Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Sistem Agribisnis
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS SISTEM AGRIBISNIS PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (Elaesis gueensis J.) RAKYAT (STUDI KASUS: PERKEBUNAN KELAPA SAWIT RAKYAT KOPERASI ANUGRAH TANI, DESA SEKATAK BUJI)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

sistem agribisnis perkebunan kelapa sawit rakyat Koperasi Anugrah Tani mulai dari subsistem hulu yaitu pengadaan input, subsistem usahatani/on farm yaitu kegiatan pengolahan lahan, penanaman dan perawatan tanaman, subsistem hilir yaitu kegiatan panen dan pengangkutan hasil panen, subsistem pemasaran yaitu kegiatan pemasaran hasil ke pabrik PKS, dan subsistem penunjang yaitu lembaga-lembaga yang mendukung kegiatan perkebunan dari subsistem hulu hingga subsistem pemasaran. Terdapat keterkaitan kebelakang (backward linkage) dan keterkaitan kedepan (forward linkage) pada sistem agribisnis perkebunan kelapa sawit rakyat Koperasi Anugrah Tani. Rancang model kelembagaan perkebunan Koperasi Anugrah Tani mengacu pada sistem agribisinis yaitu : kelembagaan hulu, kelembagaan usahatani/on farm, kelembagan hilir, kelembagaan pemasaran dan kelembagaan penunjang. Rancang model dibuat mengacu pada penelitian Kusnandar (2013), yaitu berdasarkan empat dimensi antara lain : kondisi lingkungan eksternal, motivasi kelembagaan, kapasitas kelembagaan, dan kinerja kelembagaan. Rancangan kelembagaan yang diarahkan dapat memenuhi keempat dimensi tersebut sehingga efektifitas dan keberlanjutan kelembagaan dapat terjamin.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PERAN LEMBAGA DAN MODEL KELEMBAGAAN PADA SISTEM AGRIBISNIS HORTIKULTURA SAYURAN SEMUSIM DI KELURAHAN KAMPUNG ENAM

2023•

Selain masalah fisik dan teknis, sistem agribisnis tanaman hortikultura sayuran semusim juga di hadapkan dengan permasalahan kelembagaan, tak terkecuali pada kelembagaan agribisnis sayuran semusim di Kelurahan Kampung Enam Kecamatan Tarakan Timur. Oleh karenanya, penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi lembaga dan peran lembaga pada sistem agribisnis hortikultura sayuran semusim di Kelurahan Kampung Enam; dan (2) mendeskripsikan model kelembagaan pada sistem agribisnis hortikultura sayuran semusim di Kelurahan Kampung Enam. Data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder, sedangkan metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) peran setiap lembaga pada sistem agribisnis hortikultura sayuran semusim di Kelurahan Kampung Enam, yaitu: (a) subsistem hulu lembaganya adalah Kios Sipakainge dan Toko Esa yang mempunyai peran dalam penyedian SAPRODI dan ALSINTAN bagi petani; (b) subsistem usahatani lembaganya adalah Kelompok Tani Sinar Anugrah, Kelompok Tani Sinar Berkat, Kelompok Tani Sinar Karya, dan Kelompok Tani Sinar Harapan yang mempunyai peran dalam mensejahterakan petani; (c) subsistem pemasaran lembaganya adalah Asosiasi Meja Pasar Petani Bukit Amal yang mempunyai peran sebagai wadah alternatif dalam memasarkan hasil panen; dan (d) subsistem jasa penunjang lembaganya adalah Dinas Ketahan Pangan dan Pertanian Kota Tarakan, Balai Penyuluhan Pertanian Kota Tarakan, LKM-A Petani Bukit Amal, dan GAPOKTAN Bukit Amal yang memiliki peran dalam menunjang kedua subsistem tersebut melalui penyaluran bantuan SAPRODI, ALSINTAN, modal usahatani, kegiatan penyuluhan demi meningkatkan kemampuan SDM petani; dan (2) model kelembagaan sistem agribisnis hortikultura sayuran semusim di Kelurahan Kampung Enam yang terdiri atas Kelembagaan Subsistem Hulu, Kelembagaan Subsistem On Farm, Kelembagaan Subsistem Pemasaran dan Kelembagaan Subsistem Jasa Penunjang. Dimana pada setiap kelembagaan terdapat pihak atau lembaga yang berperan didalamnya, serta memiliki hubungan erat satu sama lain terutama pada lembaga subsistem jasa penunjang yang berperan penting dalam mendukung dari subsistem hulu hingga hilir.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis sistem agribisnis ayam ras petelur (Gallus domesticus) (studi kasus: peternakan Binalatung, Kel. Pantai Amal, Kec. Tarakan Timur, Kota Tarakan)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perkembangan peternakan ayam ras petelur di Kalimantan Utara mengalami kenaikan dari tahun 2018 hingga 2020. Seperti halnya pada peternakan ayam ras petelur di Kota Tarakan berkembang menjadi beberapa peternakan. Tetapi, walaupun peternakan ayam ras petelur ada di Kota Tarakan pemerintah Kota Tarakan tetap melakukan impor dari luar Kota untuk memenuhi permintaan telur di Kota Tarakan. Tujuan penelitian (1) mendeskripsikan sistem agribisnis peternakan ayam ras petelur Binalatung, (2) menganalisis permasalahan apa saja yang terdapat didalam subsistem-subsistem agribisnis di Peternakan Ayam Binalatung dan bagaimana tindak lanjutnya atau penyelesaian dari masalah-masalah tersebut (3) mengetahui bagaimana keterkaitan antar satu subsistem dan subsistem lainnya dalam sistem agribisnis Peternakan Ayam Binalatung. Metode penentuan sampel yaitu dengan menggunakan metode Snowball Sampling dan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menjelaskan sistem agribisnis peternakan ayam binalatung mulai dari subsistem hulu terdiri dari pengadaan input, subsistem budidaya (on-farm) terdiri dari kegiatan pemeliharaan kandang hingga panen, subsistem hilir terdiri dari kegiatan pengangkutan hingga pemasaran, dan subsistem penunjang yaitu lembaga-lembaga yang menunjang/mendukung kegiatan peternakan dari subsistem hulu hingga hilir. Dalam masing-masing subsistem terdapat permasalahan-permasalahan yang terjadi. Terdapat keterkaitan antara subsistem yang satu dengan subsistem lainnya pada peternakan ayam ras petelur.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Sistem Agribisnis Usahatani Rumput Laut (Eucheuma cottonii) Di Kelurahan Pantai Amal Kota Tarakan

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini bermaksud menjawab dua tujuan terkait budidaya rumput laut di Kelurahan Pantai Amal Kota Tarakan. Pertama, mengetahui sistem agribisnis apa saja yang ada pada usahatani rumput laut di Kota Tarakan. Kedua, menganalisis Break Even Poiint usahatani rumput laut di Kota Tarakan. Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer dan data skunder. Data primer yaitu data yang didapatkan dari responden individu ataupun kelompok fokus. Data skunder diperoleh dari buku, jurnal artikel ataupun data-data internet. Hasil dari penelitian ini dan berdasarkan hasil analisis data yang didapat bahwa sistem agribisnis yang berlaku pada kelompok tani Mekar Indah dan Bina Lestari terdiri dari Subsistem Penyediaan Sarana dan Prasarana, Subsistem Usahatani, Subsistem Pengolahan Hasil, Subsistem Pemasaran, Subsistem Lembaga Penunjang. Untuk nilai dari titik impas usahatani didapatkan rata-rata Break Even Point Produksi sebesar 193 kg, Break Even Point Harga sebesar Rp. 13.183, dan nilai Break Even Point Penerimaan sebesar Rp. 3.516.719. Hal ini menunjukkan bahwa usaha rumput laut yang dikelolah oleh kelompok tani Mekar Indah dan Bina Lestari dapat dikatakan layak untuk diusahakan. Adapun saran yang diajukan oleh peneliti kepada kelompok tani Mekar Indah dan Bina Lestari, perlu mempertahankan hasil produksi usahatani rumput laut sehingga mencapai nilai pendapatan maksimal. Kepada penyuluh perlunya memperbanyak informasi-informasi yang dibutuhkan untuk petani dalam bentuk diskusi atau seminar yang berkaitan dengan peningkatan atau pengelolaan rumput laut. Peneliti berharap penelitian ini dilanjutkan lebih dalam lagi agar dapat digunakan sebagai referensi penelitian dengan topik yang sama. Kata kunci : Sistem agribisnis, Usahatani, Rumput laut

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KAJIAN SISTEM AGRIBISNIS PADA USAHATANI TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.) DI KELURAHAN KAMPUNG 6 KECAMATAN TARAKAN TIMUR KOTA TARAKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sistem agribisnis adalah semua aktivitas mulai dari pengadaan dan penyaluran sarana produksi sampai kepada pemasaran produk-produk yang di hasilkan oleh usaha tani dan agroindustri yang saling terkait satu sama lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem agribisnis dan Mendeskripsikan permasalahan sistem agribisnis pada usaha tani sawi di Kelurahan Kampung 6, Kecamatan Tarakan Timur, Kota Tarakan. Metode penentuan sample yang digunakan dalam penelitian ini adalah snowball sampling dan penentuan responden menggunakan metode key informan dari pihak kelompok tani yaitu: 14 orang perwakilan kelompok tani dan 2 orang penyuluh. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan hasil dari penelitian ini menunjukkan apa yang terjadi pada subsistem agribisnis dan permasalahan pada setiap subsistem agribisnis, seperti petani masih menggunakan sarana produksi tradisional, menggunakan bibit dengan kualitas baik serta terdapat permasalahan berupa sulitnya untuk mendapatkan pupuk kulit udang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail