ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tantangan terbesar bagi organisasi pelayanan publik adalah bagaimana memenuhi standar pelayanan yang diinginkan oleh pelanggan. Salah satu sistem yang memenuhi pengelolaan standar kualitas adalah ISO 9001:2008. Sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 dipercaya mampu memberikan dorongan positif kepada kinerja karyawan secara terus menerus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 yang terdiri dari kepemimpinan , keterlibatan semua karyawan, pendekatan proses, pendekatan sistem manajemen dan perbaikan secara terus menerus terhadap kinerja karyawan di PT Intracawood Manufacturing. Populasi sebanyak 912 karyawan dan 120 karyawan sebagai responden. Sampel diperoleh berdasarkan metode purposive sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi liner berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 memiliki pengaruh yang signifikan baik secara simultan maupun parsial terhadap kinerja karyawan PT Intracawood Manufacturing .
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi dan mengetahui pengendalian mutu produk dengan penerapan statistical process control (SPC) yang berada pada pengepul kepiting bakau CV. Rika Amelia Jaya Tarakan di wilayah beringin yang berlokasi pada Jl. Beringin 2 Rt: 1 Rw: 4, Selumit Pantai, Tarakan Tengah, Kalimantan Utara. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode deskritif kuantitatif untuk lebih fokus pada analisis data berupa angka-angka, menggunakan alat bantu statistik berupa Check Sheet, Histrogram, peta kendali p (P-Chart), dan diagram sebab akibat. Sumber data dalam penelitian ini adalah arsip data produksi kepiting setiap bulan. Pengumpulan data melalui wawancara dengan narasumber, melakukan pengamatan langsung, dan dokumentasi serta diolah menggunakan Microsoft Excel. Hasil dari penelitian ini:1.) Mutu produk cukup berada dalam rentang batas kendali atas (UCL) maupun batas kendali bawah (LCL), 2.) Berdasarkan data pada diagram histogram, diketahui bahwa kegagalan terbanyak pada kepiting mati (loyo, capit tidak lengkap) yaitu mencapai 1949,6 Kg, 3.) Melalui analisis diagram sebab-akibat yang menjadi penyebab terjadinya kegagalan dalam proses produksi adalah manusia.