Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

69 hasil
Subjek: keluarga
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Stigma Keluarga Dalam Merawat Pasien Gangguan Jiwa Diwilayah Kerja Puskesmas Tanjung Selor

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

GAMBARAN STIGMA KELUARGA DALAM MERAWAT PASIEN GANGGUAN JIWA DI WILAYAH PUSKESMAS TANJUNG SELOR ABSTRAK Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang tidak hanya berdampak pada pasien, tetapi juga pada keluarga sebagai pengasuh utama. Stigma yang diterima keluarga dapat meningkatkan beban fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi dalam merawat pasien sehingga berpotensi memengaruhi kualitas perawatan yang diberikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan stigma keluarga dengan beban keluarga dalam merawat pasien dengan gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Selor. Metode pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling pada penelitian ini adalah total sampling dengan jumlah sampel 50 orang. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat stigma keluarga dalam merawat pasien dengan gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Selor dalam kategori stigma sedang. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dalam mengembangkan program edukasi dan pendampingan keluarga guna menurunkan stigma serta mengurangi beban keluarga dalam merawat skizofrenia.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Dengan Hipertensi

2026•

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN DENGAN HIPERTENSI ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum ditemukan di masyarakat dan memiliki dampak besar terhadap angka morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Sebagai salah satu penyakit kronis yang memerlukan pengobatan seumur hidup, kepatuhan mengonsumsi obat merupakan salah satu hal yang sangat berperan dalam keberhasilan pengobatan pasien hipertensi. Rendahnya kepatuhan minum obat ini menyebabkan peningkatan penyakit serius hingga kematian. Salah satu faktor yang terbukti mempengaruhi kepatuhan minum obat pasien hipertensi adalah dukungan keluarga. Banyak pasien berhenti minum obat karena merasa sehat atau tidak mendapatkan dukungan yang memadai dari keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat pasien hipertensi. Metode pada penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling pada penelitian ini adalah total sampling dengan jumlah sampel 170 di RSP Krayan dan Puskesmas Long Bawan. Hasil penelitian ini menunjukkan p=0,001 (p0,005) yang berarti dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat pasien hipertensi di RSP Krayan dan UPT Puskesmas Long Bawan memiliki hubungan yang signifikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan semakin baik dukungan yang diberikan keluarga kepada pasien, maka semakin besar kemungkinan pasien untuk patuh dalam menjalani pengobatan hipertensi, sehingga diperlukan keterlibatan keluarga sebagai bagian penting dalam upaya pengendalian hipertensi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Imunisasi Dasar Lengkap di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tanjung Palas

