ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
GAMBARAN DUKUNGAN SOSIAL PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI UPTD PUSKESMAS TANJUNG PALAS ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang paling banyak dialami oleh lansia dan berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi apabila tidak dikelola dengan baik. Salah satu faktor yang berperan dalam keberhasilan pengelolaan hipertensi adalah dukungan sosial yang berasal dari keluarga, teman, maupun orang terdekat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dukungan sosial pada lansia dengan hipertensi di UPTD Puskesmas Tanjung Palas. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, sehingga seluruh populasi yang memenuhi kriteria inklusi dijadikan sampel sebanyak 70 lansia hipertensi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) yang terdiri atas tiga subskala, yaitu keluarga (family), teman (friends), dan significant others. Analisis data dilakukan secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi, persentase, nilai rerata, dan standar deviasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat dukungan sosial responden sebagian besar (51,4%) berada pada kategori sedang. Berdasarkan analisis subskala MSPSS, dukungan keluarga memiliki nilai rata-rata tertinggi (mean=3,1;SD= 0,58). Penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas lansia dengan hipertensi di UPTD Puskesmas Tanjung Palas memiliki tingkat dukungan sosial kategori sedang dengan keluarga sebagai sumber dukungan utama. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dalam mengembangkan program promotif dan preventif yang melibatkan keluarga untuk meningkatkan pengelolaan hipertensi pada lansia. Kata kunci: Dukungan Sosial, Hipertensi, Lansia, Puskesmas
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Lansia merupakan kelompok usia yang rentan terhadap berbagai penyakit degeneratif, salah satunya adalah hipertensi. Penatalaksanaan hipertensi secara nonfarmakologis semakin dikembangkan untuk mengurangi ketergantungan pada obat dan mencegah komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian kombinasi seduhan bawang putih dan akupresur dalam menurunkan tekanan darah dan nyeri pada lansia hipertensi. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan pre-test dan post-test terhadap dua pasien lansia yang mengalami nyeri akut dan defisit pengetahuan terkait hipertensi. Intervensi ini dilakukan selama tiga hari berturut-turut. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan tekanan darah dan tingkat nyeri pada kedua pasien setelah intervensi. Selain itu, terjadi peningkatan pemahaman pasien tentang hipertensi dan pengelolaannya. Terapi kombinasi ini terbukti efektif, alami, murah, dan dapat dilakukan di rumah dengan pendampingan tenaga kesehatan. Penelitian ini merekomendasikan penerapan terapi seduhan bawang putih dan akupresure sebagai alternatif intervensi nonfarmakologis yang aman dan efektif dalam praktik keperawatan gerontik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Lanjut usia ditandai dengan adanya proses penuaan, penuaan merupakan proses terjadi perubahan fungsi dan kemampuan tubuh, salah satu penyakit yang erat kaitannya dengan proses penuaan yaitu gangguan sirkulasi (hipertensi). KIAN ini bertujuan untuk mengevaluasi kombinasi terapi sunbathing, walking exercise dan Progressive muscle relaxation terhadap penurunan tekanan darah dan nyeri kepala. KIAN ini menggunakan desain case report dengan pendekatan pre-test dan post-test. Partisipan pada KIAN ini berjumlah dua orang dan merupakan lansia dengan hipertensi yang bersedia menjadi responden. Intervensi yang digunakan dalam KIAN ini yaitu sunbathing, walking exercise dan progressive muscle relaxation. Setelah dilakukan intervensi selama 3 hari dengan durasi 120 menit di dapatkan hasil pada klien 1 tekanan darah sebelum intervensi 155/95 mmHg, pada klien 2 tekanan darah 160/90 mmHg, setelah dilakukan intervensi di dapatkan pada klien 1 tekanan darah 124/88 mmHg dan pada klien 2 tekanan darah 130/84 mmHg. Selain itu tingkat nyeri pada klien 1 sebelum interveni di dapatkan skala nyeri 3 dan pada klien 2 di dapatkn skala nyeri 4, setelah dilakukan intervensi di dapatkan hasil klien 1 mengatakan skala nyeri menurun menjadi 1, klien 2 mengatakan skala nyeri menurun menjadi2. Dapat disimpulkan bahwa kombinasi terapi sunbathing, walking exercise dan progressive muscle relaxation terbukti efektif dalam menurunan tekanan darah dan tingkat nyeri serta dapat digunakan sebagai terapi non-farmakologis pada lansia dengan hipertensi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Lansia merupakan individu yang telah berusia 60 tahun ke atas, yang umumnya mengalami penurunan fungsi tubuh, termasuk berkurangnya kemampuan penglihatan, termasuk dalam mengenal nominal uang kertas. Ketidakmampuan dalam mengenali nominal uang kertas dapat menimbulkan masalah, baik dalam kegiatan transaksi sehari-hari seperti berbelanja. Penelitian ini mengembangkan sistem identifikasi nilai nominal mata uang kertas rupiah untuk lansia menggunakan Convolutional Neural Network (CNN) berbasis arsitektur VGG16 dengan fitur text to speech. Dataset yang terdiri dari 7 kelas (jenis uang kertas) dengan total 4.200 citra uang kertas diambil dengan menggunakan kamera ponsel, dan kemudian dipisahkan menjadi dua skema anotasi yang masing-masing sebanyak 2.100 citra. Skema pertama dilatih berdasarkan nominal uang, sedangkan skema kedua dilatih berdasarkan keseluruhan area uang kertas. Pembagian data dilakukan dengan proporsi 70% untuk train, 20% untuk valid, dan 10% untuk test. Hasil dari proses pelatihan menunjukkan bahwa skema pertama meraih tingkat akurasi pelatihan sebesar 99,47% dan validasi sebesar 100%, sedangkan skema kedua mencatat 74,37% untuk pelatihan dan 98,45% untuk validasi. Penilaian terhadap data uji menunjukkan bahwa skema pertama menghasilkan precision, recall, dan f1-score yang mencapai 100% tanpa adanya kesalahan klasifikasi, sementara skema kedua mencapai angka 99% dengan sedikit kekeliruan pada nominal Rp10.000 dan Rp20.000. Kemudian, pengujian secara realtime yang dilakukan terhadap sepuluh orang lansia menunjukkan bahwa skema pertama lebih baik dalam mengenali uang dengan nilai Rp1.000 sampai Rp100.000, kecuali untuk Rp50.000, sedangkan skema kedua hanya mampu mengenali Rp2.000 dan Rp10.000 dengan baik. Skor System Usability Scale (SUS) yang diperoleh adalah 70,25 yang termasuk dalam kategori “baik”. Fitur text to speech beroperasi dengan baik dan dapat menyimpan secara otomatis dalam format MP3. Keterbatasan utama adalah ketergantungan CNN standar pada penempatan nominal yang tepat dan kondisi pencahayaan yang sesuai. Pengembangan lebih lanjut dengan teknologi deteksi objek seperti YOLO atau SSD diperlukan untuk meningkatkan fleksibilitas sistem dalam kondisi penggunaan nyata.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Populasi lansia di Indonesia terus meningkat, sejalan dengan pada era global menuju penduduk menua (ageing population). Lansia memiliki risiko tinggi mengalami cedera akibat jatuh, yang dapat berakibat fatal. Penelitian ini bertujuan untuk membuat prototipe pendeteksi jatuh yang dapat digunakan oleh lansia yang menggunakan sensor accelerometer MPU6050 yang terhubung dengan blynk sebagai pengumpul data serta aplikasi telegram sebagai pemberi informasi sehingga korban terjatuh mampu mendapat pertolongan sesegera mungkin. Dalam penelitian ini menggunakan persamaan sum vector sebagai menentukan kondisi pengguna dengan menghitung sumbu x, y, dan z pada sensor accelerometer MPU6050. Nilai prototipe pendeteksi jatuh mampu membaca gerakan jatuh sebanyak 18 kali dari 20 kali percobaan yang dilakukan sehingga memperoleh nilai sensitivitas sebesar 90%. Dari hasil wawancara menyatakan bahwa wearable pendeteksi jatuh umumnya cukup nyaman, alat ini dapat melindungi orang tua, terutama yang lanjut usia. Alat ini memungkinkan pemantauan pergerakan orang tua saat kita tidak dirumah, serta dapat mendeteksi jatuh dan mengirimkan informasi melalui smartphone. Hanya saja perlu menambahkan alarm agar orang disekitar atau keluarga dapat merespons orangtua atau pengguna secara cepat tanpa mengandalkan notifikasi melalui smartphone.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Hipertensi adalah penyakit yang menjadi masalah kesehatan pada masyarkat dan merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) pada setiap tahun terjadi kematian akibat dari peningkatan hipertensi ini. Tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit paling mematikan di dunia dan lebih sering terjadi pada seseorang lanjut usia akibat pola makan tinggi lemak dan kolesterol. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan hubungan pola makan lansia terhadap kejadian hipertensi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif, jenis rancangan adalah desain cross sectional. Populasi penelitian ini sebanyak 850 lansia dan untuk menentukan sampel menggunan rumus Slovin didapatkan sampel sebanyak 272 lansia yang mengalami hipertensi. Instrument dalam penelitian ini adalah kuisioner tentang pola makan. Analisis penelitian menggunakan uji Chi-square dengan taraf signifikan 0,05 menunjukkan bahwa nilai P Value = 0,001, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat Hubungan Pola Makan Lansia terhadap Kejadian Hipertensi Di Puskesmas Karang Rejo. Oleh karena itu, diharapkan pola makan sehat bagi penderita hipertensi menjadi salah satu edukasi bagi masyarakat. Kata kunci: Hipertensi, Lansia, Pola makan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keluarga dapat menjadi sumber sekaligus solusi dari berbagai masalah kesehatan yang dialami lansia. Ikatan emosional yang kuat dalam keluarga berpotensi memberikan kekuatan mental bagi para lansia, membantu mereka menjalani masa tua dengan lebih baik. Dengan demikian, dukungan keluarga tidak hanya berfungsi sebagai penopang emosional, tetapi juga sebagai faktor kunci dalam meningkatkan kualitas hidup lansia dan mengurangi dampak negatif dari stres yang mereka alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat stres pada lansia di Posyandu Cendrawasih Kelurahan Selumit Pantai Tarakan. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, studi ini melibatkan 70 lansia berusia 60-70 tahun sebagai sampel yang diambil melalui teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan menunjukkan bahwa sebagian besar responden mendapatkan dukungan keluarga baik yaitu sebanyak 61 lansia (87%) dan sebagian besar responden mengalami stres ringan yaitu sebanyak 65 lansia (93%). Analsis bivariat menggunakan uji rank spearman dengan hasil nilai p value α (0,001 0,05), maka H1 diterima dan H0 ditolak. Kesimpulan adalah adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat stres pada lansia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Lansia merupakan kelompok usia yang rentan akan perubahan kondisi dan situasi yang disebabkan oleh perubahan kondisi fisik, sosial dam psikologis. Semakin bertambahnya usia seseorang, tekanan darah juga semakin meningkat. Hipertensi pada lansia dikaitkan dengan proses penuaan yang terjadi pada tubuh. Pada kelompok lansia, prevalensi penyakit tidak menular tertinggi adalah hipertensi sebesar 32,5%. Banyak penderita yang diagnosis hipertensi umumnya memiliki kondisi yang sulit seperti gejala simptomatik, kualitas hidup yang rendah dan terjadi perubahan peran. Semua faktor tersebut membuat penderita lebih mudah mendapatkan tekanan psikologis berupa gangguan mental depresi. Depresi adalah gangguan mental yang ditandai dengan munculnya gejala penurunan mood, kehilangan minat terhadap sesuatu, perasaan bersalah, gangguan tidur atau nafsu makan, kehilangan energi, dan penurunan konsentrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan tingkat depresi pada lansia dengan hipertensi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian studi penampang analitis (analytic cross-sectional study). Populasi penelitian ini adalah lansia yang didiagnosa hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Pantai Amal dengan pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 68 responden. Teknik pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner The Geriatric Depression Scale (GDS) dengan 15 item pertanyaan. Penelitian ini menggunakan uji statistik chi-square. Hasil uji chi-square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna tingkat depresi pada lansia yang menderita hipertensi dengan usia (p=0,289), jenis kelamin (p=0,671), riwayat penyakit kronis (p=1,000), status perkawinan (p=0,214) dan tingkat pendidikan (p=0,202) terkecuali status pekerjaan (p=0,001). Kesimpulan dari penelitian ini adalah kondisi lansia yang menderita hipertensi tidak menyebabkan depresi secara umum.