Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

35 hasil
Subjek: Buah
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG KULIT BUAH PEPAYA PADA KONSENTRASI BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu komoditas perikanan yang digemari masyarakat dan mampu dibudidayakan pada kondisi lingkungan dengan kisaran salinitas yang luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus) dalam metode pengaplikasian pemberian tepung kulit buah pepaya dalam pakan dengan konsentrasi yang berbeda terhadap pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini dilakukan selama 1 bulan yang berlokasi di Minie heatchry Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Rancangan yang digunakan alam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diaplikasikan adalah Kontrol (0%), P1 (2%), P2 (4%), P3 (6%) dan P4 (%). Ikan Nila yang digunakan berukuran panjang 4 cm dan berat 2gr dengan padat tebar 5 ekor/akuarium. Perubahan yang diamati adalah laju pertumbuhan, panjang ikan nila, berat ikan nila dan kelangsungan hidup. Ikan Nila diberi pakan 3 kali sehari dengan dosis.. dari total biomass. Data pertumbuhan rata-rata berat ikan nila yang terbaik terjadi pada perlakuan P1 (3,07 gr), kemudian perlakuan P4 (2,68 gr), perlakuan P2 (2,61 gr), perlakuan P3 (2,34 gr) dan Kontrol (1,86 gr). Hasil Uji Anova mengenai laju pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan spesifik. Hasil Uji Anova mengenai laju pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan spesifik memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan pertumbuhan ikan nila. Data tingkat kelulusan hidup ikan nila yang terbaik terdapat pada perlakuan P1 sebesar 100% dibandingkan dengan perlakuan lainnya.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

pemetaan sebaran komoditas tanaman buah unggulan berbasis perwilayahan sentra produksi di kabupaten bulungan dengan mengunakan sistem informasi geografis (SIG)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Kabupaten Bulungan memiliki potensi tanaman buah yang beragam, namun tingkat keunggulan dan prospek perkembangannya berbeda antarwilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komoditas tanaman buah unggulan dan prospektif berkembang serta memetakan sebarannya berdasarkan pewilayahan sentra produksi menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Penelitian menggunakan data sekunder berupa data produksi 11 komoditas tanaman buah pada 10 kecamatan di Kabupaten Bulungan selama periode 2016–2025. Analisis dilakukan menggunakan Location Quotient (LQ) berdasarkan data produksi selama periode penelitian untuk menentukan komoditas basis pada masing-masing kecamatan. Nilai LQ > 1 menunjukkan bahwa komoditas merupakan komoditas basis, sedangkan Dynamic Location Quotient (DLQ) > 1 menunjukkan bahwa komoditas memiliki prospek perkembangan yang lebih baik dibandingkan wilayah pembanding. Hasil analisis LQ dan DLQ selanjutnya digunakan sebagai dasar dalam menentukan komoditas unggulan dan prospektif berkembang serta divisualisasikan dalam bentuk peta tematik menggunakan SIG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas unggulan dan prospektif berkembang berbeda pada setiap kecamatan. Tanjung Selor memiliki jambu air, jeruk siam, dan mangga; Tanjung Palas memiliki duku, durian, dan pepaya; Tanjung Palas Timur memiliki alpukat, duku, durian, dan rambutan; Tanjung Palas Barat memiliki durian; Tanjung Palas Utara memiliki duku, durian, jambu biji, nangka, dan pepaya; Tanjung Palas Tengah memiliki alpukat, jeruk siam, dan pepaya; serta Sekatak memiliki pepaya dan rambutan. Kecamatan lainnya tidak menunjukkan komoditas yang memenuhi kriteria LQ > 1 dan DLQ > 1. Hasil pemetaan menunjukkan adanya perbedaan pola persebaran dan konsentrasi komoditas antarwilayah. Informasi tersebut dapat digunakan untuk menggambarkan sentra produksi dan mendukung perencanaan pengembangan komoditas tanaman buah sesuai dengan potensi masing-masing wilayah di Kabupaten Bulungan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMETAAN SEBARAN KOMODITAS TANAMAN BUAH UNGGULANAN BERBASIS PERWILAYAHAN SENTRA PRODUKSI di KABUPATEN BULUNGANN DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kabupaten Bulungan memiliki potensi tanaman buah yang beragam, namun tingkat keunggulan dan prospek perkembangannya berbeda antar wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komoditas tanaman buah unggulan dan prospektif berkembang serta memetakan sebarannya berdasarkan pewilayahan sentra produksi menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Penelitian menggunakan data sekunder berupa data produksi 11 komoditas tanaman buah pada 10 kecamatan di Kabupaten Bulungan selama periode 2016–2025. Analisis dilakukan menggunakan Location Quotient (LQ) berdasarkan data produksi selama periode penelitian untuk menentukan komoditas basis pada masing-masing kecamatan. Nilai LQ > 1 menunjukkan bahwa komoditas merupakan komoditas basis, sedangkan Dynamic Location Quotient (DLQ) > 1 menunjukkan bahwa komoditas memiliki prospek perkembangan yang lebih baik dibandingkan wilayah pembanding. Hasil analisis LQ dan DLQ selanjutnya digunakan sebagai dasar dalam menentukan komoditas unggulan dan prospektif berkembang serta divisualisasikan dalam bentuk peta tematik menggunakan SIG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas unggulan dan prospektif berkembang berbeda pada setiap kecamatan. Tanjung Selor memiliki jambu air, jeruk siam, dan mangga; Tanjung Palas memiliki duku, durian, dan pepaya; Tanjung Palas Timur memiliki alpukat, duku, durian, dan rambutan; Tanjung Palas Barat memiliki durian; Tanjung Palas Utara memiliki duku, durian, jambu biji, nangka, dan pepaya; Tanjung Palas Tengah memiliki alpukat, jeruk siam, dan pepaya; serta Sekatak memiliki pepaya dan rambutan. Kecamatan lainnya tidak menunjukkan komoditas yang memenuhi kriteria LQ > 1 dan DLQ > 1. Hasil pemetaan menunjukkan adanya perbedaan pola persebaran dan konsentrasi komoditas antar wilayah. Informasi tersebut dapat digunakan untuk menggambarkan sentra produksi dan mendukung perencanaan pengembangan komoditas tanaman buah sesuai dengan potensi masing-masing wilayah di Kabupaten Bulungan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IMPLEMENTASI SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) DALAM MENGKLASIFIKASI TANDAN BUAH SEGAR KELAPA SAWIT

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Klasifikasi Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan mutu bahan baku dan potensi rendemen minyak yang dihasilkan. Proses Klasifikasi yang masih dilakukan secara manual sering kali menimbulkan subjektivitas dan ketidakkonsistenan dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) berbasis mobile menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) untuk membantu proses klasifikasi kualitas TBS kelapa sawit secara lebih objektif dan terstruktur. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Borg and Gall. Sistem dikembangkan menggunakan framework Flutter dengan penyimpanan data secara lokal. Kriteria yang digunakan dalam Klasifikasi meliputi Tingkat Kematangan, Buah Mentah, Brondolan, Janjang Kosong, dan Sampah/Kotoran. Metode SAW digunakan untuk menghitung nilai preferensi setiap alternatif melalui proses normalisasi dan pembobotan kriteria sehingga menghasilkan kategori kualitas TBS, yaitu Bagus, Sedang, dan Kurang Bagus. Pengujian sistem dilakukan menggunakan black-box testing, multiclass confusion matrix, dan System Usability Scale (SUS). Hasil pengujian Blackbox testing menunjukkan bahwa seluruh fungsi aplikasi berjalan dengan baik sesuai kebutuhan pengguna. Evaluasi menggunakan confusion matrix terhadap 100 data sampel menghasilkan persentase nilai akurasi sebesar 73%, serta persentase rata-rata tertimbang (weighted average) precision, recall, dan f1-score masing-masing sebesar 73%, 75,78% dan 72,94%. Sedangkan pengujian usability terhadap 20 responden memperoleh skor SUS sebesar 83,125 yang termasuk kategori Excellent dan Acceptable. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode SAW dapat diterapkan dengan baik pada sistem pendukung keputusan untuk membantu proses klasifikasi kualitas TBS kelapa sawit secara lebih objektif, konsisten, dan terstruktur dibandingkan Klasifikasi manual.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENENTUAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SERTA KANDUNGAN FLAVONOID DAN FENOLIK PADA EKSTRAK ETIL ASETAT BUAH ECENG PADI (Monochoria vaginalis)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Eceng padi (Monochoria vaginalis) yang sering dianggap sebagai gulma, dilaporkan memiliki potensi bioaktif, namun eksplorasi pada bagian buah masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan serta kandungan total fenolik dan flavonoid pada ekstrak etil asetat buah eceng padi. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etil asetat. Aktivitas antioksidan diuji dengan metode DPPH dan ABTS, yang hasilnya dinyatakan dalam nilai IC50, sementara kadar fenolik dan flavonoid total dianalisis secara spektrofotometri menggunakan reagen Folin-Ciocalteu dan kompleksisasi AlCl₃.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat buah eceng padi memiliki aktivitas antioksidan yang kuat dan konsisten pada kedua metode uji, dengan nilai rata rata IC50 sebesar 52,78 ± 14,792 µg/mL (DPPH) dan 51,01 ± 21,19 µg/mL (ABTS). Kandungan senyawa fenolik total yang terukur adalah 137,03 ± 6,523 mg GAE/g ekstrak, sedangkan flavonoid total sebesar 175,54 ± 9,889 mg QE/g ekstrak. Meskipun kadar fenolik dan flavonoid totalnya tergolong lebih rendah jika dibandingkan dengan bagian herba dari tanaman yang sama, ekstrak buah justru menunjukkan aktivitas antioksidan yang lebih poten. Kesimpulan dari penelitian ini adalah buah eceng padi merupakan sumber antioksidan alami yang potensial. Pemanfaatan buah yang selama ini sering terbuang dapat memberikan nilai tambah dan kontribusi dalam pengembangan bahan baku untuk industri pangan fungsional maupun farmasi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemanfaatan Kulit Buah Rambutan (Nephelium Lappaceum L.) Dalam Mengidentifikasi Kandungan Boraks Pada Ayam Potong Yang Dijual Di Pasar Kota Tarakan Dan Potensinya Pada Pembelajaran IPA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Boraks merupakan bahan kimia yang masih ditemukan penggunaanya pada makanan sehingga diperlukan metode identifikasi yang sederhana, murah dan ramah lingkungan. Rumusan masalah dalam penelitian ini: 1). Bagaimana hasil uji kadar ekstrak kulit buah rambutan dalam mengidentifikasi kandungan boraks pada pangan ayam potong, 2). Bagaimana hasil uji kandungan boraks pada pangan ayam potong yang dijual di pasar Kota Tarakan dan 3). Bagaimana potensi implementasi dari hasil uji tanaman kulit buah rambutan pada pembelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan: 1). Menentukan formulasi atau kadar ekstrak kulit buah rambutan dalam mendeteksi kandungan boraks pada pangan ayam potong, 2). Mengidentifikasi kandungan boraks pada pangan ayam potong yang dijual di pasar Kota Tarakan dan 3). Mengidentifikasi potensi penerapannya pada pembelajaran IPA. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen dengan memberikan empat perlakuan indikator alami (kadar konsentrasi ekstrak kulit buah rambutan). Analisis data yang dilakukan berupa deskriptif kualitatif yaitu mendeskripsikan hasil pengamatan perubahan warna ekstrak kulit buah rambutan terhadap kadar boraks pada sampel pangan ayam potong, kemudian data disajikan dalam bentuk tabel dan uraian naratif untuk penarikan kesimpulan. Adapun potensi implementasi pada pembelajaran IPA dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi ekstrak kulit buah rambutan yang paling efektif dalam mendeteksi keberadaan boraks adalah pada ekstrak L1 (5 g kulit buah rambutan + 5 ml aquades). Ekstrak ini mampu mendeteksi boraks pada konsentrasi 0,1%, 1% dan 10%, sebagaimana ditunjukan dalam tabel data hasil pengamatan terhadap pemberian ekstrak kulit buah rambutan pada daging ayam potong yang mengandung berbagai kadar boraks. Penerapan ekstrak kulit buah rambutan sebagai indikator deteksi boraks menunjukan bahwa seluruh sampel pangan ayam potong yang dijual di pasar Kota Tarakan tidak mengandung boraks. Berdasarkan analisis pemanfaatan hasil penelitian, temuan ini berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber belajar bagi peserta didik kelas VIII SMP, khususnya pada materi pembelajaran 2.1 “Makanan dan Sistem Pencernaan Makanan”, subbab 2.1.1 tentang Zat Aditif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Asuhan Kebidanan Remaja dengan Pemberian Jus Buah Naga Terhadap perubahan Kadar Hemoglobin Di Wilayah Kerja Puskesmas Gunung Lingkas

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan yang cukup tinggi, dengan gejala seperti pusing, mudah lelah, dan kurang konsentrasi. Salah satu alternatif non-farmakologis yang potensial untuk meningkatkan kadar hemoglobin adalah konsumsi jus buah naga, karena kandungan zat besi, vitamin C, dan antioksidannya.Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian jus buah naga terhadap perubahan kadar hemoglobin pada remaja putri dengan anemia ringan di wilayah kerja Puskesmas Gunung Lingkas, Kota Tarakan. Metode: Studi kasus dilakukan terhadap seorang remaja putri usia 17 tahun dengan kadar hemoglobin awal 11,8 gr/dL. Intervensi berupa pemberian jus buah naga merah sebanyak 450 ml/hari selama 7 hari berturut-turut. Data kadar hemoglobin diukur sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Setelah intervensi, terjadi peningkatan kadar hemoglobin menjadi 13,24 gr/dL. Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan sebesar 1,44 gr/dL, yang berarti pemberian jus buah naga efektif dalam meningkatkan kadar hemoglobin. Kesimpulan: Pemberian jus buah naga merah selama tujuh hari terbukti dapat meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja putri dengan anemia ringan. Buah naga dapat menjadi alternatif non-farmakologis dalam penatalaksanaan anemia ringan pada remaja.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis komoditas basis dan keunggulan tanaman biofarmaka, sayuran, dan buah-buahan kabupaten Malinau

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

This study aims to (1) identify biopharmaceutical, vegetable, and fruit commodities that served as basic commodities in Malinau Regency; (2) determine the leading or superior commodities within these categories, and (3) determine commodities that demonstrated strong competitiveness, rapid growth, and fell into the progressive development group. The study used secondary data in the form of production statistics from 2018 to 2024, sourced from the Central Statistics Agency of Malinau Regency. The analysis methods employed included Location Quotient (LQ). Dynamic Location Quotient (DLQ), and Shift Share analysis. The results revealed that several commodities such as galangal, papaya, banana, cayenne pepper, Chinese cabbage, and turmeric were identified as both basic and superior commodities in various sub-districts. These findings were based on LQ and DLQ values 1 and positive growth trends as shown by the Shift Share analysis. However, the study also identified certain commodities experiencing a decline in production and competitiveness, indicating the need for targeted policy support and intervention to sustain and enhance their potential. Penelitian ini bertujuan : (1) Mengetahui komoditas biofarmaka, sayuran dan buah-buahan yang menjadi basis di Kabupaten Malinau.; (2) Mengetahui komoditas biofarmaka, sayuran dan buah-bauahan yang menjadi komoditas unggulan di Kabupaten Malinau; (3) Mengetahui komoditas biofarmaka, sayuran dan buah-buahan yang memiliki daya saing, pertumbuhan cepat dan termasuk kelompok progresif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa data produksi tahun 2018–2024 dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Malinau. Metode analisis yang digunakan adalah Location Quotient (LQ), Dynamic Location Quotient (DLQ) dan Shift Share. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa komoditas seperti laos/lengkuas, pepaya, pisang, cabai rawit, petsai/sawi, dan kunyit merupakan komoditas basis dan unggulan di berbagai kecamatan, dilihat dari nilai LQ dan DLQ > 1 serta pertumbuhan positif dalam analisis Shift Share. Namun, terdapat pula komoditas yang menunjukkan penurunan produksi dan daya saing, mengindikasikan perlunya intervensi kebijakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Rancang Bangun Sistem Klasifikasi Tingkat Kematangan dan Jenis Buah Pisang Berbasis Citra Menggunakan Metode CNN (Convolutional Neural Network)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kualitas dan tingkat kematangan buah pisang sangat memengaruhi harga jual dan kepuasan konsumen, namun proses penentuan secara manual memerlukan waktu, keahlian khusus, dan rawan kesalahan, sehingga dibutuhkan sistem otomatis yang akurat dan efisien. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem klasifikasi otomatis tingkat kematangan dan jenis buah pisang berbasis citra dengan menggunakan metode Convolutional Neural Network (CNN), yang diharapkan dapat membantu petani, pedagang, dan konsumen dalam menilai kualitas buah secara cepat dan akurat. Dataset yang digunakan mencakup 900 citra awal dari pisang jenis susu dan muli dengan tiga kategori kematangan yaitu mentah, matang, dan busuk. Setelah melalui tahap preprocessing jumlah dataset meningkat menjadi 2.700 citra. Selanjutnya, data dibagi menjadi data latih 70%, data validasi 15%, dan data uji 15%. Model CNN dilatih menggunakan arsitektur VGG16 dan dievaluasi dengan metrik akurasi, precision, recall, dan F1-score. Proses analisis data meliputi pembagian dataset, pelatihan model, serta evaluasi performa dengan mengamati kestabilan nilai metrik pada data validasi dan pengujian. Hasil pengujian dari data uji dalam dataset menunjukkan performa model yang tinggi dengan nilai rata-rata precision 85%, recall 88%, dan F1-score 86% serta rata – rata akurasi 87,90%. Hasil pengujian sebanyak 405 data dari data uji diluar dataset menunjukkan performa model yang turun dengan nilai rata-rata precision 86%, recall 77% dan F1-score 79% serta rata – rata akurasi 76,79%. Dengan demikian, sistem ini terbukti efektif sebagai sistem otomatis dalam penilaian kualitas buah pisang, dan dapat diimplementasikan dalam industri pertanian untuk meningkatkan efisiensi, keakuratan, serta mendukung pengambilan keputusan secara cepat dan otomatis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Perilaku Konsumsi Buah Dan Sayur Dengan Pendekatan Theory Of Planned Behavior Pada Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Munculnya isu global terhadap rendahnya konsumsi buah dan sayur masyarakat telah terjadi di Indonesia. Konsumsi buah dan sayur yang baik dianjurkan sebanyak lima porsi dalam seminggu. Menurut data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sebanyak 92,5% penduduk umur 5 tahun ke atas di Provinsi Kalimantan Utara dikategorikan ‘kurang’ dalam proporsi makan sayur dan buah per hari dalam seminggu. Dengan itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku konsumsi buah dan sayur mahasiswa Universitas Borneo Tarakan dengan pendekatan Theory of Planned Behavior (TPB). Pengumpulan data dilakukan dengan metode purposive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 orang. Analisis data menggunakan SEM-PLS dengan alat bantu SmartPLS 4. Hasil penelitian dalam konteks mengonsumsi buah dan sayur yaitu: (1) Sikap berpengaruh terhadap minat (2) Norma subjektif tidak berpengaruh terhadap minat (3) Persepsi kendali perilaku berpengaruh terhadap minat namun tidak berpengaruh terhadap perilaku (4) Minat berpengaruh terhadap perilaku

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

RANCANG BANGUN SISTEM KLASIFIKASI BUAH FAMILY ARECACEAE DI KOTA TARAKAN BERBASIS CITRA MENGGUNAKAN METODE DEEP LEARNING

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kota Tarakan yang terletak di Kalimantan Utara kaya akan keanekaragaman hayati khususnya jenis family arecaceae. Family arecaceae diketahui memainkan peran penting dalam ekosistem dan perekonomian lokal. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem klasifikasi berbasis citra menggunakan metode deep learning khususnya CNN untuk mengidentifikasi jenis buah family arecaceae. dataset penelitian terdiri dari 420 citra awal palem raja dan pinang, yang kemudian diproses melalui tahap preprocessing, menghasilkan 1.338 citra. Pembagian dataset dilakukan dengan alokasi 75% untuk data latih, 10% data validasi, dan 15% data uji sekunder. Model CNN yang dilatih menunjukkan akurasi pelatihan sebesar 100% dan evaluasi menggunakan data validasi menghasilkan rata - rata presisi, recall, dan f1-score masing -masing 100%. Model kemudian diuji cobakan pada data uji sekunder hingga diperoleh rata-rata presisi sebesar 95%, recall dan f1-score masing-masing sebesar 94%, sedangkan evaluasi pada data uji primer menghasilkan rata-rata presisi sebesar 88%, recall 88%, dan f1-score 87% dengan ketetapan nilai threshold 95%. Hasil evaluasi ini menunjukkan bahwa penelitian ini berhasil membangun sistem klasifikasi yang efektif dalam mengenali dan menganalisis citra buah, meskipun masih terdapat kesalahan pada beberapa pengujian, khususnya data primer. Faktor kesalahan tersebut disebabkan oleh keterbatasan jumlah citra, kurangnya variasi data latih dan tidak ada tahapan preprocessing pada citra data uji. Sistem ini diharapkan dapat mendukung program konservasi dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, serta dapat diterapkan pada flora wilayah tropis lainnya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Potensi Bahan Pangan Lokal Sirup Buah Pedada (sonneratia Caseolaris) Terhadap Kadar Hemoglobin pada Remaja Putri di SMPN 7 tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Anemia banyak terjadi pada masyarakat, terutama pada remaja putri. Berbagai faktor yang mempengaruhi kejadian anemia pada remaja putri secara langsung salah satunya yaitu asupan zat besi tidak cukup dan penyerapan tidak adekuat. Maka dibutuhkan makanan tambahan seperti buah dan sayur yang mengandung vitamin A, C dan B yang dapat membantu penyerapan tablet fe yang di konsumsi. Dalam penelitian kali ini menggunakan buah lokal yaitu Sirup buah pedada dengan tablet fe. Penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode eksperimen semu (Quasi eksperimen) dengan pretest – posttest with control group design. Hasil penelitian pada dua kelompok setelah di berikan intervensi sama sama mengalami peningkatan, namun peningkatan yang sangat signifikan terjadi pada kelompok eksperimen. Diperoleh hasil rata-rata (mean) setelah diberikan perlakuan intervensi sirup buah pedada dan tablet fe meningkat dengan rata rata 3.450 dengan nilai uji statistic didapatkan P value 0.000. pada kelompok kontrol diberikan perlakuan intervensi pemberian tablet fe selama 1 minggu juga mengalami kenaikan hemoglobin yaitu 0.238. Dengan nilai uji statistic P value 0.000

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Jenis Pohon Buah Dalam Mendukung Keberadaan Semut Rangrang (Oechopylla smaragdina) di Pulau Tarakan

2024•

Jenis pohon buah apa yang memiliki tingkat asosiasi tertinggi dalam menjadi habitat semut rangrang secara alami dan bagaimana karakteristik pohon buah dalam mendukung penyebaran habitat sarang semut rangrang di Pulau Tarakan. Untuk mengidentifikasi peran jenis pohon yang menjadi habitat sarang semut rangrang dan untuk mengetahui karakteristik pohon buah dalam mendukung penyebaran habitat semut rangrang Oecophylla smaragdina di Pulau Tarakan. Penentuan Lokasi Penelitian dilakukan berdasarkan survei, observasi dan sampling pada wilayah perkebunan Tarakan Utara, Tarakan Barat dan Tarakan Timur. Dan kemudian data yang didapatkan dari hasil pengamatan keberadaan semut rangrang di analisis dengan analisis Korelasi Spearman’s rho dan analisis deskriptif yaitu menggambarkan hasil dari masing-masing parameter pengamatan. Pohon mangga dan rambutan didapatkan tingkat kelembaban yang relatif lebih rendah 56-57 %RH, suhu 36-38°C dan intensitas cahya 372,8 Ft''cd-394,7 Ft''cd dimana parameter ini disukai koloni semut rangrang dalam beraktivitas serta faktor pendukung seperti pembungaan yang memiliki nektar lebih banyak dan lebih manis daripada pohon durian, lai, jeruk kasturi dan terap. Pohon mangga dan rambutan mampu memproduksi nektar yang merupakan sumber makanan bagi rangrang selain itu nektar tersebut juga mampu mengundang keberadaan hama, pada suhu 36-37°C kelembaban 56-57%RH dan intensitas cahya 372,8 Ft''cd-394,7 Ft''cd. disukai untuk berkativitas secara aktif dan mampu membangun koloni pada agroklimatologi tersebut. Berdasarkan penelitian ini semut rangrang menyukai daun yang memiliki karakteristik daun yang lentur, lebar ataupun kecil-kecil namun rimbun.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI EFEKTIVITAS BUAH KARAMUNTING (Rhodomyrtus tomentosa) TERHADAP KANDUNGAN FORMALIN PADA JAJANAN BAKSO DI LINGKUNGAN SMP KOTA TARAKAN DAN POTENSINYA PADA PEMBELAJARAN IPA

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk: 1).Menganalisis efektivitas tumbuhan karamunting (Rhodomyrtus tomentosa) sebagai pendeteksi kandungan formalin, 2).Mengidentifikasi kandungan formalin pada jajanan bakso yang dijual di lingkungan SMP Kota Tarakan dan 3).Mengidentifikasi potensi penerapannya pada pembelajaran IPA. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen dengan memberikan 3 perlakuan kadar konsentrasi ekstrak buah karamunting. Analisis data yaitu Uji Prasyarat (Uji Normalitas dan Uji Homogenitas), Uji Hipotesis (Anova Satu Arah) dan Uji Lanjut (Duncan). Selanjutnya dilakukan perhitungan persentase untuk menentukan kriteria efektivitas. Adapun potensi pembelajaran dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kadar ekstrak buah karamunting yang efektif yaitu pada kadar ekstrak L2 (5g buah karamunting + 15 ml air). Berdasarkan hasil penelitian pada takaran tersebut mampu mendeteksi formalin pada kadar 10% dengan kemampuan deteksi yaitu 60% (efektif), pada takaran formalin 20% dan 30% dimana masing-masing kemampuan deteksi yaitu 80% (Sangat Efektif). Hasil uji jajanan bakso di lingkungan SMP Kota Tarakan yaitu pada SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, SMP Negeri 9 dan SMP Negeri 10 Tarakan adalah negatif formalin. Berdasarkan hasil analisis pemanfaatan hasil penelitian sebagai sumber belajar, maka penelitian ini dimanfaatkan sebagai sumber belajar bagi peserta didik kelas VIII SMP pada materi 2.1 Makanan dan sistem pencernaan subbab 2.1.1 zat aditif. The aimed to 1) analyze the effectiveness of the karamunting plant ( Rhodomyrtus tomentosa) as a detector of formalin content, 2) identify formalin content in meatball snacks sold in the vicinity of junior high school in Tarakan city, and 3) identify ITS potential application in sciens education. The type of research, conducted is experimental research, which involves providing three treatment concentrations of karamunting extract. Data analyzed includes prerequisite tests (normality and Homogenity tests), hipothesis testing ( one way ANOVA) and, follow up tests (Duncan). Subsequently, percentage calculation were performed to determine the effectiveness criteria. The learning potential is analyzed descriptively. the result showedthat the evective concentrations of karamunting extract is at L2 concentrations (5 g of karamunting + 15 ml of water ). The study indicates that this concentrations can detect formalin at a 10% level with a detection capability of 60% (effective) an at 20% and 30 % formalin with detection capability 80%( very effective ). The result of formalin test on meatballs SMPN in Tarakan, specifically SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, SMP Negeri 9 and SMP Negeri 10 Tarakan. are negative for formalin. Futhermore, the anaysis of the research results in utilization as a learning resourch; the study can be used for eight- grade material on the topic of food and digestive system, specifically on the subtopic of food additivess.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KONSUMSI AIR REBUSAN BUAH PEPAYA TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PULAU SAPI

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif dapat mencegah kematian anak balita di dunia. Berdasarkan survei di Indonesia, 38% ibu berhenti memberikan ASI karena kurangnya produksi ASI. Salah satu penyebab kegagalan tersebut adalah produksi ASI yang tidak lancar, produksi dan pengeluaran ASI dipengaruhi oleh hormo prolaktin dan oksitosin, dan hormone prolactin berhubungan erat dengan jenis jenis nutrisi yang dikonsumsi. Salah satu jenis nutrisi yang dapat menigkatkan kerja hormone prolactin adalah buah papaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh air rebusan buah pepaya terhadap peningkatan produksi ASI eksklusif pada ibu menyusui. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan eksperimen semu (quasy experiment) dengan menggunakan one group post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Ibu yang menyusui di puskesmas pulau sapi sebanyak 30 responden dengan teknik total sampling yaitu 30 ibu yang menyusui. Analisis data yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Berdasarkan uji Wilcoxon Signed Rank Test pre dan post, diperoleh nilai Z sebesar -4,799b dengan nilai p-value sebesar 0,000. Nilai uji p-value 0,000 0,005 (H0 ditolak). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara sebelum dilakukan pemberian air rebusan buah pepaya dan sesudah diberikan rebusan buah pepaya. Saran dari penelitian ini diharapkan bagi ibu menyusui untuk meningkatkan pemahamannya tentang cara merawat anaknya. payudara dan manfaat mengkonsumsi rebusan pepaya secara rutin agar produksi ASI tetap meningkat sehingga ibu dapat memberikan ASI eksklusi dan semoga penelitian ini berguna sebagai acuan dalam pengabdian masyarakat untuk menerapkan pemberian buah pepaya untuk kelancaran produksi ASI dapat disosialisasikan kepada masyarakat.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Edukasi Anemia Dan Pemberian Buah Kurma Terhadap Peningkatan Hemoglobin Pada Remaja Di SMA Katolik Frater Don Bosco Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Anemia adalah kondisi sel darah merah lebih rendah dari biasanya akibat kekurangan nutrisi yang mempengaruhi pembentukan hemoglobin. Beberapa faktor mempengaruhi kejadian anemia pada remaja khususnya remaja putri yaitu pengetahuan tentang anemia, pengetahuan tentang gizi termasuk pengetahuan tentang gizi zat besi, kepatuhan minum TTD. Pencegahan dan pengendalian anemia pada remaja putri memerlukan kerjasama antara negara, masyarakat dan orang tua.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan desain penelitian Quasi eksperimental pre-posttest one group. Desain penelitian ini meliputi perlakuan (penyuluhan anemia dan pemberian buah kurma) pada sampel dan pengukuran kadar anemia sebelum dan sesudah perlakuan. sampel yang digunakan adalah Remaja SMA Katolik Frater Don Bosco Tarakan sebanyak 24 responden. Teknik pengambil sampel yang digunakan adalah simple random sampling.pemberian edukasi tentang anemia pada remaja di SMA Frater Don Bosco Tarakan di peroleh nilai p0,05 (p=0.001). pemberian buah kurma tnilai minimum untuk sebelum perlakuan adalah 9.1 gr/dl dan sesudah perlakuan adalah 12.1 gr/dl kemudian nilai maximum untuk pretest 12.7 gr/dl dan posttest 17.2 gr/dl, lalu untuk nilai mean, prestest 10.97 gr/dl dan posttest 14.66 gr/dl dan nilai Std. Deviation untuk 1.04 (sebelum perlakuan) dan 1.41 (sesudah perlakuan) dengan nilai P0,05 (P=0.001). rerata sebelum dan setelah pemberian buah kurma sebanyak 3.68 gr/dl. Artinya terdapat peningkatan kadar hb sebulum dan setelah pemberian buah kurma. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai Pengaruh Edukasi Anemia Dan Pemberian Buah Kurma Terhadap Peningkatan Hemoglobin Pada Remaja Di SMA Katolik Frater Don Bosco Tarakan, dapat disimpulkan bahwa: 2. Edukasi anemia memiliki peranan dan dampak yang baik dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai anemia di SMA Katolik Frater Don Bosco Tarakan 3. Edukasi anemia dan pemberian buah kurma berperan terhadap peningkatan hemoglobin pada remaja Di SMA Katolik Frater Don Bosco Tarakan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

NILAI-NILAI SOSIAL DALAM KUMPULAN CERPEN "AKU SEBUAH BLANGKON" KARYA PESERTA FESTIVAL SASTRA YOGYAKARTA 2021 (KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA)

2024•

Putri Rahayu Arinda.2024.Kumpulan Cerpen “Aku Sebuah Blangkon” Karya Peserta Festival Yogyakarta 2021 (Kajian Sosiologi Sastra). Skripsi Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, Univeritas Borneo Tarakan. Pembimbing Utama Rita Kumala Sari,M.Pd. Pembimbing Anggota: Dr. Dwi Cahyono Aji, S.S., M.A. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji dan menganalisis nilai-nilai sosial yang terkandung dalam buku kumpulan cerpen ‘Aku Sebuah Blangkon’ karya Peserta Festival Sastra Yogyakarta 2021. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik membaca, menyimak serta mencatat. Teknik analisis data yang digunakan berupa teknik membaca disertai meyimak, mengelompokkan, menginterprestasikan dan menyimpulkan. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berupa buku kumpulan cerpen ‘Aku Sebuah Blangkon’ karya Peserta Festival Sastra Yogyakarta 2021 dari kumpulan data berupa kutipan-kutipan dalam lima cerpen dibuku kumpulan cerpen ‘Aku Sebuah Blangkon’ karya Peserta Festival Sastra Yogyakarta 2021. Hasil penelitian ini mempunyai 102 data, semua data-data tersebut memuat terkait data nilai material, vital, dan kerohanian (moral, keindahan, religius dan kebenaran). Nilai material merupakan segala sesuatu sebagai kebutuhan jasmani manusia, misal makanan, minuman obat-obatan,dll; nilai vital merupakan sebagai alat bantu manusia dalam melakukam aktivitasnya; nilai kerohanian berguna untuk kebutuhan batin manusia. Kelima cerpen yang digunakan dalam penelitian ini berjudul“Klimin dan Geblek” karya Kiuhana Illiyasa, “Angkringan, Nasi Kucing, Rindu” karya Muhammad Haikal PL, “Angkringan Bu Marni” karya Novita Riski Utami, “Kuliner Jogja” karya Helga Kinanti dan cerpen berjudul “Bersemayam Karna di Nurani Bapak” karya Emayama Tuntas Dana.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI EFEKTIVITAS KOMBINASI SIMPLISIA BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia), JAHE PUTIH (Zingiber officinale var. amarum) DAN SERAI (Cymbopogon citratus) SEBAGAI PESTISIDA NABATI TERHADAP KUTU BERAS (Sitophilus oryzae L) DAN POTENSI PENERAPAN PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI

2023•

Buah Mengkudu (Morinda citrifolia), Jahe Putih (Zingiber officinale var. amarum) dan Serai (Cymbopogon ciratus) memiliki metabolit sekunder yang dapat mematikan atau mengendalikan hama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dosis simplisia terhadap kutu beras (Sitophilus oryzae L) dan menganalisis potensi penerapan pada Pembelajaran Biologi serta uji organoleptik. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Analisis data menggunakan software SPSS yaitu uji Normalitas, uji Homogenitas, uji Anova Satu Arah, dan uji Duncan. Hasil penelitian eksperimen di laboratorium selanjutnya akan dianalisis keterkaitannya dengan kurikulum/silabus untuk mengetahui potensi penerapannya pada pembelajaran Biologi. Hasil penelitian menunjukkan dosis kombinasi simplisia yang efektif adalah dosis masing-masing 8 gram pada waktu 96 jam dengan total kematian kutu mencapai 27 ekor pada setiap pengulangan. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat dosis yang diberikan maka tingkat kesukaan terhadap beras menurun. Berdasarkan hasil analisis pemanfaatan hasil penelitian sebagai sumber belajar, maka penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar Biologi bagi peserta didik kelas X SMA pada materi perubahan lingkungan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Saluran Pemasaran Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) di Desa Pembeliangan Kecamatan Sebuku Kabupaten Nunukan

2023•

Kelapa sawit merupakan tanaman industri penting penghasil minyak sawit dan minyak industri. Pemasaran tandan buah segar (TBS) kelapa sawit adalah pemasaran kelapa sawit sebagai tandan buah segar (TBS) yang belum diolah menjadi minyak sawit (CPO) melalui saluran pemasaran dari produsen ke konsumen dengan menggunakan fungsi pemasaran. Penelitian ini menjawab tiga pertanyaan terkait analisis saluran pemasaran tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Desa Pembeliangan. Pertama, bagaimana saluran pemasaran buah segar (TBS) kelapa sawit di Desa Pembeliangan? Kedua, berapa margin pemasaran tandan buah segar (TBS) kelapa sawit segar di Desa Pembeliangan? Ketiga, bagaimana farmer’s share tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Desa Pembeliangan? Penelitian ini menggunakan metode analisis data yaitu saluran pemasaran, margin pemasaran, dan farmer’s share. Dari hasil penelitian penulis dapat mengambil kesimpulan: pertama, terdapat dua saluran pemasaran dalam pemasaran tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Desa Pembeliangan yaitu saluran pemasaran 1 melalui petani pedagang pengumpul dalam kecamatan dan pabrik. Sedangkan saluran pemasaran 2 langsung menuju pabrik melalui petani. Saluran 1 memiliki margin total sebesar Rp 160/kg, Saluran 2 memiliki margin sebesar Rp 170/kg, dan Saluran 3 tidak memiliki margin pemasaran karena petani memasarkan langsung ke pabrik. Kedua, bagian terbesar dari harga yang diterima petani atau farmer’s share sebesar 100% pada saluran pasar 3 dan terkecil sebesar 91% pada saluran 2.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji efektivitas perangkap kuning berperekat dan atraktan terhadap populasi lalat buah(bactrocera spp.) pada tanaman mentimun

2023•

Abstrak Tanaman mentimun merupakan salah satu tanaman yang termasuk kedalam famili Cucurbitaceae. Salah satu permasalahan pada tanaman mentimun disebabkan oleh adanya serangan hama dan penyakit. Hama utama yang sering ditemukan pada tanaman mentimun yaitu lalat buah (Bactrocera spp.). Untuk mengurangi serangan hama lalat buah dapat digunakan beberapa perangkap yaitu perangkap kuning berperekat dan perangkap atraktan.Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas dari perangkap kuning berperekat dan atraktan terhadap populasi lalat buah serta mengetahui jenis spesies apa saja yang terdapat pada tanaman mentimun. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif yang dimana ditampilkan dalam bentuk tabel dan gambar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 spesies lalat buah yaitu: Bactrocera papayae, Bactrocera dorsalis, Bactrocera umbrosa dan Bactrocera carambolae dengan jumlah populasi sebanyak 1.000 populasi lalat buah. Berdasarkan analisis data penggunaan perangkap atraktan lebih efektif mencapai 98% dibandingkan dengan perangkap kuning berperekat 0,4% populasi lalat buah. Kerusakan yang disebabkan oleh lalat buah yaitu mencapai 95%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail