HUBUNGAN ANTROPOMETRI IBU HAMIL (LILA DAN IMT) DENGAN ANEMIA DI RUMAH SAKIT PRATAMA KRAYAN
Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, baik di tingkat global maupun nasional, karena berpotensi meningkatkan morbiditas dan mortalitas ibu serta risiko komplikasi pada janin. Faktor risiko anemia pada WUS sangat beragam, mulai dari pola makan yang tidak seimbang, hingga status gizi yang buruk. Salah satu indikator status gizi yang dapat dikaitkan dengan risiko anemia adalah LILA dan IMT. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara antropometri ibu hamil (LILA dan IMT) dengan kejadian anemia di Rumah Sakit Pratama Krayan. Metode pada penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional dan teknik pendekatan retrospektif. Teknik Sampling pada penelitian ini adalah total sampling dengan total jumlah responden 89 ibu hamil. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden yang tidak mengalami KEK sebanyak 87 orang (97,8%) Sebagian besar responden tidak normal 71 orang (79,8%), dan Sebagian besar responden mengalami anemia yaitu sebanyak 75 orang (84,3%). Hasil uji menggunakan chi-square didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara LILA dengan kejadian anemia dengan p-value (1,000) dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dengan kejadian anemia dengan nilai p-value (0,470). Penelitian ini menunjukkan bahwa status gizi ibu hamil berdasarkan LILA maupun IMT tidak berhubungan dengan kejadian anemia sehingga status gizi yang diukur melalui indikator antropometri tersebut belum dapat dijadikan indikator tunggal dalam menentukan risiko anemia pada ibu hamil.