ThesisOpen AccessMetadata saja
•
Area budidaya tanaman perkebunan berpotensi sebagai sumber agens hayati cendawan entomopatogen, sehingga eksplorasi atau penyelidikan terhadap potensi agens hayati masih perlu dilakukan di Kalimantan Utara. Penelitian ini bertujuan: (1) mengetahui potensi cendawan entomopatogen dari berbagai lokasi di area budidaya tanaman perkebunan Kalimantan Utara; (2) membandingkan potensi cendawan entomopatogen dari berbagai lokasi budidaya tanaman perkebunan di Kalimantan Utara. Penelitian ini melakukan pengambilan sampel tanah, melakukan isolasi cendawan, dan seleksi cendawan entomopatogen dengan menggunakan serangga umpan. Potensi cendawan entomopatogen dibedakan berdasarkan jumlah dan ciri-ciri makroskopis koloni isolat cendawan yang diperoleh dari masing-masing lokasi, dan tingkat kematian serangga umpan dibandingkan dengan kontrol pada seleksi cendawan entomopatogen. Analisis data menggunakan analisis deskripsi dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan; (1) terdapat 16 isolat cendawan, (2) area budidaya tanaman kopi di Malinau memiliki isolat cendawan tertinggi, (3) hasil seleksi menemukan 4 (empat) isolat cendawan yang berpotensi sebagai cendawan entomopatogen, dan (5) terdapat perbedaan tingkat mortalitas isolat yang berpotensi sebagai cendawan entomopatogen. Serta, isolat ST16-3 pengenceran 10-1 yang berasal dari tanah di area perkebunan kelapa sawit di Sebuku memiliki potensi tertinggi sebagai cendawan entomopatogen.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola komunikasi diadik antara orang tua dan anak dalam meningkatkan motivasi belajar anak di Kelurahan Pantai Amal Baru. Penelitian dilatarbelakangi oleh kondisi anak yang membantu pekerjaan orang tua sebagai pengikat rumput laut sepulang sekolah sehingga berpotensi memengaruhi motivasi belajar mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari orang tua dan anak usia Sekolah Dasar (SD) yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi diadik antara orang tua dan anak berlangsung melalui komunikasi interpersonal yang ditandai dengan pemberian nasihat, motivasi, perhatian, dan pengawasan terhadap kegiatan belajar anak. Orang tua berupaya memberikan dukungan belajar meskipun memiliki keterbatasan waktu dan pendidikan. Namun, keterlibatan anak dalam membantu pekerjaan orang tua menyebabkan waktu belajar menjadi terbatas dan memengaruhi konsentrasi belajar anak. Selain itu, faktor ekonomi keluarga dan tingkat pendidikan orang tua juga memengaruhi efektivitas komunikasi dalam memotivasi belajar anak. Secara umum, komunikasi diadik yang terjalin antara orang tua dan anak cukup baik dan berperan penting dalam membangun motivasi belajar anak di lingkungan keluarga
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola komunikasi diadik antara orang tua dan anak dalam meningkatkan motivasi belajar anak di Kelurahan Pantai Amal Baru. Penelitian dilatarbelakangi oleh kondisi anak yang membantu pekerjaan orang tua sebagai pengikat rumput laut sepulang sekolah sehingga berpotensi memengaruhi motivasi belajar mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari orang tua dan anak usia Sekolah Dasar (SD) yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi diadik antara orang tua dan anak berlangsung melalui komunikasi interpersonal yang ditandai dengan pemberian nasihat, motivasi, perhatian, dan pengawasan terhadap kegiatan belajar anak. Orang tua berupaya memberikan dukungan belajar meskipun memiliki keterbatasan waktu dan pendidikan. Namun, keterlibatan anak dalam membantu pekerjaan orang tua menyebabkan waktu belajar menjadi terbatas dan memengaruhi konsentrasi belajar anak. Selain itu, faktor ekonomi keluarga dan tingkat pendidikan orang tua juga memengaruhi efektivitas komunikasi dalam memotivasi belajar anak. Secara umum, komunikasi diadik yang terjalin antara orang tua dan anak cukup baik dan berperan penting dalam membangun motivasi belajar anak di lingkungan keluarga
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
PENERAPAN PRA PENUNTUTAN PERKARA PIDANA OLEH JAKSA PENUNTUT UMUM DI KEJAKSAAN NEGERI TARAKAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pra penuntutan dalam kelengkapan berkas perkara pidana oleh jaksa penuntut umum. Serta untuk mengetahui akibat hukum apabila penyidik tidak mampu melengkapi berkas perkara pidana dari jaksa penuntut umum. Seluruh sumber bahan hukum yang diperoleh dalam penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan dokumentasi. Metode penelitian menggunakan jenis pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Tipe penelitian yang digunakan adalah tipe penilitian hukum empiris. Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis berkesimpulan bahwa penerapan pra penuntutan dalam kelengkapan berkas perkara pidana di Kejaksaan Negeri Tarakan telah diterapkan dan terjadi kekosongan hukum yang mengikat dalam pra penuntutan. Akibat hukum apabila penyidik tidak mampu melengkapi berkas perkara pidana adalah penghentian penuntutan, pengembalian berkas perkara, ketidakpastian hukum, keluarnya tersangka demi hukum jika masa penahanan telah habis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
PENERAPAN PRA PENUNTUTAN PERKARA PIDANA OLEH JAKSA PENUNTUT UMUM DI KEJAKSAAN NEGERI TARAKAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pra penuntutan dalam kelengkapan berkas perkara pidana oleh jaksa penuntut umum. Serta untuk mengetahui akibat hukum apabila penyidik tidak mampu melengkapi berkas perkara pidana dari jaksa penuntut umum. Seluruh sumber bahan hukum yang diperoleh dalam penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan dokumentasi. Metode penelitian menggunakan jenis pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Tipe penelitian yang digunakan adalah tipe penilitian hukum empiris. Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis berkesimpulan bahwa penerapan pra penuntutan dalam kelengkapan berkas perkara pidana di Kejaksaan Negeri Tarakan telah diterapkan dan terjadi kekosongan hukum yang mengikat dalam pra penuntutan. Akibat hukum apabila penyidik tidak mampu melengkapi berkas perkara pidana adalah penghentian penuntutan, pengembalian berkas perkara, ketidakpastian hukum, keluarnya tersangka demi hukum jika masa penahanan telah habis.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•
STUDI PEMANFAATAN CANGKANG KEPITING (Scylla sp.) UNTUK FILTER AIR TANAH DI KOTA TARAKAN Abstrak Kota Tarakan memiliki potensi air tanah untuk kebutuhan air bersih. Namun untuk pemanfaatannya perlu dilakukan perlakuan terlebih dahulu agar kualitasnnya sesuai dengan baku mutu yang dipersyaratkan. Perlakuan dalam pengolahan air diantaranya melalui teknologi filtrasi dengan memanfaatkan limbah cangkang kepiting (Scylla sp.). Tujuan dari penelitian ini untuk studi efektifitas dari penggunaan cangkang kepiting sebagai filter air tanah di Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL). Pengulangan dilakukan sebanyak tiga kali. Bahan yang digunakan adalah cangkang kepiting dengan level filter 30, 60 dan 100 cm. Cangkang kepiting dikombinasikan dengan penggunaan arang aktif, pasir kuarsa dan kerikil untuk menentukan komposisi terbaik. Parameter yang diuji sesuai Peraturan Menteri Kesehatan No.32 Tahun 2017 (Standar Baku Mutu Air untuk Kebutuhan Higiene Sanitasi) yaitu kekeruhan, warna, bau, pH, suhu, TSS, TDS, nitrat, nitrit, besi (Fe) dan mangan (Mn). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektifitas cangkang kepiting sebagai filter sangat kecil. Untuk parameter pH, nilai efektifitasnya meningkat berturut berdasarkan level filter 30, 60 dan 100 cm yaitu 54, 71, 80% dan parameter Mn berturut-turut adalah 74, 92, 81%. Sementara parameter kekeruhan, warna, TDS, TSS, nitrit, nitrat dan besi justru menurunkan nilai kualitas air, bila dibandingkan dengan nilai air baku.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
STUDI PEMANFAATAN CANGKANG KEPITING (Scylla sp.) UNTUK FILTER AIR TANAH DI KOTA TARAKAN Abstrak Kota Tarakan memiliki potensi air tanah untuk kebutuhan air bersih. Namun untuk pemanfaatannya perlu dilakukan perlakuan terlebih dahulu agar kualitasnnya sesuai dengan baku mutu yang dipersyaratkan. Perlakuan dalam pengolahan air diantaranya melalui teknologi filtrasi dengan memanfaatkan limbah cangkang kepiting (Scylla sp.). Tujuan dari penelitian ini untuk studi efektifitas dari penggunaan cangkang kepiting sebagai filter air tanah di Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL). Pengulangan dilakukan sebanyak tiga kali. Bahan yang digunakan adalah cangkang kepiting dengan level filter 30, 60 dan 100 cm. Cangkang kepiting dikombinasikan dengan penggunaan arang aktif, pasir kuarsa dan kerikil untuk menentukan komposisi terbaik. Parameter yang diuji sesuai Peraturan Menteri Kesehatan No.32 Tahun 2017 (Standar Baku Mutu Air untuk Kebutuhan Higiene Sanitasi) yaitu kekeruhan, warna, bau, pH, suhu, TSS, TDS, nitrat, nitrit, besi (Fe) dan mangan (Mn). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektifitas cangkang kepiting sebagai filter sangat kecil. Untuk parameter pH, nilai efektifitasnya meningkat berturut berdasarkan level filter 30, 60 dan 100 cm yaitu 54, 71, 80% dan parameter Mn berturut-turut adalah 74, 92, 81%. Sementara parameter kekeruhan, warna, TDS, TSS, nitrit, nitrat dan besi justru menurunkan nilai kualitas air, bila dibandingkan dengan nilai air baku.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes melitus merupakan penyakit yang disebabkan oleh gangguan metabolisme yang ditandai dengan peningkatan gula darah yang disebut dengan kondisi hiperglikemia (American Diabetes Association, 2018). Diabetes melitus dikenal sebagai silent killer karena sering tidak disadari oleh penyandangnya dan saat diketahui sudah terjadi komplikasi. International Diabetes Federation (IDF) menyebutkan bahwa prevalensi diabetes melitus di dunia adalah 1,9% dan telah menjadikan DM sebagai penyebab kematian urutan ke tujuh di dunia, sedangkan 2013 angka kejadian diabetes di dunia adalah sebanyak 382 juta jiwa dimana proposi kejadian DM tipe 2 adalah 95% dari populasi dunia. Prevalensi kasus diabetes melitus tipe 2 sebanyak 85-90% .Menurut Konsensus Perkeni 2015 dalam Riskesdas 2018 prevalensi diabetes melitus pada penduduk umur ≥15tahun terdapat 10.9%. kasus diabetes melitus di Kalimantan Utara pada tahun 2018 terdapat 1.7% kasus. Dari data tersebut yang menjadi latar belakang penulis mengambil kasus Diabetes Melitus Tipe 2 dalam penulisan Laporan Tugas Akhir. Dalam penyusunan laporan tugas akhir ini penulis menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Tujuan umum laporan tugas akhir ini adalah mendapatkan pengalaman nyata asuhan keperawatan yang dilakukan secara holistik dan komprehensif. Subjek penelitian adalah Ny. C dengan Diabetes Melitus Tipe 2 di Ruang Dahlia B RSUD Tarakan dari tanggal 28 Oktober 2019 sampai dengan 30 Oktober 2019. Hasil yang didapatkan terdapat lima diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan pada Ny. C, bersihan jalan nafas tidak efektif, ketidakstabilan kadar glukosa darah, gangguan mobilitas fisik, gangguan intergritas kulit, dan defisit pengetahuan. Penulis menyimpulkan bahwa terdapat kesenjangan yang terdapat antara teori dan kasus pada Ny. C dimulai dari pengkajian, diagnosis, intervensi harus disesuaikan dengan kondisi dan sarana prasarana. Evaluasi hasil yang didapatkan satu diagnosis keperawatan teratasi, dan empat diagnosis keperawatan yang belum teratasi.