BookOpen AccessMetadata saja
2025•
Asma merupakan penyakit inflamasi kronis pada saluran napas yang ditandai dengan sesak napas, batuk, dan mengi yang berulang. Penyakit ini dapat menurunkan kualitas hidup dan menjadi beban bagi individu maupun keluarga. Salah satu terapi nonfarmakologis yang efektif untuk membantu mengontrol gejala asma adalah Pursed Lips Breathing (PLB). Teknik ini bertujuan untuk memperlambat laju pernapasan, meningkatkan ventilasi paru, serta mengurangi udara yang terperangkap di paru-paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penerapan terapi PLB terhadap perubahan respiratory rate (RR) pada pasien asma dalam keluarga. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada dua pasien dengan riwayat asma yang dilakukan intervensi PLB selama tiga hari. Respiratory rate diukur sebelum dan sesudah terapi. Hasil menunjukkan bahwa setelah dilakukan PLB secara konsisten, terjadi penurunan RR pada kedua pasien serta perbaikan gejala sesak napas. Pasien juga menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap teknik pernapasan dan dapat melakukan latihan secara mandiri. Intervensi ini tidak memerlukan alat khusus dan dapat diterapkan sebagai strategi promotif dan preventif di lingkungan keluarga. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa terapi PLB efektif dalam menurunkan RR pada pasien asma dan dapat dijadikan intervensi keperawatan non-farmakologis yang praktis dan mudah diterapkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Asma merupakan penyakit inflamasi kronis pada saluran napas yang ditandai dengan sesak napas, batuk, dan mengi yang berulang. Penyakit ini dapat menurunkan kualitas hidup dan menjadi beban bagi individu maupun keluarga. Salah satu terapi nonfarmakologis yang efektif untuk membantu mengontrol gejala asma adalah Pursed Lips Breathing (PLB). Teknik ini bertujuan untuk memperlambat laju pernapasan, meningkatkan ventilasi paru, serta mengurangi udara yang terperangkap di paru-paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penerapan terapi PLB terhadap perubahan respiratory rate (RR) pada pasien asma dalam keluarga. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada dua pasien dengan riwayat asma yang dilakukan intervensi PLB selama tiga hari. Respiratory rate diukur sebelum dan sesudah terapi. Hasil menunjukkan bahwa setelah dilakukan PLB secara konsisten, terjadi penurunan RR pada kedua pasien serta perbaikan gejala sesak napas. Pasien juga menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap teknik pernapasan dan dapat melakukan latihan secara mandiri. Intervensi ini tidak memerlukan alat khusus dan dapat diterapkan sebagai strategi promotif dan preventif di lingkungan keluarga. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa terapi PLB efektif dalam menurunkan RR pada pasien asma dan dapat dijadikan intervensi keperawatan non-farmakologis yang praktis dan mudah diterapkan.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•
Keluarga dapat menjadi sumber sekaligus solusi dari berbagai masalah kesehatan yang dialami lansia. Ikatan emosional yang kuat dalam keluarga berpotensi memberikan kekuatan mental bagi para lansia, membantu mereka menjalani masa tua dengan lebih baik. Dengan demikian, dukungan keluarga tidak hanya berfungsi sebagai penopang emosional, tetapi juga sebagai faktor kunci dalam meningkatkan kualitas hidup lansia dan mengurangi dampak negatif dari stres yang mereka alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat stres pada lansia di Posyandu Cendrawasih Kelurahan Selumit Pantai Tarakan. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, studi ini melibatkan 70 lansia berusia 60-70 tahun sebagai sampel yang diambil melalui teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan menunjukkan bahwa sebagian besar responden mendapatkan dukungan keluarga baik yaitu sebanyak 61 lansia (87%) dan sebagian besar responden mengalami stres ringan yaitu sebanyak 65 lansia (93%). Analsis bivariat menggunakan uji rank spearman dengan hasil nilai p value α (0,001 0,05), maka H1 diterima dan H0 ditolak. Kesimpulan adalah adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat stres pada lansia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keluarga dapat menjadi sumber sekaligus solusi dari berbagai masalah kesehatan yang dialami lansia. Ikatan emosional yang kuat dalam keluarga berpotensi memberikan kekuatan mental bagi para lansia, membantu mereka menjalani masa tua dengan lebih baik. Dengan demikian, dukungan keluarga tidak hanya berfungsi sebagai penopang emosional, tetapi juga sebagai faktor kunci dalam meningkatkan kualitas hidup lansia dan mengurangi dampak negatif dari stres yang mereka alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat stres pada lansia di Posyandu Cendrawasih Kelurahan Selumit Pantai Tarakan. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, studi ini melibatkan 70 lansia berusia 60-70 tahun sebagai sampel yang diambil melalui teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan menunjukkan bahwa sebagian besar responden mendapatkan dukungan keluarga baik yaitu sebanyak 61 lansia (87%) dan sebagian besar responden mengalami stres ringan yaitu sebanyak 65 lansia (93%). Analsis bivariat menggunakan uji rank spearman dengan hasil nilai p value α (0,001 0,05), maka H1 diterima dan H0 ditolak. Kesimpulan adalah adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat stres pada lansia.