ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
LOKASI PENGEMBANGAN SEKTOR PERTANIAN DI KABUPATEN BULUNGAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lokasi pegembangan pertanian padi, palawija dan holtikultura dengan menggunakan metode analisis Location Index (LI), Concentration Index (CI), Specialisation Index (SI) dan Location Quontient (LQ). Penelitian ini menggunakan data sekunder Badan Pusat Statistik Kabupaten Bulungan. Berdasarkan hasil analisis (LI) Terdapat 6 “Kecamatan” yang menunjukkan nilai positif. sehingga memiliki presentase terbesar dibanding wilayah lain yaitu: Peso Hilir (6,565) mangga, Tanjung Palas Barat (4,130) durian, Tanjung Palas (32,331) durian, Tanjung Selor (44,216) mangga, Tanjung Palas Utara (36,771) Jagung, Bunyu (64,148) salak. Selanjutnya hasil analisis Concentration Index (CI) juga terdapat 6 “Kecamatan” yang potensial nilai (CI>1). sebagai daerah konsentrasi yaitu: Peso Hilir (3,364) pepaya, Tanjung Palas Barat (1,266) durian, Tanjung Palas (3,794) durian, Tanjung Selor (1.595) mangga, Tanjung palas Utara (6,489) jagung, Bunyu (8,372) salak. Sementara hasil analisis (LQ) Terdapat 10 “Kecamatan” yang memiliki potensial nilai (LQ>1). Sehingga menjadi basis untuk “komoditas” tersebut yaitu: Peso 9,579 mangga, Peso Hilir (3,132) pepaya, Tanjung Palas Barat (3,480) durian, Tanjung Palas (3,064) durian, Tanjung Selor (3,841) mangga, Tanjung Palas Timur (1,464) cabai, Tanjung Palas Tengah (13,058) pepaya, Tanjung Palas Utara (4,255) jagung, Sekatak (49,040) salak, Bunyu (54,148) salak. Terakhir hasil analisis (SI) 10 “Kecamatan” potensial dimana sebagai daerah spesialis untuk “komoditas” tersebut yaitu: Peso (45,533) mangga, Peso Hilir (4,044) pepaya, Tanjung Palas Barat (47,596) durian, Tanjung Palas (43,646) durian, Tanjung Selor (15,078) mangga, Tanjung Palas Timur (128,350) cabai, Tanjung Palas Tengah (22,871) pepaya, Tanjung Palas Utara (31,359) jagung, Sekatak (53,416) salak, Bunyu (37,659) salak. Pusat pengembangan palawija Tanjung Palas Utara, holtikultura Tanjung Palas Timur buah – buahan sekatak. Diharapkan pemerintahan Kabupaten Bulungan dapat mengelola daerah yang menunjukkan keunggulannya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS PENGEMBANGAN PERKEBUNAN DI KABUPATEN BULUNGAN ESA NURFADILAH Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan perkebunan berdasarkan kompetitif dan komparatif dengan cara menganalisis masing-masing komoditas karet, kelapa sawit, kelapa, kopi, dan kakao di Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan data sekunder Badan Pusat Statistik Kabupaten Bulungan dalam angka tahun 2015, 2016, 2017, 2018, dan 2019. Penelitian ini menggunakan alat analisis Location Index dan Concentration Index. Hasil penelitian berdasarkan alat analisis Location Index menjelaskan bahwa perkebunan Komoditas Karet, Kelapa Sawit, Kelapa, Kopi, dan Kakao di Kabupaten Bulungan tahun 2015-2019 menunjukkan nilai LI mendekati nol yang artinya secara kompetitif belum memiliki potensial untuk mengembangkan aktivitas tertentu. Hasil Analisis Concentration Index (CI) menunjukkan bahwa kecamatan Tanjung Selor menunjukkan nilai (CI>1) maka, kecamatan Tanjung Selor merupakan konsentrasi (concentration) pada komoditas Karet. Kecamatan Sekatak menunjukkan nilai (CI>1) maka, kecamatan Sekatak merupakan konsentrasi (concentration) pada komoditas Kelapa Sawit. Kecamatan Tanjung Palas Tengah menunjukkan nilai (CI>1) maka, kecamatan Tanjung Palas Tengah merupakan konsentration (concentration) pada komoditas Kelapa. Kecamatan Tanjung Palas menunjukkan nilai (CI>1) maka, kecamatan Tanjung Palas merupakan konsentrasi (concentration) pada komoditas Kopi. Kecamatan Peso Hilir menunjukkan nilai (CI>1) maka, kecamatan Peso Hilir merupakan konsentrasi (concentration) pada komoditas Kakao. Kata Kunci : Concentration Index, Location Index, Perkebunan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK COMPERATIVE AND COMPETITIVE ANALYSIS PENGEMBAGAN PERTANIAN HORTIKULTURA DI KABUPATEN NUNUKAN ANISA MUTHMAINAH Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan pertanian hortikultura, berdasarkan comperative dan competitive pertanian hortikultura dengan cara menganalisis masing-masing komoditas sayuran, buah-buahan, dan biofarmaka di Kabupaten Nunukan. Penelitian ini menggunakan data sekunder Badan Pusat Statistik Kabupaten Nunukan dalam angka tahun 2016, 2017, 2018, 2019, dan 2020. Penelitian ini menggunakan alat analisis Location Index, Concentration Index, dan Location Quotient. Hasil penelitian berdasarkan alat analisis Location Index menjelaskan bahwa hortikultura komoditas sayuran, buah-buahan dan biofarmaka di Kabupaten Nunukan menunjukkan nilai 0,000 dari 5 tahun berturut-turut yang berarti komoditas sayuran, buah-buahan, dan biofarmaka di kabupaten Nunukan secara comperative belum mempunyai potensial untuk mengembangkan aktivitas tertentu. Hasil analisis yang menggunakan Concentration Index (CI) komoditas sayuran di Kabupaten Nunukan yaitu Kecamatan Sebuku yang menunjukkan Lebih besar 1 (CI>1) maka, secara comperative Kecamatan Sebuku merupakan konsentrasi (concentration) komoditas sayuran. Hasil analisis komoditas buah-buahan di Kabupaten Nunukan yaitu Kecamatan Nunukan yang menunjukkan Lebih besar 1 (CI>1) maka, secara comperative Kecamatan Nunukan merupakan konsentrasi (concentration) komoditas buah-buahan. Dan hasil analisis komoditas biofarmaka di Kabupaten Nunukan yaitu Lumbis Ogong yang menunjukkan Lebih besar 1 (CI>1) maka, secara comperative Kecamatan Lumbis Ogong merupakan konsentrasi (concentration) komoditas biofarmaka. Alat analisis yang menggunakan Location Quotient (LQ) komoditas sayuran di Kabupaten Nunukan yaitu Kecamatan Krayan yang menunjukkan Lebih besar LQ>1 maka, secara competitive Kecamatan Krayan sehingga basis komoditas sayuran. Hasil analisis komoditas komoditas buah-buahan di Kabupaten Nunukan yaitu Kecamatan Sei Menggaris yang menunjukkan Lebih besar LQ>1 maka, secara competitive Kecamatan Sei Menggaris basis komoditas buah-buahan. Hasil analisis komoditas biofarmaka di Kabupaten Nunukan yaitu Kecamatan Sembakung yang menunjukkan Lebih besar LQ>1 maka, secara competitive Kecamatan Sembakung basis komoditas biofarmaka. Kata kunci : Concentration Index, Location Index, Location Quotient