dan IMT) dengan kejadian anemia di Rumah Sakit Pratama Krayan. Metode pada penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional dan teknik pendekatan retrospektif. Teknik Sampling pada penelitian ini adalah total sampling dengan total jumlah responden 89 ibu hamil. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden yang tidak mengalami KEK sebanyak 87 orang (97,8%) Sebagian besar responden tidak normal 71 orang (79,8%), dan Sebagian besar responden mengalami anemia yaitu sebanyak 75 orang (84,3%). Hasil uji menggunakan chi-square didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara LILA dengan kejadian anemia dengan p-value (1,000) dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dengan kejadian anemia dengan nilai p-value (0,470). Penelitian ini menunjukkan bahwa status gizi ibu hamil berdasarkan LILA maupun IMT tidak berhubungan dengan kejadian anemia sehingga status gizi yang diukur melalui indikator antropometri tersebut belum dapat dijadikan indikator tunggal dalam menentukan risiko anemia pada ibu hamil.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH PERBATASAN PUSKESMAS LONG BAWAN

2026•

Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting, terutama di wilayah perbatasan yang memiliki keterbatasan akses pelayanan kesehatan. Data Puskesmas Long Bawan menunjukkan tingginya angka kejadian anemia pada ibu hamil sehingga diperlukan identifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian tersebut. Menganalisis hubungan usia, paritas, status gizi (LILA), dan jarak kehamilan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Long Bawan Kabupaten Nunukan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Data sekunder dikumpulkan secara retrospektif dari register Antenatal Care (ANC) periode April 2025 sampai April 2026 dan dianalisis pada satu waktu penelitian. Teknik sampling menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 131 ibu hamil. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan Fisher's Exact Test dengan tingkat kemaknaan 95% (α=0,05). Sebagian besar responden berada pada kategori usia tidak berisiko (78,6%), paritas tidak berisiko (95,4%), status gizi tidak KEK (90,1%), dan jarak kehamilan tidak berisiko (77,9%). Prevalensi anemia pada ibu hamil sebesar 62,6%. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p=0,276), paritas (p=0,671), status gizi (p=0,261), dan jarak kehamilan (p=0,170) dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Usia, paritas, status gizi (LILA), dan jarak kehamilan tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Long Bawan. Tingginya prevalensi anemia yang ditemukan menunjukkan perlunya penelitian lebih lanjut terhadap faktor-faktor lain yang berpotensi memengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah perbatasan. Kata Kunci: Anemia, ibu hamil, usia, paritas, status gizi, jarak kehamilan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN DIAGNOSIS MEDIS ANEMIA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Anemia merupakan kondisi penurunan kadar hemoglobin dalam darah yang dapat menyebabkan berkurangnya kemampuan darah mengangkut oksigen ke jaringan tubuh. Kondisi ini masih menjadi masalah kesehatan yang cukup tinggi dan dapat menimbulkan dampak terhadap aktivitas, produktivitas, dan kualitas hidup pasien. Laporan tugas akhir ini bertujuan untuk melaksanakan asuhan keperawatan pada du pasien dengan diagnosis medis anemia secara komprehensif di Ruang Dahlia A RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua pasien, yaitu Ny. S dan Ny. E, melalui tahapan pengkajian diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa pasien dengan anemia mengalami keluhan lemah, pucat, akral dingin, CRT memanjang, penurunan nafsu makan, serta kadar Hb rendah. Diagnosis keperawatan yang muncul disesuaikan dengan kondisi klinis masing-masing pasien dan dilakukan untervensi keperawatan yang berfokus pada pemantauan kondisi umum, pemenuhan kebutuhan oksigenasi, nutrisi, aktivitas, serta edukasi kesehatan. Setelah dilakukan asuhan keperawatan, ditemukan adanya perbaikan kondisi pasien sesuai dengan respons terhadap tindakan yang diberikan. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah asuhan keperawatan yang komprehensif berperan penting dalam membantu stabilisasi kondisi pasien anemia dan meningkatkan kualitas perawatan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN DIAGNOSIS MEDIS ANEMIA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Anemia merupakan komplikasi klinis atau kondisi sekunder yang sering menyertai berbagai penyakit kronis pada pasien dewasa. Penurunan kadar hemoglobin dalam darah memerlukan intervensi dan pengelolaan asuhan keperawatan yang komprehensif untuk mencegah perburukan kondisi pasien. Studi kasus ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien dewasa dengan masalah kesehatan anemia di ruang perawatan penyakit dalam. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, perumusan diagnosis, penyusunan intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek studi kasus terdiri dari dua pasien dewasa (Tn. Z dan Tn. H) dengan diagnosis medis anemia yang dirawat di Ruang Anggrek A RSUD dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan. Pelaksanaan asuhan dilakukan selama tiga hari dari tanggal 27 April hingga 29 April 2026. Hasil pengkajian awal menunjukkan kedua pasien mengalami gejala klinis objektif anemia seperti konjungtiva anemis dan bibir pucat. Pemeriksaan penunjang laboratorium mengonfirmasi adanya penurunan kadar hemoglobin di bawah nilai rujukan, yaitu 8,9 g/dL pada Pasien 1 dan 8,6 g/dL pada Pasien 2. Selama masa perawatan, tindakan keperawatan yang diimplementasikan meliputi monitoring tanda-tanda vital, pengelolaan nutrisi, serta tindakan kolaboratif berupa pemberian terapi obat-obatan dan transfusi darah Packed Red Cells (PRC). Hasil evaluasi akhir menunjukkan adanya perbaikan pada kondisi umum pasien, peningkatan selera makan, serta pola istirahat yang lebih rileks. Penerapan asuhan keperawatan yang terencana, sistematis, dan kolaboratif terbukti mendukung proses pemulihan klinis pasien dewasa yang mengalami anemia di ruang perawatan penyakit dalam.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny.R dengan Anemia Ringan dan Kekurangan Energi Kronis Di Puskemas Pantai Amal