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Cakupan imunisasi dasar lengkap di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Palas masih belum mencapai target 90% yang ditetapkan sehingga diperlukan penelitian untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan imunisasi dasar lengkap. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan ibu, sikap ibu, pekerjaan ibu, dan dukungan keluarga dengan imunisasi dasar lengkap di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Palas. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 187 ibu yang memiliki anak usia 12–23 bulan, dengan sampel sebanyak 123 responden yang diperoleh menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner serta lembar observasi Buku KIA/KMS dan dianalisis secara univariat serta bivariat. Analisis bivariat dilakukan dengan uji Chi-Square pada variabel yang memenuhi asumsi, sedangkan variabel yang tidak memenuhi asumsi dianalisis menggunakan uji Fisher's Exact, dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik 87,8%, sikap positif 94,3%, tidak bekerja 72,4%, memperoleh dukungan keluarga 64,2%, dan sebanyak 108 anak 87,8% telah memperoleh imunisasi dasar lengkap. Analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara sikap ibu dengan imunisasi dasar lengkap p = 0,039, sedangkan pengetahuan ibu p = 0,393, pekerjaan ibu p = 0,758, dan dukungan keluarga p = 0,348 tidak berhubungan secara signifikan. Disimpulkan bahwa sikap ibu merupakan faktor yang berhubungan dengan imunisasi dasar lengkap di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Palas. Oleh karena itu, tenaga kesehatan perlu memperkuat komunikasi, informasi, dan edukasi secara berkelanjutan agar ibu semakin yakin dan patuh dalam melaksanakan imunisasi sesuai jadwal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN INTERVENSI RENDAM KAKI AIR HANGAT DENGAN JAHE MERAH TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA KELUARGA DENGAN PENDERITA HIPERTENSI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penerapan Intervensi Rendam Kaki Air Hangat Dengan Jahe Merah Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Keluarga Dengan Penderita Hipertensi Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tarakan tahun 2022, hipertensi masuk dalam tiga besar penyakit terbanyak yang ditangani di puskesmas dan fasilitas layanan primer. Banyak kasus ditemukan pada kelompok usia produktif dan lansia yang tidak secara rutin memeriksakan tekanan darahnya, sehingga berisiko mengalami komplikasi. Kondisi ini mengindikasikan perlunya upaya promotif dan preventif yang sistematis dan berkelanjutan di tingkat keluarga. Penatalaksanan yang dapat dilakukan untuk penanganan penyakit hipertensi ini yaitu terapi farmakologis dan non farmakologis. Pemberian terapi farmakologis dapat dilakukan dengan cara minum obat yang sudah diresepkan secara teratur, sedangkan salah satu terapi non farmakologis yang dapat digunakan secara mandiri dan bersifat alami untuk menurunkan hipertensi yaitu dengan rendam kaki air hangat dengan jahe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan intervensi rendam kaki air hangat dengan jahe merah terhadap penurunan tekanan darah pada keluarga dengan hipertensi. Penulis menggunakan metode studi kasus dengan jumlah responden sebanyak 2 pasien penderita hipertensi yaitu Ny. H dan Ny. A yang diberikan terapi selama 6 hari. Terapi rendam kaki dengan air hangat adalah terapi dengan cara merendam kaki hingga batas 10-15 cm diatas mata kaki menggunakan air hangat. Hasil penelitian yang didapatkan setelah 6 hari pemberian intervensi menunjukkan bahwa Ny. H sebelum diberikan terapi menunjukkan tekanan darah 155/91 mmHg dan sesudah diberikan terapi menunjukkan tekanan darah 150/85 mmHg. Sementara Ny. A sebelum diberikan terapi menunjukkan tekanan darah 135/75 mmHg dan sesudah diberikan terapi menunjukkan tekanan darah 124/72 mmHg. Berdasarkan hasil studi kasus yag dilakukan pada Ny. H dan Ny. A dengan judul terapi rendam kaki air hangat dengan jahe merah terhadap penurunan tekanan darah pada keluarga dengan hipertensi disimpulkan bahwa terdapat perubahan penurunan tekanan darah pada kedua klien.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. W G4P3A0 DI PUSKESMAS GUNUNG LINGKAS KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Asuhan kebidanan Continuity of Care merupakan asuhan yang diberikan secara berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana. Asuhan ini bertujuan untuk memantau kondisi ibu dan bayi secara menyeluruh sehingga faktor risiko maupun komplikasi dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin. Laporan ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan asuhan kebidanan Continuity of Care pada Ny. W usia 37 tahun G4P3A0 di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan. Metode yang digunakan adalah Literature Review Based Case dengan pendekatan Continuity of Care. Asuhan diberikan sejak usia kehamilan 38 minggu hingga pelayanan keluarga berencana. Hasil asuhan menunjukkan bahwa selama kehamilan kondisi ibu dan janin dalam keadaan normal meskipun ibu memiliki faktor risiko berupa usia lebih dari 35 tahun, multiparitas, dan riwayat hipertensi. Persalinan berlangsung spontan dan fisiologis sesuai standar Asuhan Persalinan Normal. Masa nifas berjalan normal pada kunjungan pertama sampai kunjungan ketiga, namun pada kunjungan keempat hari ke-30 masa nifas ditemukan kenaikan tekanan darah dan telah ditangani sesuai kebutuhan sehingga kondisi ibu kembali normal. Bayi baru lahir dalam keadaan sehat, cukup bulan, menangis kuat dan tonus otot akif, serta menunjukkan pertumbuhan dan adaptasi yang normal selama masa neonatal. Pada pelayanan keluarga berencana, ibu memilih Metode Amenore Laktasi (MAL) sebagai metode kontrasepsi yang sesuai dengan kondisi kesehatannya. Dapat disimpulkan bahwa asuhan kebidanan Continuity of Care pada Ny. W telah dilaksanakan sesuai standar pelayanan kebidanan. Diharapkan pelayanan Continuity of Care dapat terus diterapakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN AKSEPTOR KB IMPLAN DENGAN PEMBERIAN AROMATERAPI LAVENDER UNTUK MENGURANGI KECEMASAN PRA PEMASANGAN IMPLAN DI PUSKESMAS GUNUNG LINGKAS KOTA TARAKAN 2026

