ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
sistem agribisnis perkebunan kelapa sawit rakyat Koperasi Anugrah Tani mulai dari subsistem hulu yaitu pengadaan input, subsistem usahatani/on farm yaitu kegiatan pengolahan lahan, penanaman dan perawatan tanaman, subsistem hilir yaitu kegiatan panen dan pengangkutan hasil panen, subsistem pemasaran yaitu kegiatan pemasaran hasil ke pabrik PKS, dan subsistem penunjang yaitu lembaga-lembaga yang mendukung kegiatan perkebunan dari subsistem hulu hingga subsistem pemasaran. Terdapat keterkaitan kebelakang (backward linkage) dan keterkaitan kedepan (forward linkage) pada sistem agribisnis perkebunan kelapa sawit rakyat Koperasi Anugrah Tani. Rancang model kelembagaan perkebunan Koperasi Anugrah Tani mengacu pada sistem agribisinis yaitu : kelembagaan hulu, kelembagaan usahatani/on farm, kelembagan hilir, kelembagaan pemasaran dan kelembagaan penunjang. Rancang model dibuat mengacu pada penelitian Kusnandar (2013), yaitu berdasarkan empat dimensi antara lain : kondisi lingkungan eksternal, motivasi kelembagaan, kapasitas kelembagaan, dan kinerja kelembagaan. Rancangan kelembagaan yang diarahkan dapat memenuhi keempat dimensi tersebut sehingga efektifitas dan keberlanjutan kelembagaan dapat terjamin.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Areal budidaya tanaman perkebunan berpotensi sebagai sumber agens hayati bakteri entomopatogen, sehingga eksplorasi atau penyelidikan terhadap potensi agens hayati masih perlu dilakukan di Kalimantan Utara. Penelitian ini bertujuan: (1) mengetahui potensi bakteri entomopatogen dari berbagai lokasi di areal budidaya tanaman perkebunan Kalimantan Utara; (2) membandingkan potensi bakteri entomopatogen dari berbagai lokasi budidaya tanaman perkebunan di Kalimantan Utara. Penelitian ini melakukan pengambilan sampel tanah, melakukan isolasi bakteri, dan seleksi bakteri entomopatogen dengan menggunakan serangga umpan. Potensi bakteri entomopatogen dibedakan berdasarkan jumlah dan ciri-ciri makroskopis koloni isolat bakteri yang diperoleh dari masing-masing lokasi, dan tingkat kematian serangga umpan dibandingkan dengan kontrol pada seleksi bakteri entomopatogen. Analisis data menggunakan analisis deskripsi dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan; (1) terdapat 13 isolat bakteri, (2) areal budidaya tanaman kopi di Malinau memiliki isolat bakteri tertinggi, (3) hasil seleksi menemukan 7 (tujuh) isolat bakteri yang berpotensi sebagai bakteri entomopatogen, (4) lokasi budidaya tanaman kopi di Malinau memiliki jumlah isolat yang berpotensi sebagai entomopatogen lebih tinggi dari lokasi lainnya. Namun, isolat ST6-4U2 pengenceran 10-1 yang berasal dari tanah di areal perkebunan kelapa sawit di Sebuku memiliki potensi virulensi tertinggi sebagai bakteri entomopatogen.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•
Area budidaya tanaman perkebunan berpotensi sebagai sumber agens hayati cendawan entomopatogen, sehingga eksplorasi atau penyelidikan terhadap potensi agens hayati masih perlu dilakukan di Kalimantan Utara. Penelitian ini bertujuan: (1) mengetahui potensi cendawan entomopatogen dari berbagai lokasi di area budidaya tanaman perkebunan Kalimantan Utara; (2) membandingkan potensi cendawan entomopatogen dari berbagai lokasi budidaya tanaman perkebunan di Kalimantan Utara. Penelitian ini melakukan pengambilan sampel tanah, melakukan isolasi cendawan, dan seleksi cendawan entomopatogen dengan menggunakan serangga umpan. Potensi cendawan entomopatogen dibedakan berdasarkan jumlah dan ciri-ciri makroskopis koloni isolat cendawan yang diperoleh dari masing-masing lokasi, dan tingkat kematian serangga umpan dibandingkan dengan kontrol pada seleksi cendawan entomopatogen. Analisis data menggunakan analisis deskripsi dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan; (1) terdapat 16 isolat cendawan, (2) area budidaya tanaman kopi di Malinau memiliki isolat cendawan tertinggi, (3) hasil seleksi menemukan 4 (empat) isolat cendawan yang berpotensi sebagai cendawan entomopatogen, dan (5) terdapat perbedaan tingkat mortalitas isolat yang berpotensi sebagai cendawan entomopatogen. Serta, isolat ST16-3 pengenceran 10-1 yang berasal dari tanah di area perkebunan kelapa sawit di Sebuku memiliki potensi tertinggi sebagai cendawan entomopatogen.