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Asuhan Kebidanan Komprehensif atau Continuity of Care (CoC) merupakan pelayanan kebidanan yang diberikan secara berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, hingga bayi baru lahir. Tujuan pemberian asuhan komprehensif pada Ny. R adalah memberikan pelayanan yang menyeluruh dan berkelanjutan selama masa kehamilan sampai perawatan bayi baru lahir. Kegiatan ini dilaksanakan di Puskesmas Pantai Amal pada tanggal 27 Januari-01 Maret 2026 yang meliputi dua kali kunjungan kehamilan, satu kali asuhan persalinan, satu kali kunjungan nifas, dan satu kali kunjungan bayi baru lahir. Metode yang digunakan adalah wawancara, pemeriksaan langsung, dan konseling. Hasil asuhan menunjukkan bahwa pada kunjungan kehamilan trimester III, Ny. R usia kehamilan 33 minggu 4 hari mengalami anemia ringan dengan kadar Hb 10,4 g/dL dan Kekurangan Energi Kronis (KEK) dengan LILA 21 cm. Asuhan diberikan sesuai kondisi dan kebutuhan ibu. Pada kunjungan ulang, ibu mengeluh nyeri perut bawah menjalar ke punggung dan telah diberikan penatalaksanaan sesuai keluhan. Persalinan berlangsung normal pada usia kehamilan 38 minggu 3 hari sesuai standar 60 langkah Asuhan Persalinan Normal (APN). Bayi lahir spontan, cukup bulan, jenis kelamin perempuan, dengan berat badan 3000 gram, panjang badan 46 cm, dan APGAR Score 9/10. Kunjungan nifas dan bayi baru lahir dilakukan 6 jam postpartum dengan hasil ibu dan bayi dalam kondisi baik, tanpa perdarahan maupun tanda infeksi.Dapat disimpulkan bahwa asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. R telah dilaksanakan sesuai standar pelayanan kebidanan. Masalah yang ditemukan selama kehamilan dapat ditangani dengan baik, sedangkan pada masa persalinan, nifas, dan bayi baru lahir tidak ditemukan komplikasi. Seluruh asuhan telah didokumentasikan menggunakan metode SOAP.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Determinan Kejadian Anemia pada Kehamilan di Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan

2026•

Anemia pada kehamilan merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia. Kondisi ini dikategorikan sebagai “potential danger to mother and child”. Dampak pada ibu meliputi hipertensi gestasional, preeklamsia, penurunan imunitas, persalinan prematur, KPD, partus lama, atonia uteri, hingga risiko perdarahan pascapersalinan. Bagi janin, kondisi ini memicu gangguan pertumbuhan, abortus, skor APGAR rendah, BBLR, kelahiran prematur, anemia neonatal, sindrom gangguan pernapasan, hambatan perkembangan, infeksi, asfiksia neonatal, serta risiko stunting. Penelitian kuantitatif dengan desain crosssectional ini bertujuan menganalisis determinan kejadian anemia pada kehamilan. Data dikumpulkan secara retrospektif dari buku register ANC terhadap 187 ibu hamil multipara dan grandemultipara di Puskesmas Pantai Amal periode JanuariDesember 2025. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari total populasi 270 ibu hamil yang melakukan ANC K1. Analisis bivariat dengan chisquare (α≤0,05) menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara usia ibu (p=0,429) dan paritas (p=0,606) dengan kejadian anemia. Sementara itu, terdapat hubungan signifikan pada jarak kehamilan (p=0,05), kekurangan energi kronik (p=0,007), dan waktu kunjungan ANC K1 (p0,001). Analisis multivariat menggunakan regresi logistik berganda dengan memasukkan variabel p0,25. Hasil menunjukkan bahwa waktu kunjungan ANC K1 merupakan faktor paling dominan, dibandingkan faktor lainnya dengan risiko kejadian anemia sekitar 8 kali lebih besar pada ibu yang melakukan ANC K1 akses. Selain itu, ibu dengan kekurangan energi kronik memiliki risiko kejadian anemia sekitar 3 kali lebih besar. Strategi promotif KIA perlu ditingkatkan untuk mendorong inisiasi ANC K1 sedini mungkin (0–12 minggu) melalui edukasi dan penjangkauan ibu hamil. Sementara itu, penanganan ibu hamil kekurangan energi kronik perlu diperkuat melalui deteksi dini dan intervensi gizi terpadu sejak kontak pertama di pelayanan kesehatan. Hal ini mencakup integrasi pemberian Makanan Tambahan (PMT) berkelanjutan, konseling gizi spesifik, serta pendampingan nutrisi intensif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Video Edukasi Berbasis Gizi Lokal Artocarpus Odoratissimus Dalam Meningkatkan Pengetahuan Anemia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Juata

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak pada meningkatnya risiko komplikasi kehamilan serta gangguan pertumbuhan janin. Rendahnya pengetahuan ibu hamil tentang anemia dan pemanfaatan pangan lokal berkontribusi terhadap tingginya kejadian anemia. Salah satu pangan lokal yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber gizi adalah Artocarpus odoratissimus. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas video edukasi berbasis gizi lokal Artocarpus odoratissimus dalam meningkatkan pengetahuan tentang anemia pada ibu hamil di Puskesmas Juata. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen (one-group pretest–posttest). Sampel sebanyak 22 ibu hamil dengan anemia dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan terdiri dari 18 butir pertanyaan dan media video edukasi berbasis gizi lokal Artocarpus odoratissimus. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan bermakna tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi (p 0,000). Disimpulkan bahwa video edukasi berbasis gizi lokal Artocarpus odoratissimus efektif meningkatkan pengetahuan tentang anemia pada ibu hamil dan berpotensi diterapkan sebagai media promosi kesehatan dalam pelayanan antenatal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN REMAJA DENGAN PEMBERIAN SARI KACANG HIJAU UNTUK MENINGKATKAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GUNUNG LINGKAS