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keluarga Berencana (KB) adalah upaya yang dilakukan untuk menciptakan keluarga yang berkualitas dalam memenuhi hak reproduksi, membentuk keluarga dengan usia yang ideal, mengatur jumlah kehamilan yang diinginkan, mengatur jumlah anak, serta menentukan usia melahirkan yang sesuai guna membangun kesejahteraan anak (BKKBN, 2021). Kontrasepsi Implan bisa menjadi salah satu pilihan metode pengendalian kehamilan jangka panjang. Implan berbentuk kapsul silastik yang mengandung hormon progestin, dan ditempatkan di bawah kulit. Aromaterapi merupakan metode terapi komplementer yang menggunakan minyak esensial untuk meningkatkan kesehatan fisik, emosional, dan spiritual. Terapi ini diketahui dapat membantu menurunkan nyeri serta mengurangi tingkat kecemasan (Dewi, 2022). Aromaterapi lavender bekerja melalui stimulasi sistem limbik di otak, yaitu pusat pengatur emosi dan memori yang terhubung dengan indra penciuman. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan Asuhan kebidananpada akseptor kontrasepsi Implan dengan pemberian Aromaterapi lavender untuk mengurangi kecemasan pra pemasangan implan di Puskesman Gunung Lingkas Kota Tarakan 2026. Metode penelitian Pada Asuhan Kebidanan ini menggunakan pendekatan studi kasus (Case study). Hasil penelitian asuhan kebidanan akseptor KB Implan dengan pemberian Aromaterapi Lavender terjadi penurunan kecemasan dari kecemasan sedang menjadi kecemasan ringan pada akseptor KB Implan di Puskemas Gunung Lingkas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. R di Puskesmas Karang Rejo

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Asuhan kebidanan komprehensif (Continuity of Care) merupakan pelayanan yang diberikan secara berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana. Asuhan ini bertujuan untuk memantau kondisi ibu dan bayi secara menyeluruh sehingga masalah dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin. Laporan ini bertujuan menganalisis pelaksanaan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. R di Puskesmas Karang Rejo. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan Continuity of Care. Asuhan diberikan pada Ny. R usia 30 tahun G3P2A0 sejak usia kehamilan 38 minggu 2 hari hingga pelayanan kontrasepsi. Hasil asuhan menunjukkan bahwa kehamilan berlangsung normal tanpa komplikasi, persalinan berlangsung spontan dan fisiologis, masa nifas berlangsung baik meskipun ditemukan anemia ringan pada 12 jam postpartum dengan kadar Hb 10,5 g/dL yang telah mendapatkan penatalaksanaan sesuai kebutuhan, bayi lahir normal dengan adaptasi yang baik selama masa neonatal, serta ibu memilih kontrasepsi IUD dan pemasangan dilakukan tanpa komplikasi. Dapat disimpulkan bahwa asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. R telah terlaksana sesuai standar pelayanan dan kebutuhan klien. Diharapkan pelayanan Continuity of Care dapat terus diterapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA Ny. F USIA 27 TAHUN DI PUSKESMAS KARANG REJO KOTA TARAKAN

2026•

Asuhan kebidanan komprehensif (Continuity of Care) merupakan pelayanan berkesinambungan yang diberikan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, neonatus, hingga keluarga berencana untuk mendeteksi secara dini komplikasi serta meningkatkan kesehatan ibu dan bayi. Tujuan laporan tugas akhir ini adalah memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. F usia 27 tahun G3P2A0 di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan Continuity of Care menggunakan manajemen kebidanan dan pendokumentasian SOAP. Asuhan dilakukan mulai kehamilan trimester III, persalinan, nifas, bayi baru lahir, neonatus, hingga pelayanan keluarga berencana melalui anamnesis, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Hasil asuhan menunjukkan kehamilan berlangsung fisiologis. Persalinan berlangsung spontan tanpa komplikasi. Masa nifas berjalan normal dengan involusi uterus dan proses laktasi yang baik. Bayi lahir dengan berat badan 3.200 gram, mampu beradaptasi dengan baik, memperoleh ASI eksklusif, dan tumbuh sesuai usia pada kunjungan neonatal. Pada akhir masa nifas, ibu memilih menggunakan kontrasepsi implant. Asuhan kebidanan komprehensif yang diberikan sesuai standar pelayanan mampu mendukung kesehatan ibu dan bayi serta mencegah terjadinya komplikasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY.S DI PUSKESMAS KARANG REJO KOTA TARAKAN

2026•

Kehamilan pada wanita dengan usia ≥35 tahun yang disertai interval kehamilan yang panjang merupakan salah satu kondisi yang tergolong berisiko tinggi karena berpotensi meningkatkan terjadinya komplikasi pada masa kehamilan, persalinan, nifas, maupun periode neonatal. Kondisi tersebut memerlukan pelayanan kebidanan yang menyeluruh, berkesinambungan, dan berorientasi pada kebutuhan ibu serta bayi agar setiap faktor risiko dapat dikenali dan ditangani sedini mungkin. Salah satu upaya yang dapat diterapkan adalah pendekatan Continuity of Care (CoC), yaitu pemberian asuhan secara berkesinambungan sejak masa kehamilan hingga pelayanan keluarga berencana. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. S usia 40 tahun dengan status obstetri G3P2A0 di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan. Metode yang digunakan dalam studi kasus ini adalah pendekatan deskriptif melalui pemberian asuhan kebidanan secara berkesinambungan. Asuhan dilaksanakan mulai dari masa kehamilan trimester III, proses persalinan, perawatan bayi baru lahir, masa nifas, hingga pelayanan kontrasepsi. Seluruh proses asuhan mengacu pada tujuh langkah manajemen kebidanan Varney dan didokumentasikan menggunakan format Subjective, Objective, Assessment, dan Plan (SOAP). Data diperoleh melalui anamnesis, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, serta telaah dokumentasi yang kemudian dianalisis dengan membandingkan hasil praktik terhadap teori dan standar pelayanan kebidanan yang berlaku. Hasil studi menunjukkan bahwa kehamilan berlangsung dalam kondisi fisiologis walaupun ibu memiliki faktor risiko berupa usia maternal lanjut dan jarak kehamilan yang cukup panjang. Selama kehamilan tidak ditemukan penyulit yang memerlukan tindakan rujukan. Persalinan berlangsung spontan pada kehamilan aterm dengan kondisi ibu stabil. Bayi lahir hidup, segera menangis, memiliki berat badan lahir 2.500 gram, mendapatkan Inisiasi Menyusu Dini (IMD), serta memperoleh pelayanan esensial bayi baru lahir sesuai standar. Masa nifas berlangsung normal yang ditandai dengan involusi uterus yang baik, pengeluaran lokia sesuai tahapan, produksi ASI yang lancar, serta tidak ditemukan tanda infeksi maupun perdarahan. Setelah mendapatkan konseling, ibu memilih menggunakan kontrasepsi suntik tiga bulan sebagai metode keluarga berencana pasca persalinan. Penerapan asuhan kebidanan komprehensif melalui pendekatan Continuity of Care memberikan manfaat dalam meningkatkan kualitas pemantauan kondisi ibu dan bayi, mempercepat identifikasi faktor risiko maupun komplikasi, serta peningkatan derajat kesehatan ibu dan bayi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Kontrol Tekanan Darah Pada Pasien Dewasa Dengan Hipertensi

2026•

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN KONTROL TEKANAN DARAH PADA PASIEN DEWASA DENGAN HIPERTENSI ABSTRAK Hipertensi merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang tergolong tinggi serta sering dijuluki sebagai penyakit silent killer karena sering tidak menunjukkan tanda dan gejala, namun beberapa pasien dapat merasakan gejala ketika tekanan darahnya sudah tidak terkontrol. Hipertensi yang tidak terkontrol biasanya diakibatkan oleh tidak patuhnya pasien dalam melakukan kontrol tekanan darah. Efikasi diri, dukungan keluarga, serta peran tenaga kesehatan dapat menjadi faktor patuhnya pasien dalam melakukan kontrol tekanan darah di fasilitas layanan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara efikasi diri, dukungan keluarga, dan peran tenaga kesehatan terhadap kepatuhan kontrol tekanan darah pada pasien dewasa dengan hipertensi. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan desain analitik observasional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 322 pasien hipertensi dengan rentang usia 18 – 59 tahun di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan. Sampel dalam penelitian ini ditentukan melalui teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa efikasi diri pasien tergolong rendah (66,5%), dukungan keluarga yang dimiliki pasien juga masih kurang (62,4%), dan peran tenaga kesehatan yang diterima pasif (86,6%), serta kepatuhan kontrol tekanan darah pasien masih banyak yang tidak patuh (91,9%). Terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri, dukungan keluarga, serta peran tenaga kesehatan dengan kepatuhan kontrol tekanan darah pada pasien dewasa dengan hipertensi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. N G3P2A0 USIA 25 TAHUN DI PUSKESMAS KARANG REJO KOTA TARAKAN TAHUN 2026

