ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match pada pembelajaran IPAS dikelas IV-A SD Negeri 004 Tarakan. Penelitian ini didasari dengan latar belakang rendahnya motivasi belajar siswa yang ditunjukkan dengan kurangnya keaktifan, antusiasme, serta ketekunan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan empat tahapan yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV-A SD Negeri 004 Tarakan tahun ajaran 2025/2026 yang berjumlah 26 siswa. Instrumen yang digunakan meliputi angket motivasi belajar, lembar observasi guru, dan lembar observasi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Make a Match dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Pada siklus 1 terdapat 77% siswa yang mencapai motivasi belajar yang tinggi kemudian bertambah menjadi 85% siswa pada siklus 2. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia pada siswa kelas II-A SDN 032 Tarakan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya hasil belajar siswa yang disebabkan oleh kurangnya metode pembelajaran yang menarik dan interaktif. Menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari tiga pertemuan, data dikumpulkan melalui observasi aktivitas guru dan siswa, serta tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Make A Match dapat meningkatkan hasil belajar siswa, dengan persentase ketuntasan hasil belajar meningkat dari 84% pada siklus I menjadi 92% pada siklus II. Aktivitas guru juga meningkat dari rata-rata 76% menjadi 90,5%, sementara aktivitas siswa mencapai rata-rata 88,8% pada siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Make A Match efektif dalam meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa, dan disarankan agar guru menerapkan model pembelajaran yang bervariasi dan interaktif untuk meningkatkan motivasi serta keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing terhadap hasil belajar siswa pada materi KPK dan FPB kelas VI-A SDN 021 Tarakan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode pre-eksperimental design dan menggunakan desain one group pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VI-A SDN 021 Tarakan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel, yaitu variabel bebas (independen) model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing dan variabel terikat (dependen) hasil belajar siswa pada materi KPK dan FPB Kelas VI-A SDN 021 Tarakan. Teknik analisis data yang digunakan untuk menganalisis data hasil penelitian ini adalah statistik inferensial. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai rata rata pretest siswa sebesar 53,6 dan nilai posttest siswa sebesar 76,8. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan antara hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing pada materi KPK dan FPB. Berdasarkan kriteria pengujian hipotesis pada α = 0,05 didapat nilai sig 0,001 sehingga 0,001 0,05 dan nilai t hitung = 10,135 dan t tabel = 2,064 sehingga t hitung > t tabel atau 10,135 > 2,064. Maka, Ha diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian, menunjukkan adanya perbedaan antara hasil belajar siswa pretest dan posttest dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing pada materi KPK dan FPB Kelas VI-A SDN 021 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPAS dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) di kelas V-C SDN 028 Tarakan. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan dalam 2 siklus, masing-masing terdiri dari 4 tahapan,yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan 2 cara, yaitu tes dan non tes. Instrumen tes pengumpulan data yang digunakan adalah tes hasil belajar siswa, lembar penilaian psikomotorik siswa, lembar penilaian afektif siswa, sedangkan untuk instrumen non tes menggunakan lembar pengamatan aktivitas belajar siswa, dan lembar pengamatan aktivitas mengajar guru. Hasil penelitian mengalami peningkatan setiap siklusnya. Hasil belajar siswa aspek kognitif pada siklus I memperoleh rata-rata nilai 71,10 dengan persentase ketuntasan 67,86% meningkat di siklus II dengan rata-rata nilai 78,21 dengan persentase ketuntasan 89,29%. Hasil belajar aspek psikomotorik siklus I memperoleh rata-rata nilai 70,87 dengan persentase ketuntasan 75,00 % meningkat di siklus II menjadi 79,46 dengan persentase ketuntasan 92,86%. Penilaian hasil belajar aspek afektif pada siklus I memeperoleh rata-rata nilai 70,14 dengan persentase ketuntasan 71,43% meningkat di siklus II menjadi 76,79 dengan persentase ketuntasan 85,71%. Kesimpulan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini adalah penerapan model kooperatif tipe group investigation (GI) dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPAS di kelas V-C SDN 028 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Tarakan. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kuasi eksperimen dengan desain Posttest Only Control Group. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 9 Tarakan dengan populasi penelitian adalah kelas VIII tahun ajaran 2022/2023. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sample random sampling. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Pada analisis deskriptif nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dari nilai rata-rata kelas kontrol yaitu 64,88 untuk kelas eksperimen dan 50,11 untuk kelas kontrol. Pada analisis Inferensial menggunakan taraf signifikan sebesar 5%. Berdasarkan hasil uji t (independent sample T-test) diperoleh nilai thitung = 6,295 dan ttabel = 1,999 dengan df = n – k = 64 – 2 = 62. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bermaksud untuk meningkatkan minat dan hasil belajar matematika siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe Take and Give pada kelas XII IPS 2 MAN Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 20 November – 7 Desember 2020 di MAN Tarakan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XII IPS 2 MAN Tarakan, yaitu 30 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi minat belajar siswa, angket minat belajar siswa dan isntrumen tes hasil belajar matematika siswa. Teknik analisis data yang digunakan, yaitu analisis data aktivitas guru, minat belajar siswa dan hasil belajar matematika siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, yang terdiri dari 3 pertemuan pada setiap siklus. Hasil penilitian ini menunjukan bahwa minat belajar siswa pada siklus I sebesar 87% siswa berada pada minimal kategori tinggi dan siklus II mengalami peningkatan menjadi 93% siswa berada pada minimal kategori tinggi. Sedangkan hasil belajar matematika siswa pada siklus I sebesar 56% siswa berada pada minimal kategori tinggi dan siklus II mengalami peningkatan menjadi 73% siswa berada pada minimal kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Take and Give dapat meningkatkan minat dan hasil belajar matematika siswa pada kelas XII IPS 2 MAN Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab tiga pertanyaan terkait perbandingan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada kemampuan akademik siswa terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Pertama, apakah terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa antara kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung? Kedua, apakah terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa antara kelompok siswa yang memiliki kemampuan akademik yang tinggi dengan yang sedang? Ketiga, apakah terdapat interaksi antara model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan model pembelajaran langsung siswa yang memiliki kemampuan akademik yang tinggi dengan sedang terhadap kemampuan berpikir kritis siswa? Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa: pertama, hasil uji Mann-Whitney test antara model pembelajaran diperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,456>0,05. Maka hipotesis ditolak sehingga dapat dikatakan bahwa tidak terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung. Kedua, hasil uji Mann-Whitney test antara kemampuan akademik siswa diperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,0010,05. Maka hipotesis diterima sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara kelompok siswa yang memiliki kemampuan akademik sedang dan kelompok siswa yang memiliki kemampuan akademik tinggi. Ketiga, hasil uji kruskal-wallis test diperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,0070,05. Maka hipotesis diterima sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat interaksi antara model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan model pembelajaran langsung dengan siswa yang memiliki kemampuan akademik sedang dan siswa yang memiliki kemampuan akademik tinggi terhadap kemampuan berpikir kritis. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw, Kemampuan Berpikir Kritis
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental design dengan desain nonequivalent control group design. Variabel bebas pada penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif pair check dan varibel terikat pada penelitian ini adalah pemahaman konsep matematika siswa SMP. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Tarakan. Penarikan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh sampel penelitian yaitu kelas VIII-2 dengan jumlah siswa sebanyak 32 orang sebagai kelas kontrol dan kelas VIII-3 dengan jumlah siswa sebanyak 32 orang sebagai kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan tes tertulis dan dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial untuk analisis data awal dan untuk analisis data akhir menggunakan uji statistik independent samples t-test dengan bantuan software SPSS 25.0 for windows. Hasil analisis deskriptif menunjukkan rata-rata nilai posstest di kelas eksperimen sebesar 61,09 lebih tinggi dari rata-rata nilai kelas kontrol sebesar 52,81. Berdasarkan hasil analisis uji independent sample t-test dengan taraf signifikan 5% (α = 0,05) diperoleh p-value sebesar 0,019. Dengan demikian H0 ditolak dengan H1 diterima. Jadi dapat disimpulkan penerapan model pembelajaran kooperatif pair check berpengaruh terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TEMA 4 SUBTEMA 1 DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) PADA KELAS IV SDN 004 MALINAU SELATAN Abstrak Mecer . 2021. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Games Tournament (TGT) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Tema 4, Berbagai Pekerjan Subtema 1, Jenis-jenis Pekerjaan Pada Siswa Kelas IV SDN 004 Malinau Selatan (dibimbing oleh Kartini dan Agustinus Toding Bua). Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar Tema 4 Subtema 1 dengan Menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) pada siswa kelas IV SDN 004 Malinau Selatan. Jenis Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan di SDN 004 Malinau Selatan semester 1 tahun ajaran 2019/2020. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN 004 Malinau Selatan yang berjumlah 8 siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus setiap siklus terdiri dari 3 kali pertemuan. Prosedur tiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan hasil belajar Tema 4 Subtema 1 pada siswa kelas IV SDN 004 Malinau Selatan. Hal ini dapat dilihat dari hasil yang diperoleh pada setiap siklus, pada aspek kognitif siklus 1 37,5 % meningkat menjadi 87,5% pada siklus II. Aspek afektif siklus 1 35,5% meningkat menjadi 100% pada siklus II. Aspek Psikomotorik siklus 1 75% meningkat menjadi 100% pada siklus II. Penelitian ini telah sesuai dengan indikator keberhasilan. .
