ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian kualitas produk stik ladran udang dengan menggunakan metode statistical process control pada UMKM Indri di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Dalam penelitian ini menggunakan sampel 30 hari produksi dan menggunakan metode statistical process control yang terdiri dari check sheet, diagram histogram, peta kendali p dan diagram sebab akibat. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa masih terdapat 2 jenis kecacatan terdiri dari gosong dan hancur. Hasil dari check sheet atau lembar pemeriksaan jumlah stik ladran udang yang diproduksi adalah 222000 gram selama 30 hari Produksi, dengan 5067 gram stik ladran udang yang mengalami kecacatan selama proses produksi. Hasil analisis peta kendali p menunjukkan bahwa proses tidak memiliki penyimpangan atau berada dalam batas kendali atas maupun bawah. Berdasarkan diagram histogram, tingkat kerusakan atau cacat produk tertinggi adalah rusak karena gosong sebanyak 2790 (Gram), selanjutnya adalah rusak karena hancur sebanyak 2277 (Gram). Dari analisis diagram sebab-akibat dapat diketahui faktor-faktor penyebab terjadinya kerusakan pada proses produksi yaitu faktor metode (proses produksi, UMKM Indri yang tidak memiliki SOP), tenaga kerja (pekerja yang kurang teliti, kurang hati-hati sehingga takaran bahan baku yang tidak sesuain sehingga menyebabkan cacat stik ladran udang yang hancur), bahan baku, dan mesin.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi dan mengetahui pengendalian mutu produk dengan penerapan statistical process control (SPC) yang berada pada pengepul kepiting bakau CV. Rika Amelia Jaya Tarakan di wilayah beringin yang berlokasi pada Jl. Beringin 2 Rt: 1 Rw: 4, Selumit Pantai, Tarakan Tengah, Kalimantan Utara. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode deskritif kuantitatif untuk lebih fokus pada analisis data berupa angka-angka, menggunakan alat bantu statistik berupa Check Sheet, Histrogram, peta kendali p (P-Chart), dan diagram sebab akibat. Sumber data dalam penelitian ini adalah arsip data produksi kepiting setiap bulan. Pengumpulan data melalui wawancara dengan narasumber, melakukan pengamatan langsung, dan dokumentasi serta diolah menggunakan Microsoft Excel. Hasil dari penelitian ini:1.) Mutu produk cukup berada dalam rentang batas kendali atas (UCL) maupun batas kendali bawah (LCL), 2.) Berdasarkan data pada diagram histogram, diketahui bahwa kegagalan terbanyak pada kepiting mati (loyo, capit tidak lengkap) yaitu mencapai 1949,6 Kg, 3.) Melalui analisis diagram sebab-akibat yang menjadi penyebab terjadinya kegagalan dalam proses produksi adalah manusia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengendalian kualitas produk dengan penerapan statistical process control (SPC) yang berada pada perkebunan sawit di Desa Sekikilan Kecamatan Tulin Onsoi Kabupaten Nunukan. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode deskritif kuantitatif merupakan untuk lebih fokus pada analisis data berupa angka-angka, menggunakan alat bantu statistik berupa Check Sheet, Histrogram, peta kendali p, dan diagram sebab akibat. Check Sheet dan Histrogram digunakan untuk menyajikan data agar dapat memudahkan dalam memahami data untuk keperluan analisis, peta kendali p digunakan untuk memonitor produk yang rusak apakah masih berada dalam kendali statistik atau tidak. Selanjutnya diagram sebab akibat digunakan untuk mencari faktor-faktor penyebab terjadinya kerusakan produk kemudian dapat disusun sebuah usulan perbaikan kualitas, sumber data dalam penelitian ini adalah arsip koperasi beurpa data produksi TBS setiap bulan. Pengumpulan data melalui wawancara dengan narasumber, melakukan pengamatan langsung, dan dokumentasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pengendalian kualitas menggunakan alat bantu statistik bermanfaat dalam upaya mengendalikan tingkat kerusakan produk di perusahaan. Analisis pengendalian kualitas dilakukan menggunakan alat bantu statistik berupa check sheet, histogram, peta kendali p, dan diagram sebab-akibat. Check sheet dan histogram digunakan untuk menyajikan data agar memudahkan dalam memahami data untuk keperluan analisis selanjutnya. Peta kendali p digunakan untuk memonitor produk yang rusak apakah masih berada dalam kendali statistik atau tidak. Langkah selanjutnya adalah mencari faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya kerusakan produk menggunakan diagram sebab akibat untuk kemudian dapat disusun sebuah rekomendasi atau usulan perbaikan kualitas. Hasil analisis peta kendali p menunjukkan bahwa proses berada dalam batas kendali atas maupun bawah atau tidak ada penyimpangan. Berdasarkan diagram histogram, tingkat kerusakan atau cacat produk yang paling banyak terjadi adalah rusak karena sisa potongan sebanyak 29.160 (Gram), selanjutnya adalah rusak karena remuk sebanyak 2900 (Gram). Dari analisis diagram sebab-akibat dapat diketahui faktor–faktor penyebab terjadinya kerusakan pada proses produksi yaitu faktor material/bahan baku, pekerja, mesin, dan metode.