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi indikator penting derajat kesehatan masyarakat. Salah satu upaya penurunannya adalah melalui pelayanan kebidanan berkesinambungan (Continuity of Care). Pada kasus ini, Ny. N usia 25 tahun G3P2A0 usia kehamilan 38 minggu 2 hari memiliki LILA 23,5 cm yang berada pada ambang batas risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK), sehingga memerlukan pemantauan dan asuhan komprehensif. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan Continuity of Care dan manajemen kebidanan Varney yang didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Data diperoleh melalui anamnesis, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, dan studi dokumentasi di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan tahun 2026. Hasil menunjukkan bahwa kehamilan berlangsung baik meskipun LILA ibu berada pada ambang batas risiko KEK. Asuhan meliputi edukasi gizi, konsumsi tablet tambah darah, vitamin C, kalsium, serta pemantauan rutin. Persalinan berlangsung spontan tanpa komplikasi. Masa nifas berjalan fisiologis dengan involusi uterus normal dan produksi ASI lancar. Bayi lahir sehat, memperoleh pelayanan neonatal esensial, imunisasi HB-0, serta pemantauan tumbuh kembang sesuai standar. Pada pelayanan keluarga berencana, ibu memilih kondom sebagai kontrasepsi sementara. Analisis menunjukkan asuhan yang diberikan telah sesuai dengan teori dan standar pelayanan kebidanan. Kesimpulannya, asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. N dapat dilaksanakan secara berkesinambungan mulai dari kehamilan hingga keluarga berencana. Pendekatan Continuity of Care membantu deteksi dini faktor risiko, pencegahan komplikasi, serta peningkatan kesehatan ibu dan bayi. Oleh karena itu, ibu diharapkan menerapkan pola hidup sehat dan melakukan kontrol rutin, sedangkan tenaga kesehatan perlu terus meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan komprehensif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. I DI PUSKESMAS KARANG REJO KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Asuhan kebidanan komprehensif Continuity of Care (CoC) merupakan pelayanan yang diberikan secara berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga keluarga berencana untuk memantau kesehatan ibu dan bayi, mendeteksi dini komplikasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan. Laporan ini bertujuan memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. “I” usia 25 tahun di Puskesmas Karang Rejo menggunakan pendekatan manajemen kebidanan dan pendokumentasian SOAP dengan metode studi kasus deskriptif. Asuhan dilakukan sejak usia kehamilan 34 minggu 2 hari hingga pelayanan keluarga berencana. Hasil asuhan menunjukkan bahwa kehamilan berlangsung fisiologis dengan keluhan kontraksi palsu dan nyeri pinggang pada trimester III sebagai perubahan normal menjelang persalinan. Persalinan berlangsung spontan pada usia kehamilan 39 minggu 5 hari tanpa komplikasi. Bayi lahir spontan berjenis kelamin perempuan dengan berat badan 2800 gram, panjang badan 50 cm, segera menangis kuat, bergerak aktif, dan dalam keadaan sehat. Masa nifas berlangsung normal dengan involusi uterus baik, lochea normal, serta proses menyusui yang lancar. Pada masa neonatal tidak ditemukan tanda bahaya dan pertumbuhan bayi sesuai usia. Pada pelayanan keluarga berencana, ibu memilih kontrasepsi pil progestin yang sesuai untuk ibu menyusui. Kesimpulannya, seluruh rangkaian asuhan mulai dari kehamilan hingga keluarga berencana dapat dilaksanakan sesuai standar pelayanan kebidanan tanpa komplikasi bermakna, sehingga penerapan Continuity of Care mendukung kesehatan ibu dan bayi secara optimal.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. A USIA 25 TAHUN DI PUSKESMAS SEBENGKOK KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator yang menggambarkan derajat kesehatan suatu negara sehingga diperlukan pelayanan kesehatan maternal dan neonatal yang optimal. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi serta menurunkan AKI dan AKB adalah melalui penerapan asuhan kebidanan komprehensif dengan pendekatan Continuity of Care. Asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. A usia 25 tahun di Puskesmas Sebengkok Kota Tarakan dilaksanakan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana. Hasil asuhan menunjukkan bahwa selama kehamilan Ny. A memiliki faktor risiko obesitas dengan IMT 35,7 kg/m², namun tidak ditemukan komplikasi seperti hipertensi dalam kehamilan, diabetes melitus gestasional, maupun gangguan pertumbuhan janin. Selama kehamilan, tekanan darah, LILA, tinggi fundus uteri, denyut jantung janin, serta hasil pemeriksaan laboratorium berada dalam batas normal. Persalinan berlangsung normal dengan kondisi ibu dan bayi baik. Pada masa nifas, proses involusi uterus berlangsung fisiologis, tidak ditemukan tanda infeksi maupun perdarahan, serta produksi ASI berjalan lancar. Bayi baru lahir dalam kondisi sehat, mampu menyusu dengan baik, mengalami peningkatan berat badan, dan tidak ditemukan tanda bahaya selama masa neonatus. Inisiasi Menyusu Dini (IMD) telah dilakukan segera setelah bayi lahir, meskipun pelaksanaannya belum sepenuhnya sesuai standar karena dilakukan selama kurang lebih 30 menit. Ibu juga telah mendapatkan konseling keluarga berencana dan memilih metode kontrasepsi suntik 3 bulan sesuai kebutuhannya. Pembahasan menunjukkan bahwa penerapan asuhan kebidanan komprehensif sesuai standar pelayanan mampu mendukung deteksi dini faktor risiko, mencegah terjadinya komplikasi, serta mempertahankan kesehatan ibu dan bayi. Dengan demikian, pendekatan Continuity of Care memberikan manfaat dalam meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan dan mendukung upaya penurunan AKI dan AKB.