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe course review horay pada pembelajaran di sekolah dasar berdasarkan analisis dari hasil riset peneliti terdahulu. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus pada penelitian ini mengacu pada rumusan masalah pada penelitian ini dan dimensi penelitian pada penelitian ini yaitu, 1) mengetahui relevansi antara permasalahan dengan model pembelajaran kooperatif tipe course review horay berdasarkan hasil penelitian terdahulu; 2) mengetahui pencapaian hasil-hasil dalam penelitian yang telah dilakukan; 3) mengetahui kelebihan dan kekurangan dari hasil riset yang telah dilakukan oleh peneliti terdahulu. Hasil penelitian ini menunjukkan model pembelajaran kooperatif tipe course review horay dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa yang dibuktikan dengan hasil analisis yang telah dilakukan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap motivasi belajar matematika pada siswa kelas IX SMP Negeri 6 Tarakan. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2020 di SMP Negeri 6 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Experimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 6 Tarakan. Pengambilan sampel dilakukan secara Simple Random Sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas IX E sebagai kelas eksperimen dan IX G sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket motivasi belajar Matematika siswa. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan inferensial. Analisis deskriptif meliputi rata-rata hitung, varians dan simpangan baku. Analisis inferensial menggunakan analisis uji t. Berdasarkan hasil analisis dengan taraf signifikan 5% dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD berpengaruh terhadap motivasi belajar matematika. Sebelum perlakuan kedua kelas eksperimen dan kelas kontrol dinyatakan setara atau memiliki kemampuan yang sama. dari uji t diperoleh hasil uji signifikan 0.000 0.05 maka dengan demikian H0 diterima, artinya ada perbedaan motivasi antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, berarti motivasi belajar siswa yang diberi pembelajaran dengan model STAD lebih tinggi daripada siswa yang tidak diberi pembelajaran model STAD.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•
Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimential design dengan desain posttest only control design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII di SMP Negeri 11 Tarakan. Penarikan sampel menggunakan teknik simple random sampling dan diperoleh sampel penelitian yaitu kelas VIII-1 dengan jumlah siswa sebanyak 28 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-2 dengan jumlah siswa sebanyak 28 orang sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan tes tertulis . Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif yaitu (rata-rata dan simpangan baku) dan analisis inferensial yaitu (uji normalitas dan uji homogenitas) untuk data awal dan analisis data akhir menggunkan uji statistik independent samples t-test dengan bantuan software SPSS 23.0 for windows. Hasil analisis deskriptif menunjukkan rata-rata nilai posttest di kelas eksperimen lebih besar dari rata-rata nilai posttest di kelas kontrol yaitu sebesar 76,49 pada kelas eksperimen sedangkan pada kelas kontrol sebesar 61,98. Berdasarkan hasil analisis uji independent sample t-test dengan taraf signifikan 5% (α = 0,05) diperoleh p-value sebesar 0,000. Dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Scramble berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa Kelas VIII SMP Negeri 11 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
SITI MULYANI. 2020. Perbandingan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS) dan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) Di Kelas III SDN 013 Tarakan. Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan (dibimbing oleh Agustinus Toding Bua, S.Pd., M.Sc dan Kartini, S.Pd., M.Sc) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa melalui penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS) dan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) Di Kelas III SDN 013 Tarakan. Jenis penelitian ini ialah penelitian eksperimen yang dilaksanakan pada semester genap TA 2019/2020. Dengan populasi siswa kelas III SDN 013 Tarakan dan sampel yang terdiri dari dua kelas yaitu kelas III A sebagai kelas eksperimen dan kelas III C sebagai kelas kontrol. Teknik dalam pengambilan sampel yang digunakan adalah Simple Random Sampling. Data hasil penelitian diolah dengan bantuan Software SPSS V.20 for windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan hasil belajar siswa dengan menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS) dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) terhadap hasil belajar siswa kelas III SDN 013 Tarakan. Hasil uji Independent Sample T-test pada hasil belajar siswa diperoleh thitung = 0,081 pada taraf signifikansi 0,05 dan df = 50, diperoleh ttabel = 2,00 berarti thitung ≤ ttabel. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bahwa tidak terdapat perbedaan hasil belajar siswa dengan menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS) dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) terhadap hasil belajar siswa kelas III SDN 013 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
