ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor intrinsik dan ekstrinsik yang memengaruhi motivasi belajar siswa di SD Negeri 015 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 015 Tarakan dengan subjek penelitian siswa kelas V-B. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh informasi mengenai motivasi belajar siswa serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. 1). Faktor intrinsik meliputi aktivitas belajar yang tinggi, ketekunan dalam mengerjakan tugas, dan keuletan dalam menghadapi kesulitan. Sebagian besar siswa telah menunjukkan aktivitas belajar yang cukup baik, seperti memperhatikan penjelasan guru, mengikuti kegiatan pembelajaran, mengerjakan tugas, serta berusaha menyelesaikan kesulitan secara mandiri. Namun, masih terdapat beberapa siswa yang kurang berkonsentrasi, kurang percaya diri dalam bertanya maupun menjawab pertanyaan, serta masih memerlukan bimbingan dalam menyelesaikan tugas. 2). Faktor ekstrinsik meliputi adanya informasi dari guru, pemberian motivasi dari guru, dan penguatan. Informasi dan arahan yang diberikan guru membantu siswa mengikuti kegiatan pembelajaran, sedangkan pemberian motivasi dan penguatan berupa pujian, penghargaan, serta kata-kata positif dapat meningkatkan semangat, kepercayaan diri, dan keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran. Meskipun demikian, beberapa siswa masih memerlukan motivasi dan penguatan secara berkelanjutan agar motivasi belajar tetap terjaga. Dengan demikian, faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik sama-sama berperan dalam membentuk motivasi belajar siswa di SD Negeri 015 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Komunitas Wahana Pendidikan Perbatasan (WPP) terhadap motivasi belajar anak di Kelurahan Selumit Pantai. Penelitian ini didasarkan pada kondisi anak-anak di Kelurahan Selumit Pantai yang menghadapi berbagai permasalahan seperti rendahnya semangat belajar, kurangnya perhatian dan dukungan keluarga, serta pengaruh tempat tinggal yang kurang kondusif. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Penentuan subjek pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah subjek sebanyak empat orang yang terdiri dari dua relawan dan dua anak binaan komunitas WPP. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara semistruktur. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan aplikasi Nvivo. Hasil penelitian menujukkan bahwa komunitas Wahana Pendidikan Perbatasan (WPP) memiliki peran penting terhadap motivasi belajar anak di Kelurahan Selumit Pantai. Peran komunitas terlihat sebagai tempat coming out dan tempat saling menguatkan bagi anak-anak. Melalui kegiatan pendampingan belajar, bermain sambil belajar, pemberian motivasi, serta suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan, anak-anak menjadi lebih berani mengekpresikan diri, lebih percaya diri, dan lebih semangat mengikuti kegiatan belajar. Peran tersebut juga berdampak terhadap pelajaran, semangat dalam mengerjakan tugas, rasa tanggung jawab, keaktifan dalam belajar, serta muncul rasa senang dan puas selama mengikuti kegiatan pembelajaran di komunitas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola komunikasi diadik antara orang tua dan anak dalam meningkatkan motivasi belajar anak di Kelurahan Pantai Amal Baru. Penelitian dilatarbelakangi oleh kondisi anak yang membantu pekerjaan orang tua sebagai pengikat rumput laut sepulang sekolah sehingga berpotensi memengaruhi motivasi belajar mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari orang tua dan anak usia Sekolah Dasar (SD) yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi diadik antara orang tua dan anak berlangsung melalui komunikasi interpersonal yang ditandai dengan pemberian nasihat, motivasi, perhatian, dan pengawasan terhadap kegiatan belajar anak. Orang tua berupaya memberikan dukungan belajar meskipun memiliki keterbatasan waktu dan pendidikan. Namun, keterlibatan anak dalam membantu pekerjaan orang tua menyebabkan waktu belajar menjadi terbatas dan memengaruhi konsentrasi belajar anak. Selain itu, faktor ekonomi keluarga dan tingkat pendidikan orang tua juga memengaruhi efektivitas komunikasi dalam memotivasi belajar anak. Secara umum, komunikasi diadik yang terjalin antara orang tua dan anak cukup baik dan berperan penting dalam membangun motivasi belajar anak di lingkungan keluarga
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik gamifikasi dalam layanan bimbingan klasikal terhadap motivasi belajar siswa di SDN 005 Tarakan. Motivasi belajar merupakan faktor penting dalam menunjang keberhasilan siswa. Namun, pada siswa kelas V SDN 005 Tarakan motivasi belajar belum berkembang secara optimal, yang ditunjukkan dengan rendahnya partisipasi, kurangnya perhatian, dan ketidakaktifan dalam proses pembelajaran. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui teknik gamifikasi, yaitu pendekatan yang memanfaatkan elemen permainan untuk meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan pre-eksperimental, one group pretest-posttest design. Adapun uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji non-paramentrik, karena data tidak berdistribusi normal. Sehingga uji hipotesis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test, untuk membandingkan skor sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest, dengan nilai signifikansi (Asymp. Sig.) sebesar 0,017 (p 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, teknik gamifikasi dalam layanan bimbingan klasikal terbukti berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas V C SDN 005 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Studi ini memiliki maksud guna menelaah pengaruh efektivitas pelatihan daring terhadap kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan motivasi belajar sebagai variabel mediasi pada peserta Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Tahun 2025 di Provinsi Kalimantan Utara. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pengembangan kompetensi ASN di era digital serta meningkatnya penggunaan metode pelatihan daring yang menuntut efektivitas dalam pelaksanaannya. Namun, keberhasilan pelatihan daring tak sekadar ditentukan melalui dimensi teknis, melainkan pula unsur kejiwaan subjek, utamanya motivasi belajar. Riset ini menerapkan metodologi numerik berlandaskan klasifikasi explanatory research. Totalitas subjek riset mencakup segenap anggota Latsar CPNS periode 2025 pada Wilayah Kalimantan Utara berjumlah 300 individu, lewat kuantitas representasi terendah 169 informan yang ditetapkan lewat formulasi Krejcie serta Morgan. Prosedur perolehan informasi dilaksanakan memakai angkutan instrumen bergradasi Likert scale, sementara pemrosesan data mengoperasikan teknik Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) memanfaatkan perangkat lunak SmartPLS. Temuan riset diharap memaparkan bahwasanya efektivitas pelatihan daring memberikan dampak searah bagi kompetensi ASN, secara lurus ataupun sirkular melewati motivasi belajar. Di samping itu, efektivitas pelatihan daring pun diproyeksikan berkontribusi selaras atas motivasi belajar, serta motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kompetensi ASN. Peran motivasi belajar selaku variabel perantara mengokohkan keterkaitan antara efektivitas pelatihan daring serta kompetensi ASN. Karya ilmiah ini menyumbangkan nilai konseptual dalam evolusi pola edukasi daring lewat penyertaan motivasi belajar selaku variabel penengah, serta manfaat aplikatif bagi penyelenggara pelatihan ASN dalam mengonsep skema pelatihan yang semakin berdaya guna, fleksibel, dan menitikberatkan pada peningkatan kompetensi ASN di era digital.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini dilakukan dalam rangka menganalisis hubungan motivasi belajar serta perhatian orang tua terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII di SMP Negeri 6 Tarakan. Metode yang diterapkan ialah pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian ex post facto. Seluruh peserta didik kelas VIII dijadikan sebagai populasi penelitian, sedangkan penentuan sampel memakai teknik sampel jenuh sehingga semua anggota populasi digunakan sebagai sampel penelitian. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner guna mengetahui tingkat motivasi belajar dan perhatian orang tua, sementara data mengenai hasil belajar matematika diperoleh melalui dokumentasi nilai siswa. Sebelum dipakai dalam penelitian, instrumen diuji terlebih dahulu untuk mengetahui validitas dan reliabilitasnya. Pengolahan data dilakukan dengan uji korelasi Spearman Rank berbantuan aplikasi SPSS v.27. Berdasarkan hasil pengujian, motivasi belajar tidak memperlihatkan hubungan yang berarti terhadap pencapaian belajar matematika siswa karena nilai signifikansi berada di atas taraf kesalahan yang ditetapkan, yaitu 0,075 > 0,05. Hal serupa juga ditemukan pada variabel perhatian orang tua yang tidak menunjukkan hubungan bermakna dengan hasil belajar matematika siswa, ditunjukkan oleh nilai signifikansi 0,188 > 0,05. Hasil tersebut memberikan gambaran bahwa pada penelitian ini motivasi belajar maupun perhatian orang tua belum menjadi faktor yang berhubungan secara nyata dengan hasil belajar matematika siswa. Dengan demikian, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk menelaah faktor-faktor lain yang diduga lebih berpengaruh terhadap keberhasilan belajar siswa. This study was conducted to analyse the relationship between learning motivation and parental attention towards the mathematics learning outcomes of Year 8 students at State Junior High School 6 Tarakan. The method applied was a quantitative approach using an ex post facto research design. All Year 8 students were included as the study population, whilst the sample was determined using a saturated sampling technique, meaning that all members of the population were used as the research sample. Data were collected through the distribution of questionnaires to determine the level of learning motivation and parental attention, whilst data regarding mathematics learning outcomes were obtained through documentation of students' marks. Before being used in the study, the instruments were tested to determine their validity and reliability. Data analysis was performed using the Spearman Rank correlation test with the aid of SPSS v.27. Based on the test results, learning motivation did not show a significant relationship with students' mathematics learning achievement because the significance value was above the set error level, namely 0.075>0.05. A similar finding was observed for the parental attention variable, which did not show a significant relationship with students' mathematics learning outcomes, as indicated by a significance value of 0.188 > 0.05. These results showed that, in this study, neither learning motivation nor parental attention has emerged as a factor with a clear association with students' mathematics learning outcomes. Consequently, further research is required to examine other factors that are suspected to have a greater influence on students' learning success.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Motivasi belajar adalah daya pendorong untuk melakukan aktivitas belajar tertentu yang berasal dari dalam diri dan juga dari luar individu, sehingga menumbuhkan semangat dalam belajar secara optimal. Pemberian teknik self-management menekankan pada pengelolaan diri tentang pikiran, perasaan dan perbuatan yang mendorong terhadap hal-hal yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh teknik self-management terhadap motivasi belajar siswa di SMK Negeri 1 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode eksperimen yaitu desain Pre-eksperimental dengan model one group pretest-posttest design. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI jurusan kuliner di SMK Negeri 1 Tarakan yang mengalami motivasi belajar, dipilih menggunakan teknik purposive sampling Data dikumpulkan melalui skala motivasi belajar yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya dengan metode Cronbach's Alpha sebesar 0,891 menunjukkan instrumen yang sangat reliabel. Hasil analisis data menggunakan Paired Sample T-Test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil (pretest) dan (posttest). Hal tersebut terdapat pada nilai signifikansi (2-tailed) yang diperoleh adalah 0.000 (p 0,05), dan terdapat nilai thitung sebesar 33,341 dari ttabel sebesar 0,334 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Ini menunjukkan bahwa ada pengaruh teknik self-management terhadap motivasi belajar siswa di sekolah SMK Negeri 1 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match pada pembelajaran IPAS dikelas IV-A SD Negeri 004 Tarakan. Penelitian ini didasari dengan latar belakang rendahnya motivasi belajar siswa yang ditunjukkan dengan kurangnya keaktifan, antusiasme, serta ketekunan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan empat tahapan yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV-A SD Negeri 004 Tarakan tahun ajaran 2025/2026 yang berjumlah 26 siswa. Instrumen yang digunakan meliputi angket motivasi belajar, lembar observasi guru, dan lembar observasi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Make a Match dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Pada siklus 1 terdapat 77% siswa yang mencapai motivasi belajar yang tinggi kemudian bertambah menjadi 85% siswa pada siklus 2. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Membaca pemahaman merupakan kemampuan esensial dalam proses pembelajaran karena berperan penting dalam menyerap informasi, memahami makna teks, dan mengembangkan kompetensi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal penyebab kesulitan membaca pemahaman pada siswa di kelas III-B SDN 032 Tarakan. Kesulitan ini diguga dipengaruhi oleh faktor internal, seperti minat membaca yang rendah, kurangnya motivasi belajar, rendahnya kepercayaan diri, serta terbatasnya penguasaan kosakata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa tes, observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini berdasarkan kategori kemampuan membaca pemahaman, yang terdiri dari siswa kategori tinggi, sedang dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat faktor internal tersebut secara signifikan berkontribusi terhadap kesulitan membaca pemahaman siswa. Minat membaca yang rendah menghambat keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan membaca. Kurangnya motivasi menyebabkan siswa tidak memiliki dorongan untuk memahami isi bacaan secara mendalam, kepercayaan diri yang rendah mempengaruhi keberanian siswa untuk mengungkapkan pemahamannya terhadap teks, sedangkan penguasaan kosakata yang terbatas membuat siswa kesulitan menafsirkan makna kata-kata dalam bacaan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Manusia sebagai makhluk individu dan sosial membutuhkan interaksi dan komunikasi dengan orang lain untuk mempertahankan hidup. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan pendekatan korelasional. Jenis pengambilan sampel Berdasarkan uji linearitas yang dilakukan dengan metode devination from linearity terdapat hubungan linear dengan data nilai dengan spesifikasi model yang digunakan sudah benar. Hubungan yang bermakna antara kedua variabel telah ditunjukkan saat pengujian hipotesis melalui analisis korelasi product moment Pearson. Hasil analisis data mengenai hubungan antara interaksi teman sebaya dengan motivasi belajar, diperoleh temuan bahwa data berdistribusi normal. Hasil uji normalitas menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,077>0.05. Hasil uji linearitas dijelaskan bahwa nilai signifikan devation from linearity sebesar 0.774 > 0,05 maka terdapat hubungan yang linear antara kedua variabel. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara interaksi teman sebaya dengan motivasi belajar siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket selanjutnya di dukung berdasarkan hasil wawancara. Sebanyak 27 siswa menjadi partisipan dalam penelitian dan mengisi angket motivasi belajar siswa pada pelajaran matematika kemudian dikelompokan berdasarkan kategori. Ada 3 kategori motivasi belajar siswa pada pelajaran matematika yaitu motivasi belajar rendah, sedang, dan tinggi. Peneliti menentukan sebanyak 3 orang siswa yang akan dijadikan subjek dalam penelitian yaitu 1 subjek kategori motivasi belajar matematika rendah, 1 subjek kategori motivasi belajar matematika sedang, dan 1 subjek kategori motivasi belajar tinggi. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut presentase motivasi belajar siswa kelas V-B pada mata pelajaran matematika di SDN 015 Tarakan Timur memiliki kecenderung tergolong sedang. Di mana terdapat hanya dua siswa yang memiliki motivasi belajar rendah, sebanyak dua puluh empat siswa yang memiliki motivasi belajar sedang, dan sebanyak satu siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi. This study aims to describe the learning motivation of students in mathematics. The study employs a qualitative methodology. Data collection was primarily conducted through questionnaires, further supported by interview results. A total of 27 students participated in the study, completing a questionnaire on learning motivation in mathematics, after which they were categorised based on their motivation levels. Three categories of student learning motivation in mathematics were established: low, medium, and high. From these categories, three students were selected as research subjects: one representing low mathematics learning motivation, one representing medium mathematics learning motivation, and one representing high mathematics learning motivation. The findings indicate that the learning motivation of fifth-grade B students in mathematics at SDN 015 East Tarakan tends to fall predominantly within the medium category. Specifically, only two students exhibited low learning motivation, twenty-four students demonstrated medium learning motivation, and one student displayed high learning motivation.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Randi Setiawan, 2025. “Pengaruh Layanan Klasikal Menggunakan Media Word Wall Terhadap Motivasi Belajar Siswa Dalam Kurikulum Merdeka di SMP Muhammadiyah 2 Tarakan”. Siti Rahmi selaku pembimbing utama dan Dr. Urotul Aliyah, S.Pd.,M.Pd selaku pembimbing anggota. Dalam Kurikulum Merdeka, motivasi belajar siswa bisa diartikan sebagai kemauantulusdaridalam dirimereka untukterlibat penuh dalamkegiatan belajar. Artinya, siswa semangat belajar bukan karena tekanan atau ancaman, melainkan karena siswa menemukan kegembiraan, keterkaitan dengan hidupnya, dan nilai penting dalam materi yang sedang dipelajari.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan klasikal menggunakan media word wall terhadap peningkatan motivasi belajar siswa dalam kurikulum merdeka di SMP Muhammadiyah2Tarakan.Penelitianinimenggunakanmetodekuantitatifdengan desain Pre-Ekperimental Designtipeone Group Pretest-Posttest Design.Populasi penelitan adalah siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 2 Tarakan, dengan sampel penelitiansebanyak22siswakelasVIIDyangdipilihmelalui purposivesampling. Instrumenpenelitianyangdigunakanadalahskala likert,sedangkanteknikanalisis data meliputi analisis deskriptif dan infrensial dengan uji hipotesis paired sample T-test menggunakanSPSSversi 26.0.1.Hasil analisismenunjukkanhipotesispada penelitian ini bahwa nilai Sig. (2 tailed) yang diperoleh .000 yang dimana nilai skor tersebut 0,05, dan nlai t-hitung -7,645=nilai abslut 7,645 dimana nilai skor tersebut ≥ 1,717 sehingga alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak. Berdasarkan teks awal tersebut ada Pengaruh Layanan Klasikal Menggunakan MediaWordWallTerhadapMotivasiBelajarSiswaDalamKurikulum Merdeka di SMP Muhammadiyah 2 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara penggunaan multimedia interaktif berbasis PowerPoint oleh siswa kelas VIII di SMP Negeri 3 Tarakan dan motivasi belajar mereka. Desain penelitian korelasi kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Populasi penelitian terdiri dari 225 siswa, dan 69 siswa dipilih sebagai sampel menggunakan rumus Slovin. Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah kuesioner motivasi belajar siswa dan kuesioner multimedia interaktif berbasis PowerPoint untuk mengukur motivasi siswa dalam mempelajari materi. Dengan bantuan Program Statistik, uji Pearson Product Moment digunakan untuk menganalisis data yang terkumpul. Hasil analisis menunjukkan nilai koefisien korelasi moderat sebesar 0.450 dengan tingkat signifikansi 0.00 0.05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara multimedia interaktif berbasis PowerPoint dengan motivasi belajar siswa. Hasil penelitan menyimpulkan bahwa multimedia interaktif berbasis PowerPoint berkontribusi positif terhadap peningkatan motivasi belajar siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Shavera Nur Hikmah. 2025. Pengaruh Konseling Kelompok Dengan Teknik Self Management Terhadap Motivasi Belajar Siswa Yang Mengalami Broken home. Program studi Bimbingan dan Konseling. Pembimbing Utama Ni Made Diah Padmi dan A. Ahmad Ridha. Motivasi belajar merupakan dorongan atau kekuatan motivasi yang bersumber dari diri individu itu sendiri atau lingkungan yang akan menimbulkan keinginan untuk melakukan kegiatan belajar serta menimbulkan perubahan tingkah laku kearah yang lebih baik. Kurangnya motivasi belajar siswa ditemukan di SMA Negeri 4 Tarakan, akibat dari kurangnya motivasi belajar siswa terjadilah siswa jarang mengerjakan tugas sekolah, jarang masuk sekolah, mudah menyerah pada saat menghadapi kesulitan, tidak memiliki target belajar yang jelas, mengalami penurunan prestasi belajar, kurang berkonsentrasi pada saat belajar, sering terlambat datang kesekolah, tidak memperhatikan guru yang mengajar dikelas, sering keluar kelas pada saat jam pembelajaran, sering melanggar tata tertib sekolah dan sering ribut pada saat pembelajaran. Dalam mengatasi masalah tersebut, maka dilakukan upaya berupa diberikannya layanan dengan teknik self management. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari teknik self management terhadap motivasi belajar siswa yang mengalami broken home. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan pre-experiment one-group pretest-posttest. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, dengan populasi sebanyak 290 siswa dan sampel berjumlah 5 siswa. Analisis data yang digunakan yaitu statistik deskriptif dan inferensial menggunakan uji wilcoxon. Berdasarkan hasil penelitian ini, perhitungan uji wilcoxon diperoleh asymp sig a atau 0.043 0,05. Maka Ha diterima dan H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh konseling kelompok dengan teknik self management terhadap motivasi belajar siswa yang mengalami broken home.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas IV-B melalui penerapan media simulasi PhET (Physical Education Technology) dalam pembelajaran matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas IV-B yang berjumlah 24 peserta didik. Data dikumpulkan melalui angket motivasi belajar, tes soal dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media simulasi PhET dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik, yang ditandai dengan peningkatan skor motivasi belajar pada siklus I dan II. Pada siklus I, skor motivasi belajar peserta didik mencapai 75,00% yang temasuk dalam kategori sangat termotivasi, dan pada siklus II meningkat menjadi 95,83% yang termasuk dalam kategori sangat termotivasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media simulasi PhET dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran matematika, karena PhET memungkinkan peserta didik untuk belajar secara interaktif dan menyenangkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Motivasi belajar dapat diartikan sebagai daya penggerak dalam diri yang mendorong siswa untuk melakukan aktivitas belajar, menjamin kelangsungan proses belajar, serta memberikan arah terhadap tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis serta mengidentifikasi berbagai faktor yang berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa kelas VII di SMP Negeri 11 Tarakan. Metodologi yang di gunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian terdapat dua faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa, Faktor tersebut terdiri dari faktor internal di dapatkan nilai presentase sebesar 74% masuk dalam kategori Baik. pada faktor eksternal didapatkan nilai prsentase 71% masuk dalam kategori Baik. Jadi dapat di tarik kesimpulan bahwa motivasi yang ada pada siswa kelas VII SMP Negeri 11 Tarakan baik itu motivasi yang berasal dari luar maupun dari dalam diri siswa sudah dapat di katakan Baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Motivasi belajar merupakan keinginan seseorang untuk mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan, dan mengarahkan sikap atau perilaku seseorang untuk belajar. Motivasi belajar yang rendah termasuk bentuk perilaku negatif yang timbul karena adanya beberapa faktor seperti metode pembelajaran yang monoton, kurangnya kemampuan konsentrasi, dan lingkungan yang kurang kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan informasi terhadap motivasi belajar peserta didik di SMP Negeri 12 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan pendekatan pre-experiment dan desain one-group pretestposttest design. Jenis pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik random, dengan populasi sebanyak 60 peserta didik dan sampel berjumlah 30 peserta didik kelas VIII. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrument berupa skala likert tentang motivasi belajar. Analisis data dengan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan uji paired sample t-test. Berdasarkan hasil penelitian ini, perhitungan uji paired sample t-test dengan nilai sig (2-tailed) sebesar 0,000 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti terdapat pengaruh layanan informasi terhadap motivasi belajar peserta didik di SMP Negeri 12 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA SISWA KELAS I SD NEGERI 013 TARAKAN Abstrak Motivasi belajar merupakan salah satu faktor yang turut menentukan keefektifan dalam pembelajaran. Seorang siswa akan belajar dengan baik apabila ada faktor pendorongnya yaitu motivasi belajar. Siswa akan belajar dengan sungguh-sungguh jika memiliki motivasi belajar yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar pendidikan pancasila siswa kelas I SD Negeri 013 Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif deskriptif yang dilaksanakan pada 13 Mei 2024 sampai 13 Juni 2024 Semester genap tahun ajaran 2023/2024. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas I SD Negeri 013 Tarakan berjumlah 83 siswa dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 36 siswa. Teknik dalam pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi awal, wawancara awal, angket dan dokumentasi. Angket yang digunakan telah di validasi oleh ahli, yaitu validasi bahasa dan validasi konstruk. Data hasil penelitian ini diolah menggunakan bantuan softwere SPSS versi 27 trial for windows. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat pengaruh signifikan antara motivasi belajar terhadap hasil belajar pendidikan pancasila siswa kelas I SD Negeri 013 Tarakan dengan persamaan regresi Y=40,781+0,490X dimana signifikasi hubungan ditunjukan oleh thitung 12,484 > ttabel 2,032. Dari hasil uji koefisien korelasi diperoleh 0,906 menunjukan bahwa pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar berada pada tingkat pengaruh sangat kuat. Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi didapatkan hasil sebesar 82,1% yang merupakan hasil belajar yang dipengaruhi oleh motivasi belajar sedangkan sisanya 17,9% merupakan hasil belajar dipengaruhi oleh variabel lain.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Yemima Surang, 2024. “Pengaruh Bimbingan Kelompok Dengan Media Kotak Motivasi Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas XI-C SMAS Frater Don Bosco Tarakan”, Pembimbing Utama Nurul Fadilah, S.Pd.,I., M.Pd dan Ni Made Diah Padmi, M.Pd selaku pembimbing anggota. Motivasi belajar dapat memengaruhi seseorang akan terlibat dan berusaha dalam kegiatan pembelajaran, serta memahami dan merancang strategi untuk meningkatkan motivasi belajar. Di mana motivasi belajar adalah dorongan seseorang untuk terlibat, berpartisipasi, dan berusaha dalam kegiatan pembelajaran. Motivasi belajar adalah bukan suatu masalah, jika motivasi tidak ditanamkan dalam diri maka akan kesulitan dan tidak bersemangat dalam meraih impian, ditemukan di SMAS Frater Don Bosco Tarakan diantaranya sering ijin ke toilet, tidak mengerjakan tugas, dan beralasan ingin melakukan konseling untuk menghindari pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok dengan media kotak motivasi terhadap motivasi belajar siswa di kelas XI-C SMAS Frater Don Bosco Tarakan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan pre-exsperiment one-group pretest-posttest design. Populasi pada penelitian ini berjumlah 60 orang siswa dan sampel penelitian berjumlah 12 orang siswa dengan menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket tentang motivasi belajar siswa. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan uji wilcoxon signed rank test. Berdasarkan hasil penelitian ini, perhitungan uji wilcoxon signed rank test dengan niai sig (2-tailed) sebesar 0,0020,05, maka H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Hasil penelitian ini juga ditunjukkan dari nilai pretest 900 sebelum diberikan layanan bimbingan kelompok dengan media kotak motivasi posttest 1094 setelah diberikan layanan bimbingan kelompok dengan media kotak motivasi, hal tersebut menunjukkan terdapat peningkatan motivasi belajar siswa, sehingaa dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh bimbingan kelompok dengan media kotak motivasi terhadap motivasi belajar siswa kelas XI-C SMAS Frater Don Bosco Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh kebiasaan belajar dan motivasi belajar matematika siswa kelas IX SMP Negeri 5 Tarakan tahun ajaran 2023/2024. Jenis penelitian ini adalah penelitian Ex Post Facto. Sampel penelitian adalah siswa kelas IX SMP Negeri 5 Tarakan sebanyak 152 orang siswa yang diambil dengan teknik Simpel Random Sampling. Data penelitian diperoleh menggunakan teknik dokumentasi dan kuesioner, dianalisis dengan Uji Rank Spearman. Hasil analisis data menunjukan bahwa: (1) Tidak terdapat pengaruh antara kebiasaan belajar terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IX SMP Negeri 5 Tarakan dengan persamaan nilai signifikansi 0,777 > 0,05 (2) Tidak terdapat pengaruh antara motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IX SMP Negeri 5 Tarakan dengan persamaan signifikansi sebesar 0,226 > 0,05.