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. H DI PUSKESMAS GUNUNG LINGKAS KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. H di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan dilaksanakan menggunakan pendekatan Continuity Of Care mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana. Hasil asuhan menunjukkan bahwa kehamilan berlangsung fisiologis meskipun ibu memiliki riwayat abortus, riwayat ketuban pecah dini, dan kenaikan berat badan selama kehamilan hanya 6 kg. Selama kehamilan tidak ditemukan komplikasi, tekanan darah, LILA, tinggi fundus uteri, denyut jantung janin, serta hasil pemeriksaan laboratorium berada dalam batas normal. Persalinan berlangsung normal dengan kondisi ibu dan bayi baik. Pada masa nifas, proses involusi uterus berlangsung sesuai fisiologis, tidak ditemukan tanda infeksi maupun perdarahan, serta produksi ASI berjalan lancar. Bayi baru lahir dalam kondisi sehat, mampu menyusu dengan baik, mengalami peningkatan berat badan, memperoleh imunisasi sesuai jadwal, dan tidak ditemukan tanda bahaya selama masa neonatus. Ibu juga telah mendapatkan konseling keluarga berencana dan memilih metode kontrasepsi sesuai kebutuhannya. Pembahasan menunjukkan bahwa penerapan asuhan kebidanan komprehensif sesuai standar pelayanan mampu mendukung deteksi dini faktor risiko, mencegah terjadinya komplikasi, serta mempertahankan kesehatan ibu dan bayi. Meskipun terdapat kesenjangan berupa kenaikan berat badan ibu yang belum sesuai rekomendasi, kondisi ibu dan janin tetap baik berdasarkan penilaian klinis dan pemeriksaan penunjang. Dengan demikian, pendekatan Continuity of Care terbukti memberikan manfaat dalam meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan dan menghasilkan luaran maternal serta neonatal yang optimal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. E DI PUSKESMAS GUNUNG LINGKAS KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Asuhan kebidanan komprehensif merupakan pelayanan berkesinambungan yang diberikan kepada ibu mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana. Tujuan dari asuhan ini adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dan bayi serta mendeteksi secara dini adanya komplikasi sehingga dapat mencegah terjadinya morbiditas dan mortalitas maternal maupun neonatal. Asuhan kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. E usia 26 tahun G2P0A1 telah dilaksanakan di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan mulai tanggal 30 Maret 2026 sampai dengan 18 Mei 2026. Metode yang digunakan dalam penyusunan asuhan kebidanan ini adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan Continuity of Care (CoC) dan Literature Review Based Case. Hasil asuhan pada masa kehamilan menunjukkan kondisi ibu dan janin dalam keadaan baik dengan keluhan fisiologis berupa nyeri pinggang trimester III yang dapat ditangani melalui edukasi dan penatalaksanaan nonfarmakologis. Persalinan tidak berlangsung secara pervaginam karena terjadi kala II memanjang, sehingga dilakukan tindakan Sectio Caesarea (SC) atas indikasi medis untuk menjaga keselamatan ibu dan bayi. Bayi baru lahir dengan kondisi baik, menangis spontan, berat badan 2800 gram, panjang badan 49 cm, dan nilai APGAR 8/9 yang menunjukkan adaptasi neonatal yang baik. Pada masa nifas, kondisi ibu berjalan fisiologis dengan involusi uterus normal, pengeluaran lochea sesuai fase, serta luka post SC dalam keadaan bersih tanpa tanda infeksi. Proses laktasi berlangsung baik dan ibu mampu menyusui secara eksklusif. Pada pelayanan keluarga berencana, ibu telah diberikan konseling dan memilih kontrasepsi suntik 3 bulan sebagai metode penundaan kehamilan. Kesimpulan dari pelaksanaan asuhan kebidanan ini adalah bahwa seluruh pelayanan Continuity of Care pada Ny. E telah berjalan sesuai standar kebidanan, kebutuhan klien terpenuhi, serta tidak ditemukan kesenjangan yang berarti antara teori dan praktik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. R Di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Asuhan kebidanan komprehensif merupakan pelayanan yang diberikan secara berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga keluarga berencana (KB) untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi serta mendeteksi komplikasi secara dini. Laporan ini bertujuan memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. R usia 25 tahun G1P0A0 di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan dengan pendekatan Continuity of Care (COC). Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan Continuity of Care. Asuhan dilakukan secara berkesinambungan sejak kehamilan usia 37 minggu 5 hari, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana. Pengumpulan data dilakukan melalui anamnesis, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi, dan studi literatur yang didokumentasikan menggunakan metode SOAP. Hasil asuhan menunjukkan bahwa selama masa kehamilan kondisi ibu dan janin dalam keadaan baik. Pada proses persalinan ditemukan ketuban pecah dini sehingga dilakukan rujukan ke rumah sakit dan persalinan berlangsung secara sectio caesarea. Bayi lahir hidup berjenis kelamin perempuan dengan berat badan 2.900 gram dan panjang badan 47 cm. Masa nifas berlangsung normal tanpa komplikasi, proses involusi uterus berjalan baik, dan pemberian ASI berlangsung lancar. Bayi baru lahir dalam kondisi sehat dengan pertumbuhan dan perkembangan sesuai usia. Pada pelayanan keluarga berencana, Ny. R memilih kontrasepsi implant sebagai metode KB pascasalin. Kesimpulan dari asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. R menunjukkan bahwa pelayanan Continuity of Care dapat terlaksana dengan baik mulai dari kehamilan hingga keluarga berencana. Pelayanan yang berkesinambungan membantu pemantauan kondisi ibu dan bayi secara optimal serta mendukung deteksi dini komplikasi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KONTROL CAIRAN PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE YANG MENJALANI HEMODIALISIS

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kontrol cairan merupakan salah satu aspek penting pada pasien Chronic Kidney Disease yang menjalani hemodialisis untuk mencegah terjadinya kelebihan cairan dan komplikasi. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi kerberhasilan kontrol cairan adalah dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan, keeratan hubungan, dan arah hubungan dukungan keluarga dengan kontrol cairan pada pasien Chronic Kidney Disease yang menjalani hemodialisis. Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional analitik. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 123 pasien. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner FCHPS (Fluid Control In Hemodialysis Patients Scale). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 71,5% responden yang mendapatkan dukungan keluarga baik dan 55,3% responden mendapatkan kontrol cairan baik. Hasil uji gamma diperoleh nilai p value = 0,005 ( 0,05) dan koefisien korelasi (r) sebesar 0,500. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan kontrol cairan pada pasien Chronic Kidney Disease yang menjalani hemodialisis dengan keeratan hubungan tingkat sedang dan arah hubungan positif.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PELECEHAN SEKSUAL KELUARGA SEDARAH MELALUI MEDIA SOSIAL

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PELECEHAN SEKSUAL KELUARGA SEDARAH MELALUI MEDIA SOSIAL Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum terhadap kasus pelecehan seksual keluarga sedarah melalui media sosial telah memiliki dasar hukum yang cukup komprehensif dalam KUHP, UU ITE, dan UU TPKS, termasuk pengaturan sanksi serta pengakuan alat bukti elektronik. Namun, dalam praktiknya penegakan hukum tersebut belum berjalan optimal karena menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya keberanian korban untuk melapor akibat relasi kuasa, tekanan keluarga, dan stigma sosial, kurangnya koordinasi antar aparat penegak hukum, serta keterbatasan dalam pengumpulan dan pengelolaan alat bukti digital akibat minimnya kapasitas dan fasilitas pendukung, sehingga diperlukan upaya peningkatan perlindungan korban, penguatan kapasitas aparat, dan kesadaran hukum masyarakat agar penegakan hukum dapat berjalan lebih efektif. Selain itu, perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat juga menyebabkan munculnya berbagai bentuk baru kekerasan seksual berbasis digital yang belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat maupun aparat penegak hukum. Kondisi tersebut mengakibatkan proses penanganan perkara sering mengalami hambatan, terutama dalam tahap pembuktian dan perlindungan terhadap korban. Korban pelecehan seksual dalam lingkup keluarga sedarah juga cenderung mengalami trauma psikologis yang lebih berat karena pelaku merupakan orang yang memiliki hubungan emosional dan kedekatan keluarga. Di sisi lain, penyebaran konten atau tindakan pelecehan melalui media sosial dapat memperluas dampak penderitaan korban karena informasi dapat tersebar secara cepat dan sulit dikendalikan. Oleh sebab itu, diperlukan kerja sama yang lebih kuat antara aparat penegak hukum, pemerintah, lembaga perlindungan korban, dan masyarakat dalam menciptakan sistem penanganan yang responsif, berpihak kepada korban, serta mampu mengikuti perkembangan kejahatan di ruang digital. Dengan adanya penegakan hukum yang efektif dan perlindungan hukum yang optimal, diharapkan dapat memberikan rasa keadilan bagi korban sekaligus mencegah terjadinya tindak pidana serupa di masa mendatang.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI DESKRIPTIF POLA KOMUNIKASI INTERPERSONAL DIADIK ORANG TUA DAN ANAK DALAM MEMOTIVASI BELAJAR DI RT 05 KELURAHAN PANTAI AMAL BARU