JUMEITI TIKU NINGSIH. 2020. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams-Achievement Divisions (STAD) Berbantuan Media Mind Mapping Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas IV SD Citra Bangsa Tarakan. Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan (dibimbing oleh Kadek Dewi Wahyuni Andari, M.Pd dan Agustinus Toding Bua, S.Pd., M.Sc ) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams-Achievement Divisions (STAD) berbantuan media Mind Mapping terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV SD Citra Bangsa Tarakan. Penelitian ini ialah penelitian kuantitatif jenis eksperimen semu. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari-Februari 2020. Dengan populasi siswa kelas IV SD Citra Bangsa Tarakan dan sampel yang terdiri dari satu kelas yaitu kelas IV A yang diberikan perlakuan. Teknik dalam pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling. Data hasil penelitian diolah dengan bantuan Software SPSS V.21 for windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pada penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams-Achievement Divisions (STAD) berbantuan media Mind Mapping terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menunjukkan bahwa dari hasil korelasi diperoleh bahwa pengaruh model pembelajaran sangat kuat dengan hasil koefisien korelasi sebesar 0,888 dan koefisien determinasi sebesar 0,789 atau 78,9% dan pengajuan hipotesis diperoleh thitung sebesar 8,638 pada taraf signifikan α = 0,05 dengan df= 20 diperoleh ttabel sebesar 2,085 berarti thitung > ttabel.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan di MAN Tarakan pada kelas XI MIA 3. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematika siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Three Step Interview pada kelas XI MIA 3 MAN Tarakan. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 30 Oktober 2019-16 November 2019 di MAN Tarakan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIA 3 MAN Tarakan, yaitu 33 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi kemampuan komunikasi matematika lisan dan instrumen tes kemampuan komunikasi matematika tulisan siswa. Teknik analisis data yang digunakan, yaitu analisis data keterlaksanaan kegiatan pembelajaran model TSI, kemampuan komunikasi matematika lisan, dan kemampuan komunikasi matematika tulisan siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, yang terdiri dari 3 pertemuan pada setiap siklus. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kemampuan komunikasi matematika lisan siswa pada siklus I sebesar 66,67% siswa berada pada minimal kategori baik. Pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 88,89% siswa berada pada minimal kategori baik. Sedangkan kemampuan komunikasi matematika tulisan siswa pada siklus I sebesar 74,08% siswa berada pada minimal kategori baik dan siklus II mengalami peningkatan menjadi 85,19% siswa berada pada minimal kategori baik. Berdasarkan hasil penelitian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Three Step Interview dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematika siswa kelas XI MIA 3 MAN Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2019•
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Terhadap Keterampilan Berbicara Siswa Kelas X di SMK Negeri 1 Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun ajaran 2019/2020. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian eksp erimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas X di SMK Negeri 1 Tarakan. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas X tata boga 1 dengan jumlah siswa 35 orang sebagai kelas kontrol dan kelas X bisnis daring dan pemasaran 1 dengan jumlah siswa 36 orang sebagai kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes berupa unjuk kerja kepada siswa. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial. Berdasarkan hasil analisis dengan taraf signifikan 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) berpengaruh terhadap keterampilan berbicara siswa kelas X di SMK Negeri 1 Tarakan dengan nilai yang diperoleh thitung 5,010 pada taraf signifikan ≥ 0,05 dengan df= 69 diperoleh nilai ttabel 1,66724 berarti thitung ≥ ttabel, yaitu 5,010 ≥ 1,66724 artinya ada pengaruh yang signifikan. Model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) berpengaruh terhadap keterampilan berbicara siswa. Hal tersebut dikatakan berpengaruh terhadap siswa karena pada kelas eksperimen siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran terlebih ketika mengungkapkan pendapatnya dan lebih terarah pada hal berbicara. Pada kelas kontrol siswa masih kurang aktif dalam proses pembelajaran terlebih ketika berbicara untuk mengungkapkan pendapatnya. Oleh karena itu, model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) berpengaruh terhadap keterampilan berbicara siswa.