ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, baik di tingkat global maupun nasional, karena berpotensi meningkatkan morbiditas dan mortalitas ibu serta risiko komplikasi pada janin. Faktor risiko anemia pada WUS sangat beragam, mulai dari pola makan yang tidak seimbang, hingga status gizi yang buruk. Salah satu indikator status gizi yang dapat dikaitkan dengan risiko anemia adalah LILA dan IMT. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara antropometri ibu hamil (LILA dan IMT) dengan kejadian anemia di Rumah Sakit Pratama Krayan. Metode pada penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional dan teknik pendekatan retrospektif. Teknik Sampling pada penelitian ini adalah total sampling dengan total jumlah responden 89 ibu hamil. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden yang tidak mengalami KEK sebanyak 87 orang (97,8%) Sebagian besar responden tidak normal 71 orang (79,8%), dan Sebagian besar responden mengalami anemia yaitu sebanyak 75 orang (84,3%). Hasil uji menggunakan chi-square didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara LILA dengan kejadian anemia dengan p-value (1,000) dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dengan kejadian anemia dengan nilai p-value (0,470). Penelitian ini menunjukkan bahwa status gizi ibu hamil berdasarkan LILA maupun IMT tidak berhubungan dengan kejadian anemia sehingga status gizi yang diukur melalui indikator antropometri tersebut belum dapat dijadikan indikator tunggal dalam menentukan risiko anemia pada ibu hamil.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Masalah malnutrisi global, yang mencakup obesitas dan gizi kurang (underweight), menuntut pemantauan antropometri yang efisien. Metode pengukuran konvensional rentan terhadap human error dan memakan waktu. Penelitian ini bertujuan mengembangkan AFVIS, sebuah instrumen pengukur IMT secara real-time dan non-contact menggunakan data Point Cloud dari sensor Kinect V2. Penelitian R&D ini mengekstraksi dimensi fisik subjek seperti Tinggi Badan, LiLA, dan WACI menggunakan algoritma Skeleton Tracking dan Convex Hull di ruang 3D. Estimasi berat badan dikalkulasikan melalui pemodelan MLR. Model dasar (baseline) dilatih menggunakan data ground truth manual dari 73 subjek, sementara validasi performa sistem dilakukan secara langsung terhadap 42 subjek uji terpisah di lapangan. Hasil pengujian menunjukkan sistem berhasil mengakselerasi komputasi menjadi rata-rata 10 detik per subjek dengan kecepatan rendering 18 FPS. Pengukuran dimensi linier menunjukkan presisi tinggi dengan MAE Tinggi Badan sebesar 1,93 cm. Namun, ekstraksi lingkar tubuh rentan terhadap halangan visual berupa deformasi pakaian, di mana postur berdiri tegap terbukti memberikan akurasi (76,38%) yang lebih baik dibandingkan T-Pose (65,84%). Bias volume akibat pakaian memicu overestimation yang menyebabkan galat estimasi berat badan rata-rata keseluruhan sebesar 21,24 kg (di mana posisi rentang tangan memperburuk galat hingga 26,42 kg). Lebih lanjut, batasan resolusi spasial sensor (<5 cm pada jarak 2 meter) memicu kegagalan segmentasi pada anak dengan status gizi kurus. Secara keseluruhan, akurasi klasifikasi status gizi mencapai 41,67%. Kesimpulannya, sistem AFVIS terbukti sangat berhasil sebagai instrumen skrining massal yang cepat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Indeks Massa Tubuh (IMT) adalah suatu pengukuran sederhana dalam menentukan status gizi seseorang. Hasil belajar kognitif adalah perubahan perilaku setelah melakukan pembelajaran yang berhubungan dengan kemampuan mengingat, memahami, menerapkan, menilai, serta kecerdasan intelektual individu. Penelitian ini betujuan untuk melihat hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan hasil belajar kognitif siswa di SMPN 8 Tanjung Selor. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian ditemukan bahwa mayoritas siswa memiliki status gizi kurang, namun hasil belajar kognitif siswa berada dalam kategori baik sekali. Hasil analisis dengan menggunakan uji spearman’s diperoleh nilai signifikansi (p-value) sebesar 0,055 > 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa hasil belajar kognitif siswa tidak memilki keterkaitan yang signifikan dengan Indeks Massa Tubuh (IMT). Secara teoritis, penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu pendidikan dan kesehatan, khususnya mengenai keterkaitan antara status gizi dan capaian akademik. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi sekolah, guru, dan orang tua agar tidak hanya berfokus pada aspek gizi, tetapi juga memperhatikan faktor lain seperti motivasi, metode pembelajaran, dan lingkungan belajar dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan IMTAQ (Iman dan Taqwa) dalam upaya pengamalan sila pertama "Ketuhanan Yang Maha Esa" di SDN 015 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SDN 015 Tarakan. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sekunder, informan pada penelitian ini meliputi kepala sekolah SDN 015 Tarakan, guru agama Islam, guru agama Nasrani, dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Selanjutnya, teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan IMTAQ (Iman dan Taqwa) dalam upaya pengamalan sila pertama "Ketuhanan Yang Maha Esa" telah diterapkan dengan baik di SDN 015 Tarakan. Pengamalan sila pertama "Ketuhanan Yang Maha Esa" dapat dilihat dari kegiatan IMTAQ (Iman dan Taqwa) baik kegiatan yang di selengarakan oleh sekolah maupun kebiasaan sehari-hari yang guru terapkan dan peserta didik lakukan. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan sikap (spiritual) dalam diri peserta didik agar mampu mengamalkan sila pertama dalam lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Dalam pelaksanaannya di lakukan mulai dari perencanaan yang dilakukan oleh tenaga pendidik, kemudian diikuti guru dan semua peseta didik tanpa terkecuali. Selain itu adanya quiz berhadiah dalam pelaksanaan kegiatan ini peserta didik sangat antusias dikarenakan dilakukan dengan serangkaian kegiatan yang memberikan minat dan motivasi kepada peserta didik untuk berpartisipasi.