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius karena dapat berdampak pada penurunan konsentrasi belajar, produktivitas, serta perkembangan fisik dan mental. Salah satu upaya pencegahan anemia secara nonfarmakologis yang efektif adalah melalui pemberian jus kacang hijau yang kaya zat besi, asam folat, dan vitamin B kompleks. Tujuan: Memberikan asuhan kebidanan pada remaja putri dengan anemia menggunakan intervensi jus kacang hijau sebagai upaya meningkatkan kadar hemoglobin (Hb) dan mencegah komplikasi jangka panjang. Metode: Pendekatan studi kasus dilakukan pada Nn. D, usia 19 tahun dengan anemia sedang (Hb 9,5 gr/dl) di wilayah kerja Puskesmas Gunung Lingkas. Intervensi berupa pemberian jus kacang hijau 250 ml sekali sehari selama 4 hari. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan Hb menggunakan GChb Easy Touch. Hasil: Setelah intervensi selama 4 hari, terjadi peningkatan kadar hemoglobin dan perbaikan gejala anemia seperti kelelahan dan sulit konsentrasi. Remaja juga menunjukkan pemahaman yang baik terhadap pentingnya gizi seimbang dan dukungan keluarga dalam pencegahan anemia. Kesimpulan: Pemberian jus kacang hijau merupakan intervensi nonfarmakologis yang efektif, murah, dan mudah diterima dalam meningkatkan kadar Hb serta memperbaiki gejala anemia pada remaja putri. Diperlukan edukasi dan pendampingan berkelanjutan untuk meningkatkan kepatuhan dan keberhasilan intervensi

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Asuhan Kebidanan Remaja dengan Pemberian Jus Buah Naga Terhadap perubahan Kadar Hemoglobin Di Wilayah Kerja Puskesmas Gunung Lingkas

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan yang cukup tinggi, dengan gejala seperti pusing, mudah lelah, dan kurang konsentrasi. Salah satu alternatif non-farmakologis yang potensial untuk meningkatkan kadar hemoglobin adalah konsumsi jus buah naga, karena kandungan zat besi, vitamin C, dan antioksidannya.Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian jus buah naga terhadap perubahan kadar hemoglobin pada remaja putri dengan anemia ringan di wilayah kerja Puskesmas Gunung Lingkas, Kota Tarakan. Metode: Studi kasus dilakukan terhadap seorang remaja putri usia 17 tahun dengan kadar hemoglobin awal 11,8 gr/dL. Intervensi berupa pemberian jus buah naga merah sebanyak 450 ml/hari selama 7 hari berturut-turut. Data kadar hemoglobin diukur sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Setelah intervensi, terjadi peningkatan kadar hemoglobin menjadi 13,24 gr/dL. Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan sebesar 1,44 gr/dL, yang berarti pemberian jus buah naga efektif dalam meningkatkan kadar hemoglobin. Kesimpulan: Pemberian jus buah naga merah selama tujuh hari terbukti dapat meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja putri dengan anemia ringan. Buah naga dapat menjadi alternatif non-farmakologis dalam penatalaksanaan anemia ringan pada remaja.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tingkat Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri Tentang Tablet Tambah Darah Di SMP Negeri 1 Tanjung Selor

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Anemia merupakan masalah kesehatan utama yang terjadi di masyarakat dan banyak dialami oleh remaja putri. Prevelensi anemia remaja putri umur 13-18 tahun di Indonesia mencapai 23%. Anemia terjadi pada remaja putri karena adanya gangguan menstruasi, mengalami masa pertumbuhan serta asupan makanan yang rendah zat besi. Anemia dapat dicegah dengan asupan kaya akan zat besi seperti makanan sumber zat besi hewani, sumber pangan nabati dan suplemen tablet tambah darah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri tentang tablet tambah darah di SMP Negeri 1 Tanjung Selor. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Jumlah sampel 197 remaja putri dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling. Hasil penelitian didapatkan remaja putri memiliki pengetahuan baik 50,3% dan sikap cukup 65,5%. Kesimpulan hasil dari penelitian ini sebagian besar remaja putri di SMP Negeri 1 Tanjung Selor berpengetahuan cukup dan sikap cukup tentang tablet tambah darah. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun pengetahuan sudah relatif baik, sikap terhadap konsumsi tablet tambah darah masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, sekolah dan tenaga kesehatan perlu memperkuat edukasi dan promosi kesehatan tentang pentingnya konsumsi tablet tambah darah secara rutin untuk mencegah anemia pada remaja putri.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI DESKRIPTIF: PENGETAHUAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI PESANTREN DI KOTA TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Anemia merupakan masalah kesehatan global yang banyak dialami oleh remaja putri, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Remaja putri memiliki risiko lebih tinggi terhadap anemia akibat menstruasi dan pola makan yang kurang bergizi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengetahuan anemia pada remaja putri pesantren di Kota Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Jumlah sampel 124 remaja putri. Penentuan jumlah sampel menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah dimodifikasi dari Guidelines for assessing nutrition-related Knowledge, Attitudes and Practices (FAO) dan De, et al sebanyak 11 item pernyataan. Hasil penelitian didapatkan remaja putri pesantren di Kota Tarakan memiliki pengetahuan baik 39,5%, pengetahuan cukup 34,7%, pengetahuan kurang 25,8%, dimana skor mean 70,24, SD 19,10, skor minimal 18,18, dan skor maksimal 100,00. Kesimpulan dari penelitian ini sebagian besar remaja putri pesantren di Kota Tarakan berpengetahuan baik tentang anemia.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Potensi Bahan Pangan Lokal Sirup Buah Pedada (sonneratia Caseolaris) Terhadap Kadar Hemoglobin pada Remaja Putri di SMPN 7 tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Anemia banyak terjadi pada masyarakat, terutama pada remaja putri. Berbagai faktor yang mempengaruhi kejadian anemia pada remaja putri secara langsung salah satunya yaitu asupan zat besi tidak cukup dan penyerapan tidak adekuat. Maka dibutuhkan makanan tambahan seperti buah dan sayur yang mengandung vitamin A, C dan B yang dapat membantu penyerapan tablet fe yang di konsumsi. Dalam penelitian kali ini menggunakan buah lokal yaitu Sirup buah pedada dengan tablet fe. Penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode eksperimen semu (Quasi eksperimen) dengan pretest – posttest with control group design. Hasil penelitian pada dua kelompok setelah di berikan intervensi sama sama mengalami peningkatan, namun peningkatan yang sangat signifikan terjadi pada kelompok eksperimen. Diperoleh hasil rata-rata (mean) setelah diberikan perlakuan intervensi sirup buah pedada dan tablet fe meningkat dengan rata rata 3.450 dengan nilai uji statistic didapatkan P value 0.000. pada kelompok kontrol diberikan perlakuan intervensi pemberian tablet fe selama 1 minggu juga mengalami kenaikan hemoglobin yaitu 0.238. Dengan nilai uji statistic P value 0.000

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Faktor-faktor penyebab Anemia pada ibu hamil Di Puskesmas Daerah Perbatasan Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara Tahun 2024

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Anemia dalam kehamilan merupakan masalah yang harus mendapatkan penanganan khusus karena prevalensi yang masih tinggi. Dampak  yang mugkin timbul pada ibu hamil dengan anemia dalam kehamilan tidak terjadi hanya pada ibu hamil tetapi juga berdampak pada bayi baru lahir. Kejadian anemia dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain usia ibu saat hamil, paritas, frekuensi kunjungan ANC, status gizi, status ekonomi, tingkat pendidikan, dan kepatuhan konsumsi tablet Fe. Tujuan penelitian ini adalah untuk Menganalisis faktor-faktor penyebab anemia pada ibu hamil di Puskesmas daerah perbatasan Kabupaten Nunukan Kalimantan utara tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Tehnik Sampel menggunakan non probability sampling yaitu teknik purposive sampling dengan total besar sampel sebanyak 83 orang berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang diambil dari catatan rekam medik pasien, buku KIA ibu hamil  dan kohort  ibu tahun 2023-2024. Uji hubungan akan menggunakan uji chi-square serta uji multivariat menggunakan Uji Regresi Linier Ganda menggunakan program SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara anemia dengan usia ibu dengan p-value sebesar 0,000,  anemia dengan umur kehamilan dengan p-value sebesar 0,009,  anemia dengan paritas dengan p-value sebesar 0,000, anemia dengan status gizi dengan p-value sebesar 0,000. Diantara variabel yang ada, status gizi memiliki hubungan paling dominan terhadap kejadian anemia berdasarkan hasil uji multivariat dengan hasil nilai Coeffisients B sebesar -0,596. Berdasarkan hal tersebut, anemia memiliki hubungan terhadap usia ibu, umur kehamilan, paritas, dan status gizi, dengan faktor status gizi sebagai faktor yang paling berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Daerah Perbatasan Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara Tahun 2024. Diharapkan bagi petugas Kesehatan dapat memberikan perhatian terhadap usia ibu, usia kehamilan, paritas, dan status gizi ibu hamil untuk mengurangi kejadian anemia.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

POTENSI ASUHAN KOMPLEMENTER BERBASIS KEARIFAN LOKAL JUS KURMA TARAP TERHADAP PENINGKATAN HEMOGLOBIN IBU HAMIL DI PUSKEMAS KARANG REJO KOTA TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Ibu hamil berisiko mengalami kekurangan gizi. Gangguan gizi pada ibu hamil meliputi anemia, pertambahan berat badan yang kurang, dan gangguan pertumbuhan janin. Prevalensi anemia di Indonesia meningkat, dengan 48,9% ibu hamil mengalami anemia, terutama di provinsi Kalimantan Utara dan Kota Tarakan. Anemia dapat menyebabkan komplikasi seperti solusio plasenta, kelahiran prematur, dan kematian ibu. Kadar hemoglobin bisa ditingkatkan dengan konsumsi tablet fe dan makanan bergizi seperti kurma dan biji buah tarap. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan manfaat jus kurma tarap dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil. Tujuan penelitian: mengetahui adanya potensi olahan Jus Kurma Tarap terhadap peningkatan Hb pada ibu hamil di Puskesmas Karang Rejo. Jenis penelitian: quasi eksperimen dengan desain penelitian Pretest And Post Test With Control Group Design dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Sampel penelitian sebanyak 20 responden yang terdiri dua kelompok yaitu, kelompok perlakuan 10 responden diberi jus kurma tarap kombinasi dengan tablet tambah darah dikonsumsi dalam 2 kali sehari selama 7 hari dan kelompok kontrol 10 responden diberi tablet tambah darah yang dikonsumsi dalam 2 kali sehari dari Puskesmas. Hasil analisa bivariat menunjukkan analisis uji Mann-Whitney dengan p value value sebesar 0,317 (> 0,05) sehingga tidak ada pengaruh signifikan. Kesimpulan: Potensi pemberian Jus Kurma Tarap dan tablet tambah darah terhadap peningkatan Hb pada ibu hamil diukur dari perbandingan rata-rata antara kedua kelompok. Rata-rata kadar Hb pada kelompok perlakuan 11,81 g/dL dengan standar deviasi 0,97. Sedangkan rata rata kadar Hb pada kelompok kontrol 10,88 g/dL dengan standar deviasi 0,45. Kelompok perlakuan memperoleh rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan dari kelompok kontrol.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA VIDEO PADA KELAS IBU HAMILTERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TRIMESTER III DENGAN ANEMIA DI PUSKESMAS KARANG REJO

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan terkait dengan insiden perdarahan yang tinggi. Selain itu anemia juga dihubungkan dengan komplikasi dapat timbul baik pada ibu maupun pada janin. Adanya program kelas ibu hamil menjadi salah satu strategi untuk mengurangi kasus komplikasi selama kehamilan. Penggunaan media video dalam kelas ibu hamil mampu menangkap 94% informasi melalui mata dan telinga, biasanya mengingatkan 50% dari apa yang mereka lihat dan dengarkan. Pesan yang disampaikan melalui media video dapat membangkitkan emosi yang kuat dan mencapai hasil yang cepat. Selain itu, media video dapat memperluas pengetahuan karena menciptakan rangsangan dan motivasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan media video pada kelas ibu hamil terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil trimester III dengan anemia di Puskesmas Karang Rejo. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian menggunakan quasy esperimental model pre-test and post-test control group. Pada penelitian ini terdapat 2 kelompok yaitu kelompok kontrol yang diberikan kelas ibu hamil dengan metode ceramah dengan media lembar balik kelas ibu hamil dan kelompok intervensi yang diberikan kelas ibu hamil dengan metode ceramah dan media video. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2024 di Puskesmas Karang Rejo. Populasi pada penelitian ini merupakan ibu hamil trimester III yang diambil dengan teknik simple random sampling sebanyak 36 responden. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah independent T-test. Hasil penelitian didapatkan hasil signifikasi p-value sebesar 0,006 (p0,05) sehingga ada pengaruh penggunaan media video pada kelas ibu hamil terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil trimester III dengan anemia di Puskesmas Karang Rejo. Penggunaan media video pada kelas ibu hamil dapat memaksimalkan pengetahuan ibu hamil tentang anemia.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Edukasi Anemia Dan Pemberian Buah Kurma Terhadap Peningkatan Hemoglobin Pada Remaja Di SMA Katolik Frater Don Bosco Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Anemia adalah kondisi sel darah merah lebih rendah dari biasanya akibat kekurangan nutrisi yang mempengaruhi pembentukan hemoglobin. Beberapa faktor mempengaruhi kejadian anemia pada remaja khususnya remaja putri yaitu pengetahuan tentang anemia, pengetahuan tentang gizi termasuk pengetahuan tentang gizi zat besi, kepatuhan minum TTD. Pencegahan dan pengendalian anemia pada remaja putri memerlukan kerjasama antara negara, masyarakat dan orang tua.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan desain penelitian Quasi eksperimental pre-posttest one group. Desain penelitian ini meliputi perlakuan (penyuluhan anemia dan pemberian buah kurma) pada sampel dan pengukuran kadar anemia sebelum dan sesudah perlakuan. sampel yang digunakan adalah Remaja SMA Katolik Frater Don Bosco Tarakan sebanyak 24 responden. Teknik pengambil sampel yang digunakan adalah simple random sampling.pemberian edukasi tentang anemia pada remaja di SMA Frater Don Bosco Tarakan di peroleh nilai p0,05 (p=0.001). pemberian buah kurma tnilai minimum untuk sebelum perlakuan adalah 9.1 gr/dl dan sesudah perlakuan adalah 12.1 gr/dl kemudian nilai maximum untuk pretest 12.7 gr/dl dan posttest 17.2 gr/dl, lalu untuk nilai mean, prestest 10.97 gr/dl dan posttest 14.66 gr/dl dan nilai Std. Deviation untuk 1.04 (sebelum perlakuan) dan 1.41 (sesudah perlakuan) dengan nilai P0,05 (P=0.001). rerata sebelum dan setelah pemberian buah kurma sebanyak 3.68 gr/dl. Artinya terdapat peningkatan kadar hb sebulum dan setelah pemberian buah kurma. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai Pengaruh Edukasi Anemia Dan Pemberian Buah Kurma Terhadap Peningkatan Hemoglobin Pada Remaja Di SMA Katolik Frater Don Bosco Tarakan, dapat disimpulkan bahwa: 2. Edukasi anemia memiliki peranan dan dampak yang baik dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai anemia di SMA Katolik Frater Don Bosco Tarakan 3. Edukasi anemia dan pemberian buah kurma berperan terhadap peningkatan hemoglobin pada remaja Di SMA Katolik Frater Don Bosco Tarakan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN ANEMIA DI RUANG ANGGREK A RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. H. JUSUF SK TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Secara umum anemia adalah kondisi kurangnya sel darah merah (eritrosit) pada seseorang dengan penyebab yang multifaktorial. Hal ini dapat menjadi suatu masalah yang serius karena sel darah merah mengandung hemoglobin yang memiliki fungsi untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh anemia ditandai dengan pusing, lemas, mual serta oenurunan hb. Anemia biasanya disebabkan oleh kekurangan zat besi, asam folat, vitamin B12, dan vitamin A, serta kekurangan beberapa nutrisi dan infeksi lainya. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui gambaran asuhan keperawatan pada pasien dengan Anemia di Ruang Anggrek A Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode Laporan Tugas Akhir ini menggunakan case study. Peneliti melakukan asuhan keperawatan dua orang pasien dewasa dengan anemia. Hasil yang didapatkan terdapat satu diagnosis keperawatan berbeda pada pasien 1 yaitu resiko defisit nutrisi sedangkan pada pasien 2 terdapat dua masalah keperawatan yang berbeda yaitu gangguan mobilitas fisik dan gangguan pola tidur. Ketiga diagnosis tersebut diamati secara mendalam dan ketiga diagnosis tersebut belum teratasi. Berdasarkan literatur yang digunakan terdapat empat diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan pada dengan anemia, namun yang ditemukan pada pasien hanya dua diagnosis yang sama, yaitu ketidakefektifan perfusi jaringan perifer dan nyeri. Intervensi yang dilakukan disesuaikan dengan kondisi pasien, sarana dan prasarana. Penyusunan studi kasus ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam peningkatan mutu asuhan keperawatan, khususnya pada pasien dengan anemia.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN USIA IBU,ANEMIA DAN JENIS PERSALINAN DENGAN PERDARAHAN POST PARTUM DI RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN TAHUN 2022-2023

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

HUBUNGAN USIA IBU,ANEMIA DAN JENIS PERSALINAN DENGAN PERDARAHAN POST PARTUM DI RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN TAHUN 2022-2023 Abstrak Latar belakang: Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, prevalensi perdarahan Pos Partum di beberapa provinsi di Indonesia antara lain Kalimantan Utara sebesar 11,2%, Papua 10,3%, NTT 9,4%. Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa prevalensi perdarahan dini Postpartum di beberapa provinsi di Indonesia masih berada di atas angka prevalensi perdarahan dini Postpartum di tingkat nasional. Berdasarkan data SDKI 2022/2023, AKI di beberapa Provinsi di Indonesia adalah sebagai berikut: Papua 228 per 100.000 KH, NTT 224 per 100.000 KH. Sedangkan Provinsi Kalimantan Utara sendiri sebanyak 239 per 100.000 KH, dengan data kematian ibu bersalin pada tahun 2021 yaitu sebanyak 18 Kasus dengan penyebab terbesar adalah perdarahan. Sedangkan data dari Dinas Kesehatan Kota Tarakan jumlah Perdarahan Tahun 2022 sebanyak 36 Kasus. Tahun 2023 jumlah kasus perdarahan sebanyak 14 orang dan meninggal karena kasus perdarahan 2 orang . Jumlah perdarahan ini di dapatkan dari laporan Kelurahan, sedangkan 2 orang yang meninggal karena perdarahan didapatkan dari laporan Rumah Sakit Umum Kota tarakan. Data perdarahan postpartum yang didapatkan dari Rumah Sakit Umum Kota Tarakan Tahun 2022 sebanyak 44 orang dan tahun 2023 sebanyak 48 orang, angka ini semakain tahun semakin meningkat. Perdarahan yang terjadi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain umur ibu, jarak kehamilan, paritas ibu, riwayat kehamilan, riwayat persalinan, penyakit ibu, anemia, pre eklamsi dan gangguan pembekuan darah. Tujuan: Mengetahui hubungan usia ibu, anemia dan jenis persalinan dengan kejadian perdarahan Postpartum di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan Tahun 2022-2023. Metode: Penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan kasus Cross Sectional dengan tehnik pengambilan sampel dengan Total Sampling. Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 92 ibu post partum dengan perdarahan. Pengambilan sampel dilakukan di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan bulan Mei tahun 2024. Analisis yang digunakan adalah analisis Chi-Square. Hasil: • Hasil uji statistik chi-square didapatkan nilai P-value =0,01 (p0,05) yang artinya terdapat hubungan yang signifikan terhadap usia responden dengan perdarahan postpartum. • Hasil uji statistik chi-square didapatkan nilai P-value =0,26 (p>0,05) yang artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan terhadap anemia dengan perdarahan postpartum • Hasil uji statistik chi square didapatkan nilai P-value =0,00 (p>0,05) yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara jenis persalinan dengan perdarahan postpartum. Kesimpulan: Terdapat hubungan usia dengan perdarahan Post partum dengan nilai P- Value=0,01(p,0,05),tidak terdapat hubungan anemia dengan perdarahan post partum dengan hasil nilai P-value=0,26 ( p>0,05) dan terdapat hubungan jenis persalinan dengan kejadian post partum dengn hasil P-value 0,00 (p>0,05)

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail