ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Klasifikasi Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan mutu bahan baku dan potensi rendemen minyak yang dihasilkan. Proses Klasifikasi yang masih dilakukan secara manual sering kali menimbulkan subjektivitas dan ketidakkonsistenan dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) berbasis mobile menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) untuk membantu proses klasifikasi kualitas TBS kelapa sawit secara lebih objektif dan terstruktur. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Borg and Gall. Sistem dikembangkan menggunakan framework Flutter dengan penyimpanan data secara lokal. Kriteria yang digunakan dalam Klasifikasi meliputi Tingkat Kematangan, Buah Mentah, Brondolan, Janjang Kosong, dan Sampah/Kotoran. Metode SAW digunakan untuk menghitung nilai preferensi setiap alternatif melalui proses normalisasi dan pembobotan kriteria sehingga menghasilkan kategori kualitas TBS, yaitu Bagus, Sedang, dan Kurang Bagus. Pengujian sistem dilakukan menggunakan black-box testing, multiclass confusion matrix, dan System Usability Scale (SUS). Hasil pengujian Blackbox testing menunjukkan bahwa seluruh fungsi aplikasi berjalan dengan baik sesuai kebutuhan pengguna. Evaluasi menggunakan confusion matrix terhadap 100 data sampel menghasilkan persentase nilai akurasi sebesar 73%, serta persentase rata-rata tertimbang (weighted average) precision, recall, dan f1-score masing-masing sebesar 73%, 75,78% dan 72,94%. Sedangkan pengujian usability terhadap 20 responden memperoleh skor SUS sebesar 83,125 yang termasuk kategori Excellent dan Acceptable. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode SAW dapat diterapkan dengan baik pada sistem pendukung keputusan untuk membantu proses klasifikasi kualitas TBS kelapa sawit secara lebih objektif, konsisten, dan terstruktur dibandingkan Klasifikasi manual.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Kelapa sawit merupakan tanaman industri penting penghasil minyak sawit dan minyak industri. Pemasaran tandan buah segar (TBS) kelapa sawit adalah pemasaran kelapa sawit sebagai tandan buah segar (TBS) yang belum diolah menjadi minyak sawit (CPO) melalui saluran pemasaran dari produsen ke konsumen dengan menggunakan fungsi pemasaran. Penelitian ini menjawab tiga pertanyaan terkait analisis saluran pemasaran tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Desa Pembeliangan. Pertama, bagaimana saluran pemasaran buah segar (TBS) kelapa sawit di Desa Pembeliangan? Kedua, berapa margin pemasaran tandan buah segar (TBS) kelapa sawit segar di Desa Pembeliangan? Ketiga, bagaimana farmer’s share tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Desa Pembeliangan? Penelitian ini menggunakan metode analisis data yaitu saluran pemasaran, margin pemasaran, dan farmer’s share. Dari hasil penelitian penulis dapat mengambil kesimpulan: pertama, terdapat dua saluran pemasaran dalam pemasaran tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Desa Pembeliangan yaitu saluran pemasaran 1 melalui petani pedagang pengumpul dalam kecamatan dan pabrik. Sedangkan saluran pemasaran 2 langsung menuju pabrik melalui petani. Saluran 1 memiliki margin total sebesar Rp 160/kg, Saluran 2 memiliki margin sebesar Rp 170/kg, dan Saluran 3 tidak memiliki margin pemasaran karena petani memasarkan langsung ke pabrik. Kedua, bagian terbesar dari harga yang diterima petani atau farmer’s share sebesar 100% pada saluran pasar 3 dan terkecil sebesar 91% pada saluran 2.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengendalian kualitas produk dengan penerapan statistical process control (SPC) yang berada pada perkebunan sawit di Desa Sekikilan Kecamatan Tulin Onsoi Kabupaten Nunukan. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode deskritif kuantitatif merupakan untuk lebih fokus pada analisis data berupa angka-angka, menggunakan alat bantu statistik berupa Check Sheet, Histrogram, peta kendali p, dan diagram sebab akibat. Check Sheet dan Histrogram digunakan untuk menyajikan data agar dapat memudahkan dalam memahami data untuk keperluan analisis, peta kendali p digunakan untuk memonitor produk yang rusak apakah masih berada dalam kendali statistik atau tidak. Selanjutnya diagram sebab akibat digunakan untuk mencari faktor-faktor penyebab terjadinya kerusakan produk kemudian dapat disusun sebuah usulan perbaikan kualitas, sumber data dalam penelitian ini adalah arsip koperasi beurpa data produksi TBS setiap bulan. Pengumpulan data melalui wawancara dengan narasumber, melakukan pengamatan langsung, dan dokumentasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan rute angkutan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang optimal dengan menggunakan metode saving matrix yang berada pada perkebunan sawit di Desa Sekikilan Kecamatan Tulin Onsoi Kabupaten Nunukan. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan kuantitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah arsip perusahaan berupa data produksi TBS setiap blok per hari, data jadwal luas wilayah (kapveld) panen setiap wilayah (afdeling), dan peta kebun kelapa sawit. Pengumpulan data melalui wawancara dengan narasumber. Berdasarkan perhitungan dan analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa metode Saving Matrix optimal dalam menentukan jalur pengangkutan TBS di Koperasi dan KHL. Penghematan jarak tempuh yang dihasilkan meminimalkan biaya pengangkutan TBS. Selain itu, karena jaraknya yang dekat, waktu yang dibutuhkan sedikit atau sangat sedikit dan TBS mencapai PKS sesuai jadwal. Atas dasar optimalisasi jarak dan waktu pengiriman tandan buah segar, menjaga tandan buah segar dalam kandungan tandan buah segar untuk mencapai kapasitas produksi atau kelancaran proses pengolahan pabrik.