Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

NOVA RAMA YANTI

4 karya publik ditemukan.

2026: 22025: 2

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. I DI PUSKESMAS KARANG REJO KOTA TARAKAN

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Asuhan kebidanan komprehensif Continuity of Care (CoC) merupakan pelayanan yang diberikan secara berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga keluarga berencana untuk memantau kesehatan ibu dan bayi, mendeteksi dini komplikasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan. Laporan ini bertujuan memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. “I” usia 25 tahun di Puskesmas Karang Rejo menggunakan pendekatan manajemen kebidanan dan pendokumentasian SOAP dengan metode studi kasus deskriptif. Asuhan dilakukan sejak usia kehamilan 34 minggu 2 hari hingga pelayanan keluarga berencana. Hasil asuhan menunjukkan bahwa kehamilan berlangsung fisiologis dengan keluhan kontraksi palsu dan nyeri pinggang pada trimester III sebagai perubahan normal menjelang persalinan. Persalinan berlangsung spontan pada usia kehamilan 39 minggu 5 hari tanpa komplikasi. Bayi lahir spontan berjenis kelamin perempuan dengan berat badan 2800 gram, panjang badan 50 cm, segera menangis kuat, bergerak aktif, dan dalam keadaan sehat. Masa nifas berlangsung normal dengan involusi uterus baik, lochea normal, serta proses menyusui yang lancar. Pada masa neonatal tidak ditemukan tanda bahaya dan pertumbuhan bayi sesuai usia. Pada pelayanan keluarga berencana, ibu memilih kontrasepsi pil progestin yang sesuai untuk ibu menyusui. Kesimpulannya, seluruh rangkaian asuhan mulai dari kehamilan hingga keluarga berencana dapat dilaksanakan sesuai standar pelayanan kebidanan tanpa komplikasi bermakna, sehingga penerapan Continuity of Care mendukung kesehatan ibu dan bayi secara optimal.

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. I DI PUSKESMAS KARANG REJO KOTA TARAKAN

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Asuhan kebidanan komprehensif Continuity of Care (CoC) merupakan pelayanan yang diberikan secara berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga keluarga berencana untuk memantau kesehatan ibu dan bayi, mendeteksi dini komplikasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan. Laporan ini bertujuan memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. “I” usia 25 tahun di Puskesmas Karang Rejo menggunakan pendekatan manajemen kebidanan dan pendokumentasian SOAP dengan metode studi kasus deskriptif. Asuhan dilakukan sejak usia kehamilan 34 minggu 2 hari hingga pelayanan keluarga berencana. Hasil asuhan menunjukkan bahwa kehamilan berlangsung fisiologis dengan keluhan kontraksi palsu dan nyeri pinggang pada trimester III sebagai perubahan normal menjelang persalinan. Persalinan berlangsung spontan pada usia kehamilan 39 minggu 5 hari tanpa komplikasi. Bayi lahir spontan berjenis kelamin perempuan dengan berat badan 2800 gram, panjang badan 50 cm, segera menangis kuat, bergerak aktif, dan dalam keadaan sehat. Masa nifas berlangsung normal dengan involusi uterus baik, lochea normal, serta proses menyusui yang lancar. Pada masa neonatal tidak ditemukan tanda bahaya dan pertumbuhan bayi sesuai usia. Pada pelayanan keluarga berencana, ibu memilih kontrasepsi pil progestin yang sesuai untuk ibu menyusui. Kesimpulannya, seluruh rangkaian asuhan mulai dari kehamilan hingga keluarga berencana dapat dilaksanakan sesuai standar pelayanan kebidanan tanpa komplikasi bermakna, sehingga penerapan Continuity of Care mendukung kesehatan ibu dan bayi secara optimal.

HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA DI SMA NEGERI 1 TARAKAN

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Perkembangan teknologi informasi, khususnya media sosial, memberikan dampak signifikan terhadap perilaku remaja, termasuk dalam aspek perilaku seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan media sosial dengan perilaku seksual remaja di SMA Negeri 1 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 97 siswa/i kelas X dan XI yang dipilih secara proporsional dengan pendekatan Probability Samping dengan metode Stratified Random Sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner mengenai penggunaan media sosial dan perilaku seksual remaja. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji spearman rho untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara penggunaan media sosial dengan perilaku seksual remaja (p value = 0,00) dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,838 yang berarti memlili hubunan yang sangat kuat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan media sosial memiliki hubungan dengan perilaku seksual remaja. Oleh karena itu diperlukan peran aktif dari orang tua, tenaga pendidik, dan tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi dalam mencegah perilaku seksual berisiko.

HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA DI SMA NEGERI 1 TARAKAN

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perkembangan teknologi informasi, khususnya media sosial, memberikan dampak signifikan terhadap perilaku remaja, termasuk dalam aspek perilaku seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan media sosial dengan perilaku seksual remaja di SMA Negeri 1 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 97 siswa/i kelas X dan XI yang dipilih secara proporsional dengan pendekatan Probability Samping dengan metode Stratified Random Sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner mengenai penggunaan media sosial dan perilaku seksual remaja. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji spearman rho untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara penggunaan media sosial dengan perilaku seksual remaja (p value = 0,00) dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,838 yang berarti memlili hubunan yang sangat kuat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan media sosial memiliki hubungan dengan perilaku seksual remaja. Oleh karena itu diperlukan peran aktif dari orang tua, tenaga pendidik, dan tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi dalam mencegah perilaku seksual berisiko.