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tingkat Keberhasilan Kombinasi Perangkap dan Umpan Terhadap Pengendalian Hama Tikus Pada Pembudidayaan Jamur Tiram ( Pleurotus Ostreatus )di Kabupaten Berau
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS PENGEMBANGAN PERKEBUNAN DI KABUPATEN BULUNGAN ESA NURFADILAH Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan perkebunan berdasarkan kompetitif dan komparatif dengan cara menganalisis masing-masing komoditas karet, kelapa sawit, kelapa, kopi, dan kakao di Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan data sekunder Badan Pusat Statistik Kabupaten Bulungan dalam angka tahun 2015, 2016, 2017, 2018, dan 2019. Penelitian ini menggunakan alat analisis Location Index dan Concentration Index. Hasil penelitian berdasarkan alat analisis Location Index menjelaskan bahwa perkebunan Komoditas Karet, Kelapa Sawit, Kelapa, Kopi, dan Kakao di Kabupaten Bulungan tahun 2015-2019 menunjukkan nilai LI mendekati nol yang artinya secara kompetitif belum memiliki potensial untuk mengembangkan aktivitas tertentu. Hasil Analisis Concentration Index (CI) menunjukkan bahwa kecamatan Tanjung Selor menunjukkan nilai (CI>1) maka, kecamatan Tanjung Selor merupakan konsentrasi (concentration) pada komoditas Karet. Kecamatan Sekatak menunjukkan nilai (CI>1) maka, kecamatan Sekatak merupakan konsentrasi (concentration) pada komoditas Kelapa Sawit. Kecamatan Tanjung Palas Tengah menunjukkan nilai (CI>1) maka, kecamatan Tanjung Palas Tengah merupakan konsentration (concentration) pada komoditas Kelapa. Kecamatan Tanjung Palas menunjukkan nilai (CI>1) maka, kecamatan Tanjung Palas merupakan konsentrasi (concentration) pada komoditas Kopi. Kecamatan Peso Hilir menunjukkan nilai (CI>1) maka, kecamatan Peso Hilir merupakan konsentrasi (concentration) pada komoditas Kakao. Kata Kunci : Concentration Index, Location Index, Perkebunan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Tingkat kesejahteraan petani sering dikaitkan dengan keadaan usahatani yang dicerminkan oleh tingkat pendapatan petani. Penerimaan yang berkurang akan diikuti dengan semakin rendahnya pendapatan yang diterima petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan finansial perkebunan karet rakyat di Kecamatan Malinau Utara Kabupaten Malinau. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling yaitu pemilihan sengaja dengan kriteria yang telah penulis tentukan, yaitu: Petani yang berusahatani komoditas perkebunan karet lebih dari 5 tahun dan luas lahan perkebunan karet rakyat 1 Ha. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Deskriptif Kuantitatif yaitu menganalisis data dengan cara mendesripsikan atau menggambarkan data sebagaimana adanya. Penelitian ini menggunakan metode analisis kelayakan finansial yang terdiri dari NPV, Net B/C, IRR, PP, dan BEP. Hasil analisis kelayakan finansial usaha karet rakyat ini dinyatakan layak, terbukti dengan NPV yang positif pada diskon faktor 6%, IRR lebih besar dari tingkat suku bunga yang berlaku (6%), dan nilai Net B/C Ratio lebih besar dari satu. Payback period-nya menunjukkan bahwa usaha ini akan mengembalikan investasinya dalam waktu 12 tahun 2 bulan 4 hari. Usaha ini akan mengalami peluang pokok pada saat volume produksi karet mencapai 1.987 kg perproduksi, atau dengan harga jual sebesar Rp 2.245 per kg.