ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Kabupaten Bulungan memiliki potensi tanaman buah yang beragam, namun tingkat keunggulan dan prospek perkembangannya berbeda antarwilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komoditas tanaman buah unggulan dan prospektif berkembang serta memetakan sebarannya berdasarkan pewilayahan sentra produksi menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Penelitian menggunakan data sekunder berupa data produksi 11 komoditas tanaman buah pada 10 kecamatan di Kabupaten Bulungan selama periode 2016–2025. Analisis dilakukan menggunakan Location Quotient (LQ) berdasarkan data produksi selama periode penelitian untuk menentukan komoditas basis pada masing-masing kecamatan. Nilai LQ > 1 menunjukkan bahwa komoditas merupakan komoditas basis, sedangkan Dynamic Location Quotient (DLQ) > 1 menunjukkan bahwa komoditas memiliki prospek perkembangan yang lebih baik dibandingkan wilayah pembanding. Hasil analisis LQ dan DLQ selanjutnya digunakan sebagai dasar dalam menentukan komoditas unggulan dan prospektif berkembang serta divisualisasikan dalam bentuk peta tematik menggunakan SIG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas unggulan dan prospektif berkembang berbeda pada setiap kecamatan. Tanjung Selor memiliki jambu air, jeruk siam, dan mangga; Tanjung Palas memiliki duku, durian, dan pepaya; Tanjung Palas Timur memiliki alpukat, duku, durian, dan rambutan; Tanjung Palas Barat memiliki durian; Tanjung Palas Utara memiliki duku, durian, jambu biji, nangka, dan pepaya; Tanjung Palas Tengah memiliki alpukat, jeruk siam, dan pepaya; serta Sekatak memiliki pepaya dan rambutan. Kecamatan lainnya tidak menunjukkan komoditas yang memenuhi kriteria LQ > 1 dan DLQ > 1. Hasil pemetaan menunjukkan adanya perbedaan pola persebaran dan konsentrasi komoditas antarwilayah. Informasi tersebut dapat digunakan untuk menggambarkan sentra produksi dan mendukung perencanaan pengembangan komoditas tanaman buah sesuai dengan potensi masing-masing wilayah di Kabupaten Bulungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kabupaten Bulungan memiliki potensi tanaman buah yang beragam, namun tingkat keunggulan dan prospek perkembangannya berbeda antar wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komoditas tanaman buah unggulan dan prospektif berkembang serta memetakan sebarannya berdasarkan pewilayahan sentra produksi menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Penelitian menggunakan data sekunder berupa data produksi 11 komoditas tanaman buah pada 10 kecamatan di Kabupaten Bulungan selama periode 2016–2025. Analisis dilakukan menggunakan Location Quotient (LQ) berdasarkan data produksi selama periode penelitian untuk menentukan komoditas basis pada masing-masing kecamatan. Nilai LQ > 1 menunjukkan bahwa komoditas merupakan komoditas basis, sedangkan Dynamic Location Quotient (DLQ) > 1 menunjukkan bahwa komoditas memiliki prospek perkembangan yang lebih baik dibandingkan wilayah pembanding. Hasil analisis LQ dan DLQ selanjutnya digunakan sebagai dasar dalam menentukan komoditas unggulan dan prospektif berkembang serta divisualisasikan dalam bentuk peta tematik menggunakan SIG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas unggulan dan prospektif berkembang berbeda pada setiap kecamatan. Tanjung Selor memiliki jambu air, jeruk siam, dan mangga; Tanjung Palas memiliki duku, durian, dan pepaya; Tanjung Palas Timur memiliki alpukat, duku, durian, dan rambutan; Tanjung Palas Barat memiliki durian; Tanjung Palas Utara memiliki duku, durian, jambu biji, nangka, dan pepaya; Tanjung Palas Tengah memiliki alpukat, jeruk siam, dan pepaya; serta Sekatak memiliki pepaya dan rambutan. Kecamatan lainnya tidak menunjukkan komoditas yang memenuhi kriteria LQ > 1 dan DLQ > 1. Hasil pemetaan menunjukkan adanya perbedaan pola persebaran dan konsentrasi komoditas antar wilayah. Informasi tersebut dapat digunakan untuk menggambarkan sentra produksi dan mendukung perencanaan pengembangan komoditas tanaman buah sesuai dengan potensi masing-masing wilayah di Kabupaten Bulungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pengembangan ekonomi wilayah yang mendorong penyerapan tenaga kerja dan menurunkan kemiskinan. Pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder berupa PDRB, tenaga kerja, dan kemiskinan pada 34 provinsi (periode 2015, 2018, 2021, dan 2024). Teknik analisis meliputi LQ, GEE, serta GEP, diperkuat dengan pemetaan empat kuadran dan pola spasial antarwilayah. Hasil analisis LQ menunjukkan pola persebaran sektor basis yang tidak merata antarkawasan. Hampir semua kawasan, terutama timur, tengah, dan barat, didominasi sektor primer sebagai sektor basis, kecuali Jawa. Sektor sekunder hanya menunjukkan nilai basis pada sebagian kawasan dan terkonsentrasi di kawasan Jawa. Sementara itu, sektor tersier hampir merata ditemukan sebagai sektor basis di seluruh kawasan Indonesia, mencerminkan berkembangnya aktivitas perdagangan dan jasa di berbagai daerah. Hasil GEE dan GEP memperlihatkan dinamika pola persebaran penyerapan tenaga kerja dan kemiskinan antar periode. Pada tahun 2015, seluruh kawasan didominasi penyerapan tenaga kerja tinggi disertai kemiskinan tinggi pada 17 provinsi, mencerminkan belum optimalnya pertumbuhan ekonomi dalam mengentaskan kemiskinan. Tahun 2018 menunjukkan perbaikan, dengan dominasi penyerapan tenaga kerja tinggi disertai kemiskinan rendah pada 21 provinsi. Namun tahun 2021 terjadi kemunduran akibat pandemi COVID-19, di mana kondisi penyerapan tenaga kerja tinggi dibarengi kemiskinan tinggi kembali mendominasi pada 22 provinsi. Tahun 2024 kembali membaik, dengan penyerapan tenaga kerja tinggi disertai kemiskinan rendah mendominasi sebanyak 24 provinsi. Temuan ini menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi wilayah sangat dipengaruhi struktur sektor unggulan dan karakteristik spasial masing-masing daerah, sehingga diperlukan kebijakan terarah agar penyerapan tenaga kerja dan penurunan kemiskinan berlangsung berkelanjutan dan merata di seluruh kawasan Indonesia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya perbedaan kontribusi sektor perikanan terhadap struktur perekonomian daerah dan dinamika ekspor antarprovinsi di Pulau Kalimantan. Secara teoritis, sektor yang memiliki keunggulan komparatif diharapkan mampu mendorong daya saing ekspor, namun secara empiris kondisi tersebut belum tentu sejalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keunggulan komparatif sektor perikanan, mengkaji posisi dan dinamika daya saing ekspor, serta mengidentifikasi keterkaitan antara keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif pada lima provinsi di Kalimantan selama periode 2017–2024. Metode analisis yang digunakan adalah Location Quotient (LQ) untuk menentukan sektor basis dan non-basis, serta Export Product Dynamic (EPD) untuk menilai pertumbuhan pangsa pasar dan posisi daya saing ekspor. Data yang digunakan merupakan data sekunder time series yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kalimantan Utara dan Kalimantan Selatan tergolong sektor basis dengan nilai LQ rata-rata lebih dari satu, sedangkan Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah termasuk sektor non-basis. Berdasarkan analisis EPD, daya saing ekspor sektor perikanan menunjukkan pola fluktuatif, di mana tidak semua sektor basis berada pada kategori Rising Star. Beberapa provinsi non-basis justru menunjukkan dinamika ekspor yang lebih progresif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keunggulan komparatif tidak selalu berbanding lurus dengan keunggulan kompetitif. Oleh karena itu, diperlukan strategi peningkatan nilai tambah, efisiensi distribusi, serta perluasan akses pasar internasional guna memperkuat daya saing ekspor sektor perikanan secara berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui sektor ekonomi apa saja yang menjadi sektor basis dan non basis di lima provinsi pulau Kalimantan (2) mengetahui pergeseran sektor perekonomian di lima provinsi pulau Kalimantan, serta (3) mengetahui klasifikasi sektor-sektor ekonomi di lima provinsi pulau Kalimantan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu data PDRB dan laju pertumbuhan ekonomi di lima provinsi pulau Kalimantan dan Indonesia dari tahun 2013-2022 berdasarkan harga konstan. Penelitian ini menggunakan alat analisis Location Quotient (LQ), shift share dan tipologi klassen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan hasil analisis Location Quotient (LQ) sektor yang termasuk sektor basis dengan nilai LQ terbesar di lima provinsi pulau Kalimantan adalah sektor pertambangan dan penggalian kecuali di provinsi Kalimantan Barat. Berdasarkan analisis shift share dari 17 sektor ada 9 sektor yang tergolong maju atau cepat pertumbuhannya di kelima provinsi di pulau Kalimantan yaitu sektor pengadaan air, pengolahan sampah, limbah dan daur ulang; kontruksi; transportasi dan pergudangan; informasi dan komunikasi; jasa keuangan; perusahaan jasa;jasa kesehatan dan kegiatan sosial; jasa lainya. Analisis tipologi klassen lima provinsi di pulau Kalimantan menunjukkan sektor yang termasuk kedalam sektor maju dan tumbuh pesat (Kuadran 1) dari empat provinsi yaitu sektor pertambangan dan penggalian kecuali provinsi Kalimantan Barat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sektor keunggulan atau sektor basis, ingin mengetahui pola pergeseran ekonomi sektoral dan klasifikasi pola sektor ekonomi di Kota Samarinda tahun 2013-2022. Alat analisis yang digunakan adalah analisi Location Quotient (LQ), Shift Share, dan Tipology Klassen. Analisis Location Quotient (LQ) terdapat 14 sektor fundamental di Kota Samarinda. Sektor tersebut meliputi pengadaan listrik dan gas, pengadaan air, pengelolaan sampah, sampah dan daur ulang, konstruksi, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, pengangkutan dan pergudangan, penyediaan akomodasi makan dan minum, informasi dan komunikasi, jasa keuangan dan asuransi, real estate, jasa korporasi, administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib, jasa pendidikan, jasa kesehatan dan kegiatan sosial, dan jasa lainnya. Selain itu, terdapat tiga sektor lain yang tergolong sektor non basis, yakni pertanian, kehutanan dan perikanan, pertambangan dan penggalian, serta industri pengolahan. Hasil dari shift share menunjukkan kondisi 3 komponen, komponen pertama yaitu komponen pertumbuhan ekonomi Kota Samarinda dipengaruhi oleh faktor dari luar yaitu terjadinya peningkatan pada kegiatan ekonomi di Kota Samarinda, Hasil Tipology Klassen Kota Samarinda Tahun 2013-2022 terjadi pergeseran kuadran pada lima sektor. Sementara enam sektor lainnya adalah tetap atau konstan (0) pada kuadaran periode sebelumnya. Kata Kunci : Location Quotient, Shift Share, Tipology Klassen
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sektor unggulan, pergeseran struktur ekonomi, dan klasifikasi ekonomi di Indonesia yang diukur menggunakan analisis Location Quotient, Shift Share, dan Tipologi Klassen. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif yang menggunakan data berupa angka. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder 2000, 2005, 2010, 2015, dan 2020. Penelitian ini dilakukan di Indonesia. Teknik pengumpulan data menggunakan riset kepustakaan dengan cara mengumpulkan data-data dari publikasi laman resmi instansi/lembaga terkait dan menggunakan data deret berkala. Hasil penelitian analisis Location Quotient dan Shift Share menunjukkan bahwa yang termasuk dalam kategori sektor unggulan yaitu, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, Pertambangan dan Penggalian, Industri Pengolahan, Konstruksi, Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, Informasi dan Komunikasi, Jasa Keuangan dan Asuransi, Real Estate, dan Jasa Pendidikan, serta pergeseran struktur ekonomi Indonesia bergeser dari sektor pertanian ke sektor industri kemudian sektor jasa. Pada hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis Tipologi Klassen yang dilakukan menggambarkan klasifikasi sektor-sektor ekonomi di Indonesia yang beragam terbagi menjadi 4 klasifikasi sesuai dengan hasil dari tipologi klassen.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sektor basis dan non basis, trend di masa yg akan datang, bagaimana perkembangan hingga klasifikasi pertumbuhan dari suatu sektor ekonomi dan sektor pertanian di Kabupaten Bulungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan analisis Location Quotient (LQ), analisis trend, analisis Shift Share, dan analisis Typologi Klassen. Hasil penelitian menunjukkan sektor ekonomi dengan nilai basis tertinggi yaitu 1,45 terdapat sektor jasa pendidikan, sedangkan sektor pertanian yang menjadi basis adalah tanaman Aglaonema dengan nilai 646,63 dan komoditas non basisnya yaitu komoditas buah manggis dengan nilai 0,96, kemudian pada tanaman pangan, padi merupakan komoditi basis dengan nilai LQ sebesar 1,77. Hasil analisis trend sektor ekonomi menunjukkan bahwa seluruh sektor ekonomi yang menjadi basis diperkirakan di masa yang akan datang terus mengalami kenaikan sedangkan pada trend produksi sektor pertanian terdapat komoditi jeruk siam yang mengalami penurunan paling besar dan komoditi kunyit yang memiliki kenaikan produksi yang paling besar diantara komoditi yang lain di sektor pertanian. Hasil analisis nilai Shift Share menghasilkan sektor pengadaan listrik dan gas memiliki nilai pertumbuhan proportional dan bersih paling tinggi diantara sektor yang lain, sektor pertanian tanaman mengkudu memiliki nilai pertumbuhan proportional, progresif dan cepat paling tinggi diantara komoditi lainnya, pada tanaman pangan kacang tanah memiliki nilai daya saing paling tinggi yaitu sebesar 113,73. Hasil analisis Typologi Klassen, sektor informasi dan komunikasi termasuk kedalam sektor maju dan tumbuh cepat, pada sektor pertanian terdapat komoditi mengkudu, dan pada tanaman pangan padi termasuk komoditi yang maju dan tumbuh pesat serta ubi jalar termasuk komoditi yang potensial.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas dari belanja pemerintah dalam pembentukan PDRB di Provinsi Kalimantan Utara, serta untuk mengetahui sektor-sektor yang termasuk dalam kategori sektor unggul di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini merupakan penelitian Time Series dengan objek penelitian yaitu belanja pemerintah dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Provinsi Kalimantan Utara. Data yang digunakan adalah data sekunder. Metode alat analisis yang digunakan adalah, analisis Incremental Capital Output Ratio (ICOR) dan Location Quotient (LQ). Berdasarkan hasil analisis ICOR, belanja pemerintah bersifat efektif dalam pembentukan PDRB di Provinsi Kalimantan Utara pada tahun 2017, 2018, 2019, dan 2021. Sedangkan pada tahun 2020 belanja pemerintah bersifat tidak efektif dalam pembentukan PDRB di Provinsi Kalimantan Utara. Untuk hasil ICOR pada daerah di Provinsi Kalimantan Utara daerah yang belanja pemerintahnya bersifat efektif dalam pembentukan PDRB adalah Kota Tarakan, Kabupaten Bulungan, dan Kabupaten Nunukan. Sedangkan daerah yang belanjanya tidak efektif dalam pembentukkan PDRB di Provinsi Kalimantan Utara adalah Kabupaten Malinau dan Kabupaten Tana Tidung. Berdasarkan hasil analisis Location Quetient (LQ) menyatakan bahwa provinsi Kalimantan Utara memiliki sektor unggulan diantaranya yaitu, pertanian, kehutanan, dan perikanan; pertambangan dan penggalian; konstruksi; transportasi dan pergudangan; administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sektor basis, non basis, prospekif, spesialis dan kompetitif serta mengetahui kondisi dan perubahan klasifikasi sektor-sektor potensial ekonomi di Kabupaten Tana Tidung tahun 2011-2021. Analisis yang digunakan adalah analisis Location Quotient (LQ), Dynamic Location Quotient (DLQ), Shift Share dan Tipology Klassen. Hasil penelitian analisis LQ menunjukkan 4 sektor basis yang terdiri dari sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; Pertambangan dan Penggalian; Konstruksi; dan Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib. Sedangkan hasil analisis DLQ menunjukkan 7 sektor prospektif yang terdiri dari sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; Pertambangan dan Penggalian; Industri Pengolahan; Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang; Real Estate; Jasa Perusahaan serta sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib. Hasil Shift Share menunjukkan bahwa terdapat 11 sektor yang termasuk sektor spesialis yaitu terdiri dari sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; Pengadaan Listrik dan Gas; Konstruksi; Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor; Transportasi dan Pergudangan; Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum; Informasi dan Komunikasi; Jasa Keuangan; Jasa Pendidikan; Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial serta sektor Jasa Lainnya. Selanjutnya, diketahui terdapat 2 sektor kompetitif yang terdiri dari sektor Pengadaan Listrik dan Gas serta sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang. Hasil Tipology Klassen Kabupaten Tana Tidung tahun 2011-2016 dan 2016-2021 menunjukkan bahwa terjadi perubahan klasifikasi sektor pada empat kuadran. Dimana kuadran I sektor yang maju dan tumbuh cepat terdiri dari sektor Pertambangan dan Penggalian yang pada awalnya tidak ada, sehingga di kuadran II sektor yang maju namun tumbuh tertekan hanya memiliki 3 sektor, yaitu sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; Konstruksi; Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib. Kuadran III yang merupakan sektor potensial dan masih bisa di kembangkan tetap terdiri dari 2 sektor namun sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang turun menjadi kuadran IV dan digantikan oleh sektor Jasa Perusahaan yang awalnya berada di kuadran IV. Sektor di kuadran IV adalah sektor yang relatif masih tertinggal di Kabupaten Tana Tidung.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur ekonomi, kondisi basis ekonomi sektoral dan kondisi kegiatan ekonomi yang potensial di Kabupaten Nunukan Tahun 2011-2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Location Quotient (LQ), Dynamic Location Quotient (DLQ), Shift Share dan Tipology Klassen. Dari hasil penelitian location quotient (LQ) menunjukkan bahwa di Kabupaten Nunukan mempunyai 2 sektor basis yaitu sektor sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dan sektor pertambangan dan penggalian. Berdasarkan hasil penelitian dynamic location quotient (DLQ) menunjukkan bahwa di Kabupaten Nunukan mempunyai 4 sektor yang prospektif yaitu sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, sektor pertambangan dan penggalian, sektor jasa perusahaan, dan sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib. Berdasarkan hasil penelitian shift share bahwa struktur ekonomi di Kabupaten Nunukan didominasi oleh sektor primer. Berdasarkan hasil penelitian tipology klassen menunjukkan bahwa yang tergolong sektor maju dan tumbuh dengan pesat, yaitu sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, dan juga sektor pertambangan dan penggalian. Sektor yang tergolong sektor potensial yaitu sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor jasa perusahaan, sektor administrasi pemerintah, dan jaminan sosial wajib, dan juga sektor jasa pendidikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK COMPERATIVE AND COMPETITIVE ANALYSIS PENGEMBAGAN PERTANIAN HORTIKULTURA DI KABUPATEN NUNUKAN ANISA MUTHMAINAH Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan pertanian hortikultura, berdasarkan comperative dan competitive pertanian hortikultura dengan cara menganalisis masing-masing komoditas sayuran, buah-buahan, dan biofarmaka di Kabupaten Nunukan. Penelitian ini menggunakan data sekunder Badan Pusat Statistik Kabupaten Nunukan dalam angka tahun 2016, 2017, 2018, 2019, dan 2020. Penelitian ini menggunakan alat analisis Location Index, Concentration Index, dan Location Quotient. Hasil penelitian berdasarkan alat analisis Location Index menjelaskan bahwa hortikultura komoditas sayuran, buah-buahan dan biofarmaka di Kabupaten Nunukan menunjukkan nilai 0,000 dari 5 tahun berturut-turut yang berarti komoditas sayuran, buah-buahan, dan biofarmaka di kabupaten Nunukan secara comperative belum mempunyai potensial untuk mengembangkan aktivitas tertentu. Hasil analisis yang menggunakan Concentration Index (CI) komoditas sayuran di Kabupaten Nunukan yaitu Kecamatan Sebuku yang menunjukkan Lebih besar 1 (CI>1) maka, secara comperative Kecamatan Sebuku merupakan konsentrasi (concentration) komoditas sayuran. Hasil analisis komoditas buah-buahan di Kabupaten Nunukan yaitu Kecamatan Nunukan yang menunjukkan Lebih besar 1 (CI>1) maka, secara comperative Kecamatan Nunukan merupakan konsentrasi (concentration) komoditas buah-buahan. Dan hasil analisis komoditas biofarmaka di Kabupaten Nunukan yaitu Lumbis Ogong yang menunjukkan Lebih besar 1 (CI>1) maka, secara comperative Kecamatan Lumbis Ogong merupakan konsentrasi (concentration) komoditas biofarmaka. Alat analisis yang menggunakan Location Quotient (LQ) komoditas sayuran di Kabupaten Nunukan yaitu Kecamatan Krayan yang menunjukkan Lebih besar LQ>1 maka, secara competitive Kecamatan Krayan sehingga basis komoditas sayuran. Hasil analisis komoditas komoditas buah-buahan di Kabupaten Nunukan yaitu Kecamatan Sei Menggaris yang menunjukkan Lebih besar LQ>1 maka, secara competitive Kecamatan Sei Menggaris basis komoditas buah-buahan. Hasil analisis komoditas biofarmaka di Kabupaten Nunukan yaitu Kecamatan Sembakung yang menunjukkan Lebih besar LQ>1 maka, secara competitive Kecamatan Sembakung basis komoditas biofarmaka. Kata kunci : Concentration Index, Location Index, Location Quotient
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS DAYA SAING SEKTORAL PEREKONOMIAN BERDASARKAN PERIODISASI KEPEMIMPINAN PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN BULUNGAN ANNISA MUFIDAH Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sektor yang berdaya saing, sektor basis berdasarkan pemerintahan Bupati dua periode yaitu Bupati Budiman Arifin (2011-2015) dan Bupati Sudjati (2016-2020) dengan cara menganalisis sektor-sektor tersebut dan mengklasifikasikan sektor-sektor ekonomi di Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan data sekunder Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Bulungan dan Provinsi Kalimantan Utara, atas dasar harga konstan. Penelitian ini menggunakan alat analisis Location Quotient, Shift Share, dan Tipologi Klassen. Hasil penelitian berdasarkan alat Location Quotient (LQ) pada pemerintahan Bupati Budiman Arifin dan Bupati Sudjati, menunjukkan hasil yang sama bahwa perekonomian Kabupaten Bulungan didominasi delapan sektor basis, yang mempunyai nilai tertinggi adalah sektor jasa pendidikan. Alat analisis Tipologi Klassen menunjukkan pada pemerintahan Bupati Budiman Arifin sektor yang masuk dalam sektor maju dan tumbuh pesat adalah sektor Real Estate dan jasa pendidikan. Sedangkan pada pemerintahan Bupati Sudjati sektor yang masuk dalam sektor maju dan tumbuh pesat adalah sektor industri pengolahan, sektor pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang, sektor real estate, dan sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib dan sektor jasa lainnya. Alat analisis Shift Share menunjukkan pada pemerintahan Bupati Budiman Arifin dan Bupat Sudjati menunjukkan terjadinya perubahan struktur ekonomi yang dipengaruhi pertumbuhan ekonomi dan keunggulan kompetitif Kabupaten Bulungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Terjadinya struktur ekonomi yang bergeser diakibatkan timbulnya proses pertumbuhan ekonomi yang dipengaruhi oleh tingkat kontribusi PDRB dan Laju Pertumbuhan. Pendapatan perkapita daerah yang meningkat dipengaruhi oleh adanya pertumbuhan ekonomi dalam jangka waktu yang panjang. Pertumbuhan ekonomi juga adalah tujuan dari kebijakan ekonomi makro agar maju dan sejahteranya perekonomian daerah. Kondisi utama dari berlangsungnya pembangunan ekonomi dankesejahteraan yang meningkat karena tingginya ekonomi yang tumbuh dan adanya keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur ekonomi Provinsi Kalimantan Utara selama tahun 2013-2020 . Penelitian ini menggunakan data sekunder Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Kalimantan Utara dan Produk Domestik Regional Bruto Indonesia, dalam penelitian ini alat analisis yang digunakan yaitu Location Quotient (LQ), Shift Share dan Tipologi Klassen. Berdasarkan alat analisis LQ sektor basis yang dilihat dari kontribusi nilai outputnya, perekonomian di Kalimantan Utara didominasi sektor pertambangan dan penggalian menduduki posisi tertinggi. Hasil Alat analisis Shift Share terhadap PDRB sektor dengan kontribusi besar yaitu sektor Pertanian, kehutanan dan perikanan dan sektor pertambangan dan penggalian. Hasil Tipologi Klassen, sektor-sektor ekonomi mengalami penurunan pada tahun 2020, Jasa Kesehatan menduduki Kuadran I dengan tingkat pertumbuhan dan pendapatan perkapita lebih tinggi, karena dipengaruhi oleh adanya wabah virus Covid-19. Sehingga membawa dampak yang sangat serius terhadap perekonomian. Kata kunci : Transformasi Struktur Ekonomi, Location Quotient, Shift Share dan Typologi Klassen
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dalam pengembangan sub sektor perkebunan, pemerintah Kabupaten Malinau perlu memperhatikan komoditas unggulan daerah yang akan menjadi prioritas pengembangan di setiap Kecamatan di Kabupaten Malinau. Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan. Pertama untuk mengetahui apa saja komoditas unggulan sub sektor perkebunan pada masing-masing Kecamatan Kabupaten Malinau. Kedua, untuk mengetahui bagaimana prioritas pengembangan komoditas komoditas unggulan sub sektor perkebunan di Kabupaten Malinau. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis Location Quotient (LQ), Shift Share, dan Penggabungan analisis LQ dan Shift Share. Data yang digunakan yaitu produksi komoditas sub sektor perkebunan Kabupaten Malinau tahun 2015-2019. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa komoditas yang memiliki nilai LQ>1 sebagai berikut: Komoditas kopi pada Kecamatan Malinau Kota, Malinau Selatan, Pujungan, Kayan Hilir dan Kayan Hulu. Komoditas karet pada Kecamatan Malinau Kota, Malinau Utara, dan Kecamatan Sungai Boh. Komoditas kelapa sawit pada Kecamatan Malinau Barat, dan Malinau Selatan Hilir. Komoditas Kakao pada Kecamatan Malinau Kota, Malinau Utara, dan Kecamatan Mentarang. Komoditas lada pada Kecamatan Malinau Utara dan Mentarang. Hasil analisis Shift Share komoditas yang menjadi prioritas pengembangan utama yaitu kopi terdapat pada empat Kecamatan dan Karet pada satu Kecamatan. Sedangkan komoditas lainnya termasuk kedalam prioritas kedua dan ketiga.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dari penelitian ini adalah (i) untuk mengetahui sektor basis ekonomi yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kota Tarakan, (ii) untuk mengetahui sektor ekonomi yang mempunyai potensi daya saing kompetitif dan komparatif di Kota Tarakan, (iii) untuk mengetahui sektor ekonomi yang mempunyai potensi daya saing kompetitif dan spesialisasi di Kota Tarakan. Analisis dalam penelitian ini menggunakan: Location Quotien (LQ), Metode Ratio Pertumbuhan (MRP), Analisis Overlay dan Analisis Shift Share. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa analisis location quotient (LQ) mempunyai 14 sektor basis di Kota Tarakan, yaitu sektor industri pengolahan, sektor pengadaan listrik dan gas, sektor pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang, sektor kontruksi, sektor perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor, sektor transportasi dan pergudangan, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum, sektor informasi dan komunikasi, sektor jasa keuangan, sektor real estate, sektor jasa perusahaan, sektor jasa pendidikan, sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial serta sektor jasa lainnya. Hasil analisis MRP dan overlay menunjukkan bahwa sektor yang memiliki potensi daya saing kompetitif dan komperatif adalah sektor konstruksi, sektor perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda, sektor transportasi dan pergudangan, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum, sektor informasi dan komunikasi, sektor jasa keuangan, sektor real estate, sektor jasa pendidikan, sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial serta sektor jasa lainnya. Analisis shift share menunjukkan bahwa sektor industri pengolahan, sektor kontruksi, sektor perdagangan besar dan eceran; reperasi mobil dan sepeda motor, sektor transportasi dan pergudangan, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum, sektor informasi dan komunikasi, sektor jasa keuangan, sektor real estate, sektor jasa pendidikan, sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial, serta sektor jasa lainnya merupakan sektor yang memiliki keunggulan/daya saing kompetitif maupun spesialisasi di Kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS SEKTOR POTENSIAL EKONOMI DI KOTA TARAKAN Hilaluddin NPM.15401020078 Dr.Witri yuliawati.SE.,M.SI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sektor ekonomi potensial dan mengetahui peluang/kesempatan kerja yang mampu diciptakan oleh sektor ekonomi potensial di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Konstan, baik pertumbuhan, kontribusi dan per kapitanya, dan jumlah penduduk yang tergolong angkatan kerja. Metode pengumpulan data yang digunakan, yaitu metode dokumentasi, selanjutnya dilakukan analisis dengan menggunakan alatLocation Quotients (LQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pertumbuhan ekonomi Kota Tarakan periode 2008-2010 berada pada zona daerah makmur yang sedang menurun. Sektor ekonomi yang potensial dikembangkan, yaitu sektor bangunan dan jasa-jasa. Dari sektor-sektor tersebut muncul beberapa sub sektor yang potensial, yaitu sub sektor jasa swasta. Peluang/kesempatan kerja yang diciptakan sektor bangunan rata-rata hanya 3,01 persen dan sektor jasa rata-rata 5,96 persen, masih sangat minim bila dibandingkan dengan jumlah penduduk Kota Tarakan. Kata Kunci :Location quotient, Sektor Potensial ABSTRACT ANALYSIS OF POTENTIAL SECTORS ECONOMICIN TARAKAN REGENCY Hilaluddin NPM.15401020078 Dr.Witri yuliawati.SE.,M.SI This study aimed sectors become aware of potential sectors Tarakan regency and identify opportunities / employment opportunities that can be created from the potential economic sectors in Tarakan regency. This study uses secondary Gross Regional Domestic Product (GRDP) At Constant Price, both from growth, and per capita contribution, and data on the number of people belonging to the labor force. Data collection methods used the method of documentation, further using tools, Location quotients (LQ). The results of study stated that the economic growth pattern of Klungkung regency period 2008-2010 are in zone affluent areas are declining. While the potential economic sectors namely construction and development services. Of these sectors appear several2potential sub-sectors, namely private services sub-sector. Opportunities / employment opportunities created from the construction sector average of only 3,01 percent and the service sector average of 5,96 per cent, is still very low when compared with the population as a whole Tarakan regency. Keywords:location quotient,Potential Sector
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS BASIS WILAYAH DAN TREND PERKEMBANGAN KOMODITAS KOPI DI KALIMANTAN UTARA ABSTRAK Kalimantan Utara merupakan salah satu wilayah Kalimantan yang memiliki banyak potensi. Potensi tersebut diantaranya Potensi Komoditas Kopi yang bisa menjadi unggul. Namun, ternyata banyak orang yang belum mengetahuinya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi sektor basis yang ada di Kalimantan Utara dengan menggunakan alat analisis Location Quotient (LQ) dan menggunakan alat analisis Trend Perkembangan kemudian kedua alat analisis tersebut digabungkan. Tujuan yang terakhir yaitu mengidentifikasi wilayah mana saja yang memiliki potensi wilayah basis dan trend perkembangan perkebunan kopi. Berdasarkan hasil analisis LQ dan trend diketahui bahwa sektor wilayah basis di Kalimantan Utara dengan menggunakan analisis keduanya lalu diketahui bahwa ada 3 dari Kabupaten yang ada di Kalimantan Utara memiliki keunggulan. Kabupaten yang memliki potensi unggulan yaitu Kabupaten Malinau, Kabupaten Bulungan, dan Kabupaten Tana Tidung. Ketiga Kabupaten tersebut merupakan sektor yang potensial untuk dikembangkan.