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola komunikasi diadik antara orang tua dan anak dalam meningkatkan motivasi belajar anak di Kelurahan Pantai Amal Baru. Penelitian dilatarbelakangi oleh kondisi anak yang membantu pekerjaan orang tua sebagai pengikat rumput laut sepulang sekolah sehingga berpotensi memengaruhi motivasi belajar mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari orang tua dan anak usia Sekolah Dasar (SD) yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi diadik antara orang tua dan anak berlangsung melalui komunikasi interpersonal yang ditandai dengan pemberian nasihat, motivasi, perhatian, dan pengawasan terhadap kegiatan belajar anak. Orang tua berupaya memberikan dukungan belajar meskipun memiliki keterbatasan waktu dan pendidikan. Namun, keterlibatan anak dalam membantu pekerjaan orang tua menyebabkan waktu belajar menjadi terbatas dan memengaruhi konsentrasi belajar anak. Selain itu, faktor ekonomi keluarga dan tingkat pendidikan orang tua juga memengaruhi efektivitas komunikasi dalam memotivasi belajar anak. Secara umum, komunikasi diadik yang terjalin antara orang tua dan anak cukup baik dan berperan penting dalam membangun motivasi belajar anak di lingkungan keluarga

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN MEDIASI STRES KERJA PADA PENGARUH KONFLIK PEKERJAAN KELUARGA TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI PUSKESMAS 24 JAM DI KABUPATEN MALINAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konflik pekerjaan–keluarga terhadap kepuasan kerja pegawai Puskesmas yang melaksanakan layanan 24 jam di Kabupaten Malinau, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui stres kerja sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai Puskesmas layanan 24 jam di Kabupaten Malinau, dengan jumlah sampel sebanyak 110 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan aplikasi SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik pekerjaan–keluarga berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja dan berpengaruh positif signifikan terhadap stres kerja. Selanjutnya, stres kerja terbukti berpengaruh negatif signifikan terhadap kepuasan kerja. Hasil pengujian mediasi menunjukkan bahwa stres kerja mampu memediasi secara parsial pengaruh konflik pekerjaan–keluarga terhadap kepuasan kerja. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa stres kerja merupakan mekanisme psikologis penting yang menjelaskan hubungan antara konflik pekerjaan–keluarga dan kepuasan kerja. Oleh karena itu, pengelolaan konflik peran dan stres kerja menjadi aspek strategis dalam meningkatkan kepuasan kerja pegawai Puskesmas layanan 24 jam, khususnya di wilayah terpencil seperti Kabupaten Malinau.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail